• judi

    Pengertian, Manfaat, dan Cara Mudah Mempersiapkannya


    Hal tak terduga bisa terjadi kapan saja dan mengharuskan Anda untuk mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Saat kondisi ini menimpa Anda, saat itu pulak dana darurat (emergency fund) diperlukan untuk mencegah terganggunya arus kas keuangan.

    Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan untuk memiliki dana darurat dan berapa besaran yang perlu dikumpulkan? Simak selengkapnya di uraian berikut.

    Pengertian Dana Darurat

    Sesuai namanya, dana darurat adalah dana yang dipersiapkan untuk keadaan darurat. Misalnya, sebagai antisipasi saat terkena musibah, PHK, jatuh sakit, bangkrut, dan hal lainnya yang cukup membebani pengeluaran.

    Dana ini harus diprioritaskan agar kebutuhan hidup dapat tetap terpenuhi dan mampu bertahan manakala terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.

    Dana ini wajib dimiliki setiap orang, baik yang masih berstatus lajang maupun yang sudah berkeluarga. Perlu diingat, dana ini hanya bisa digunakan saat keadaan mendesak dan di luar dari pos pengeluaran serta tabungan.

    Pentingnya Dana Darurat

    Banyak masyarakat Indonesia yang belum sadar akan pentingnya memiliki dana darurat. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, salah satunya yaitu minimnya literasi keuangan.

    Sekilas mungkin Anda sudah menangkap konsep dari dana darurat dari penjelasan sebelumnya. Nah, kira-kira apa saja manfaat yang akan diperoleh dengan memiliki dana tersebut? Berikut ini alasan mengapa memiliki dana ini sangatlah penting.

    1. Sebagai Dana Cadangan Saat Terkena PHK

    Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). pengurangan gaji, serta berbagai efisiensi pegawai lainnya bisa terjadi pada siapa saja. Dan bilamana itu terjadi, pastinya Anda membutuhkan waktu untuk mencari pekerjaan baru.

    Selama masa pencarian ini, kebutuhan bulanan harus tetap berjalan terutama kebutuhan primer. Maka dari itu, dana darurat perlu dipersiapkan agar Anda bisa terus bertahan hidup bahkan saat Anda kehilangan pemasukan utama.

    2. Biaya Berobat Saat Jatuh Sakit Mendadak

    Kesehatan adalah salah satu hal krusial bagi setiap orang. Meskipun asuransi kesehatan bisa membantu kita dikala sakit, namun tidak semua asuransi akan menanggung biaya pengobatan 100%.

    Oleh karenanya, kehadiran dana darurat sangat berguna untuk membantu Anda tatkala jatuh sakit secara mendadak.

    3. Sebagai Biaya Pemenuhan Kebutuhan Hidup Sehari-Hari Saat Kondisi Krisis

    Kondisi tidak mengenakan dapat terjadi kapan saja. Misalnya kondisi krisis ekonomi seperti inflasi sampai dengan resesi. Saat hal itu terjadi pastinya banyak sektor ikut terkena dampak dan berimbas pada kesejahteraan masing-masing individu.

    Ketika Anda memiliki dana darurat, Anda akan lebih tenang dan tidak kesusahan karena setidaknya dalam waktu 5 bulan kedepan kebutuhan Anda masih bisa terpenuhi dengan baik.

    4. Sebagai Dana Perbaikan Aset Pribadi

    Kerusakan pada aset pribadi bisa menimpa sewaktu-waktu. Banyak dari kita yang mungkin sudah mengasuransikan aset berharga yang dimiliki, namun jika suatu ketika kita mengalami kondisi urgent yang memerlukan tindakan saat itu juga, tentunya Anda akan perlu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

    Lain halnya jika Anda sudah memiliki dana darurat, hal tersebut dapat diminimalisir dengan baik, tanpa mengganggu pos keuangan yang lain.

    5. Bebas Dari Hutang

    Berhutang memang tidak selamanya buruk. Terlebih jika hutang tersebut termasuk ke dalam golongan utang produktif seperti modal usaha. Namun, jika Anda harus berhutang karena uang bulanan habis di tengah-tengah jalan atau tiba-tiba mengalami pencurian, hal tersebut tentunya akan sangat merepotkan.

    Sebab, memiliki hutang akan sangat mempengaruhi kondisi pos keuangan bulanan Anda. ini akan menjadi beban baru yang perlu Anda selesaikan dan mengganggu pos pengeluaran. Alhasil, tiap bulannya Anda akan dibuat pusing untuk mengalokasikan sejumlah dana demi membayar hutang.

    Besaran Dana Darurat yang Harus Disiapkan

    Setiap individu memiliki besaran dana darurat yang berbeda. Hal ini bergantung pada kebutuhan bulanan dan ada atau tidaknya tanggungan.

    Adapun besaran nominal yang perlu dipersiapkan sesuai kondisi bisa dilihat sebagai berikut.

    1. Lajang / Belum Menikah

    Bagi individu yang belum menikah atau berstatus lajang, besaran dana darurat yang dikumpulkan idealnya 6 kali lipat dari pengeluaran per bulan. Hal ini mengacu pada kondisi perekonomian saat ini yang terdampak pandemi serta waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan baru.

    2. Sudah Berkeluarga / Sudah Menikah 

    Bagi yang sudah menikah atau berumah tangga, besaran dana darurat yang sebaiknya disimpan sebesar 9 kali lipat dari pengeluaran per bulan.

    Hal ini dimaksudkan agar kebutuhan tiap bulannya bisa terus terpenuhi. Sebab, kebutuhan dan gaya hidup saat sebelum menikah dan sesudah menikah memiliki perbedaan yang cukup kentara.

    3. Sudah Menikah dan Memiliki Anak

    Terakhir, bagi yang sudah menikah dan memiliki anak, dana yang sebaiknya disiapkan sebesar 12 kali lipat dari pengeluaran per bulan.

    Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan jika besaran dana darurat idealnya berada di antara 6-12 bulan dari total pengeluaran per bulannya. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif agar keluarga Anda bisa tetap hidup sejahtera meskipun keadaan sedang tidak baik-baik saja, terutama saat kondisi pandemi seperti sekarang.

    Untuk mempermudah Anda dalam menghitung dana darurat, lakukanlah perhitungan dengan rumus berikut ini.

    Dana Darurat = Pengeluaran Per Bulan X 6

    Sebagai contoh, Andi adalah seorang karyawan yang bekerja di perusahaan swasta, masih berstatus lajang, dan tidak memiliki tanggungan. Setiap bulannya Andi memiliki jumlah pengeluaran yang sama sebesar Rp5 Juta. Maka dana darurat yang perlu Andi siapkan yaitu:

    Rp5 Juta X 6 = Rp30 Juta

    Jadi, nominal dana yang sebaiknya Andi miliki sebesar Rp30 Juta.

    Tips Mempersiapkan Dana Darurat

    Nah, setelah Anda mengetahui betapa pentingnya dana darurat ini, selanjutnya Anda bisa mempersiapkan dana tersebut mulai dari sekarang. Lebih cepat, lebih baik. Ikuti tips berikut ini.

    Dana Darurat

    Image Source: Freepik/Krishna Tedjo

    1. Taruh di Rekening yang Berbeda

    Tips yang pertama yaitu memisahkan antara rekening pengeluaran dengan rekening dana darurat. Ini perlu dilakukan agar dana yang dikumpulkan tidak ikut tercampur dengan pengeluaran yang berakhir jadi gagal menabung akibat tidak sengaja dipakai.

    2. Hitung Besaran Dana yang Perlu Disimpan

    Tips kedua yaitu menghitung besaran dana darurat yang perlu disiapkan. Hal ini guna menentukan nominal pasti yang harus Anda capai.

    Setelah itu Anda bisa menentukan berapa persen yang perlu disisihkan dari pendapatan bulanan Anda.

    3. Konsisten Menabung

    Terakhir dan yang paling penting yaitu konsisten menabung. Tanpa melakukan ini Anda akan kesulitan mencapai target dana darurat yang sudah ditentukan sebelumnya. Anda harus mampu berkomitmen dengan diri sendiri dan menentukan skala prioritas.

    Besaran yang perlu Anda sisihkan untuk mengumpulkan dana darurat tidak harus besar, yang terpenting Anda mulai menabungnya sedini mungkin, dan rutin dilakukan setiap bulannya.

     

    Baca Juga: 12 Cara Menabung dengan Cepat dan Tepat, Dijamin Kaya!

     

    4. Mencari Penghasilan Tambahan

    Mengumpulkan dana darurat dibutuhkan kesabaran dan ketekunan yang ekstra. Pasalnya, target dana yang perlu dikumpulkan memiliki nominal lebih besar daripada pendapatan maupun pengeluaran Anda.

    Salah satu pilihan alternatif yang bisa Anda lakukan untuk mengumpulkan dana tersebut secara cepat yaitu dengan mencari penghasilan tambahan. Misalnya memulai freelance, membuka jastip, menjadi reseller, dropshipper, sampai dengan membuka bisnis sendiri.

    Nah, jika Anda tertarik untuk memulai bisnis namun masih merasa kebingungan untuk mendapatkan modal, Anda bisa mengajukan pembiayaan ke BFI Finance. Prosesnya cepat dan mudah, tidak butuh waktu lama.

    Informasi selengkapnya terkait pinjaman dapat Anda akses melalui tautan di bawah. 

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Motor

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

    Sobat BFI, itulah informasi seputar dana darurat. Harapannya, semoga Anda bisa mulai mempersiapkan dana ini sedini mungkin. Pastikan juga Anda menyimpannya di tempat yang aman dan terpercaya.

    Dapatkan artikel menarik lainnya seputar bisnis, pinjaman, informasi umum, dan masih banyak lagi hanya di BFI Blog!

  • judi

    Paklaring Adalah: Pengertian, Fungsi, Syarat dan Cara Membuatnya


    Sobat BFI, tahukah Anda jika paklaring adalah salah satu dokumen penting yang sebaiknya Anda miliki? Pasalnya, di dalam dokumen tersebut terdapat informasi penting mengenai pengalaman karyawan dari awal sampai akhir bekerja.

    Surat paklaring biasanya diberikan kepada karyawan yang mengundurkan diri (resign), pemutusan hubungan kerja (PHK), atau pun pensiun. Surat ini dinilai penting untuk dimiliki karena memiliki fungsi yang cukup krusial.

    Bagi Anda yang belum mengetahui apa itu paklaring, mari kita bahas selengkapnya di uraian berikut.

    Apa Itu Paklaring?

    Paklaring adalah surat yang menyatakan seseorang pernah bekerja di suatu perusahaan atau instansi. Di dalam surat tersebut disebutkan mengenai posisi dan jangka waktu bekerja.

    Hal ini sesuai dengan pengertian paklaring yang didefinisikan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional yang menyebutkan jika paklaring adalah surat keterangan yang menyatakan seseorang pernah bekerja pada suatu perusahaan dengan posisi tertentu dan jangka waktu tertentu.

    Surat paklaring dibuat oleh HRD perusahaan. Dengan kata lain, surat ini tidak dibuat secara sembarangan, harus berdasarkan sepengetahuan atasan dan pihak HRD terkait.

    Secara sederhana, surat paklaring dapat diartikan sebagai salah satu bukti resmi yang mengkonfirmasi jika seseorang sebelumnya pernah bekerja di sebuah perusahaan.

    Umumnya, dokumen ini digunakan sebagai syarat melamar kerja, melanjutkan studi melalui beasiswa, sampai dengan persyaratan untuk mengajukan pinjaman ke perusahaan pembiayaan maupun lembaga keuangan non bank.

