• judi

    Butuh Dana Cepat? Pastikan Skor Kredit Anda Aman


    Butuh dana cepat? Sebelum mengajukan pinjaman, pahami dahulu apa itu skor kredit, serta tips untuk meningkatkannya

    Apakah Anda pernah berada di dalam situasi di mana Anda butuh dana cepat? Salah satu alternatif yang bisa diambil dalam situasi tersebut adalah mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan yang terpercaya. Dalam mengajukan pinjaman, tentunya skor kredit memengaruhi keputusan apakah pengajuan pinjaman Anda akan disetujui atau tidak. Pasalnya, calon peminjam akan dikenakan BI Checking atau pengecekan riwayat kredit yang menentukan kelayakan calon debitur. 

    Skor kredit yang buruk tentunya berisiko membuat pengajuan pinjaman Anda sulit untuk disetujui, bahkan ditolak. Tentunya, dalam keadaan butuh dana cepat, Anda tidak mau hal tersebut terjadi, bukan? 

    Berikut ini cara melihat dan memperbaiki skor kredit Anda, agar pengajuan pinjaman Anda bisa disetujui tanpa halangan.

    Apa Itu BI Checking?

    BI Checking atau dikenal juga dengan Informasi Debitur Individual (IDI) merupakan sistem yang berisikan riwayat kredit nasabah yang informasinya dipertukarkan kepada sesama lembaga keuangan, baik bank maupun non-bank. Informasi yang ada termasuk identitas calon peminjam, pemilik dan pengurus, fasilitas dan fitur dana yang diterima, jaminan, penjamin, dan kolektibilitas. 

    Informasi tersebut lalu tersimpan dan diolah dalam Sistem Informasi Debitur (SID). Hasil olahan SID akan diberikan ketika ada yang mengajukan permohonan BI Checking. Dengan informasi tersebut, lembaga keuangan akan mengecek apakah Anda dianggap mampu dan layak dalam mengajukan pinjaman. 

    Dalam proses BI Checking, calon peminjam akan dinilai melalui skor kredit dalam range 1 sampai 5. Jika Anda mendapat skor 3-4-5, maka pengajuan pinjaman Anda akan ditolak oleh lembaga keuangan karena hal itu berarti Anda mengalami kredit tidak lancar, kredit diragukan atau kredit macet, dan telah masuk kedalam black list BI Checking. Anda bisa mengakses website resmi Bank Indonesia dan mengisi formulir untuk mengecek skor kredit Anda. 

    Tips Memperbaiki Skor Kredit Anda

    Apabila Anda telah masuk ke dalam black list BI Checking, jangan khawatir. Anda masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki skor kredit Anda. Berikut ini tipsnya:

    • Membayar Cicilan Sebelum Jatuh Tempo

    Tidak tepat waktu dalam membayar tagihan pinjaman merupakan faktor yang paling memengaruhi skor kredit Anda. Untuk mencegah hal ini terjadi lagi di kemudian hari, segera lunasi pinjaman Anda sebelum mengajukan pinjaman lain. Selain itu, usahakan untuk membayar pinjaman Anda sebelum jatuh tempo ke depannya. Dengan membayar cicilan kredit Anda tepat waktu, secara tidak langsung Anda mencerminkan sifat bertanggung jawab dalam menangani hutang Anda secara efektif. 

    Idealnya, rasio hutang yang aman adalah maksimal 30% dari penghasilan bulanan Anda. Usahakan untuk menjaga rasio hutang Anda tetap dalam zona yang ideal, termasuk bijak dalam menggunakan kartu kredit. Hal ini menunjukkan bahwa Anda mampu membayar hutang yang Anda miliki tanpa berisiko mengalami kredit macet sehingga skor kredit yang Anda miliki pun tinggi.

    • Menyimpan Bukti Transaksi

    Jika Anda memiliki bukti kredit yang sudah lunas dan telah dibayar tepat waktu, pastikan untuk menyimpan bukti-bukti transaksi tersebut. Dengan menunjukkan dan menyimpan transaksi kredit yang bagus, tentunya hal ini bisa meningkatkan skor kredit Anda. Selain itu, hal ini juga untuk menghindari kesalahan yang mungkin dilakukan oleh lembaga keuangan mengenai tagihan kredit yang terlihat tidak wajar. 

