• judi

    Baru Beli Sebidang Tanah? Ini Dia Cara Membuat Sertifikat Tanah Mudah


    Sertifikat tanah adalah bukti otentik kepemilikan suatu tanah dengan status hukum yang jelas. Sertifikat tanah ini wajib Anda miliki manakala membeli sebidang tanah atau berencana ingin balik nama tanah.

    Dokumen penting ini harus segera Anda urus untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya yaitu sengketa tanah.

    Meskipun sertifikat tanah adalah dokumen yang wajib dimiliki, nyatanya masih banyak masyarakat yang kebingungan untuk membuatnya.

    Namun, tidak perlu khawatir karena artikel berikut ini akan memberikan informasi yang Anda butuhkan untuk membuat sertifikat tanah.

    Lantas, bagaimana cara membuat sertifikat tanah yang baik dan benar? Berikut penjelasannya yang sudah TIM BFI Finance rangkum dari berbagai sumber terpercaya.

    Syarat Membuat Sertifikat Tanah

    Dalam urusan pembuatan sertifikat tanah ada beberapa persyaratan yang perlu Anda siapkan agar cara membuat sertifikat tanah berjalan dengan lancar dan tidak perlu bolak-balik ke rumah untuk mengambil dokumen yang tertinggal. Berikut ini syarat-syaratnya.

    Syarat Utama

    1. Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk)

    2. Fotokopi KK (Kartu Keluarga) Pemohon Sertifikat

    3. Fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

    Syarat Lainnya yaitu Mengenai Data Properti

    1. Bukti IMB (Izin Mendirikan Bangunan) untuk tanah dan bangunannya

    2. Akta Jual Beli (AJB) apabila tanah yang diperoleh dari hasil jual beli

    3. Bukti pembayaran Pajak Penghasilan (PPh)

    4. Bukti pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

    Adapun Cara Membuat Sertifikat Tanah yang Bersifat Girik yaitu Sebagai Berikut

    1. Letter C atau Girik

    2. Surat Riwayat Tanah

    3. Surat Riwayat Bebas Sengketa

    Biaya Pembuatan Surat Tanah

    Sebelum membahas mengenai cara membuat sertifikat tanah, pastikan Anda sudah mempersiapkan sejumlah dana untuk pembuatan surat tanah. Adapun besaran biaya yang perlu dikeluarkan berbeda-beda tergantung dari luas tanah dan lokasi tanah tersebut berada. Semakin luas dan strategis, maka semakin besar juga biaya yang diperlukan.

    Meskipun biaya yang dikeluarkan bervariasi, semua biaya tersebut telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 128 Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional.

    Untuk memudahkan Anda dalam menghitung biaya pengukuran dan pemetaan batas bidang tanah, Anda bisa menghitungnya dengan rumus berikut ini.

    Luas tanah sampai dengan 10 hektar: Tu = (L/500 x HSBKu ) + Rp 100.000

    Luas tanah lebih dari 10 hektar sampai dengan 1.000 hektar: Tu = (L/4.000 x HSBKu ) + Rp 14.000.000

    Luas tanah lebih dari 1.000 hektar Tu = (L/10.000 x HSBKu ) + Rp 134.000.000

    Keterangan

    Tu: Tarif Pelayanan Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah Dalam Rangka Penetapan Batas.

    L: Luas Tanah yang Diukur.

    HSBku: Harga Satuan Biaya Khusus pengukuran tanah yang berlaku untuk tahun tertentu, komponen belanja bahan dan honor yang terkait dengan keluaran (output) kegiatan.

     

    Baca Juga: Syarat Gadai Sertifikat Rumah dan Hal Lain yang Perlu Dipertimbangkan

     

    Cara Membuat Sertifikat Tanah

    Image Source: sumber-satuharapan

    Cara Membuat Sertifikat Tanah

    Ada dua cara atau tahapan yang bisa Anda tempuh untuk membuat surat sertifikat tanah. Cara membuat sertifikat tanah yang pertama yaitu secara mandiri dan yang kedua yakni melalui PPAT.

    Cara Membuat Sertifikat Tanah Secara Mandiri

    Membuat sertifikat tanah bisa dengan mudah dilakukan secara mandiri. Berikut ini tahapannya.