    Perbedaan Paklaring dengan Surat Keterangan Kerja dan Surat Rekomendasi Kerja

    Meskipun terkesan memiliki pengertian yang sama, surat paklaring adalah surat yang berbeda dengan surat keterangan kerja atau pun surat rekomendasi kerja.

    Hal ini bisa dengan mudah Anda kenali dari tujuan pembuatannya. Dimana surat paklaring sengaja dibuat dengan maksud menyatakan jika seseorang pernah bekerja di suatu perusahaan.

    Sedangkan surat keterangan kerja adalah surat yang menyatakan jika seorang karyawan masih aktif bekerja di suatu perusahaan dan namanya benar-benar tercantum dalam perusahaan tersebut.

    Sebagaimana yang disebutkan pada pasal 1602y Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) dimana setiap perusahaan diwajibkan untuk memberikan surat keterangan terkait pekerjaan karyawan, baik itu dimintai secara langsung maupun tidak.

    Terakhir yakni perbedaannya dengan surat rekomendasi kerja. Surat ini dibuat langsung oleh atasan atau pejabat tertentu atas permintaan karyawan. Di dalamnya berisikan informasi mengenai kelebihan dan kekurangan karyawan tersebut. Surat ini umumnya digunakan untuk melamar kerja atau mengajukan program beasiswa.

    5 Fungsi Paklaring

    Saat mendengar kata paklaring, umumnya orang-orang akan menyimpulkan jika surat tersebut bisa digunakan untuk mencairkan BPJS Ketenagakerjaan dan sebagai persyaratan melamar pekerjaan. Hal tersebut benar adanya. Namun, surat paklaring adalah dokumen penting yang bisa juga digunakan untuk hal penting lainnya, sebagaimana yang kami uraikan di bawah ini. 

    1. Melamar Pekerjaan di Perusahaan Lain

    Banyak perusahaan menggunakan surat paklaring sebagai salah satu syarat melamar kerja. Terutama bagi mereka yang memiliki jabatan sebagai supervisor atau di atasnya. Oleh karenanya, saat Anda berencana untuk mengajukan resign, pastikan untuk mengajukan surat paklaring, ya! Karena surat ini biasanya digunakan untuk menilai kualitas dan kapasitas calon pekerja.

    2. Mengurus Pencairan Dana BPJS Ketenagakerjaan

    Seperti yang sudah disebutkan di awal, surat paklaring merupakan dokumen penting yang digunakan untuk mencairkan dana JHT atau Jaminan Hari Tua, Anda perlu melampirkan surat paklaring mulai dari fotokopiannya yang sudah dilegalisir sampai dengan menunjukan surat aslinya. Tanpa adanya dokumen ini, proses pencairan yang ada akan terancam tertunda.

    3. Mengajukan Pinjaman

    Paklaring menjadi salah satu persyaratan pengajuan pinjaman di beberapa institusi keuangan. Hal ini dimaksudkan untuk menjadi penjamin jika calon debitur memiliki penghasilan tetap dan menghindari kredit macet. Dokumen ini biasanya diminta bersamaan dengan slip gaji.

     

    Baca Juga: Kredit Macet : Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

     

    4. Mengajukan Kartu Kredit

    Sama halnya dengan mengajukan pinjaman, dalam membuat kartu kredit Anda juga akan dimintai surat keterangan kerja atau paklaring sebagai dokumen pendukung untuk meyakinkan pihak bank jika Anda mampu membayar tagihan bulanan.

    5. Melamar Beasiswa

    Siapa sangka jika melamar beasiswa membutuhkan paklaring? Ternyata dokumen yang satu ini dibutuhkan untuk mengajukan beasiswa profesional. Misalnya melalui program beasiswa pemerintah luar maupun dalam negeri dan pihak swasta terkemuka. Selain itu, Anda juga akan dimintai surat referensi melalui atasan Anda.

    Syarat Membuat Paklaring

    Anda dapat memperoleh surat paklaring jika sudah memenuhi beberapa persyaratan berikut ini.

    1. Minimal Kerja 1 Tahun

    Paklaring hanya bisa diberikan jika karyawan yang bersangkutan sudah bekerja selama 1 tahun. Karyawan dengan masa kerja kurang dari 1 tahun dianggap belum memenuhi kriteria ini. Hal ini juga selaras dengan etika dalam berkarir.

    2. Resign Secara Baik-Baik

    Selain sebagai bukti sah bahwa Anda pernah bekerja di suatu perusahaan, surat paklaring dapat berfungsi sebagai surat rekomendasi atau referensi dari perusahaan lama. Maka dari itu, pastikan Anda resign secara baik-baik.

    3. Penuhi Segala Kewajiban Sebelum Resign

    Surat paklaring adalah dokumen resmi yang tidak dikeluarkan secara sembarangan, Anda perlu memenuhi segala persyaratan dan kewajiban yang ada sebelum dapat memperolehnya. Oleh karena itu, pastikan untuk menyelesaikan apa yang menjadi kewajiban Anda, mulai dari mengerjakan pekerjaan sampai dengan mengirimkan surat resign, baru setelahnya Anda bisa meminta dokumen ini.

    Cara Meminta Paklaring Ke HRD

    Untuk mendapatkan surat paklaring sebetulnya cukuplah mudah. Anda bisa memperolehnya dengan cara meminta langsung ke HRD atau dengan cara mengirim email. Jika Anda ingin memintanya melalui email berikut contoh format pengajuan paklaring melalui email.

     

    To: [email protected]

    Cc: [email protected]

    Subject: Permohonan Surat Paklaring Kerja

     

    Dengan hormat,

     

    Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

    Nama:

    Jabatan:

    Alamat:

    Tempat, Tanggal Lahir:

    Posisi Terakhir:

     

    Bermaksud untuk mengajukan surat paklaring dari PT ____ (isi dengan nama perusahaan Anda) di mana surat tersebut akan saya gunakan untuk kepentingan _____ (isi sesuai tujuan Anda).

    Dengan diterimanya surat paklaring tersebut, saya menyatakan bahwa saya telah memenuhi segala pekerjaan dan kewajiban saya di PT (si dengan nama perusahaan Anda).

    Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

     

    Hormat saya,

    (nama dan tanda tangan)

    Cara Membuat Paklaring

    Jika saat ini Anda bekerja sebagai seorang HRD dan belum mengetahui cara membuat surat paklaring, berikut ini beberapa komponen yang wajib ada di dalamnya.

    Adanya bagian ini berfungsi untuk menunjukan surat yang dikeluarkan bersifat resmi dari perusahaan tempat Anda bekerja.

    Masukan nama beserta alamat perusahaan dengan lengkap.

    Bagian ini dicantumkan di bagian tengah atas surat.

    Cantumkan nomor surat sebagai arsip dan untuk memudahkan pelacakan surat.

    Pernyataan resmi jika karyawan tersebut pernah bekerja di perusahaan dengan posisi dan rentan waktu tertentu. Bahasa yang digunakan pada bagian ini bisa menggunakan bahasa baku maupun tidak baku. Namun, alangkah baiknya jika surat paklaring yang ditulis menggunakan bahasa baku.

    Berisikan mengenai tujuan dibuatnya surat paklaring. Bagian ini dibuat sejelas-jelasnya, seperti dijelaskan tujuannya untuk melamar pekerjaan, sebagai persyaratan mengajukan beasiswa S2, dan lain sebagainya. Setelah itu, surat yang ada dilengkapi dengan tanda tangan dan cap basah dari atasan.

    Contoh Paklaring

    Penasaran bagaimana bentuk surat paklaring? Berikut ini adalah beberapa contoh surat paklaring yang kami ambil dari sumber terpercaya.

    1. Contoh Surat Paklaring Dalam Bahasa Indonesia

    paklaring adalah

    paklaring adalah

    paklaring adalah

    2. Contoh Surat Paklaring Dalam Bahasa Inggris (English Version)

    paklaring adalah

    paklaring adalah

    Sobat BFI, demikian bahasan mengenai surat paklaring. Harapannya, semoga dengan adanya informasi ini Anda bisa lebih memahami apa itu surat paklaring, fungsinya, serta cara membuatnya.

    Berencana untuk membuka bisnis sendiri? Ajukan pinjaman usaha ke BFI Finance! Solusi terpercaya segala kebutuhan finansial Anda!
     

    BFI Finance adalah perusahaan yang melayani pinjaman multiguna jaminan bpkb motorbpkb mobil, dan sertifikat rumah atau ruko

  • judi

    Rekening Koran Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Mendapatkannya


    Kata rekening koran adalah kata yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang. Kata ini merujuk pada sebuah istilah perbankan yang memiliki arti laporan transaksi pada suatu rekening dalam kurun waktu tertentu.

    Rekening koran banyak dijadikan sebagai salah satu persyaratan administrasi untuk berbagai hal. Misalnya untuk peminjaman modal usaha, kredit mobil, pengajuan pembuatan VISA, dan masih banyak lagi.

    Lantaran fungsinya yang cukup krusial, laporan koran perlu Anda pahami agar memudahkan Anda untuk mengurusnya di kemudian hari.

    Sobat BFI, yuk kita pahami istilah yang satu ini. Simak baik-baik artikel berikut ini, ya!

    Apa Itu Rekening Koran?

    Rekening koran adalah ringkasan transaksi keuangan secara menyeluruh yang menampilkan transaksi keuangan pada suatu rekening dalam periode tertentu. Dengan adanya rekening koran, nasabah atau pemilik rekening dapat memantau seluruh transaksi yang ada pada rekening mereka setiap saat serta memastikan jika setiap transaksi yang dilakukan sudah tercatat dengan benar.

    Rekening koran berlaku untuk jenis rekening individu maupun rekening badan usaha. Dokumen ini umumnya dicetak oleh pihak bank dalam periode tertentu seperti tiga atau enam bulan. Untuk memperolehnya pun terbilang mudah. Anda bisa mendapatkannya dengan mengunjungi bank terdekat atau mengunduh rekening koran secara online di website bank ataupun mobile banking.

    6 Bagian Penting Pada Rekening Koran

    Setidaknya ada 6 bagian penting yang ada pada rekening koran. Keenam bagian rekening koran adalah informasi bank, informasi terkait perusahaan atau pemilik akun, tanggal periode, ringkasan akun, serta ringkasan transaksi. Untuk lebih jelasnya, simak uraian di bawah ini.

    1. Informasi Bank

    Pada bagian informasi bank, sejumlah informasi yang dimuat berupa nama bank, alamat, dan nomor telepon CS (customer service). Informasi ini sengaja ditampilkan untuk memudahkan penyesuaian laporan keuangan (rekonsiliasi) jika didapati kesalahan transaksi ataupun salah cetak.

    2. Informasi Terkait Perusahaan atau Bisnis

    Seperti halnya informasi Bank, bagi Anda yang memiliki rekening bisnis atau perusahaan, pada bagian rekening koran akan Anda dapati sejumlah informasi yang mencantumkan keterangan mengenai bisnis Anda. Seperti nama bisnis, nama pemilik bisnis, alamat, dan nomor telepon.

    3. Informasi Akun/Pemilik Rekening

    Pada bagian ini informasi yang ditampilkan berupa informasi dasar seperti nama pemilik rekening dan nomor rekening.

    4. Tanggal Periode (Sesuai dengan Periode yang Dipilih)

    Tanggal periode adalah tanggal yang tercantum pada setiap periode penerbitan rekening koran yang ada. Misalnya Anda mencetak rekening koran di bulan Januari, maka periode yang ditampilkan selama satu bulan terakhir adalah bulan Desember.

    5. Ringkasan Akun

    Ringkasan akun berisikan informasi mengenai saldo dari awal sampai akhir periode, total deposito, total penarikan.