    • Mempertahankan Kebiasaan Kredit Anda

    Skor kredit tidak bisa diperbaiki secara instan. Tentunya, dibutuhkan kebiasaan yang baik dalam mempertahankan skor kredit tersebut. Selalu bayar tagihan Anda tepat waktu, mengajukan kredit sesuai dengan kemampuan membayar Anda, serta bijak dalam menggunakan kartu kredit. Selain itu, Anda juga harus memantau skor kredit Anda setiap beberapa bulan sekali, untuk mengetahui tindakan lain yang dibutuhkan untuk meningkatkan skor kredit Anda.

    Mengajukan pinjaman ketika Anda butuh dana cepat sah-sah saja, asalkan Anda mengajukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan membayar Anda. Semoga tips di atas dapat membantu Anda dalam memperbaiki skor kredit Anda, ya.
     

  • judi

    Cara Agar Pinjaman Disetujui dengan Meningkatkan Skor Kredit


    Ada beberapa hal yang mempengaruhi pengajuan pinjaman ditolak, baik di bank maupun lembaga pembiayaan lainnya. Sebelum melakukan peminjaman, pastikan Anda memiliki skor kredit yang baik. Skor kredit sendiri adalah ukuran kelayakan apakah pengajuan pinjaman seseorang layak diterima atau ditolak. Semakin rendah skor kredit, maka akan semakin tinggi risiko orang tersebut mengalami gagal bayar. 

    Lalu, apakah ada cara untuk memperbaiki skor kredit? Berikut tim BFI Finance berikan cara yang dapat Anda terapkan untuk meningkatkan skor kredit. 

    Apa Itu Skor Kredit?

    Skor kredit adalah sistem penilaian yang digunakan untuk mengetahui kelayakan apakah calon debitur dapat diberikan fasilitas kredit atau tidak. Skor kredit yang valid dapat diakses melalui layanan SLIK OJK. Nantinya, debitur akan mendapatkan salah satu dari lima skor kredit yang didasarkan atas histori transaksi keuangannya. Jika debitur memiliki skor kredit buruk, maka besar kemungkinan pengajuan pinjaman atau kreditnya akan ditolak oleh kreditur. Sebaliknya, jika debitur memiliki skor kredit yang baik, memiliki kemungkinan besar pengajuan kredit atau pinjamannya dapat diterima.

    Memiliki skor kredit yang buruk tentunya lebih banyak menimbulkan kerugian bagi debitur. Namun, jangan khawatir, skor kredit yang buruk dapat diperbaiki dengan menerapkan kebiasaan keuangan yang sehat.

    Klasifikasi Skor Kredit

    Klasifikasi atau tingkatan skor kredit dibagi menjadi 5 sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 40/POJK.03/2019. Kelima tingkatan skor kredit tersebut yaitu:

    1. Skor Kredit 1: Kolektabilitas Lancar

    Debitur memiliki skor kredit 1 apabila dalam pembayaran hutang pokok dan bunganya selalu membayar dengan tepat waktu.

    2. Skor kredit 2: Kolektabilitas Dalam Perhatian Khusus (DPK)

    Debitur memiliki skor kredit 2 apabila dalam pembayaran hutang pokok dan bunganya mengalami keterlambatan bayar mulai dari 1 hingga 90 hari dari jatuh temponya.

    3. Skor kredit 3: Kolekatabilitas Kurang Lancar

    Debitur memiliki skor kredit 3 apabila dalam pembayaran hutang pokok dan bunganya mengalami keterlambatan bayar 91 hingga 120 hari dari jatuh temponya.

    4. Skor kredit 4: Kolektabilitas Diragukan

    Debitur memiliki skor kredit 4 apabila dalam pembayaran hutang pokok dan bunganya mengalami keterlambatan bayar 121 hingga 180 hari dari jatuh temponya.

    5. Skor kredit 5: Kolektabilitas Macet

    Debitur memiliki skor kredit 5 apabila dalam pembayaran hutang pokok dan bunganya mengalami keterlambatan bayar lebih dari 180 hari dari jatuh temponya.

