• judi

    Syarat dan Cara Membuat Sertifikat Halal Terbaru Tahun 2023


    Cara membuat sertifikat halal penting untuk Anda ketahui agar produk dan jasa yang Anda tawarkan sesuai dengan syariat Islam, sehingga para konsumen yang beragama Islam dapat yakin jika produk yang dipilih telah sesuai dan aman untuk dikonsumsi.

    Hal ini juga berkaitan dengan kebijakan baru yang disampaikan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) M. Aqil Irham. Beliau menyatakan semua pelaku usaha makanan dan minuman, hasil sembelihan serta jasa penyembelihan diwajibkan untuk memiliki sertifikat halal paling lambat 17 Oktober 2024.

    Barang siapa tidak menjalankan kebijakan ini akan dikenai sanksi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021. Sanksi tersebut dapat berupa peringatan tertulis, denda administratif, hingga penarikan barang dari peredaran.

    Bagi Anda yang berencana ingin membuat sertifikat halal atau belum mengantongi izin resmi dari MUI, berikut syarat dan cara membuat sertifikat halal yang bisa Anda ikuti dengan mudah.

    Apa Itu Sertifikat Halal?

    Sertifikat halal adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menyatakan jika suatu produk telah memenuhi syariat Islam, baik dari bahan baku maupun proses produksinya. Dengan adanya sertifikat ini, suatu produk dapat dinyatakan aman untuk dikonsumsi dan terbebas dari bahan haram.

    Sebagaimana yang tertera pada Pasal 68 Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2019 dan No. 39 Tahun 2022, produk yang wajib memiliki sertifikat halal meliputi:

    • Makanan

    • Minuman 

    • Obat-Obatan

    • Kosmetik

    Sertifikat halal sangat penting dimiliki untuk memudahkan konsumen Muslim membeli produk sesuai dengan ajaran agama mereka. Selain itu, adanya sertifikat ini juga dapat membuat tenang para pelaku usaha untuk memasarkan produknya lebih luas lagi tanpa takut dicurigai bahan serta proses yang ada tidak halal.

    Fungsi Sertifikat Halal

    Selain diwajibkan, cara membuat sertifikat halal memiliki fungsi lain yang bisa menguntungkan bagi para pelaku usaha dan konsumen.

    1. Mendapatkan kepercayaan dari konsumen yang beragama Islam.

    2. Lebih unggul dari kompetitor yang belum memiliki sertifikat halal.

    3. Bukti legal suatu produk atau jasa sudah sesuai dengan syariat Islam, mulai dari bahan baku sampai dengan proses pembuatannya. Hal ini bisa menghindari tuduhan yang bukan-bukan.

    4. Memudahkan konsumen Muslim dalam membuat keputusan untuk memilih produk yang sesuai dengan ajaran agama dengan memilih makanan halal atau akhlakul karimah.

    5. Standar pembuatan produk dan jasa sesuai syariat islam.

    6. Membantu perusahaan atau pedagang memasarkan produknya secara global, khususnya pasar Muslim.

    7. Membantu pemerintah dan organisasi keagamaan dalam mengawasi serta menjamin produk dan jasa yang dipasarkan telah memenuhi aturan yang berlaku.

    8. Salah satu syarat untuk bisa mendapatkan label halal pada kemasan dan banner.

    Masa Berlaku Sertifikat Halal

    Sesuai dengan ketetapan Majelis Ulama Indonesia No. Kep-49/DHN-MUI/V/2021, masa berlaku sertifikat halal adalah 4 tahun. Selanjutnya, 3 bulan sebelum masa berlaku habis atau kadaluarsa pemilik sertifikat disarankan untuk segera melakukan perpanjangan.

    Persyaratan Mendapatkan Sertifikat Halal

    Untuk mendapatkan sertifikat halal, Anda perlu menyiapkan beberapa dokumen persyaratan berikut ini. 

    1. Nomor Induk Berusaha (NIB)

    Cara membuat sertifikat halal yang pertama yakni dengan melampirkan data pelaku usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB). Jika Anda tidak memiliki NIB, Anda bisa menggunakan dokumen lainnya seperti NPWP, SIUP, IUMK, IUI, NKV, dan perizinan lainnya yang menyatakan secara sah jika Anda memiliki izin usaha.

    2. Fotokopi KTP

    3. Daftar Riwayat Hidup

    4. Salinan Sertifikat Penyelia Halal dan Salinan Keputusan Penyelia Halal

    5. Nama dan Jenis Produk

    6. Daftar Produk dan Bahan yang Digunakan

    7. Proses Pengelolaan Produk

    8. Dokumen Sistem Jaminan Halal

    Untuk lebih jelasnya, simak infografis di bawah ini.

    cara membuat sertifikat halal

    Infografis Dokumen Permohonan Sertifikat Halal. Sumber: BPJPH Kementerian Agama RI

    Persyaratan Mendapatkan Sertifikat Halal secara GRATIS

    Dikutip langsung dari akun Instagram Kemenkopukm @kemenkopukm, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) memberikan sertifikasi halal secara GRATIS bagi pelaku usaha mikro terpilih. Cara membuat sertifikat halal untuk UMKM wajib melampirkan persyaratannya berikut ini.