    1. Kunjungi kantor BPN terdekat

    Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk cara membuat sertifikat tanah yaitu pergi ke kantor BPN (Badan Pertahanan Nasional) sesuai dengan tempat tanah berada. Setelah itu ikuti prosedur berikut ini.

    • Pergi ke loket pelayanan sertifikat tanah

    • Ambil formulir pendaftaran dan lengkapi semua data yang diminta

    • Petugas akan memberikan map berwarna biru dan kuning

    • Minta kepada petugas untuk membuat janji pengukuran tanah

    • Setelah itu Anda akan menerima Surat Tanda Terima (STT) dan Surat Perintah Setor (SPS) untuk segera dilunasi. Dan biaya pendaftaran sebesar Rp50.000

    2. Melakukan Pengukuran Lokasi

    Cara membuat sertifikat tanah yang kedua yakni pengukuran tanah. Pengukuran tanah atau lokasi di mana tanah berada dilakukan ketika semua dokumen yang diminta telah dilengkapi dan pemohon menerima tanda terima dari Kantor Pertanahan.

    Pengukuran yang ada dilakukan atas batas-batas yang ditunjukkan oleh pemohon. Maka dari itu, saat proses ini berlangsung pemohon diwajibkan hadir di lokasi. Untuk tarif pengukuraan tanah dapat Anda ketahui dengan cara mengirim pesan singkat atau SMS ke BPN.

    Rumus perhitungan biaya pengukuran tanah bisa Anda lihat sebagai berikut.

    Biaya pengukuran tanah = Luas tanah sampai dengan 10 Ha: Tarik Ulur = (L/500 x Harga Satuan Biaya Khusus Kegiatan Pengukuran (HSBKU) ) + Rp100.000

    Untuk lebih jelasnya mari kita simak contoh di bawah ini.

    Misalnya Anda berencana membeli sebidang tanah yang dijual di Bandung non pertanian dengan luas mencapai 500 m2 seharga Rp350 juta.

    Maka biaya pengukuran tanahnya:

    (500/500 x Rp100.000) +Rp100.000 = Rp200.000

    3. Penerbitan Sertifikat Tanah

    Setelah pengukuran tanah selesai, Anda akan memperoleh data Surat Ukur Tanah. Simpan surat tersebut untuk selanjutnya dijadikan satu dengan dokumen kelengkapan lainnya. Setelah selesai, Anda hanya perlu menunggu surat keputusan.

    4. Melakukan Pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah (BPHTB)

    Selagi menunggu sertifikat tanah dibuat, Anda diharuskan untuk melakukan pembayaran BPHTB, ini juga sekaligus menjadi cara membuat sertifikat tanah yang terakhir. Untuk waktu penerbitan sertifikat tanah cukup memakan waktu, yakni berlangsung antara setengah hingga satu tahun. Untuk lebih pastinya Anda bisa menanyakannya langsung ke petugas BPN.

    Cara Membuat Sertifikat Tanah Melalui PPAT

    PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah adalah jasa yang menawarkan pembuatan akta tanah mengikuti prosedur atau ketentuan yang berlaku.

    Jasa PPAT sangat bisa diandalkan terutama jika Anda merasa kebingungan atau tidak memiliki banyak waktu luang untuk cara membuat sertifikat tanah.

    Adapun prosedur pembuatan sertifikat tanah melalui PPAT adalah sebagai berikut.

    1. Kunjungi kantor BPN terdekat

    2. Ajukan permohonan ke PPAT

    3. Pihak PPAT akan menerima permohonan yang diajukan

    4. PPAT melakukan pengubahan nama pemilik tanah sebelumnya ke yang baru dengan cara mencoret bagian nama pemilik lama

    5. Berikutnya, nama pemilik yang baru ditulis pada buku dan lembaran yang ada pada buku tanah dan sertifikat

    6. Setelah itu kepala BPN akan menandatangani bagian tersebut lengkap dengan tanggal

    7. Baru setelah itu PPAT akan membuat dokumen sertfikat rumah yang baru dalam waktu sekitar 14 hari atau sesuai dengan tanggal yang diberikan oleh PPAT

    Sobat BFI, itulah informasi mengenai cara membuat sertifikat tanah. Pastikan untuk mengurusnya secara legal baik itu secara mandiri maupun melalui jasa PPAT. Jangan pernah mengandalkan calo atau cara lainnya yang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku.