     

    Cara meningkatkan skor kredit

    Cara Meningkatkan Skor Kredit. Image Source: Unsplash/CardMapr.nl

    Cara Meningkatkan Skor Kredit

    Gunakan Kartu Kredit 

    Menggunakan kartu kredit bisa menjadi salah satu cara meningkatkan skor kredit seseorang. Dengan memiliki kartu kredit, Anda akan memiliki histori kredit. Dari histori tersebut, pihak lembaga keuangan seperti bank atau lembaga pembiayaan dapat melihat profil hingga risiko yang ada. Jadi, pastikan Anda paham bagaimana cara menggunakan kartu kredit dengan bijak dan membayarnya tepat waktu.

    Pastikan Kartu Kredit Tetap Aktif

    Jika Anda memiliki beberapa kartu kredit, pastikan kartu kredit yang tidak terpakai masih tetap aktif. Menurut ahli, salah satu cara perusahaan global menilai kredit nasabah dengan melihat jumlah kartu kredit yang aktif. Tetapi dengan syarat, kartu kredit yang tidak terpakai memiliki histori pembayaran yang baik. 

    Bayar Cicilan Kartu Kredit Secara Penuh

    Meskipun pihak Bank menawarkan pembayaran cicilan minimum, tetapi usahakan lakukanlah pembayaran cicilan kartu kredit secara penuh. Hal ini bertujuan untuk menghindari hutang yang menumpuk dan gagal bayar. Semakin banyaknya hutang yang belum terbayarkan tentunya akan menambah beban suku bunga yang semakin besar. Jika mengalami keterlambatan bayar, selain akan memperburuk skor kredit, denda keterlambatan bayar akan menghampiri Anda.

    Berhutang dengan Sehat 

    Memiliki hutang sehat juga menjadi penilaian dari kredit seseorang. Seseorang dapat dikatakan memiliki hutang sehat selama tidak melebihi dari 30% penghasilan bulanan. Angka ini menjadi angka aman yang dapat menilai kelayakan seseorang dalam mengajukan pinjaman. Selain itu, besarnya hutang yang dimiliki debitur dapat digunakan sebagai instrumen perhitungan debt service ratio atau rasio hutang terhadap pendapatan yang Anda terima setiap bulannya.

    Membayar Tagihan Tepat Waktu 

    Apabila memiliki hutang, sudah selayaknya untuk dibayar. Dengan membayar secara tepat waktu, skor kredit Anda dapat meningkat atau mempunyai nilai yang baik. Adapun beberapa cara agar Anda dapat membayar tagihan tepat waktu seperti berikut : 

    • Pasang pengingat 
    • Sisihkan uang untuk membayar hutang di awal bulan 
    • Memisahkan pos keuangan hutang dengan pos lainnya

    Restrukturisasi Kredit

    Jika Anda menghadapi kondisi kredit macet atau sedang mengalami kesulitan keuangan, ada baiknya Anda mengajukan restrukturisasi kredit. Restrukturisasi kredit bertujuan untuk meringankan pembayaran angsuran debitur dengan kondisi tertentu. Tidak semua pengajuan restrukturisasi kredit akan diterima oleh kreditur. Dalam hal ini, kreditur perlu melakukan analisa kelayakan apakah Anda benar-benar memerlukan layanan tersebut.

    Terdapat paling tidak 6 cara dalam melakukan restrukturisasi kredit, tetapi yang paling umum mungkin melalui 3 cara berikut ini:

    1. Rescheduling (Penjadwalan Kembali)

    Metode rescheduling adalah metode pengalihan pembayaran hutang pada debitur tertentu dengan mengubah tenor atau jangka waktu pembayaran hutang. Misal, debitur dengan tenor awal 36 bulan, dengan metode rescheduling, tenor akan berubah menjadi tenor 48 bulan.

    2. Reconditioning (Persyaratan Kembali)

    Sementara itu, metode restructuring adalah metode pengalihan hutang pada debitur dengan kondisi tertentu dengan mengubah sebagian atau seluruh syarat perjanjian kredit. Perubahan perjanjian kredit ini dapat berupa perubahan pada suku bunga yang dikenakan, tenor, maupun pengurangan sebagian pokok pinjaman.

    3. Restructuring (Penataan Kembali)

    Selanjutnya, metode restructuring adalah metode pengalihan hutang debitur dengan kondisi tertentu dengan mengubah persyaratan kredit yang mencakup perubahan jumlah pokok hutang dan penambahan dana.