    1. Nomor Induk Berusaha (NIB)

    2. Nomor Induk Kependudukan (NIK)

    3. Melampirkan alamat domisili yang jelas 

    4. Mengisi formulir pendaftaran online di tautan bit.ly/Sertifikat_Halal_UMI

    5. Merupakan usaha mikro atau usaha dengan modal di bawah Rp 1 miliar (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) dan hasil penjualan tahunan kurang dari Rp 2 miliar

    6. Paling sedikitnya memiliki 1 jenis produk dan sudah memiliki pasar yang sudah diproduksi secara kontinu selama 1 tahun

    7. Memiliki website/media sosial

    8. Mengikuti prosedur atau cara membuat sertifikat halal yang berlaku

    9. Menyertakan nama produk

    10. Memiliki Sertifikat SPP-IRT

    11. Melampirkan daftar produk dan bahan yang digunakan

    12. Proses pengolahan produk

    13. Pernyataan pelaku UMI yang memuat ikrar/akad kehalalan produk dan bahan yang digunakan serta PPH (Proses Produk Halal)

     

    Baca Juga: UMKM Adalah: Definisi, Jenis, Sampai Dengan Ide Usaha

     

    Biaya Pembuatan Sertifikat Halal

    Dilansir dari situs resmi Kementerian Agama (kemenag.go.id), biaya pembuatan sertifikat halal terbagi ke dalam dua jenis yaitu tarif pelayanan utama dan tarif pelayanan penunjang.

    Tarif layanan utama terdiri dari sertifikasi halal barang dan jasa, akreditasi LPH (Lembaga Pemeriksa Halal), registrasi auditor halal, layanan pelatihan auditor dan penyelia halal, serta sertifikasi kompetensi auditor dan penyelia halal.

    Sedangkan untuk tarif penunjang terdiri layanan penunjang terdiri dari penggunaan lahan ruangan, gedung, dan bangunan, penggunaan peralatan dan mesin, sampai dengan penggunaan kendaraan bermotor.

    Rincian Biaya Pembuatan Sertifikat Halal

    1. Pembuatan Sertifikat Halal

    • Usaha Mikro dan Kecil: Rp300.000 (Tiga Ratus Ribu)

    • Usaha Menengah: Rp5.000.000 (Lima Juta)

    • Usaha Besar dan/atau berasal dari luar negeri: Rp12.500.000 (Dua Belas Juta Lima Ratus Ribu)

    2. Perpanjangan Sertifikat Halal

    • Usaha Mikro dan Kecil: Rp200.000 (Dua Ratus Ribu)

    • Usaha Menengah: Rp2.400.000 (Dua Juta Empat Ratus Ribu)

    • Usaha Besar dan/atau berasal dari luar negeri: Rp5.000.000 (Lima Juta)

    3. Registrasi Sertifikasi Halal Luar Negeri

    Adapun daftar biaya tertinggi untuk pemeriksaan suatu produk atau jasa dapat Anda lihat di tautan berikut ini.

    Kabar baiknya, untuk Sobat BFI yang belum memiliki sertifikat halal, per tahun 2023, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) akan membuka program sertifikasi halal gratis yang dimulai sejak 2 Januari 2023. Tunggu apa lagi? Segera daftarkan produk Anda dan keep it halal!

    Cara Membuat Sertifikat Halal

    Setelah Anda mengetahui betapa pentingnya memiliki sertifikat halal dan persyaratan yang harus dipenuhi, berikut ini cara membuat sertifikat halal dengan mudah.

    1. Kunjungi situs ptsp.halal.go.id

    2. Register akun baru. Isi jenis keperluan, nama, email, dan password.

    3. Lakukan verifikasi akun.

    4. Ajukan permohonan sertifikat halal.

    5. Pihak BPJPH akan memeriksa kelengkapan data yang ada.

    6. Jika dokumen yang ada sudah lengkap, selanjutnya pemeriksaan akan diteruskan ke LPH (Lembaga Pemeriksaan Halal). Selain dokumen, LPH juga akan menentukan biaya yang diperlukan. Proses ini memakan waktu dua hari hari kerja bila dokumen yang diminta telah lengkap semua.

    7. BPJPH akan menginformasikan tagihan bayar ke pelaku usaha. Pastikan pembayaran dilakukan sesuai waktu yang telah ditentukan agar permohonan Anda tidak ditolak secara sepihak.

    8. LPH akan melakukan pengujian kehalalan produk selama 15 hari kerja.

    9. Laporan hasil pemeriksaan akan diserahkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI).

    10. Selanjutnya akan disidang fatwa oleh MUI dan hasil yang ada akan diinformasikan melalui aplikasi SiHalal.

    11. Pemohon dapat mendownload sertifikat halal yang sudah diterbitkan oleh BPJPH melalui aplikasi SiHalal.

    Sobat BFI, sudahkah usaha Anda mengantongi sertifikat halal? Jika belum, yuk mulai dari sekarang segera daftarkan usaha Anda agar bisa lebih tenang dan menghindari sanksi yang ada. Pastikan Anda mengikuti cara membuat sertifikat halal sesuai dengan langkah-langkah di atas.

    Butuh tambahan modal usaha? BFI Finance solusinya! Dapatkan pinjaman dana cepat untuk berbagai kebutuhan dengan pinjamanan jaminan BPKB kendaraan bermotor atau sertifikat rumah.

     

    BFI Finance adalah perusahaan yang melayani pinjaman multiguna jaminan bpkb motorbpkb mobil, dan sertifikat rumah atau ruko

  • judi

    Tips Aman Ajukan Kredit Jaminan Sertifikat Rumah


    Kredit jaminan sertifikat rumah dapat menjadi solusi bagi Sobat BFI yang membutuhkan dana atau modal usaha dalam jumlah yang cukup besar. Mengajukan pinjaman dengan sertifikat rumah memang memilki pencairan dana yang lebih besar dibandingkan dengan jaminan lainnya seperti BPKB Mobil atau Motor. Namun, untuk dapat menikmati keuntungan tersebut tentunya terdapat beberapa persyaratan yang wajib terpenuhi, semisal dari segi profil rumah dan calon debitur. Seperti apa ya tips aman dalam mengajukan kredit jaminan sertifikat rumah dan memiliki potensi approval yang lebih tinggi? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini ya!

