• judi

    Customer Due Diligence : Pengertian dan Tahapan Pelaksanaannya


    CDD atau Customer Due Diligence adalah salah satu istilah yang sering dijumpai dalam dunia keuangan. Kegunaannya untuk menilai risiko konsumen di dalam suatu perusahaan. Customer Due Diligence juga sering digunakan untuk proses kerja sama atau hubungan bisnis maupun pinjaman. Untuk informasi mengenai customer due diligence, simak artikel berikut. 

    Pengertian Customer Due Diligence 

    Customer Due Diligence adalah kegiatan berupa identifikasi, verifikasi, dan pemantauan yang dilakukan bank untuk memastikan bahwa transaksi yang dilakukan sesuai dengan profil nasabah (Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/28/PBI/2009). 

    Kebijakan dan prosedur Customer Due Diligence wajib dilakukan saat melakukan hubungan usaha dengan calon nasabah, walk in customer, transaksi keuangan dengan mata uang rupiah dan atau mata uang asing yang nilainya paling sedikit atau sama dengan Rp 100.000, adanya keraguan kebenaran informasi yang diberikan oleh nasabah, penerima kuasa dan atau Beneficial Owner, dan saat ada transaksi keuangan yang tidak wajar dan diduga tindak pencucian uang dan pendanaan terorisme. 

    Proses Customer Due Diligence

    Customer Due Diligence Adalah

    Pada dasarnya, customer due diligence dilakukan untuk mendapatkan informasi dan kebenaran dari data yang dibutuhkan. Adapun proses tahapan Customer Due Diligence adalah sebagai berikut. 

    Identifikasi Nasabah 

    Pada tahapan ini, PJK atau Penyedia Jasa Keuangan wajib mengelompokan calon nasabah dan nasabah sesuai dengan tingkat risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme. Identifikasi ini meliputi profil nasabah, usaha yang dimiliki, lokasi usaha, pendapatan, jumlah transaksi, struktur kepemilikan, dan informasi lainnya yang dapat menjadi indikator tingkat risiko nasabah. 

    Verifikasi 

    Proses selanjutnya dari Customer Due Diligence adalah melakukan verifikasi atas informasi yang didapat dari calon nasabah melalui berbadagai media. Baik dari dokumen pendukung, pertemuan langsung oleh konsumen, maupun panggilan melalui sarana elektronik.

    Pengkinian dan Pemantauan 

    Penyedia Jasa Keuangan juga diwajibkan melakukan pengkinian data dan pemantauan terhadap hubungan usaha dengan nasabah dan memastikan transaksi yang dilakukan oleh nasabah sejalan dengan aturan yang ditetapkan. 

    Tindak Lanjut 

    Yang terakhir adalah tindak lanjut. Penyedia Jasa Keuangan dapat melanjutkan kerja sama atau hubungan usaha jika tidak ditemukannya indikasi tindak pencucian uang dan tindak pendanaan terorisme dalam program APU PPT. Sebaliknya, jika PJK tidak dapat memberikan kebenaran identitas dan dokumen nasabah, maka PJK harus menolak atau membatalkan transaksi untuk menjalin hubungan usaha. 

    Perbedaan Customer Due Diligence dan Enhanced Due Diligence

    CDD atau Customer Due Diligence penting dilakukan untuk terhindar dari risiko tindak kejahatan finansial pada suatu perusahaan. Untuk melengkapinya, beberapa perusahaan juga melakukan EDD atau Enhanced Due Diligence. Berikut perbedaannya. 

    Enhanced Due Diligence

    Enhanced Due Diligence merupakan proses yang dilakukan setelah nasabah dinyatakan berisiko bagi suatu perusahaan. EDD dilakukan untuk memvalidasi risiko nasabah yang diawali dengan proses skrining kemudian dilanjutkan dengan pengisian formulir sebagai pelengkap. 

    Customer Due Diligence Adalah

    Berikut adalah contoh transaksi atau contoh nasabah yang dinilai berisiko tinggi sehingga membutuhkan proses EDD : 

    • Orang yang terekspos secara politis

    • Terorisme 

    • Nasabah dengan histori transaksi dari negara yang berisiko tinggi 

    • Nasabah yang berlokasi di kawasan berisiko tinggi 

    • Nasabah dengan rekening koresponden 

    • Melakukan pembukaan rekening secara virtual tanpa tatap muka 

    EDD di Indonesia sendiri bersifat wajib dan perlu observasi yang lebih dalam jika terdapat kasus yang mencurigakan. Adapun serangkaian kegiatan Enhanced Due Diligence seperti memperoleh material tambahan untuk mengidentfiikasi calon nasabah, mencari tahu lebih dalam sumber kekayaan calon nasabah, memahami hubungan bisnis yang akan dilakukan, dan melakukan pemantauan berkelanjutan. 