     

    Nah, itu dia cara-cara yang bisa Anda lakukan agar pengajuan diterima atau tidak ditolak dengan cara meningkatkan skor kredit. Dengan skor kredit yang baik, Anda bisa mengajukan pinjaman secara mudah di BFI Finance. Selain menjadi perusahaan pembiayaan yang aman dan terpercaya, BFI Finance sudah memiliki sekitar 300 kantor cabang dan gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ajukan pinjaman untuk segala keperluan di BFI Finance.

     

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Motor

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

     

    Selalu Ada Jalan Bersama BFI Finance.

  • judi

    Mari Mengenal Kolektibilitas Kredit, Skor Penting Penentu Kredit


    Pinjaman atau kredit adalah hal yang lumrah untuk dilakukan. Terutama pada lembaga keuangan. Sebelum Anda mengajukan pinjaman, pastikan skor kolektibilitas kredit termasuk dalam kategori baik.

    Hal ini bertujuan untuk memastikan calon debitur memiliki kesanggupan membayar angsuran pokok beserta bunganya.

    Tahukah Anda apa itu kolektibilitas kredit sebenarnya? Mari kita cari tahu selengkapnya di artikel berikut ini.

    Definisi Kolektibilitas

    Kolektibilitas kredit adalah rekam jejak (track record) keuangan seseorang. Rekam jejak ini dihitung berdasarkan status kolektibilitas yang terbagi ke dalam 5 tingkatan yakni kolektabilitas 1 sampai dengan 5.

    Ke-lima status kolektibilitas kredit tersebut memiliki artinya masing-masing. Setiap status yang ada akan menjadi penentu apakah pihak debitur layak atau tidak dalam menerima pinjaman. Kolektabilitas kredit berlaku tidak hanya pada bank akan tetapi lembaga keuangan resmi lainnya.

    Adapun definisi kolektibilitas menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu suatu keadaan pembayaran pokok ataupun angsuran pokok dan bunga kredit oleh nasabah (debitur) yang mempengaruhi tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang ditanamkan dalam surat-surat berharga atau penanaman lainnya.

    Mengacu pada ketentuan Bank Indonesia, kolektibilitas kredit dari suatu pinjaman dapat dikelompokkan dalam lima kelompok, yaitu lancar, dalam perhatian khusus (special mention), kurang lancar, diragukan, dan macet (collectibility).

    Regulasi Kolektibilitas Kredit Menurut Bank Indonesia

    Mengacu pada ketetapan Bank Indonesia (BI) No.7/2/PBI/2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum, berikut ini merupakan 3 faktor yang dilihat dari perolehan skor kolektibilitas calon debitur.

    1. Prospek Usaha

    Faktor prospek usaha menjadi tinjauan yang paling utama dalam kolektibilitas kredit. Pada hal ini pihak lembaga keuangan sebagai kreditur akan memastikan 4 poin krusial terkait nasib debitur ke depannya.

    4 itu terdiri dari situasi pasar, potensi perkembangan usaha, posisi debitur pada persaingan saat ini, kemampuan manajemen dalam mengelola usaha serta menjaga lingkungannya, dan poin lainnya yaitu bentuk dukungan dari komunitas atau affiliasi.

    2. Kinerja Debitur

    Selanjutnya yaitu faktor kedua sekaligus pendukung faktor utama yaitu kinerja debitur. Pada faktor ini ada 4 poin utama yang akan dikaji, antara lain keuntungan atau laba yang diperoleh, transparansi aktivitas usaha termasuk di dalamnya struktur organisasi dan pemodalan, arus kas, dan kepekaan terhadap risiko pasar.

    3. Kemampuan Membayar

    Faktor yang terakhir yaitu kemampuan debitur membayar. Seperti yang sudah kita ketahui, kolektibilitas kredit adalah skor penentu layak atau tidaknya seorang debitur memperoleh pinjaman.

    Maka dari itu kemampuan membayar sudah pasti menjadi salah satu yang terpenting. Poin-poin yang dipertimbangkan dalam kemampuan membayar mencakup ketepatan waktu pembayaran, informasi lengkap dan akurat mengenai keuangan debitur, kelengkapan dokumen, kepatuhan terhadap perjanjian kredit, dan yang terakhir yaitu kesesuaian penggunaan data

    Kolektibilitas Kredit

    Image Source: Pexels/Mark Production

    5 Tingkatan Skor Kolektibilitas Kredit

    Setelah kita mengetahui apa itu kolektibilitas dan regulasi yang mengaturnya, selanjutnya kita akan membahas mengenai skor atau tingkatan kolektibilitas kredit.