    4 Tips Aman Mengajukan Kredit Jaminan Sertifikat Rumah

    1. Perhatikan Lokasi Rumah

    Umumnya, bagi perusahaan pembiayaan maupun lembaga keuangan lainnya dalam menilai kelayakan kredit jaminan sertifikat rumah, terdapat beberapa persyaratan lokasi rumah yang harus terpenuhi seperti:

    • Rumah tersebut masih aktif dihuni oleh calon debitur
    • Berlokasi di cluster, komplek atau pemukiman
    • Tidak berada di area gang atau jalan sempit yang hanya bisa dilewati oleh 1 mobil
    • Tidak dekat dengan fasilitas umum, Menara sutet, atau pemakaman
    • Status rumah tidak sedang dalam proses jual kepada pihak ketiga
    • Bersertifikat SHM/SGB atas nama sendiri, keluarga, dan pasangan.
    • Khusus pengajuan melalui BFI Finance, saat ini kami hanya melayani pengajuan di area tertentu seperti di Jabodetabek, Sidoarjo, dan Surabaya.

    Jika persyaratan diatas semuanya terpenuhi, besar kemungkinan untuk pengajuan kredit jaminan sertifikat rumah Anda dapat diterima. Tentunya dengan tidak melupakan faktor-faktor lainnya yang harus terpenuhi.

    2. Perhatikan dengan Cermat Persyaratan yang Diperlukan

    Selain persyaratan khusus profil rumah yang Anda jaminkan, cermati juga beberapa persyaratan administratif dan non-administratif lainnya yang diperlukan seperti:

    • Usia calon debitur 21 hingga 60 tahun
    • Warga Negara Indonesia
    • Karyawan dengan status karyawan tetap minimal 2 tahun dan/atau wiraswasta yang telah memiliki usaha berjalan selama minimal 2 tahun.
    • Jenis usaha dan profesi tidak melanggar ketentuan hukum di Indonesia.

    Selain itu, pastikan Debt Service Ratio (DSR) atau rasio hutang Anda dengan penghasilan masih dalam batas yang dianjurkan ya. Jangan sampai rasio hutang Anda lebih besar dibandingkan dengan penghasilan untuk menghindari pengajuan kredit Anda ditolak.

    Tips aman ajukan kredit jaminan sertifikat rumah

    Tips aman ajukan kredit jaminan sertifikat rumah. Image Source: Unsplash

    3. Pengajuan Pinjaman Sesuai dengan Kebutuhan

    Kredit jaminan sertifikat rumah memiliki nilai pembiayaan paling tinggi diantara pinjaman dengan jaminan lainnya seperti jaminan bpkb mobil atau jaminan bpkb motor. Pengajuan pinjaman dengan sertifikat rumah Anda melalui BFI Finance dapat dibiayai mulai dari Rp 70.000.000 dengan tenor minimal 1 tahun. Dengan besarnya pencairan dana tersebut, Anda diharapkan dapat lebih cermat dan bijak dalam menentukan besarnya dana yang dibutuhkan dalam mengajukan pinjaman. Tentunya pengajuan pinjaman tersebut harus diselaraskan dengan kemampuan Anda dalam membayar cicilan. Jangan sampai pengajuan pembiayaan Anda justru memberatkan dan berpotensi timbul kredit macet.

    4. Ajukan Melalui Lembaga Keuangan yang Terpercaya

    Tips aman yang terakhir adalah pastikan pengajuan pembiayaan Anda melalui perusahaan pembiayaan atau Lembaga keuangan yang terpercaya dan telah mendapat izin resmi dari OJK, seperti BFI Finance. Tips yang satu ini perlu sangat diperhatikan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti hilangnya aset jaminan Anda atau dimanfaatkan untuk kasus penggelapan dana. BFI Finance merupakan perusahaan pembiayaan yang terdaftar dan diawasi oleh OJK serta telah membantu ribuan pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya melalui pengajuan kredit pembiayaan. Saat ini, BFI Finance telah memiliki 228 cabang dan 118 gerai yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga, Anda tidak perlu ragu untuk mengajukan segala jenis pembiayaan sesuai dengan kebutuhan melalui BFI Finance.

     

    Itulah keempat tips aman dalam mengajukan kredit jaminan sertifikat rumah. Semoga Sobat BFI mendapatkan gambaran yang lebih jelas ya mengenai persyaratan pengajuan pembiayaan melalui sertifikat rumah. Dan kabar baiknya, “Promo Juli Kejutan Berkali-kali”masih berlangsung hingga 31 Juli 2022! Sobat BFI masih berkesempatan mendapatkan cashback hingga Rp 1.500.000 setiap pengajuan pinjaman melalui website dengan jaminan sertifikat rumah! Isi dengan lengkap data diri Anda melalui tautan berikut ini. Jangan ragu untuk kunjungi cabang atau gerai BFI Finance terdekat dari lokasi Anda atau hubungi customer service kami untuk bertanya seputar produk yang kami tawarkan. Informasi dan ketentuan lainnya terkait pengajuan pinjaman melalui BFI Finance dapat diakses pada tautan dibawah ini.

     

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Motor

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

     

    #SelaluAdaJalan Bersama BFI Finance. Stay safe and healthy!

     

  • judi

    Memahami Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah untuk Dana Cepat


    Butuh dana cepat? Simak ulasan berikut ini untuk memahami produk pinjaman jaminan sertifikat rumah, serta tips mengenai pengajuan pinjaman. 

    Ketika Anda membutuhkan sejumlah dana dalam jumlah besar dan waktu yang singkat, mengajukan pinjaman dengan jaminan bisa menjadi solusinya. Produk pinjaman sendiri jenisnya bermacam-macam. Namun, bagi mereka yang membutuhkan dana dalam jumlah besar, pinjaman jaminan sertifikat rumah umum dipilih karena nilai aset yang dijaminkan lebih besar dibanding produk pinjaman lainnya, sehingga jumlah dana yang didapat pun semakin besar. 