    6. Ringkasan Transaksi

    Terakhir yaitu ringkasan transaksi. Bagian ini menampilkan daftar transaksi yang terjadi selama satu periode sesuai dengan periode yang telah Anda tentukan dan ditentukan secara kronologis (berurutan). Setiap transaksi yang ada disusun berdasarkan tanggal, deskripsi, jumlah nominal, serta saldo setelah transaksi.

    6 Fungsi Rekening Koran

    Selain mampu menampilkan segala transaksi yang ada pada rentan waktu tertentu, rekening koran juga memiliki fungsi krusial lainnya yang sebaiknya Anda ketahui. Apa saja fungsi tersebut?

    1. Menampilkan Segala Bentuk Transaksi yang Ada

    Fungsi paling umum dari adanya rekening koran adalah sebagai bukti transaksi pada periode tertentu. Rekening koran akan menampilkan seluruh transaksi yang terjadi pada rentan waktu yang Anda pilih.

    Banyak orang dengan sengaja atau secara rutin mencetak rekening koran untuk meminimalisir terjadinya tindak kejahatan seperti penyalahgunaan rekening dan sebagainya. Sebab, jika hal tersebut terjadi, pihak nasabah atau pemilik rekening bisa melaporkannya secara langsung kepada pihak bank untuk kemudian diproses lebih lanjut.

    2. Sebagai Bukti Hukum

    Zaman sudah semakin modern dan serba canggih. Tidak sedikit pihak yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja mencari celah untuk melakukan tindak kejahatan. Misalnya melalui pemalsuan bukti transfer atau berpura-pura tidak menerima uang yang telah dikirim.

    Dengan adanya rekening koran, Anda bisa sedikit lebih lega karena memiliki bukti sah dari setiap transaksi keuangan yang terjadi. Dokumen ini juga dapat dijadikan salah satu barang bukti yang memungkinkan untuk diproses secara hukum.

    3. Sebagai Persyaratan Mengajukan Pinjaman

    Mayoritas lembaga keuangan non bank atau bank menjadikan rekening koran sebagai salah satu syarat wajib dalam mengajukan pinjaman. Misalnya jenis pinjaman dengan jaminan BPKB Kendaraan atau sertifikat rumah, KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), KTA (Kredit Tanpa Agunan), KBB (Kredit Kendaraan Bermotor), dan jenis kredit multiguna lainnya.

    Aturan ini dengan sengaja ditetapkan untuk memastikan jika finansial calon debitur termasuk dalam kategori sehat dan memiliki kemampuan dalam melunasi cicilan yang ada.

    Di samping itu, rekening koran juga dapat dijadikan sebagai bukti jika calon debitur yang bersangkutan memang bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan. Hal ini dapat terlihat secara jelas melalui arus masuk yang mengatasnamakan perusahaan.

    Banyak lembaga keuangan atau perusahaan pembiayaan yang bergerak di sektor permodalan lebih menyukai peminjam yang bekerja sebagai karyawan di suatu perusahaan karena memiliki pemasukan yang stabil sehingga berpeluang melunasi cicilan tepat waktu dan menghindari kemungkinan gagal bayar.

     

    Baca Juga: Syarat Gadai BPKB Motor dan Hal Penting yang Harus Dipertimbangkan

     

    4. Persyaratan Pengajuan VISA

    Saat Anda hendak membuat VISA, rekening koran menjadi salah satu persyaratan yang perlu Anda lampirkan. Pasalnya, rekening koran yang ada dapat membuktikan bahwa Anda memiliki dana yang cukup untuk menjamin kondisi finansial Anda selama berada di negara tujuan. 

    5. Ikut Lelang

    Tertarik mengikuti lelang? Jangan lupa untuk melampirkan rekening koran, ya! Dokumen ini dijadikan salah satu persyaratan ikut lelang untuk membuktikan jumlah saldo yang ada pada rekening Anda mencukupi.

    6. Audit Keuangan Perusahaan

    Kehadiran rekening koran sangatlah penting dalam operasional suatu bisnis, khususnya untuk mencocokan transaksi keuangan yang ada. Bilamana terjadi kesalahan pencatatan, Anda bisa mengajukan rekonsiliasi kepada pihak bank.

    Perbedaan Rekening Koran dengan Mutasi Rekening Tabungan

    Banyak orang yang sering menganggap jika rekening koran dan rekening tabungan adalah dua hal yang sama. Padahal, keduanya cukup berbeda. Berikut ini beberapa perbedaan yang ada pada keduanya.

    1. Informasi yang Disajikan

    Informasi yang terdapat pada rekening koran adalah informasi yang lebih terperinci dengan jangka waktu yang relatif panjang. Sedangkan mutasi rekening umumnya hanya menampilkan transaksi dalam kurun waktu 7 sampai 14 hari ke belakang.

    2. Kemudahan dalam Mengaksesnya

    Rekening koran bisa Anda dapatkan dengan cara mengajukannya secara langsung ke pihak bank maupun website resmi. Sedangkan mutasi rekening bisa dengan mudah Anda dapatkan melalui ATM, Mobile Banking, maupun website dan prosesnya pun lebih singkat dan mudah.

    3. Biaya yang Dikenakan

    Untuk mendapatkan rekening koran ada sejumlah biaya administrasi yang perlu Anda bayarkan ke pihak bank. Sedangkan untuk mutasi rekening bisa Anda dapatkan secara cuma-cuma alias GRATIS.

     

    Baca Juga: Syarat Gadai BPKB Motor dan Hal Penting yang Harus Dipertimbangkan

     

    Syarat Mendapatkan Rekening Koran

    Rekening koran adalah dokumen yang tidak bisa Anda dapatkan secara sembarangan. Ada sejumlah persyaratan yang perlu yang Anda lengkapi terlebih dahulu. Berikut ini persyaratan lengkapnya.

    1. Buku Tabungan Asli

    2. e-KTP atau Kartu Pengenal Lainnya Seperti NPWP, KK, atau pun SIM

    3. Kartu Debit

    4. Biaya Cetak Rekening Koran

    Melansir dari berbagai sumber, biaya cetak rekening koran ditentukan dari bank tujuan Anda.