    Berdasarkan ketetapan Bank Indonesia (BI) No. 7/2/PBI/2005 pada surat edaran BI No. 7/3/DPNP tertanggal 31 Januari 2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum, Peraturan BI No. 14/15/PBI/2012 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum, dan ketetapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan, terdapat 5 tingkatan kualitas skor kredit calon debitur. Penjelasannya sebagai berikut.

    1. Kol-1 (Lancar / Pass)

    Kol-1 atau Kolek 1 yang berarti LANCAR adalah status kolektibilitas kredit paling tinggi. Pada tingkatan ini debitur memiliki track record yang baik, performing loan (PL). Tidak pernah mengalami keterlambatan dalam pembayaran maupun kendala berupa tunggakan pinjaman.

    Debitur yang termasuk ke dalam tingkatan ini cenderung lebih mudah untuk memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan.

    2. Kol-2 (Dalam Perhatian Khusus / Special Mention)

    Kol-2 atau Kolek 2 yang berarti DALAM PERHATIAN KHUSUS atau sering disingkat menjadi DPK adalah status kolektibilitas kredit tingkat 2.

    Pada tingkatan ini debitur memiliki track record pernah mengalami keterlambatan pembayaran pokok dan bunga yang melebihi tanggal jatuh tempo. Yaitu selama 30 – 90 hari.

    Meskipun masih termasuk ke dalam performing loan (PL), umumnya lembaga keuangan menganggap orang dengan skor kolektabilitas ini dianggap buruk.

    Pada kasus kredit bermasalah di tingkat Kol-2, penanganan yang akan dilakukan oleh pihak lembaga keuangan untuk debitur dengan tingkatan ini berupa penagihan biasa atau restrukturisasi berdasarkan kesepakatan antara debitur dan kreditur.

    3. Kol-3 (Kurang Lancar / Substandard)

    Kol-3 atau Kolek 3 yang berarti KURANG LANCAR adalah status kolektibilitas kredit tingkat 3 di mana debitur mengalami keterlambatan pembayaran pokok dan bunga selama 90 – 120 hari setelah masa jatuh tempo berakhir. 

    Pada kasus kredit bermasalah di tingkat Kol-3, lembaga keuangan berkewajiban mengeluarkan surat peringatan (SP) pertama. Dan mulai melakukan perhitungan akrual terhadap tunggakan pokok dan bunga berjalan, tunggakan penalti berjalan, tunggakan administrasi pembukuan, dan tunggakan-tunggakan lainnya melalui penerbitan anjak piutang.

    4. Kol-4 (Diragukan / Doubtful)

    Kol-4 atau Kolek 4 yang berarti DIRAGUKAN adalah status kolektibilitas kredit tingkat 4 yang mengindikasikan adanya keterlambatan pembayaran baik itu angsuran pokok maupun bunganya.

    Keterlambatan pembayaran tersebut berlangsung antara 120 – 180 hari sejak tanggal jatuh tempo berakhir.

    Pada tahap ini, secara manual Kol-4 dapat digeser ke Kol-5 apabila lembaga keuangan telah memperoleh keyakinan bahwa debitur tidak hanya tidak mampu membayar kewajibannya, tetapi juga tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya. Di tahap ini pula, lembaga keuangan berkewajiban mengeluarkan Surat Peringatan-2 dan Surat Peringatan-3 kepada debitur.

    Tidak hanya itu, kasus kredit bermasalah di tingkat Kol-4, lembaga keuangan sudah bisa mengasumsikan jika angsuran pokok dan bunga kredit tidak terbayarkan dan siap mengambil penyelesaian kredit bermasalah melalui pelelangan agunan sesuai pasal 6 Undang-Undang No 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah.

    5. Kol-5 (Macet / Loss)

    Kol-5 atau Kolek 5 yang berarti MACET adalah status kolektibilitas kredit tingkat 5 yang sering disebut dengan nama lain Kredit Macet.

    Pada tingkatan ini debitur berstatus kredit macet atau non-performing loan (NPL) karena tidak mampu melakukan pembayaran angsuran pokok dan bunganya melebihi tanggal jatuh tempo. Yakni 120 – 180 hari.