    Butuh pinjaman dana cepat cair dan aman? Ajukan pinjaman di BFI Finance! Prosesnya cepat dengan beragam pilihan produk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Bisa untuk modal usaha, biaya pendidikan anak, kesehatan, sampai dengan gaya hidup.

    Cek informasi selengkapnya di bawah tautan berikut ini.

    Informasi Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

    Pencairan dana hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 3 tahun.

    Informasi Pinjaman Jaminan BPKB Motor

    Pinjaman dana dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 18 bulan.

    Informasi Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

    Bunga rendah mulai dari 0.9% dengan tenor panjang hingga 48 bulan.

     

    Jangan lewatkan informasi menarik lainnya hanya di BFI Blog. Update setiap Senin-Jumat. Sampai ketemu lagi di artikel berikutnya!

  • judi

    Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah dan Cara Mudah Menghitungnya


    Biaya balik nama sertifikat tanah perlu Anda ketahui jika Anda berencana membeli sebidang tanah atau baru mendapat warisan berupa tanah. Pasalnya, dengan melakukan balik nama, tanah tersebut akan sepenuhnya menjadi milik Anda dari segi hukum yang berlaku.

    Ada sejumlah prosedur yang perlu Anda ikuti jika Anda hendak melakukan balik nama sertifikat tanah. Antara lain yaitu mengetahui syarat, biaya, sampai dengan cara menghitungnya. Untuk memudahkan Anda dalam memahaminya, simak informasi lengkapnya di sini.

    1. Apa Itu Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah?

    Belum banyak yang tahu terkait pengertian biaya balik nama sertifikat tanah. Selayaknya biaya balik nama motor, prosedur yang satu ini harus dilakukan untuk mengganti nama kepemilikan sebuah properti. Biasanya terjadi pada saat transaksi jual beli tanah atau pemberian warisan, dimana pemilik yang baru ingin namanya terdaftar di sertifikat secara legal.

    Dengan adanya perubahan kepemilikan ini, Anda tidak hanya secara resmi memiliki tanah tersebut atas nama Anda, namun juga segala keperluan administrasi yang ada akan lebih mudah untuk diurus.

    2. Syarat Balik Nama Sertifikat Tanah

    Setelah Anda mengetahui pengertian balik nama sertifikat tanah. Selanjutnya, Anda perlu mengetahui persyaratan apa saja yang harus Anda penuhi sebelum menyiapkan biaya balik nama sertifikat tanah. Persyaratan administrasi ini meliputi beberapa dokumen penting berikut.

    • Akta jual beli (AJB) dan sertifikat asli dari PPAT

    • Formulir permohonan yang sudah ditanda tangani

    • Fotokopi e-KTP dan KK penjual dan pembeli tanah (jika diwakilkan, sertakan juga identitas pihak ketiga yang diberi kuasa)

    • Fotokopi akta pendirian & pengesahan badan hukum

    • Izin pemindahan hak (jika sertifikat tanah hanya boleh dipindah tangankan jika mendapat izin dari instansi berwenang)

    • Fotokopi SPPT dan PBB tahun berjalan

    • Bukti SSB (BPHTB) dan bukti bayar uang pemasukan

    Selain itu, Anda juga perlu menyiapkan beberapa dokumen tambahan seperti:

    • Informasi tanah (luas, letak, penggunaan)

    • Surat pernyataan bebas sengketa

    • Surat pernyataan tanah dikuasai secara fisik

    Catatan, jika tanah yang dibeli tidak terdapat masalah, pembeli tanah diwajibkan untuk membayar Pajak PPH sebesar 2,5% dari nilai penjualan tanah (nilai bruto) ke Kantor PPAT. Kebijakan ini sesuai dengan PP No. 34 Tahun 2016.

    Saat melakukan balik nama, pastikan semua dokumen yang dibutuhkan lengkap, membayar biaya yang diberlakukan, serta mengikuti proses balik nama sesuai dengan aturan yang berlaku di domisili Anda.

     

    Baca Juga: Syarat Gadai Sertifikat Rumah dan Hal Lain yang Perlu Dipertimbangkan

     

    3. Biaya yang Dikeluarkan Saat Balik Nama Sertifikat

    Selama proses balik nama, ada sejumlah biaya balik nama sertifikat tanah yang harus Anda persiapkan. Biaya tersebut meliputi:

    3.1. Penerbitan Akta Jual Beli (AJB)

    Biaya penerbitan AJB bisa berbeda-beda tiap daerahnya, tergantung dari harga yang ditetapkan oleh setiap kantor PPAT. Namun, umumnya biaya yang dikenakan berkisar antara 0,5-1% dari nilai transaksi. Jadi, semakin besar nilai transaksi yang ada, maka semakin besar pula biaya penerbitan AJB yang dikenakan. Oleh karenanya, Anda bisa berkonsultasi dulu ke beberapa kantor PPAT untuk mendapatkan harga yang sesuai.