    Namun, sebelum Anda mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah Anda, tentunya Anda harus memahami produk pinjaman dengan baik, sehingga bisa lebih cermat dalam mengajukan pinjaman.

    1. Yang Harus Dipahami Ketika Mengajukan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

    1.1 Lokasi dan Jenis Rumah

    Walaupun sertifikat rumah bernilai tinggi, namun tidak semua rumah bisa dijadikan jaminan. Lembaga keuangan mungkin saja menolak pengajuan pinjaman Anda apabila hunian Anda tidak sesuai dengan persyaratan. Contoh lokasi dan kondisi rumah yang akan ditolak adalah rumah yang berada di kawasan banjir, kawasan gang sempit, tusuk sate, dekat dengan SUTET atau bangunan yang terlalu tua. Sedangkan jenis hunian yang tidak bisa dijaminkan adalah rukan, apartemen, atau rumah petakan. 

    1.2 Persyaratan

    Tentunya, lembaga keuangan tidak memperbolehkan semua orang untuk mengajukan pinjaman. Sehingga, ada persyaratan yang berlaku untuk mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah. Umumnya, syaratnya adalah usia peminjam harus berada di antara 21 tahun hingga 65 tahun, memiliki penghasilan tetap dan mengajukan dokumen seperti tanda pengenal identitas, NPWP, sertifikat, dan lain sebagainya. Pastikan untuk mempelajari syarat-syarat yang dibutuhkan sebelum Anda mengajukan pinjaman. 

    1.3 Skor atau Riwayat Kredit

    Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan bahwa skor kredit Anda cukup baik agar pengajuan pinjaman Anda memiliki kemungkinan besar untuk disetujui. Anda bisa mengecek skor kredit Anda melalui website resmi Bank Indonesia. Usahakan untuk selalu membayar cicilan Anda tepat waktu untuk mempertahankan skor kredit yang baik

    2. Tips dalam Mengajukan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

    2.1 Menentukan Pinjaman Sesuai dengan Kebutuhan

    Pastikan bahwa kondisi keuangan Anda dalam keadaan sehat sebelum Anda mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah. Karena, Anda harus memiliki sejumlah dana untuk membayar angsuran pinjaman per bulannya. Semakin besar jumlah pinjaman Anda, tentu jumlah angsuran yang dibayar juga semakin besar. Umumnya, Anda akan mendapatkan dana yang besarnya sejumlah 70-80% dari nilai jaminan hunian Anda.

    2.2 Mempersiapkan Dokumen yang Diperlukan

    Dalam proses pengajuan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah, ada banyak dokumen yang dibutuhkan agar pengajuan pinjaman Anda disetujui. Mulai dari bukti identitas, fotokopi slip gaji, NPWP, hingga dokumen hunian Anda seperti sertifikat rumah, IMB, dan lain sebagainya. 
    Agar pinjaman Anda semakin mudah dan cepat untuk disetujui, pastikan bahwa Anda mengurus dokumen yang diperlukan sejak jauh-jauh hari. Apabila dokumen Anda sudah lengkap, tentunya Anda semakin mudah mendapatkan dana yang Anda perlukan dalam waktu singkat.

    2.3 Cermat dalam Memilih Lembaga Keuangan

    Yang terakhir, pilihlah lembaga keuangan yang menawarkan layanan yang cocok dengan kebutuhan dan kondisi finansial Anda. Tentunya, setiap lembaga keuangan menawarkan program dan fitur produk yang berbeda-beda. Contohnya, bunga dan tenor yang ditawarkan. Sesuaikanlah dengan kondisi finansial Anda agar Anda terhindar dari risiko kredit macet.

    Selain itu, pastikan juga bahwa Anda menjaminkan aset berharga Anda kepada lembaga keuangan yang terpercaya. Anda bisa mengecek kredibilitas lembaga keuangan yang Anda tuju melalui website resmi OJK. 

    Semoga artikel di atas dapat membantu Anda untuk lebih memahami produk pinjaman jaminan sertifikat rumah, ya. 

  • judi

    Punya Rumah Nganggur? Ajukan Pinjaman Jaminan Sertifikat Aja!


    Apakah Anda memiliki properti lebih yang tidak dihuni? Daripada dijual atau dibiarkan nganggur, lebih baik Anda manfaatkan untuk mendapatkan dana tambahan. Bisa dikontrakan, disewakan, atau dijadikan jaminan pinjaman jaminan sertifikat. 

    Ternyata, mengajukan pinjaman jaminan sertifikat menghasilkan beberapa keuntungan bagi Anda. Karena aset yang dijaminkan bernilai besar, maka dana pinjaman yang Anda dapatkan pun besar. Pencairan yang didapatkan bisa mencapai hingga 60% dari nilai rumah yang dijaminkan. Sehingga, apabila Anda membutuhkan dana dalam jumlah besar, cara ini tepat untuk dilakukan. Misalnya, untuk dana pendidikan atau untuk modal usaha tambahan. 

    Apa saja keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan mengajukan pinjaman jaminan sertifikat rumah? Yuk, simak ulasan berikut ini!

     

    pinjaman jaminan sertifikat rumah

    Proses Pencairan Cepat

    Keuntungan pertama yang Anda dapatkan adalah proses pencairan yang cepat. Tentunya, hal ini juga ditentukan oleh kelengkapan dokumen Anda. Serta kelayakan aset yang Anda jaminkan. Walaupun demikian, karena aset yang dijaminkan besar, prosesnya tetap memakan waktu lebih lama dibandingkan pinjaman dengan jaminan BPKB kendaraan. Umumnya, prosesnya bisa memakan 3-7 hari kerja. 

