• judi

    Prospek Usaha yang Menjanjikan, Ini Dia Tips Memulai Bisnis Skincare


    Bisnis skincare adalah salah satu bisnis yang tengah hits di tahun 2022. Hal ini tentunya sejalan dengan tren kecantikan dan perawatan tubuh di Indonesia yang kian melesat. Kualitas produk skincare lokal pun tidak kalah bagusnya dengan produk luar.

    Bisnis ini juga boleh dikatakan sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Pasalnya, kebutuhan akan perawatan kulit yang sehat dan terawat akan terus menerus ada terutama bagi kaum hawa.

    Nah, kira-kira apa saja ya yang harus kita persiapkan jika ingin berkecimpung di bisnis skincare? Langsung saja mari kita simak tips memulai bisnis skincare yang satu ini!

    Tips Memulai Bisnis Skincare Ala BFI Finance

    Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk memulai bisnis. Namun, dalam memulai bisnis skincare Anda bisa menerapkan cara-cara berikut ini khususnya bagi pemula.

    1. Tentukan Jenis Bisnis

    Memulai bisnis skincare tidak harus dengan modal yang besar atau wajib memiliki tempat usaha. Anda bisa memulainya dengan budget secukupnya. Salah satu cara yang bisa Anda tempuh yaitu dengan memulai bisnis ini lewat cara dropshipper atau dengan jasa titip (jastip).

    Kedua opsi tersebut cukup mudah untuk ditekuni, Anda hanya membutuhkan ponsel genggam dan jaringan internet yang stabil, serta keberanian untuk menawarkan produk secara online.

     

    Baca Juga: Nyalakan Api Semangat, Ini Dia 40 Kata Motivasi Bisnis Terinspiratif

     

    2. Pahami Tren Terkini dan Lakukan Riset Pasar

    Memahami tren industri terkini bisa membawa peluang besar buat Anda. Hal ini bisa dimulai dari melakukan riset dan memahami permasalahan kulit serta kecantikan yang ada di masyarakat. Misalnya masalah yang paling umum dan banyak dijumpai yaitu kulit kusam dan berjerawat. Di samping itu tren kecantikan seperti wajah mulus, sehat, kenyal, dan berseri. 

    Dari adanya riset pasar bisnis skincare ini Anda bisa mendapatkan berbagai macam insight produk skincare yang tengah diminati masyarakat. Jadi, nantinya Anda tidak akan kebingungan untuk memilih produk apa yang hendak dijual.

    3. Menentukan Target Pasar

    Semakin berkembangnya jaman, produk skincare yang hadir di masyarakat pun semakin beragam. Hal ini tentunya sudah disesuaikan dengan kebutuhan jenis kulit orang Indonesia yang sangat beragam.

    Nah, berangkat dari sini Anda bisa mulai menentukan produk dan skincare jenis apa yang akan Anda jual serta target pasar atau konsumen yang nantinya akan ditawarkan.

    Misalnya permasalahan kulit berjerawat yang banyak terjadi di kalangan remaja. Anda bisa menjual produk khusus perawatan kulit berjerawat dengan kandungan bahan aktif yang dapat membantu menyembuhkan sekaligus menyamarkan noda hitam bekas jerawat. Target pasarnya sendiri bisa dimulai dari umur 15 sampai dengan 20-an.

    Atau jika Anda ingin fokus untuk menjual produk dengan target pasar ibu-ibu atau wanita dewasa, Anda bisa fokus menjual produk Anti Aging yang membantu menyamarkan tanda-tanda penuan dini seperti kerutan, flek hitam, dan lainnya.

    Intinya, dengan Anda menentukan target pasar maka akan lebih mudah buat Anda untuk merumuskan strategi pemasaran dan promosi bisnis skincare yang tepat.

    4. Pilih Supplier Terpercaya

    Agar bisnis Anda dapat berjalan dengan baik dan terhindar dari komplen pelanggan dan ketersediaan stok barang selalu ada, pastikan untuk memilih supplier atau distributor terpercaya, ya!

    Memilih supplier yang sesuai dengan kebutuhan bisnis skincare Anda memanglah tidak gampang. Anda perlu melakukan riset dan melakukan perbandingan dari satu supplier ke supplier lainnya sebelum memantapkan diri untuk memilih 1 supplier.