    Pemantauan berkelanjutan dari EDD bertujuan untuk mengawasi seluruh transaksi selama hubungan bisnis terjalin, menyimpan dokumen catatan untuk keperluan CDD, dan mempertahankan responsivitas atas perubahan yang bisa terjadi pada profil risiko. 

    Demikianlah informasi mengenai Customer Due Diligance dan tahapannya. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat menjadi pengetahuan baru bagi Sobat BFI. Berbicara terkait tindak pendanaan terorisme dan aksi pencucian uang, Sobat BFI yang ingin merintis bisnis bersama partner, pastikan memilih partner kerja yang terpercaya dan tidak memiliki catatan kriminal. Anda bisa menggunakan jasa konsultan bisnis untuk melindungi reputasi bisnis dan mencegah kejahatan finansial agar lebih aman.

    Jika Anda berniat untuk menggunakan jasa konsultan bisnis dan memerlukan tambahan biaya, Anda bisa mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah. Dengan pencairan mulai dari 1 Miliar, Anda bisa mengembangkan bisnis menjadi lebih besar. Anda bisa mengajukan paket produktif di BFI Finance dengan syarat dan ketentuan berikut ini. 

    Pengajuan pinjamannya mudah karena bisa dilakukan dari rumah, prosesnya cepat, bunga rendah, dan tenor panjang. Sampai akhir bulan ini, Anda juga berkesempatan mendapatkan cashback uang tunai jutaan rupiah setiap pengajuan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah melalui Promo Ameizing. Sekali Pengajuan, Banyak Keuntungan! 

    Pengajuan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

  • judi

    Montessori Adalah: Definisi, Tahapan, Kelebihan dan Kekurangan


    Ingin mengembangkan potensi anak? Metode montessori dapat menjadi jawabannya! Montessori adalah metode pendidikan yang berbeda dengan sistem pendidikan reguler pada umumnya.

    Metode ini kian populer karena dipercaya dapat mengembangkan potensi anak dengan cara mengeksplorasi berbagai kegiatan. Kegiatan pembelajaran ini nantinya disesuaikan dengan minat dan bakat anak. Dengan harapan nantinya anak dapat lebih siap menghadapi dunia luar.

    Supaya kita dapat memahami apa itu metode montessori sebenarnya, mari kita simak uraian berikut ini.

    Apa Itu Montessori?

    Montessori adalah metode pendidikan yang dikhususkan untuk anak-anak. Sesuai dengan namanya Montessori, metode ini pertama kali dikembangkan oleh dokter sekaligus pendidik asal Italia bernama Dr. Maria Montessori pada tahun 1900.

    Ciri dari metode montessori yaitu membebaskan anak untuk memilih apa yang ingin mereka pelajari sesuai dengan tujuan dari metode montessori itu sendiri, yaitu agar anak-anak mampu meraih potensinya dalam kehidupan.

    Pilihan pelajaran yang dapat mereka pilih tentunya sudah dirancang berdasarkan rentan usia yang sesuai. Di samping itu, montessori dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah.

    Metode montessori juga meyakini bahwa setiap anak memiliki kelebihan serta bakatnya masing-masing. Selain itu, metode ini lebih menekankan pada kebebasan untuk mengeksplorasi dan menanamkan kemandirian dengan batas-batas tertentu.

    Montessori Adalah

    Image Source: Pexels/Yan Krukov

    Prinsip Pendidikan Montessori

    Montessori adalah metode pembelajaran dengan 5 prinsip yang dipegang. Diantaranya yaitu:

    Pembelajaran Eksperiensial

    Prinsip yang pertama menekankan pada pengalaman belajar yang dapat dirasakan. Artinya anak-anak akan diajak untuk terjun langsung merasakan apa yang mereka pelajari bukan hanya sekedar duduk atau mendengarkan penjelasan dari guru maupun orangtua mereka.

    Guru atau Orangtua Menyediakan Alat Untuk Belajar

    Prinsip yang kedua yaitu pengadaan alat untuk belajar. Pada metode montessori, baik guru atau orangtua berperan sebagai pemandu. Mereka diharuskan untuk mengenalkan anak pada bahan-bahan yang berkaitan dengan pembelajaran agar dapat mengetahui langsung apa yang mereka pelajari. Tidak seperti di sekolah reguler yang cenderung berpatok pada buku teks.