    Tenor Lebih Lama

    Jika Anda mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat, Anda bisa mendapatkan tenor atau jangka waktu pinjaman yang lebih lama. Hal ini karena aset yang dijaminkan bernilai lebih besar dibandingkan mobil atau motor. Umumnya, Anda bisa mendapatkan tenor 1-5 tahun. Beberapa perusahaan pembiayaan juga menawarkan perpanjangan tenor yang bisa Anda sesuaikan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Anda. 

    Jumlah Pinjaman Jaminan Sertifikat Besar

    Keuntungan utama yang bisa Anda dapatkan dari pengajuan pinjaman jaminan sertifikat adalah jumlah dana pinjaman yang Anda dapatkan lebih besar. Dibandingkan dengan pinjaman dengan jaminan BPKB karena nilai aset yang dijaminkan jauh lebih besar. Anda bisa mendapatkan pencairan hingga 80% dari nilai rumah yang dijaminkan. 

    Meski demikian, jangan sampai Anda tergiur dengan dana yang besar dan asal dalam mengajukan pinjaman. Pastikan bahwa Anda mengajukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Ingatlah bahwa aset yang Anda jaminkan bernilai besar, sehingga Anda harus bertanggung jawab dengan pinjaman yang ada. 

    Itulah berbagai keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan mengajukan pinjaman jaminan sertifikat. Daripada dibiarkan begitu saja, lebih baik rumah Anda dijaminkan untuk kebutuhan produktif, seperti modal usaha tambahan. Yuk, ajukan pinjaman jaminan sertifikat di BFI Finance!

  • judi

    Dimana Pinjaman Dengan Jaminan Sertifikat Aman?


    Mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat merupakan cara yang masih dinilai orang-orang efektif untuk mendapatkan dana besar dalam waktu singkat. Mulai dari bank hingga lembaga keuangan non-bank sudah banyak yang menyediakan layanan pinjaman jaminan sertifikat ini. Namun, dimana ya mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat yang aman dan cepat?

    Tujuan mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat pun bermacam-macam. Seperti untuk kebutuhan modal usaha, renovasi kantor, biaya pendidikan, hingga kebutuhan yang mendesak seperti biaya kesehatan. Atau untuk kebutuhan investasi, sehingga properti yang Anda miliki bisa menghasilkan pendapatan pasif. 

    Ada berbagai keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah. Pencairan dana yang didapatkan bisa berkisar 70-80% dari nilai rumah yang Anda jaminkan. Tenornya pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. 

    Lalu, apa saja yang harus Anda persiapkan untuk mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat? Serta dimana Anda bisa mengajukan pinjaman dengan aman dan cepat? Yuk, simak ulasannya berikut!

     

    pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah

    Persiapan Pinjaman Dengan Jaminan Sertifikat

    Sebelum Anda mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat, ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan.

    Selain mempersiapkan dokumen yang lengkap, Anda juga harus memahami syarat rumah yang akan Anda jadikan agunan. Umumnya, syarat-syaratnya adalah sertifikat rumah harus atas nama nasabah sendiri atau pasangan. Rumah yang dijaminkan harus memiliki akses jalan umum yang bisa dilalui satu mobil. Selain itu, rumah yang dijaminkan juga tidak boleh berlokasi dekat fasilitas umum, SUTET, atau kuburan karena nilai jualnya yang kurang baik. 

    Selain itu, pastikan bahwa Anda memilih tenor yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Anda. Umumnya, pinjaman dengan jaminan sertifikat menyediakan pilihan tenor yang cukup lama, karena nilai aset yang dijaminkan besar. Biasanya, tenor yang diberikan bervariasi, dengan minimal 5 tahun dan maksimal 10 tahun. Untuk mengetahui tenor dan nominal pinjaman yang cocok untuk Anda, Anda bisa melakukan simulasi pinjaman terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan keadaan finansial Anda.

    Dimana Pinjaman Jaminan Sertifikat yang Aman dan Cepat?

    Sekarang ini, banyak lembaga keuangan, mulai dari bank hingga non-bank yang menawarkan layanan pinjaman dengan jaminan sertifikat. Namun, tetap berhati-hati, ya. Jangan sampai Anda gegabah dan sembarangan memilih lembaga keuangan untuk mempercayakan aset Anda. 

    Pastikan untuk memilih lembaga pembiayaan yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Sehingga, Anda memiliki perlindungan hukum apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam proses transaksi. 

    Seperti misalnya, Anda bisa mengajukan pinjaman di BFI Finance Indonesia. BFI Finance Indonesia telah terdaftar dan diawasi oleh OJK, dan telah 39 tahun menjadi solusi keuangan terpercaya. Selain itu, Anda juga berkesempatan mendapatkan pinjaman kurang dari 2 minggu apabila Anda dinilai memenuhi persyaratan yang berlaku. 

    Tetap waspada dan pilih lembaga keuangan yang terpercaya, ya! Ajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat aman dan terpercaya di BFI Finance Indonesia. 

  • judi

    Mending Jual Rumah, Atau Jadikan Pinjaman Jaminan Sertifikat?


    Ketika membutuhkan dana besar untuk kebutuhan yang penting, rumah bisa menjadi sarana bagi Anda untuk mendapatkan dana tambahan. Misalnya, dengan dijual atau dijadikan pinjaman jaminan sertifikat. Tapi, kira-kira lebih untung yang mana, ya?

    Menjual atau menjadikan rumah Anda sebagai jaminan pinjaman sertifikat memiliki keuntungan dan resikonya masing-masing. Tentunya, keputusan ini juga tergantung dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Jika Anda menjual rumah, Anda tidak bisa menempati rumah tersebut apabila telah dijual. Jika Anda mengajukan pinjaman jaminan sertifikat, rumah tersebut masih bisa Anda tinggali setelah pinjamannya telah Anda lunasi. 