    Jika sudah berhasil memilih supplier yang tepat, jangan lupa untuk menjaga komunikasi dan hubungan sebaik mungkin sehingga hambatan bisnis yang ada dapat diminimalisir.

    5. Pastikan Produk Aman dan Sudah Ada Izin Edar

    Menjual produk skincare tidak bisa hanya sekedar menjual. Anda juga harus memastikan keamanan produk yang Anda jual dan pastinya sudah memiliki izin edar resmi yakni terdaftar di BPOM dan DinKes.

    Pastinya Anda tidak mau bukan harus menerima sederet komplen dari orang-orang yang justru merasa dirugikan akibat kulitnya rusak karena produk abal-abal?

    Di samping itu, ada regulasi jelas yang mengatur perendaran produk kosmetik di mana Anda bisa terjerat pasal 197 UU Kesehatan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak sebesar 1 milyar 500 juta rupiah jika Anda terbukti menjual produk palsu, barang ilegal, atau skincare berbahaya.

    6. Gencar Promosi dan Sebar Informasi Edukatif di Sosial Media

    Sosial media memiliki pengaruh yang sangat kuat untuk menyebarkan beragam informasi. Keberadaannya yang sudah menjadi bagian dari keseharian kita membuat sosial media menjadi habitat yang ideal untuk mempromosikan bisnis skincare Anda.

    Cobalah untuk melakukan strategi marketing soft selling untuk menggaet banyak pelanggan sekaligus berkontribusi untuk mengedukasi banyak orang akan pentingnya penggunaan produk skincare untuk jangka waktu yang lama.

    Sebagai tips penggunaan sosial media sebagai saran promosi Anda bisa menerapkan cara berikut ini:

    1. Mengedepankan tampilan visual atau gambar produk semenarik mungkin

    2. Gunakan copy atau deskripsi produk yang sederhana namun memiliki daya jual yang tinggi

    3. Membuat promo-promo menarik terkait produk yang Anda jual. Misalnya promo harga skincare yang sedang diskon, Giveaway, dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk menarik banyakorang mengunjungi laman sosial media toko Anda.

    7. Manfaatkan Kehadiran Ecommerce / Marketplace

    Di zaman sekarang untuk menawarkan produk bisa dilakukan dengan berbagai cara tanpa harus menawarkan secara langsung. Salah satunya yaitu memanfaatkan inovasi teknologi seperti ecommerce atau marketplace untuk memperkenalkan bisnis skincare Anda.

    Marketplace menjadi tempat yang ideal untuk berjualan karena layaknya supermarket, di marketplace kita bisa menemukan apa saja. Orang-orang juga cenderung membeli banyak barang secara sekaligus tatkala saat menggunakannya. Di sisi lain, marketplace juga menawarkan keuntungan menarik bagi penjual maupun pembeli seperti voucher gratis ongkir.

    Beberapa tips jitu untuk menjual produk laris manis di platform ecommerce:

    1. Pastikan nama produk jelas

    2. Terdapat deskripsi produk dan informasi singkat terkait toko. Misalnya jam pengiriman dan cara memilih varian produk skincare

    3. Foto dan video produk jelas serta menarik

    4. Sertakan testimoni asli dari pembeli yang puas dengan produk Anda

    5. Pasang harga yang bersaing dengan kompetitor. Misalnya Rp500 – Rp1.000 lebih murah

    6. Kemas produk dengan aman dan unik, bisa juga menyematkan kartu tanda terima kasih yang di dalamnya ada sedikit infomasi mengenai toko Anda

    8. Bekerjasama Dengan Influencer

    Untuk meningkatkan penjualan serta brand awareness bisnis skincare, Anda bisa memanfatkaan jasa influencer sebagai strategi pemasaran Anda. Yakni dengan menggunakan paid promote atau endorsement.

    Sebagai tips, pilihalah influencer dengan track record serta citra diri yang baik, followers asli, dan aktif berinteraksi dengan followers yang ada. Pastikan juga untuk memilih influencer yang sesuai dengan budget Anda.

     

    Baca Juga: Cara Memulai Bisnis Online Terbaik dalam 7 Langkah!

     

    9. Gunakan Fitur Ads di Sosial Media

    Keberadaan fitur ads yang tersedia di sosial media akan sangat membantu bisnis skincare Anda untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Pilihlah satu atau dua fitur ads tersedia di sosial media dengan target pasar terbanyak.