    3.2. Pengecekan Keabsahan atau Keaslian Sertifikat Tanah

    Dokumen yang sudah masuk ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), selanjutnya akan dilakukan pengecekan keaslian sertifikat tanah untuk membuktikan jika sertifikat tersebut bebas dari sengketa atau masalah lainnya. Biaya yang dikenakan untuk pengecekan ini sebesar Rp 50 ribu. 

    3.3. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

    BPHTB yang perlu Anda siapkan yakni sebesar 5% dari harga tanah dikurangi dengan NPOP (Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak).

    3.4. Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah

    Biaya balik nama sertifikat tanah dapat Anda hitung menggunakan rumus berikut:

    Nilai jual tanah dibagi dengan 1.000 (nilai tanah (per meter persegi) x luas tanah (meter persegi) / 1.000).

    Misalnya Anda membeli tanah seluas 100 meter dengan harga per meternya senilai Rp 1 juta, maka biaya balik nama sertifikat yang perlu Anda bayarkan sebesar Rp 100 ribu.

     

    Baca Juga: Tips, Jenis, dan Perhitungan Biaya Renovasi Rumah [Terbaru]

     

    4. Cara Menghitung Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah

    Biaya Balik Nama Rumah

    Image Source: Freepik/katemangostar

    Untuk menghitung biaya balik nama sertifikat tanah bukanlah hal yang sulit jika Anda memahami setiap komponen yang telah dijelaskan diatas. Rumus untuk menghitung biaya balik nama sertifikat tanah adalah total dari seluruh komponen biaya diatas (Biaya AJB + BPHTB  + Biaya Pengecekan Sertifikat Tanah + Biaya Balik Nama).

    Diantara keempat komponen biaya tersebut, hanya biaya pengecekan sertifikat tanah yang memiliki nilai tetap yaitu Rp 50.000. Besaran komponen biaya lainnya mengikut besaran NJOP dan nilai transaksi jual beli yang terjadi.

    Untuk memudahkan perhitungan, perhatikan simulasi perhitungan biaya balik nama sertifikat tanah berikut ini.

    Asumsikan, Anda membeli tanah seluas 300 m2 dengan luas bangunan 150 m2. Harga tanah per m2 nya sebesar Rp 750.000 dan nilai bangunan per m2 nya adalah Rp 650.000. Nilai transaksi atas jual beli tanah dan bangunan tersebut adalah Rp 322.500.000. Biaya balik nama sertifikat tanah yang harus dibayar adalah sebagai berikut:

    1. Biaya Penerbitan Akta Jual Beli (AJB)

    Biaya AJB memiliki besaran yang berbeda pada setiap PPAT. Namun, dapat dipastikan besarannya berada pada kisaran 0,5% – 1%.

    Asumsikan pada kondisi kali ini besaran biaya AJB adalah 1% dari Nilai Transaksi Jual Beli Tanah. Sehingga, biaya penerbitan Akta Jual Beli adalah sebesar 1% x Rp 322.500.00 = Rp 3.225.000.

    2. Biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

    Biaya BPHTB umumnya sebesar 5% dari Dasar Pengenaan Pajak (NPOP – NPOPTKP). Simulasi perhitungannya sebagai berikut:

    Harga tanah = 300 m2 x Rp 750.000 = Rp 225.000.000

    Harga bangunan = 150 m2 x Rp 650.000 = Rp 97.500.000

    Jumlah Harga Pembelian Rumah = Rp 225.000.000 + Rp 97.500.000 = Rp 322.500.000

    Nilai Tidak Kena Pajak = RP 97.500.000

    Nilai untuk perhitungan BPHTB = Rp 225.000.000

    Biaya BPHTB yang harus dibayar = (5% x Rp 225.000.000) = Rp 11.250.000

    3. Biaya Pengecekan Sertifikat Tanah

    Biaya selanjutnya adalah biaya pengecekan sertifikat tanah yang akan dibayarkan kepada BPN. BPN akan memeriksa keabsahan sertifikat tanah tersebut atau dengan kata lain tidak bermasalah. Biaya yang dibutuhkan untuk pengecekan keabsahan sertifikat tanah ini adalah Rp 50.000.