    • Bank BCA: Rp 2.500/Lembar.

    • Bank BRI: Rp 25.000/Lembar dengan Periode yang Ditampilkan Mencapai 12 Bulan.

    • Bank BNI: Rp 2.500 – Rp 3.000 Per Lembar.

    • Bank Mandiri: Rp 2.500/Lembar Untuk Transaksi 3 Bulan Terakhir dan Rp 5.000/Lembar Untuk Transaksi 6 Bulan Terakhir.

    • Bank Permata: Rp 10.000/Lembar.

    • Bank Syariah Indonesia: Rp 3.500/Lembar.

    Cara Mendapatkan Rekening Koran Via Customer Service

    Rekening Koran Adalah

    Image Source: Pexels/RODNAE Production

    Cetak rekening koran dapat dilakukan dengan dua cara, yakni dengan berkunjung langsung ke bank dan yang kedua melalui internet banking. Adapun cara mendapatkan rekening koran melalui bank sebagai berikut.

    1. Kunjungi kantor cabang bank terdekat

    2. Sampaikan maksud dan tujuan Anda ke petugas atau satpam

    3. Ambil nomor antrian

    4. Tunggu sampai nomor antrian Anda dipanggil oleh bagian Customer Service

    5. Bagian CS akan meminta persyaratan dokumen yang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebutkan periode rekening koran yang Anda butuhkan

    6. Tunggu sebentar sampai rekening koran tercetak

    7. Lakukan pembayaran sesuai dengan tarif yang telah ditentukan

    Cara Mendapatkan Rekening Koran Via Internet Banking

    Berikut ini cara mendapatkan rekening koran melalui internet banking berdasarkan bank yang Anda pilih.

    1. Cara Cetak Rekening Koran di Bank BCA

    Ada dua cara yang bisa Anda pilih untuk mendapatkan rekening koran Bank BCA secara online. Pertama yaitu melalui klikBCA dan yang kedua melalui myBCA. Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk melakukan pengecekannya.

    Cek Rekening Koran di klikBCA

    • Lakukan login di website resmi Bank BCA

    • Masukan user dan password Anda

    • Pilih menu ‘e-statement’ pada dashboard

    • Lalu klik ‘Rekening Kamu’

    • Tentukan periode transaksi yang Anda inginkan

    • Setelah itu klik ‘Download’

    • Rekening koran akan otomatis terdownload dalam format PDF

    Cek Rekening Koran di myBCA

    • Buka aplikasi myBCA Anda

    • Lakukan login dengan cara memasukan user dan BCA ID dan password Anda

    • Pilih rekening BCA yang ingin Anda lakukan pengecekan

    • Selanjutnya masuk ke menu ‘e-statement’

    • Pilih periode rekening koran yang Anda inginkan

    • Klik ‘Tampilkan’

    • Klik ‘Download’ lalu pilih Drive untuk menampilkan file PDF

    • Selanjutnya rekening koran akan ditampilkan pada Drive Anda

    • Klik titik tiga pada bagian pojok file lalu pilih ‘Download’ atau ‘Unduh’ untuk menyimpan file PDF pada perangkat Anda

    2. Cara Cetak Rekening Koran di Bank BRI

    • Kunjungi situs https://ib.bri.co.id/ib-bri/

    • Masukan user ID, password, dan kode validasi yang ada pada laman web

    • Klik ‘Masuk’

    • Pilih ‘Rekening’

    • Lalu pilih ‘Mutasi Rekening’

    • Pilih jenis rekening

    • Tentukan periode transaksi yang ingin Anda unduh

    • Rekening koran akan ditampilkan pada layar Anda

    • Unduh file dan simpan pada perangkat Anda

    3. Cara Cetak Rekening Koran di Bank BNI

    • Kunjungi situs resmi Bank BNI di https://ibank.bni.co.id/

    • Masukan user ID, password, dan kode verifikasi

    • Klik login

    • Kemudian pilih ‘Mutasi Rekening’

    • Tentukan periode rekening koran yang ingin Anda cetak

    • Rekening koran akan ditampilkan pada layar Anda

    • Klik gambar print lalu simpan file pada perangkat Anda

    4. Cara Cetak Rekening Koran di Bank Mandiri

    • Kunjungi laman resmi Bank Mandiri di https://ibank.bankmandiri.co.id/retail3/

    • Masukan user ID dan password

    • Klik ‘Masuk’

    • Pilih menu ‘Informasi Rekening’

    • Pilih ‘Rekening Mandiri Online’

    • Selanjutnya klik ‘Mutasi Rekening’

    • Tentukan periode rekening koran yang ingin ditampilkan

    • Rekening koran yang Anda minta akan ditampilkan pada layar Anda

    • Kemudian klik tombol unduh untuk menyimpan rekening koran pada perangkat Anda

    Sobat BFI, itulah tadi pembahasan terkait rekening koran. Bilamana Anda berencana untuk mencetaknya secara mandiri, pastikan Anda mengikuti langkah yang ada dengan benar dan selalu waspadai tindakan mencurigakan dari pihak manapun yang mengatasnamakan bank.

    Butuh pinjaman dana cepat untuk penuhi berbagai kebutuhan Anda? Ajukan pembiayaan di BFI Finance!

    Kami hadir menawarkan solusi serta kemudahan untuk berbagai masalah keuangan. Antara lain modal usaha, biaya pendidikan anak, sampai dengan gaya hidup.

     

    BFI Finance adalah perusahaan yang melayani pinjaman multiguna jaminan bpkb motorbpkb mobil, dan sertifikat rumah atau ruko

     

  • judi

    Perencanaan Usaha: Pengertian, Tujuan, Komponen, dan Tahapannya


    Perencanaan usaha penting untuk dilakukan sebelum memulai bisnis. Hal ini dianggap sangat penting karena menyangkut kesuksesan bisnis Anda dalam jangka panjang.