    Jika Anda masih ragu-ragu, Anda bisa coba melakukan A/B testing dengan mencoba fitur ads budget minim. Selama target iklannya pas, pasti akan ada orang yang tertarik untuk sekedar mengunjungi bahkan membeli produk Anda. 

    10. Kedepankan Kualitas Pelayanan

    Tips bisnis skincare yang terakhir yaitu mengedepankan kualitas pelayanan. Pelayanan atau service yang baik amat sangat penting dalam menjaga keberlangsungan usaha Anda. Service yang baik dan memuaskan akan membuat pelanggan Anda merasa senang, puas, dan nyaman berbelanja.

    Hal ini juga dapat menjadi salah satu taktik cerdik untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan, sehingga besar kemungkinan mereka akan kembali memesan ataupun membeli produk yang kita jual.

    Beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam memberikan service yang baik antara lain:

    1. Memberikan penawaran atau promo spesial

    2. Memberikan bonus produk ke pelanggan

    3. Memberikan harga khusus untuk pelanggan setia

    4. Mengemas produk dengan aman, unik, dan eye catching

    5. Melayani dengan ramah dan sabar

     

    Baca Juga: Tips Mendapat Pinjaman dari BFI Finance untuk Modal Usaha UMKM

     

    Rekomendasi Skincare yang Paling Banyak Diminati

    Berencana untuk menjual skincare namun masih kebingungan dalam memilih produk yang tepat untuk dijual? Rekomendasi skincare berikut ini bisa jadi referensi yang layak untuk dicontek!

    Bisnis Skincare

    Image Source: Unsplash/Kevin Laminto

    1. Moisturizer (Pelembab)

    Pelembab adalah salah satu rangkaian perawatan wajah yang tidak boleh dilewatkan dan tergolong ke dalam ‘basic skincare’ setelah facewash atau sabun cuci muka. Memiliki fungsi menjaga kelembapan kulit dan elastisitasnya, produk yang satu ini tentu akan selalu diburu oleh siapa saja.

    Di luaran sana terdapat beragam jenis pelembab dan merk tertentu yang banyak digandrungi pecinta skincare, Anda bisa memilih merk dengan harga terjangkau dan banyak dipakai masyarakat sehingga Anda tidak akan kesulitan untuk menjualnya.

    2. Sunscreen (Tabir Surya)

    Sebagaimana pelembab, sunscreen juga termasuk rangkaian ‘basic skincare’ yang tidka kalah pentingnya. Penggunaan sunscreen dinilai sangat penting dan wajib demi melindungi lapisan kulit dari berbagai kerusakan yang disebabkan oleh paparan sinar matahari langsung.

    3. Acne Fighter (Rangkaian Perawatan Masalah Jerawat)

    Kulit berjerawat menjadi persoalan paling umum bagi banyak orang. Kulit berjerawat bisa disebabkan karena berbagai faktor seperti hormon, gaya hidup, sampai dengan penggunaan make up atau skincare yang kurang cocok.

    Karena hal ini termasuk salah satu yang lumrah dan dialami banyak orang, Anda tidak akan kesulitan untuk menjualnya. Hanya saja yang perlu Anda perhatikan adalah kandungan atau ingredients yang ada di dalamnya. Sebab, tidak semua jerawat memiliki satu solusi yang sama.

    4. Whitening (Mencerahkan Kulit)

    Tren kecantikan yang saat ini banyak berkiblat ke Korea Selatan membuat banyak orang berbondong-bondong untuk menjadi cantik, mulus, dengan kulit kenyal berseri. Adanya tren ini bisa Anda jadikan peluang untuk menjual produk-produk yang fokus mencerahkan kulit. Misalnya produk dengan ingredients Niacinamide, Vitamin C, dan lain sebagainya. 

    5. Anti Aging (Memperlambat/Mengurangi Tanda-Tanda Penuaan Dini)

    Tampil muda dengan kulit yang sehat terawat adalah impian bagi banyak orang khususnya perempuan. Produk anti aging tidak pernah sepi peminat dari masa ke masa. Bahkan, penelitian dan inovasi produk terus dikembangkan demi menghadirkan produk terbaik yang mampu mengatasi berbagai keluhan. Misalnya meminimalisir kerutan, menyamarkan flek hitam, dan mengencangkan kulit.