    Lalu, apa saja yang diperlukan jika Anda memutuskan untuk mengajukan pinjaman jaminan sertifikat? Berikut persyaratan yang harus diperhatikan sebelum mengajukan pinjaman jaminan sertifikat!

    pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah

    Syarat Calon Peminjam

    Tentunya, tidak semua orang bisa sembarang mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat. Ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon peminjam. Yaitu peminjam harus berusia 21 hingga 65 tahun, serta memiliki penghasilan tetap selama satu tahun dengan profesi karyawan atau pengusaha. Beberapa lembaga keuangan juga menetapkan minimal penghasilan yang berbeda-beda. Hal ini diperlukan guna mengestimasi kemampuan membayar si calon peminjam. 

    Syarat Dokumen Pinjaman Jaminan Sertifikat

    Selain syarat calon peminjam, jika Anda hendak mengajukan pinjaman jaminan sertifikat, ada sejumlah dokumen yang harus Anda lengkapi. Hal ini dilakukan untuk mengestimasi profil Anda sebagai calon debitur dan kelayakan aset yang akan dijaminkan. Dokumen yang dibutuhkan kurang lebih adalah: 

    • KTP, KK, NPWP

    • Sertifikat, IMB, PBB

    • SHM / SHGB atas nama sendiri dan/atau pasangan

    • Slip Gaji 3-6 Bulan Terakhir (Karyawan)

    • Legalitas usaha ( SIUP, TDP, AKTA CV/AKTA PT, NPWP USHA) (Wiraswasta)

    • Rekening Koran / Pembukuan Usaha 6 Bulan – 1 Tahun Terakhir

    Syarat Aset Yang Dijaminkan

    Yang terakhir, pastikan juga rumah yang akan Anda jaminkan telah memenuhi peryaratan. Pasalnya, tidak semua rumah bisa Anda jadikan jaminan untuk pinjaman. Rumah yang memenuhi persyaratan adalah rumah yang akses jalannya bisa dilewati 1 mobil, tidak dekat dengan SUTET, fasilitas umum, kuburan, atau lokasi kawasan banjir. Hal ini karena perusahaan pembiayaan juga menilai bahwa rumah yang tidak memenuhi persyaratan tidak memiliki nilai jual yang tinggi. 

    Jika Anda memutuskan untuk menjadikan pinjaman jaminan sertifikat, memang persiapannya lebih ekstra dibandingkan dijual. Namun, ada berbagai keuntungan yang Anda dapatkan. Selain rumah yang Anda jaminkan bisa ditinggali kembali, Anda juga bisa mendapatkan pencairan dalam waktu singkat dan dana yang cukup besar. 

    Anda bisa mengajukan pinjaman jaminan sertifikat rumah di BFI Finance, dimana Anda bisa mendapat pencairan dana hingga 60% dari nilai rumah yang Anda jaminkan. Yuk, langsung ajukan pinjaman jaminan sertifikat di BFI Finance terdekat!

  • judi

    Kesalahan Pinjaman Dengan Jaminan Sertifikat Rumah


    Semakin hari, kebutuhan yang ada semakin bertambah. Bahkan, ada beberapa kebutuhan yang membutuhkan dana tidak sedikit. Hingga saat ini, mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah masih menjadi alternatif yang diambil apabila seseorang tengah membutuhkan dana dalam jumlah besar. Seperti mengembangkan usaha, biaya pendidikan, biaya kesehatan, dan masih banyak lagi. 

    Mengajukan pinjaman sekarang prosesnya tidak ribet dan proses pencairannya pun cukup cepat. Sekarang ini, banyak perusahaan pembiayaan non-bank yang bisa membantu Anda mengajukan pinjaman jaminan sertifikat rumah. Bahkan, tidak sedikit yang bisa membantu Anda mengajukan pinjaman secara online. Sehingga Anda tidak perlu datang ke kantor perusahaan pembiayaan untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan. 

    Sayangnya, tidak semua orang mampu memanfaatkan kemudahan pengajuan pinjaman dengan tepat. Masih banyak berbagai kesalahan yang dilakukan oleh para peminjam. Sehingga, pengajuan pinjaman pun ditolak oleh perusahaan pembiayaan. 

    Sebelum Anda mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah, ada baiknya agar Anda mempelajari hal-hal berikut untuk menghindari berbagai kesalahan ini. Apa saja kesalahan dalam pengajuan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah?

     

    Pinjaman jaminan sertifikat rumah

    Dokumen Tidak Sesuai Persyaratan

    Kesalahan pertama yang sering dilakukan oleh para peminjam adalah menyerahkan dokumen yang tidak sesuai dengan persyaratan. Misalnya sertifikat rumah yang belum balik nama, atau data di KTP yang berbeda dengan KK. Padahal, memastikan bahwa dokumen telah sesuai persyaratan merupakan kunci agar pengajuan pinjaman Anda bisa disetujui dengan cepat. 

    Sebaiknya, pastikan bahwa dokumen yang Anda ajukan telah sesuai dengan persyaratan. Sehingga, Anda tidak perlu membuang waktu dan bisa mendapatkan pinjaman dana dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan Anda. 

    Nominal Pinjaman Tidak Sesuai

    Kesalahan kedua yang juga sering dilakukan dalam pengajuan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah adalah mengajukan nominal pinjaman yang tidak sesuai. Misalnya, harga rumah ditaksir Rp500 juta, namun pinjaman yang diajukan malah diatas Rp500 juta. Atau, mengajukan pinjaman lebih dari minimal nilai pendapatan yang telah ditetapkan oleh perusahaan pembiayaan. 

    Usahakan untuk tidak mengajukan nominal pinjaman terlalu besar diluar kemampuan dan kebutuhan Anda. Sehingga, pengajuan pinjaman bisa lebih mudah untuk disetujui. 