    Lingkungan Didesain Khusus (Prepared Environment)

    Prinsip yang ketiga yaitu menyediakan lingkungan khusus untuk belajar. Ruangan ini harus didesain khusus agar anak-anak mampu mengeksplorasi serta merasakan apa yang mereka pelajari, atau dengan kata lain belajar secar independen.

    Untuk desain interior, Anda dapat memilih gaya minimalis dengan warna-warna netral yang menenangkan supaya anak dapat berkosentrasi dengan baik.

    One On One Lesson

    Prinsip montessori yang ke-empat yaitu one on one lesson di mana guru atau orangtua menunjang kebutuhan anak melalui pembelajarn 1:1 agar anak dapat memperoleh arahan maupun pembelajaran secara maksimal.

    Peace Education

    Prinsip yang ke-lima yaitu peace education di mana metode pembelajaran montessori mengajarkan nilai-nilai perdamaian kepada anak. Artinya, anak akan memiliki kemampuan mengatasi konflik dan masalahnya sendiri tanpa kekerasan dan dengan cara yang kreatif. Dalam proses pembelajaran, perlu penekanan soal mengajarkan rasa saling menghargai, saling menghormati, dan mencintai. 

    Tahap Pembelajaran Montessori Serta Fokus Materinya

    Dilansir dari hallosehat, montessori adalah metode pembelejaran dengan 4 tahapan pembelajaran sebagai berikut ini.

    Tahap Pertama

    Tahap pertama berlangsung sejak bayi baru lahir hingga anak usia 6 tahun. Pada usia 0-3 tahun, program berfokus pada pengembangan bicara, koordinasi gerakan, dan kemandirian.

    Sementara pada usia 3-6 tahun, program berfokus pada latihan kehidupan sehari-hari, pembelajaran melalui panca indra (sensorial), bahasa, dan matematika.

    Tahap Kedua

    Tahap kedua berlangsung pada rentan usia 6-12 tahun. Pada usia ini, program pendidikan fokus pada pemahaman mengenai alam semesta dan aspek budaya, yang meliputi geografi, biologi, sejarah, bahasa, matematika, sains, musik, dan seni.

    Tahap Ketiga

    Tahap ketiga berlangsung antara usia 12-18 tahun. Pada usia ini, program pendidikan berfokus pada pengenalan karakteristik khusus remaja.

    Tahap Keempat

    Tahap keempat yaitu rentan usia 18-24 tahun yang mana pada umur tersebut seorang anak sudah dapat dikategorikan dewasa.

    Perbedaan Montessori dengan Metode lainnya

    Seperti yang sudah kita ketahui, montessori adalah metode pendidikan anak yang disesuaikan dengan bakat dan minat. Oleh karenanya, terdapat beberapa perbedaan yang menonjol antara metode pendidikan montessori dengan konvensional.

    Perbedaannya terletak pada proses pembelajaran di mana sekolah konvensional cenderung mengikuti kurikulum pemerintah yang berlaku. Sedangkan untuk montessori, proses belajar ditentukan oleh pilihan anak yang kemudian disesuaikan dengan tahapan tertentu.

    Kelebihan dan Kekurangan Metode Montessori

    Setelah mengetahui kita mengetahui montessori adalah metode pendidikan untuk anak-anak, selanjutnya kita perlu mengetahui apa saja kelebihan serta kekurangan yang ada pada metode ini.

    Kelebihan Metode Montessori

    Kelebihan umumnya bergantung pada masin-masing anak. Meski demikian, kelebihan yang umumnya terdapat dalam metode ini diantaranya yaitu:

    • Pola pikir yang kritis

    • Mampu berkolaborasi atau bekerjasama dalam tim

    • Mempu bertindak tegas

    • Memiliki kebebasan dalam memilih aktivitas

    • Membantu mengasah kemandirian anak

    • Melatih keteraturan

    • Merangsang panca indera melalui aktivitas belajar dengan merasakan langsung apa yang dipelajari

    • Menegmbangkan kemampuan bersosialiasi melalui aktivitas bersama dengan adanya kelas multi usia

    • Anak dapat belajar dengan kecepatan masing-masing

    • Melatih kemapuan motorik

    • Penekanan pada peace education, yaitu kemampuan anak dalam mengatasi konflik dan masalahnya sendiri tanpa kekerasan dan melalui cara yang kreatif

    Kekurangan Metode Montessori

    Meskipun memiliki sederet manfaat, montessori adalah metode pendidikan yang tak luput dari kekurangan. Beberapa kekurangan yang terdapat pada metode ini antara lain sebagai berikut.