    Cara Mudah Mendapatkan Modal Usaha

    Itu dia cara memulai bisnis skincare khususnya bagi pemula. Apakah Anda semakin tertarik untuk mencobanya? Jika Anda tertarik untuk memulainya namun merasa kesulitan dalam memperoleh modal, BFI Finance bisa menjadi solusinya! 

    BFI Finance bisa dengan mudah Anda temui di banyak kota dan desa di Indonesia. Ada 3 produk yang bisa Anda pilih, mulai dari pinjaman dengan jaminan BPKB untuk sepeda motor, mobil, dan sertifikat rumah. Semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Untuk informasi pinjaman dapat Anda akses di link berikut.

    Informasi Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

    Pencairan dana hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 4 tahun.

    Informasi Pinjaman Jaminan BPKB Motor

    Pinjaman dana dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 24 bulan.

    Informasi Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

    Bunga rendah mulai dari 0.9% dengan tenor panjang hingga 7 tahun.

     

    Jangan lewatkan informasi menarik lainnya hanya di BFI Blog. Update setiap Senin-Jumat. Sampai ketemu lagi di artikel berikutnya!

  • judi

    Prospek Usaha Ekspedisi dan Tips Memulainya Bagi Pemula


    Kebutuhan jasa ekspedisi semakin meningkat dengan adanya kebutuhan berbelanja dan membeli barang secara online. Tren ini kina populer khususnya saat pandemi melanda. Tak heran, di tengah situasi yang penuh dengan ketidakpastian ini usaha ekspedisi justru semakin melambung.

    Usaha ini juga termasuk yang bisa bertahan lama. Sebab, kebutuhan akan pengiriman barang akan terus ada, bahkan meningkat dalam momen-momen tertentu seperti saat hari raya. 

    Berapa modal usaha ekspedisi yang diperlukan, serta peluang usahanya? Yuk, simak ulasan lengkapnya di sini!

    Apa Itu Usaha Ekspedisi?

    Usaha ekspedisi adalah usaha di bidang jasa yang melayani pengiriman barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya, baik itu di dalam maupun luar negeri. Usaha ini umumnya menyediakan jasa pengiriman melalui jalur darat, udara, dan laut.

    Perbedaan Usaha Ekspedisi dengan Usaha Logistik

    Usaha logistik dan usaha ekspedisi memang sekilas mirip, padahal keduanya memiliki beberapa perbedaaan. Dikutip dari detikfinance, berikut beberapa perbedaan antara ekspedisi dan logistik.

    Usaha Ekspedisi

    Image Source: Freepik/Drazen Zigic

    1. Arti Nama

    Ekspedisi diartikan sebagai jasa pengiriman barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan berbagai jenis muatan barang, mulai dari yang kecil sampai dengan besar. Disebut ekspedisi karena jasa yang satu ini lebih fleksibel, bisa mengirim barang kapan saja sesuai dengan layanan yang dipilih.

    Sedangkan logistik adalah sebuah proses pengadaan atau pergerakan suatu barang. Proses ini terdiri dari perencanaan jalur pengiriman, pemilihan moda transportasi yang akan digunakan, serta pengelolaan inventori atau pergudangan.

    Dengan kata lain, logistik merupakan bisnis di bidang jasa yang lebih besar dan di dalamnya susah mencakup ekspedisi.

    2. Tujuan

    Logistik berfokus pada pemenuhan kebutuhan skala besar, misalnya untuk memenuhi kebutuhan operasional suatu perusahaan dan pengadaan armada. Manakala ekspedisi hanya berfokus pada pengiriman barang saja. Jarang kita temui usaha ekspedisi yang melayani permintaan manajemen logistik maupun pergudangan.

    3. Muatan

    Ekspedisi memiliki muatan yang lebih kecil. Sebab, ekspedisi mampu melayani beragam jenis pengiriman barang terlepas dari besaran dimensi dan berat yang ada. Lain halnya dengan logistik yang mampu mengirim barang lebih banyak mulai dari 10-50 ton. 

    4. Armada yang Digunakan

    Transportasi yang digunakan untuk menampung muatan pada logistik biasanya berupa kapal laut, pesawat, dan truk. Transportasi tersebut tentunya lebih besar dan luas jika dibandingkan dengan ekspedisi yang umumnya menampung muatan dengan motor dan mobil van.