    Tujuan Pinjaman Tidak Sesuai Kebutuhan

    Kesalahan umum yang terakhir adalah tidak menggunakan dana pinjaman dengan cermat. Walaupun dana yang diterima jumlahnya besar, jangan sampai Anda tergoda untuk menghabiskan dana tersebut tanpa berpikir panjang. Ingatlah bahwa uang tersebut bukanlah uang pribadi, melainkan hutang yang harus Anda lunasi. 

    Ingatlah untuk memanfaatkan dana pinjaman tersebut sesuai dengan anggaran dan rencana keuangan Anda. Sebab, Anda juga beresiko mengalami kredit macet dan resiko aset disita. Tentunya Anda tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan?

    Itulah berbagai kesalahan umum yang dilakukan dalam pengajuan pinjaman jaminan sertifikat rumah. Hindari hal tersebut dan manfaatkan pinjaman Anda dengan cermat, ya!
     

  • judi

    Cari Dana Pinjaman Cepat Jaminan Sertifikat


    Saat ini, semakin banyak perusahaan pembiayaan yang menawarkan layanan dana pinjaman cepat untuk para nasabahnya. Nominal pinjaman yang ditawarkan juga bervariatif, mulai dari yang kecil hingga milyaran rupiah. Apabila Anda membutuhkan pinjaman dengan nominal kecil, maka umumnya Anda akan ditawarkan produk pinjaman tanpa agunan atau KTA. Namun, untuk nominal besar, Anda akan ditawarkan produk dana pinjaman cepat dengan jaminan sertifikat rumah. 

    Jenis produk pinjaman seperti ini bisa menjadi solusi terbaik bagi Anda dengan kebutuhan yang membutuhkan dana besar. Namun, pastikan bahwa Anda memilih perusahaan pembiayaan yang terpercaya saat ingin menjaminkan sertifikat rumah akan terjamin keamanannya di tengah pandemi ini. 

    Mengingat bahwa sertifikat rumah bernilai besar, Anda harus memikirkan dengan cermat sebelum mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat. Berikut hal-hal yang harus Anda perhatikan, serta tempat terbaik untuk mengajukan dana pinjaman cepat dengan jaminan sertifikat!

    dana pinjaman cepat

    Cari Dana Pinjaman Sesuai dengan Kemampuan Finansial

    Syarat agar pengajuan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah Anda diterima, serta agar Anda bisa melunasi pinjaman dengan lancar, pastikan bahwa rasio utang Anda tidak lebih dari 30% pendapatan Anda. Hal ini untuk meminimalisir risiko kredit macet. 

    Pastikan bahwa Anda menentukan jumlah pinjaman sesuai kebutuhan, berikut juga bunga dan tenornya. Anda bisa melakukan simulasi pinjaman terlebih dahulu untuk mengetahui nominal pinjaman yang cocok dengan kondisi finansial Anda. 

    Membandingkan Layanan Pinjaman

    Ketika akan mengajukan pinjaman, sebaiknya jangan langsung gegabah mengajukan pinjaman. Anda bisa membandingkan satu lembaga pembiayaan dengan yang lainnya. Sehingga, Anda bisa benar-benar memilih pihak penyedia pinjaman yang memberikan bunga rendah serta biaya administrasi yang sedikit yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda. 

    Memilih Perusahaan Pembiayaan Terpercaya

    Yang terpenting ketika mencari dana pinjaman cepat adalah memilih lembaga penyedia pinjaman yang kredibilitasnya terjamin. Terutama mengingat bahwa sertifikat rumah adalah aset yang bernilai besar. 

    Pastikan bahwa Anda memilih perusahaan pembiayaan yang telah terdaftar OJK seperti BFI Finance yang sudah pasti terjamin keamanannya. Selain telah berpengalaman dalam memberikan layanan terbaik, perusahaan pembiayaan yang legal juga berpotensi kecil dalam melakukan hal yang tidak bertanggung jawab. 

    BFI Finance telah beroperasi sejak tahun 1982 dan siap memberikan layanan pinjaman jaminan sertifikat terbaik untuk kebutuhan finansial Anda. 

    Itulah tips jika Anda sedang mencari dana pinjaman cepat dengan jaminan sertifikat di tengah pandemi. Yuk, ajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat yang terpercaya di BFI Finance!

  • judi

    Tips Bayar Pinjaman Jaminan Sertifikat Tepat Waktu


    Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan nominal dana besar. Mengajukan pinjaman jaminan sertifikat adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan dana cepat dalam nominal besar dan waktu yang relatif singkat. 

    Setelah Anda mendapatkan dana pinjaman, tentunya ada cicilan yang perlu dibayar setiap jatuh tempo. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak membayar pinjaman secara tepat waktu. 

    Jika Anda telat membayar, biasanya ada sejumlah denda tambahan yang harus Anda bayarkan. Skor kredit Anda juga jadi menurun. Terlebih lagi jika Anda mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat, maka rumah yang Anda terancam disita apabila Anda tidak membayar pinjaman dalam waktu lama. 

    Nah, bagi Anda yang pelupa, yuk simak tips berikut agar Anda tepat waktu dalam kewajiban membayar tagihan pinjaman Anda!

     

    pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah

    Langsung Bayar Saat Tagihan Sudah Datang

    Sebisa mungkin, ketika tagihan pinjaman Anda datang, jangan menunda-nunda dalam melunasinya. Jangan menunda-nunda untuk membayar sebelum Anda lupa. Anda bisa menetapkan tanggal yang sama setiap bulannya untuk membayar tagihan sebelum jatuh tempo. Dengan melakukan hal ini, Anda akan terbiasa untuk membayar tanpa lupa. Hal ini juga akan memperbaiki skor kredit Anda. Apabila kedepannya Anda ingin mengajukan pinjaman lain, pengajuan pinjaman Anda akan lebih mudah untuk disetujui. 