    • Metode ini tidak diterapkan pada sekolah umum, bagi anak-anak yang sebelumnya menggunakan metode ini akan mengalami cukup kesulitan untuk beradaptasi jika melanjutkan pendidikan di sekolah formal

    • Kemungkinan munculnya sikap agresif pada anak dengan usia lebih tua terhadap usia yang lebih muda karena adanya pengelompokkan usia. Dengan kata lain terjadi intimidasi karena merasa lebih berhak dari anak lainnya.

    • Kadang kala orangtua tidak tahu aktivitas apa yang sebaiknya perlu dihindari oleh anak agar tidak mengarah pada perilaku yang tidak diinginkan maupun berbahaya

    • Sekolah dengan metode montessori cenderung lebih mahal 

    • Sekoleh montessori sangat terbatas, tidak semua wilayah memiliki sekolah dengan metode ini

    • Lingkungan yang membebaskan anak untuk bereksplorasi memungkinkan anak-anak sulit diatur

    Siapa Saja yang Cocok Menggunakan Metode Montessori?

    Pada dasarnya semua anak cocok untuk menggunakan metode ini karena setiap anak memiliki keunikan dan potensinya masing-masing. khususnya , anak dengan gaya belajar visual, auditori, kinestetik.

    Sekolah Montessori di Indonesia

    Montessori adalah metode pendidikan yang tidak diterapkan di semua sekolah konvensional. Dikutip dari parenting.co.id, Berikut ini merupakan beberapa sekolah montessori yang ada di indonesia.

    Jakarta Montessori School (Toddler, Preschool, and Primary School)

    Jl. Durian No. 10, Jagakarsa, Jakarta Selatan

    Telp.: 021-7272162

    Website: www.jakartamontessori.com

     

    Indonesia Montessori School (Preschool)

    Jl. Utan Kayu No. 20, Jakarta Timur

    Telp.: 021-8583906

    Jl. Pondok Gading Utama Blok B No. 83, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Telp.: 021-92616269

    Website: www.indomontessori.com

     

    Kinderworld Montessori (Preschool)

    Jl. Pulo Kelor blok A5 No. 5, Taman Permata Buana, Jakarta Barat

    Telp.: 021-58301971

    Website: www.kinderworldmontessori.com

     

    Taman Kanak-kanak Montessori Bali

    Jl. Oberoi No. 66X, Kerobokan, Bali

    Telp.: 0361-730028

    Website: www.childrenofbali.org

    Rekomendasi Buku Montessori

    Montessori adalah metode pembelajaran yang menarik dan cukup efektif. Apakah Anda tertarik untuk menerapkan metode montessori di rumah atau ingin mengenal metode ini lebih dekat? Buku-buku berikut ini dapat menjadi referensi yang bagus untuk Anda!

    Montessori Adalah

    1. A-Z Tanya Jawab Montessori dan Parenting – Rosalynn Tamara

    2. Seni Menggali Potensi Anak Sejak Dini – Paula Polk Lillard –

    3. Islamic Montessori Inspired Activity – Zahra Zahira

    4. The Montessori Baby – Simone Davies & Junnifa Uzodike –

    5. The Montessori Toddler – Simone Davies

    6. Montessori for Multiple Intelligences – Ivy Maya Savitri

    7. Dr. Montessori’s Own Handbook – Maria Montessori

    8. Montessori Keajaiban Dunia Anak Yang Terlupakan – Maria Montessori

    9. Jatuh Hati Pada Montessori – Vidya Dwina Paramita

    10. Montessori Play and Learn – Lesley Britton

     

    Solusi Dana Pendidikan Anak

    Punya keinginan untuk menyekolahkan anak di sekolah impian? BFI Finance dapat membantu Anda dalam mewujudkan mimpi tersebut!

    Anda dapat memperoleh pinjaman dengan beragam pilihan jaminan serta keuntungan. Diantaranya yaitu:

    Jaminan BPKB Mobil

    Pencairan dana hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 3 tahun.

    Jaminan BPKB Motor

    Pinjaman dana dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 18 bulan.

    Jaminan Sertifikat Rumah

    Bunga rendah mulai dari 0.9% dengan tenor panjang hingga 48 bulan.

     

    Sobat BFI, demikian ulasan kami mengenai montessori adalah: pengertian, prinsip, tahap pembelajaran, kelebihan dan kekurangannya. Semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk memilih sekolah yang sesuai bagi kebutuhan dan masa depan anak. Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di BFI Blog!