    5. Waktu Pengiriman

    Ekspedisi mampu melakukan pengiriman secara terus menerus dalam jangka waktu yang lebih singkat. Misalnya dalam satu hari mampu menyelesaikan pengiriman paket lebih dari 50 ke suatu wilayah.

    Lain halnya dengan logistik yang waktu pengirimannya terbatas dan cenderung mengirim barang hanya dengan satu kali jalan. Hal ini tentunya dipengaruhi dari beban muatan yang dibawa karena logistik menampung lebih banyak. 

     

    Baca Juga: Inspiratif! Begini Cara Memulai Usaha Travel Mobil Keuntungan Berlipat

     

    Estimasi Modal Usaha Ekspedisi

    Modal awal yang perlu disiapkan sangat bervariasi, tergantung dengan skala usaha ekspedisi yang akan Anda jalankan.

    Nah, bagi Anda yang berniat untuk terjun ke usaha ini, berikut estimasi modal yang Anda butuhkan untuk menjalankannya.

    Estimasi Modal Usaha Ekspedisi
    Modal Awal
    No.ItemKuantitasHarga Per KuantitasTotal
    1.Lokasi Usaha1Rp10.000.000Rp10.000.000
    2.Transportasi Bisnis Berupa Mobil atau Motor1Rp120.000.000Rp120.000.000
    3.Peralatan Untuk Menunjang Usaha (Meja, Kursi, Komputer, Printer, Rak)SecukupnyaRp15.000.000Rp15.000.000
    4.Timbangan Barang dan Alat LainnyaSecukupnyaRp5.000.000Rp5.000.000
    5.Pembuatan Surat Izin Usaha1Rp1.500.000Rp1.500.000
    TotalRp151.000.000
    Biaya Operasional
    No.ItemKuantitasHarga Per KuantitasTotal
    1.Gaji 3 Pegawai dan Kurir1Rp7.500.000Rp7.500.000
    2.Listrik, Air, Internet1Rp1.000.000Rp1.000.000
    3.Dana Darurat1Rp1.000.000Rp1.000.000
    TotalRp9.500.000
    Total Modal yang DiperlukanRp161.000.000

    Rincian diatas merupakan estimasi modal yang dibutuhkan jika Anda memulai usaha ekspedisi skala kecil. Nominal yang ada tentunya dapat berubah-ubah sesuai dengan harga yang berlaku saat ini.

    Itulah rincian modal usaha ekspedisi dan peluang usahanya. Bagaimana, tertarik untuk mencoba?

    Jika modal yang Anda miliki masih belum cukup, jangan khawatir. BFI Finance siap membantu Anda dalam bentuk pembiayaan multiguna yang bisa dimanfaatkan untuk usaha Anda. 

    Cukup dengan BPKB motor atau mobil, Anda bisa mendapatkan pinjaman dana untuk modal usaha dengan bunga flat dan tenor panjang. 

     

    Baca Juga: Akurat, Begini Rumus Cara Menghitung Laba yang Mudah dan Benar

     

    Tips Memulai Usaha Ekspedisi

    Dalam merintis bisnis khususnya bagi para pemula yang belum memiliki banyak pengalaman, mengetahui beberapa tips usaha bisa sangat berguna untuk menentukan navigasi bisnis kedepannya. Agar Anda tidak salah langkah saat merintis usaha ekspedisi, simak beberapa tips penting berikut ini.

    Usaha Ekspedisi

    Image Source: Freepik/pressfoto

    1. Siapkan Modal Usaha

    Modal adalah ujung tombak suatu usaha, tak terkecuali usaha ekspedisi. Besaran modal yang diperlukan bergantung pada bisnis model yang Anda pilih. Semakin luas jangkauan daerah dan pelayanan yang Anda tawarkan, maka semakin besar pula modal yang dibutuhkan.

    Modal usaha ini nantinya akan digunakan untuk menunjang usaha Anda mulai dari membeli kendaraan pengantar barang seperti mobil van atau sepeda motor, sewa lokasi usaha, timbangan, printer, dan masih banyak lagi.