    Oleh karenanya, perencanaan ini tidak boleh dibuat asal-asalan. Sebagai pelaku usaha Anda perlu membuatnya secara terperinci dan sistematis.

    Nah, kira-kira apa saja perencanaan usaha yang perlu Anda siapkan dan bagaimana cara membuatnya? Mari kita simak penjelasannya di artikel yang satu ini.

    1. Pengertian Perencanaan Usaha

    Perencanaan usaha adalah sebuah proses pembuatan strategi untuk menjalankan sebuah bisnis. Strategi ini berperan sebagai action plan dan roadmap bisnis dari awal sampai akhir.

    Di dalam perencanaan tersebut terdapat beberapa bagian yang cukup krusial meliputi tujuan dan strategi bisnis, identifikasi sumber daya yang dibutuhkan, cara mengelola sumber daya tersebut, sampai dengan strategi pemasaran dan evaluasi bisnis.

    2. 7 Tujuan Perencanaan Usaha

    Dilansir dari berbagai sumber yang ada, perencanaan usaha tidak terlepas dari berbagai tujuan penting yang turut andil dalam keberhasilan bisnis Anda. Diantaranya sebagai berikut: 

    2.1 Perencanaan Pendirian Bisnis

    Tujuan pertama adanya perencanaan usaha yakni sebagai guideline untuk membantu Anda dalam menentukan apa yang ingin dicapai, sekaligus menjadi panduan dalam mengambil keputusan saat menghadapi berbagai masalah atau rintangan yang ada. 

    Nantinya, masalah tersebut akan dipilah berdasarkan kategori dan golongan, sehingga penyelesaiannya bisa lebih efektif dan tidak melebar ke ranah yang lain.

    2.2 Menentukan Visi dan Misi

    Visi dan misi suatu bisnis umumnya dibuat di awal sebelum bisnis tersebut berjalan. Melalui perencanaan bisnis, usaha yang Anda jalankan bisa lebih terarah dan terfokus pada tujuan yang ingin diraih sesuai visi dan misi yang dipegang.

    2.3 Perencanaan Pengembangan Bisnis

    Perencanaan usaha tidak terbatas pada menentukan tujuan dan strategi penjualan. Akan tetapi, melalui perencanaan yang ada ini Anda akan turut mempersiapkan perencanaan pembengan bisnis Anda di masa depan.

    Sebagai contoh, strategi yang dibuat nantinya mampu menguasai pangsa pasar dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan atau melakukan ekspansi bisnis di berbagai kota di Indonesia.

    2.4 Meminimalkan Risiko Kegagalan

    Risiko bisnis sangat mungkin terjadi pada para pelaku usaha, tanpa terkecuali mereka yang pernah terjun ke dunia bisnis sebelumnya. Nah, dari sinilah peran perencanaan usaha dibutuhkan untuk meminimalkan risiko kegagalan dan bagaimana mengatasi tantangan yang ada sebagai peluang bisnis.

    2.5 Menganalisa Pasar dan Kompetitor

    Dengan adanya perencanaan yang matang akan lebih mudah untuk Anda dalam memasuki pasar dan melakukan analisis terhadap kompetitor atau pemain bisnis di ranah yang sama. Dengan begini, akan lebih mudah buat Anda memahami keinginan konsumen dan menguasai pasar.

    2.6 Memperoleh Laba atau Keuntungan yang Lebih Banyak

    Tujuan utama suatu bisnis tentu saja memperoleh keuntungan dari setiap penjualan atau penawaran yang dilakukan. Perencanaan usaha berperan penting dalam menentukan strategi penjualan yang sesuai dan mampu menarik lebih banyak konsumen.

    2.7 Memprediksi Hasil Bisnis

    Selain keenam tujuan di atas, adanya perencanaan ini dapat membantu Anda untuk memprediksi hasil bisnis, seperti keuntungan, laba rugi, cashflow, dan lain sebagainya.

    3. Tahap Perencanaan Usaha

    Saat akan membuat perencanaan usaha, ada beberapa tahapan yang perlu Anda dipenuhi agar perencanaan tersebut sesuai dengan kebutuhan operasional bisnis Anda. Adapun tahapannya sebagai berikut.

    Perencanaan Usaha

    Image Source: Pexels/Christina Morillo

    3.1 Lakukan Analisa Pasar

    Hal pertama yang perlu Anda lakukan dalam tahap perencanaan adalah melakukan analisa pasar. Analisa pasar adalah sebuah tindakan untuk mempelajari berbagai masalah yang ada sesuai dengan pangsa pasar yang telah ditentukan.

    Jadi, pastikan Anda sudah menentukan produk atau jasa yang akan ditawarkan sebelum terjun ke lapangan untuk melakukan analisa pasar dan kompetitor.

    3.2 Hitung Biaya Produksi

    Menghitung biaya produksi dapat membantu Anda untuk memperkirakan besaran modal yang dibutuhkan dalam menjalankan sebuah bisnis. Carilah informasi selengkap-lengkapnya terkait bahan baku sampai dengan biaya produksi untuk bisnis Anda.

    Biaya produksi umumnya dibedakan menjadi dua jenis. Pertama yakni biaya tetap (biaya investasi) dan yang kedua adalah biaya variabel.

    Biaya investasi merupakan sejumlah biaya yang perlu Anda siapkan untuk memulai bisnis. Jumlahnya sendiri relatif besar karena Anda perlu membeli berbagai kebutuhan untuk operasional bisnis Anda dalam jangka waktu yang cukup lama.

    Sedangkan untuk biaya variabel atau pengeluaran tidak tetap merupakan biaya habis pakai dengan jumlah nominal yang dapat berubah-ubah, bergantung dari jumlah produksi dan faktor lainnya yang turut mempengaruhi.

    3.3 Hitung Pendapatan

    Mencatat arus kas masuk dan keluar adalah hal krusial yang tidak boleh Anda sepelekan. Hitung semua pendapatan yang ada untuk memperkirakan keuntungan yang Anda peroleh dan menentukan strategi atau langkah kedepannya.