    Pada kasus kredit bermasalah di tingkat Kol-5, lembaga keuangan berkewajiban menyelesaikan kredit bermasalah dengan cara melelang agunan debitur untuk menutup resiko kredit macet.

    Sebelum dilakukan pelelangan, sudah dilakukan surat pengiriman peringatan sebanyak 3 kali, menerbitkan anjak piutang, dan melaporkan riwayat penanganan dan penyelesaian kredit, mulai dari riwayat penagihan, negosiasi dan restrukturisasi (bila terdapat restrukturisasi).

    Cara Mengecek Kolektibilitas 

    Kolektibilitas kredit dapat dicek melalui OJK (Otoritas Jasa Keuangan) lewat sistem yang bernama ‘Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK)’.

    Untuk dapat melihat SLIK OJK, Anda dapat melihatnya di laman berikut ini Mudah dan Cepat! Cara Cek SLIK OJK Online dan Offline Terbaru.

    Cara Memperbaiki Status Kolektibilitas

    Status kolektibilitas kredit tidak bersifat permanan. Anda dapat memperbaharuinya dengan mengikuti cara berikut.

    1. Tepat waktu membayar angsuran pokok beserta bunganya

    2. Melunasi hutang, tidak menunggak

    3. Apabila sudah melunasi hutang, segera minta surat pelunasan yang menyatakan bebas pinjaman

    4. Gunakan kartu kredit tidak lebih dari limit yang telah ditentukan

    5. Jika Anda termasuk ke dalam daftar hitam (blacklist BI), segera menghubungi bank atau OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan lunasi pinjaman

    Cara Menghitung Kolektibilitas

    Kolektibilitas tidak dapat dihitung secara numerikal. Meskipun begitu, Anda tetap dapat memperkirakan skor kolektibilitas Anda.

    Caranya cukup mudah. Anda hanya perlu mengingat kembali kapan kali terakhir Anda melunasi pinjaman. Jika Anda melunasinya tidak lebih dari tanggal jatuh tempo, maka skor kolektibilitas kredit Anda ada di urutan paling atas yakni Kol-1. Dan itu menandakan pengajuan pinjaman Anda berikutnya bisa diproses dengan mudah.

    Jika Anda masih merasa kebingungan, simak contoh berikut ini.

    Seorang debitur bernama Pak Andre telah mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan. Pinjaman tersebut memiliki waktu maksimal pengembalian selama satu tahun. Jika Pak Andre ingin memiliki skor Kol-1 (Lancar), maka Pak Andre harus melakukan pembayaran pinjaman pokok beserta bunganya paling lambat tanggal 10 setiap bulan.

    Mulanya, Pak Andre rutin membayar sebelum tanggal 10. Sayangnya, di bulan ketiga Pak Andre mengalami keterlambatan pembayaran yang mengakibatkan status debitur yang awalnya Lancar (Kol-1) berubah menjadi Dalam Perhatian Khusus (Kol-2).

    Status kolektibilitas kredit Pak Andre kian turun menjadi Kurang Lancar (Kol-3) setelah 90 hari berlalu dan tidak melakukan pembayaran. Status tersebut kian menurun menjadi Diragukan (Kol-4).

    Pak Andre hendak mengubah status tersebut menjadi Kol-1 (Lancar), oleh karenanya Pak Andre bersikaras untuk mengupayakan pelunasan pinjamannya. Setelah melakukan pelunasan, beberapa bulan kemudia status kolektibilitas Pak Andre berubah kembali seperti sedia kala menjadi Lancar (Kol-1)

    Alternatif Pinjaman Mudah dan Cepat

    Butuh pinjaman dana dengan proses yang cepat, mudah, dan aman? BFI Finance siap membantu Anda!

    Kami hadir menawarkan solusi serta kemudahan untuk berbagai masalah keuangan. Antara lain modal usaha, biaya pendidikan anak, sampai dengan gaya hidup.

    Informasi dan ketentuan lainnya terkait pengajuan pinjaman melalui BFI Finance dapat diakses pada tautan di bawah ini.

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Motor

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

    Sobat BFI, demikian penjelasan terkait kolektibilitas kredit. Pastikan untuk selalu membayar angsuran pinjaman tepat waktu ya!

    Cek artikel menarik lainnya di BFI Blog. Update setiap Senin-Jum’at.