    Manfaatkan Aplikasi Pengingat Tagihan

    Di era digital ini, Anda bisa memanfaatkan berbagai aplikasi agar Anda terbantu untuk mengingat tagihan pinjaman Anda. Beberapa smartphone juga sudah dilengkapi aplikasi bawaan seperti reminder atau pengingat.  Anda bisa mengatur untuk diingatkan setiap bulan sebelum tanggal jatuh tempo.

    Anda juga bisa meng-install aplikasi reminder lain di smartphone Anda. Misalnya, Google Assistant, Any.Do, atau Just Reminder. Jadi, Anda tidak kelupaan ketika sudah waktunya membayar tagihan.

    Berkomitmen dan Masukan Tagihan Dalam Daftar Prioritas

    Yang terpenting, Anda harus berkomitmen untuk selalu membayar tagihan. Pastikan bahwa Anda mampu untuk mengatur keuangan dengan baik, sehingga dana pinjaman bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan. Dengan berkomitmen dan memiliki rencana keuangan yang baik, Anda juga tidak akan mengalami masalah dalam membayar. Selalu masukan tagihan pinjaman ke daftar prioritas Anda, agar Anda tidak lupa dengan tanggung jawab membayar Anda. 

    Nah, semoga tips diatas dapat bermanfaat bagi Anda agar senantiasa tepat waktu dalam membayar pinjaman. Anda bisa mengajukan pinjaman jaminan sertifikat yang aman dan terpercaya di BFI Finance. Dapatkan pencairan hingga 60% untuk berbagai kebutuhan finansial Anda. Yuk, ajukan sekarang!

  • judi

    Dapatkan Dana Besar Dengan Pinjaman Jaminan Sertifikat


    Mengajukan pinjaman jaminan sertifikat kepada perusahaan pembiayaan merupakan salah satu solusi bagi Anda yang membutuhkan dana dalam jumlah besar. Selain proses pencairannya yang aman dan cepat, persyaratannya pun relatif lebih praktis dibandingkan dengan mengajukan pinjaman di bank. 

    Namun, Anda juga  harus bijak dalam melakukan pinjaman. Demi kenyamanan Anda, sangat disarankan untuk mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan resmi yang terdaftar di OJK.

    Berikut tips dalam mengajukan pinjaman jaminan sertifikat untuk mendapatkan dana dalam jumlah besar. 

     

    Pinjaman jaminan sertifikat rumah

    Lihat Pemasukan dan Pengeluaran Anda

    Seorang Financial Advisor  lah yang akan menentukan apakah seseorang layak untuk diberikan pinjaman atau tidak. Pertimbangan kelayakan tersebut dihitung dari 30% dari total pendapatan Anda. Jadi jumlah cicilan yang akan anda bayarkan tidak boleh melebihi angka dari hasil perhitungan tersebut. 

    Untuk itu, sebelum mengajukan pinjaman, perhatikan berapa total pengeluaran Anda dalam satu bulan. Apakah nantinya pendapatan anda tersebut masih mencukupi untuk membiayai pengeluaran rutin anda? Hal tersebut harus anda pertimbangkan.

    Karena nantinya, pengeluaran anda akan bertambah dengan cicilan bulanan yang harus anda bayarkan. Jangan sampai besar pasak daripada tiang ya. 

    Pastikan BI Checking Aman

    BI Checking adalah suatu sistem yang ada pada Bank Indonesia yang mencatat seluruh riwayat seorang debitur.  Yang didalamnya terdapat berbagai informasi tentang kolektibilitas kredit anda. Apakah anda memiliki kredit macet atau tidak, bagaimana kelancaran pembayaran cicilan, semuanya terlihat jelas pada sistem ini. 

    Agar pinjaman disetujui, anda harus memastikan bahwa tidak ada tangguhan pinjaman kredit lainnya seperti KPR atau KTA. Jika anda memiliki kartu kredit, perhatikan performance pembayaran kartu kredit anda.

    Siapkan Dokumen Pendukung

    Setiap lembaga keuangan memiliki ketentuan yang berbeda-beda. Namun, pada umumnya dokumen pendukung yang perlu anda persiapkan untuk pengajuan dana kepada dengan menggunakan BPKB dan sertifikat rumah adalah: 

    • KTP, KK, atau Buku Nikah (bagi yang sudah menikah)

    • NPWP

    • Sertifikat Rumah, IMB, dan PBB

    • Slip gaji pribadi dan pasangan (jika sudah menikah)

    • Surat keterangan kerja 6 bulan terakhir (untuk karyawan)

    • Legalitas Usaha (untuk wiraswasta) seperti SIUP, TDP, AKTA CV/AKTA PT, NPWP usaha

    • Rekening Koran 6 bulan – 1 tahun terakhir

    Setelah kelengkapan dokumen sudah terpenuhi, Anda bisa mendatangi kantor lembaga keuangan yang telah dipilih. Anda akan disambut oleh seorang Financial Advisor yang akan membantu dan menjelaskan dengan detail kepada Anda bagaimana syarat dan ketentuannya. 

    Kemudian mereka juga akan menjelaskan berapa suku bunga yang diberlakukan, lengkap dengan cicilan yang akan Anda bayarkan.

    Pilih Pinjaman Jaminan Sertifikat Terpercaya

    Yang terakhir, pilihlah lembaga yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Sehingga, jika terjadi sesuatu, Anda bisa mendapatkan perlindungan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Empat tips diatas akan membuat Anda lebih mudah dalam melakukan pinjaman jaminan sertifikat rumah. 

    Jika Anda saat ini berniat untuk melakukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah, BFI Finance Indonesia Tbk adalah perusahaan pembiayaan yang bisa Anda percaya karena telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Yuk, ajukan pembiayaan aman dan terpercaya di BFI Finance.