    4. Biaya balik nama

    Untuk biaya ini dihitung dengan rumus nilai jual tanah dan bangunan dibagi dengan 1.000. Sehingga, dengan contoh perhitungan diatas, biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp 322.500.000/1.000 = Rp 322.500.

    Total biaya balik nama sertifikat tanah yang harus Anda bayarkan adalah Rp 3.225.000 + Rp 11.250.000 + Rp 50.000 + Rp 322.500 = Rp 14.847.500.

    5. Prosedur Balik Nama Sertifikat Tanah

    Balik nama sertifikat tanah bisa Anda lakukan dengan dua pilihan. Pertama, Anda bisa mengurusnya secara mandiri. Kedua, balik nama diurus oleh PPAT dimana Anda tidak perlu repot-repot mengunjungi kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional).

    Adapun dokumen yang perlu dipersiapkan jika Anda menggunakan jasa PPAT yakni sama persis dengan dokumen yang sudah disebutkan terkait persyaratan balik nama sertifikat tanah. Adapun biaya balik nama sertifikat tanah di PPAT bisa berbeda-beda, tergantung dari tarif PPAT pilihan Anda.

    6. Cara Mudah Cek Sertifikat Tanah Secara Online

    Sertifikat tanah merupakan bukti otentik kepemilikan suatu properti. Nah, bagi Anda yang ingin memastikan keaslian surat tanah sebelum hendak membelinya, kini Anda dapat mengeceknya secara online dengan dua cara. Cara pertama yaitu menggunakan aplikasi bernama ‘Sentuh Tanahku’ yang dibuat oleh Badan Pertanahan Nasional. Cara kedua yaitu mengeceknya secara online melalui situs resmi Kementerian ATR/BPN.

    6.1 Cara Cek Sertifikat Tanah di Aplikasi

    1. Unduh aplikasi Sentuh Tanahku di Play Store ataupun App Store

    2. Lakukan registrasi dengan memasukan username, email, dan password

    3. Lakukan aktivasi akun dengan cara klik link yang dikirimkan ke email Anda

    4. Selanjutnya, klik ‘aktivasi’ untuk mengaktifkan akun Anda

    5. Buka aplikasi, login dengan username dan password yang sudah Anda buat

    6. Pada menu aplikasi pilih ‘Cek Berkas BPN Online’

    7. Pilih ‘info sertifikat’

    8. Informasi terkait data-data yang ada pada sertifikat tanah Anda akan ditampilkan di layar

    6.2 Cara Cek Sertifikat Tanah di Website Resmi

    Kedua, Anda juga bisa mengecek sertifikat tanah melalui situs resmi Kementerian ATR/BPN. Caranya sebagai berikut.

    1. Kunjungi situs www.atrbpn.go.id

    2. Pada beranda pilih ‘Publikasi’

    3. Klik ‘Layanan’

    4. Pilih opsi yang Anda butuhkan: Forum Diskusi, Peta, Pengecekan Berkas, Pengumuman Sertipikat Hilang, Layanan Pertanahan

    5. Klik lalu tunggu sebentar sampai informasi yang Anda inginkan ditampilkan pada layar

    Sobat BFI, demikian informasi terkait biaya balik nama sertifikat tanah. Harapannya, semoga informasi ini dapat mempermudah Anda untuk memahami setiap proses yang ada.

    Butuh pinjaman dana dalam jumlah besar? Ajukan pinjaman di BFI Finance saja! Prosesnya mudah dan cepat, Anda bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga rendah mulai dari 0.9% dan tenor panjang hingga 48 bulan untuk pinjaman jaminan sertifikat rumah.

    Pinjam dana di BFI Finance dijamin aman dan terpercaya karena perusahaan pembiayaan yang satu ini sudah terverifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tunggu apa lagi? Yuk, ajukan pinjaman ke BFI Finance, dapatkan promo dan cashback menarik di tautan berikut.

     

    BFI Finance adalah perusahaan yang melayani pinjaman multiguna jaminan bpkb motor, bpkb mobil, dan sertifikat rumah atau ruko