    2. Tentukan Jenis Layanan Pengiriman

    Tips usaha ekspedisi yang kedua adalah menentukan jenis layanan pengiriman. Apakah nantinya Anda akan fokus di semua layanan seperti pengiriman barang, dokumen, makanan, kendaraan, atau hanya ingin fokus pada satu pelayanan saja.

    Pasalnya, setiap barang yang ada memiliki perlakuan yang berbeda-beda agar bisa selamat sampai tujuan. Oleh karenanya, penting untuk Anda pertimbangkan jenis layanan ini dengan matang. Jangan sampai membuat kecewa pelanggan karena barang yang dikirim mengalami kerusakan.

    3. Tentukan Area Pengiriman

    Ketiga, penting untuk menentukan batas wilayah pengiriman. Untuk menentukannya, Anda bisa memilih berdasarkan daerah, kecamatan, kabupaten, ataupun skala nasional. Yang terpenting, pastikan daerah yang dipilih tersebut memiliki tenaga pekerja yang cukup. Misalnya kurir lapangan dan lain sebagainya.

    4. Tentukan Jenis Sistem Pengiriman

    Selain tiga hal sebelumnya, menentukan sistem pengiriman juga salah satu hal yang krusial. Pasalnya, memulai usaha ekspedisi memerlukan tenaga kerja yang tidak sedikit.

    Anda harus bisa menentukan lamanya waktu pengiriman sesuai dari tenaga pekerja yang dimiliki. Apakah tenaga yang ada memungkinkan untuk mengirim barang secara kilat atau kurang dari 24 jam untuk wilayah tertentu atau mungkin butuh berhari-hari.

    Jadi, bilamana Anda ingin menawarkan lebih dari 1 jenis sistem pengiriman, pastikan armada dan tenaga kerja yang ada telah sesuai. Jangan sampai ada keterlambatan akibat masalah internal yang diakibatkan kurangnya tenaga kerja ataupun armada pengiriman yang tidak memadai.

    5. Tentukan Tarif Pengiriman

    Menentukan tarif pengiriman dapat Anda tentukan berdasarkan berat per kilogram (kg) atau dimensi barang. Usahakan tarif yang Anda pasang cukup bersaing dengan harga kompetitor, khususnya bagi Anda yang baru menjalani usaha ini.

    6. Siapkan Legalitas Usaha

    Legalitas usaha perlu disiapkan demi kelancaran usaha Anda. Salah satu caranya yaitu dengan membuat surat izin usaha dan surat izin tempat usaha (SITU). Dengan memiliki izin resmi Anda akan terhindar dari berbagai masalah perizinan. Para investor juga cenderung lebih tertarik untuk menanamkan modalnya pada usaha yang telah memiliki legalitas lengkap.

     

    Baca Juga: Surat Izin Usaha Dagang dan Cara Mudah Membuatnya

     

    7. Buat Strategi Promosi Menarik

    Strategi promosi sangat diperlukan untuk mendongkrak keuntungan. Buatlah strategi promosi usaha ekspedisi yang menarik konsumen. Misalnya potongan pengiriman dengan minimal berat sekian kilogram atau pada saat hari tertentu, seperti harbolnas dan tanggal kembar yang ada di tiap bulannya.

    8. Bekerjasama dengan Pihak Lain (Mitra Usaha)

    Selain membuat promosi yang menarik, ada baiknya Anda juga mempertimbangkan untuk memiliki mitra usaha. Misalnya bekerjasama dengan warung sembako, toko baju, petshop, toko bangunan, dan usaha lainnya yang kerap kali melakukan pengiriman ke luar kota.

    Selain menguntungkan, hal ini juga dapat memperluas peluang usaha Anda untuk lebih dikenal banyak orang. Dengan bermitra usaha, Anda bisa mendapatkan pemasukan tetap tanpa perlu khawatir tidak ada pelanggan yang menggunakan jasa pengiriman milik Anda.

    Sobat BFI, itulah tadi bahasan seputar Prospek Usaha Ekspedisi dan Tips Memulainya Bagi Pemula, bagi Anda yang tertarik untuk memulai usaha ini, Anda bisa mendapatkan pinjaman modal usaha dengan proses yang cepat di BFI Finance!

     

    BFI Finance adalah perusahaan yang melayani pinjaman multiguna jaminan bpkb motorbpkb mobil, dan sertifikat rumah atau ruko