    3.4 Hitung Hasil Usaha

    Hasil usaha dapat dihitung setelah pendapatan dan biaya lainnya Anda ketahui. Adanya perhitungan ini akan memperlihatkan laporan laba rugi dari usaha yang Anda jalankan. Anda juga bisa mengetahui apakah di kondisi sekarang membutuhkan tambahan dana atau justru perlu dikurangi.

    4. 8 Komponen Perencanaan Usaha

    Setelah Anda memahami alur perencanaan usaha, selanjutnya Anda perlu memahami komponen apa saja yang ada. Dikutip dari berbagai sumber, setidaknya ada 8 komponen perencanaan usaha yang perlu Anda ketahui, antara lain sebagai berikut.

    4.1 Deskripsi Usaha

    Komponen pertama yaitu deskripsi usaha. Deskripsi usaha diperlukan untuk dapat menjelaskan usaha apa yang akan Anda jalankan sekaligus memberikan gambaran luas terkait ide usaha yang Anda miliki.

    Jadi, nantinya para pemangku kepentingan seperti calon investor, mitra usaha, dan lain sebagainya bisa lebih mudah untuk memahami konsep bisnis yang akan Anda jalankan.

    4.2 Strategi Marketing

    Kedua yaitu strategi marketing. Komponen ini berperan penting untuk mempelajari kelebihan dan kekurangan yang ada pada kompetitor. Dengan begitu Anda bisa mencari tahu peluang apa yang bisa Anda lakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar dan mencari lebih banyak peluang.

    4.3 Riset Pasar

    Riset pasar merupakan komponen perencanaan usaha yang dapat membantu pelaku usaha untuk memahami keinginan konsumen terkait selera dan produk yang dibutuhkan.

    Dengan melakukan riset pasar Anda dapat mengetahui segmentasi pasar yang akan Anda masuki dengan lebih baik lagi.

     

    Baca Juga: Riset Pemasaran: Definisi, Tujuan, dan Cara Melakukannya

     

    4.4 Implementasi Pada Proses Produksi

    Saat ketiga hal diatas sudah berhasil Anda lakukan, selanjutnya yakni mengimplementasikan hasil riset dan perencanaan yang Anda buat, termasuk diantaranya menerapkan rencana bisnis dan memantau kinerja bisnis untuk memastikan bahwa bisnis berkembang sesuai dengan rencana.

    4.5 Pemantauan Produk

    Perhatikan bagaimana produk dan jasa yang Anda buat diterima dengan baik atau tidak oleh konsumen. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi kekurangan yang ada dan memaksimalkan penjualan.

     

    Baca Juga: Branding Adalah: Pengertian, Jenis, dan Tips Melakukannya

     

    4.6 Manajemen Operasional

    Perencanaan usaha tidak terlepas dari manajemen operasional yang meliputi pengaturan perataan, penggunaan dan pengelolaan bahan baku, proses produksi, sampai dengan pemilihan SDM yang berkualitas untuk keberlangsungan manajemen usaha yang efisien.

    4.7 Perencanaan Keuangan

    Estimasi biaya perlu Anda perhitungkan untuk memulai sebuah bisnis. Adanya perencanaan keuangan ini turut andil dalam memudahkan Anda untuk mengetahui besaran modal, laba rugi, dan hal lainnya yang menyangkut keuangan.

     

    Baca Juga: 5 Manfaat Pinjaman Modal Usaha dan Cara Mudah Mendapat Modal

     

    4.8 Evaluasi

    Komponen perencanaan usaha yang terakhir adalah melakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk meninjau kesiapan perencanaan yang Anda buat.

    Jika evaluasi yang ada dirasa telah sesuai menghasilkan hasil yang positif, maka besar kemungkinan selama proses pelaksanaannya akan berjalan dengan baik dan membawa keuntungan yang besar.

    Sobat BFI, itulah informasi sekilas mengenai perencanaan usaha. Membuat sebuah strategi memanglah tidak mudah namun menjalankan usaha tanpa adanya perencanaan yang matang akan membuat Anda merasa kesulitan di kemudian hari.

    Mau punya usaha sendiri namun terhalang oleh modal? Jangan risau, ajukan pinjaman modal di BFI Finance saja! Prosesnya mudah dan cepat, dapatkan pencairan dana hingga 85% dari aset yang dijaminkan jika persyaratan lengkap.

     

    BFI Finance adalah perusahaan yang melayani pinjaman multiguna jaminan bpkb motorbpkb mobil, dan sertifikat rumah atau ruko

     

    Pastikan untuk tetap up to date terkait informasi seputar bisnis, pinjaman, gaya hidup, dan lainnya di BFI Blog. Salam bisnis!

  • judi

    Mutasi Rekening Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Cek


    Pernah mendengar kata ‘Mutasi Rekening’? Banyak dari kita mungkin sudah tidak asing dengan istilah perbankan yang satu ini ya.

    Seperti halnya dengan rekening koran, mutasi rekening adalah salah satu dokumen penting yang harus Anda miliki sebagai salah satu kelengkapan persyaratan. Mulai dari pengajuan pinjaman dana tunai, pengajuan VISA, sampai dengan dokumen pelaporan pajak.

    Apapun itu kepentingannya, tidak ada salahnya untuk mengetahui lebih lanjut terkait mutasi rekening, mulai dari pengertian, fungsi, sampai dengan cara cek mutasi rekening yang bisa dilakukan melalui berbagai cara. Mari kita simak selengkapnya di sini.

    1. Apa Itu Mutasi Rekening?

    Mutasi rekening adalah sebuah istilah yang ada pada perbankan. Istilah ini memiliki arti daftar transaksi atau aktivitas yang terjadi pada rekening bank dalam periode tertentu, misalnya satu bulan atau satu tahun.

    Mutasi rekening memuat informasi tentang setiap transaksi yang dilakukan oleh pemilik rekening, seperti kredit, debit, serta saldo rekening yang ada pada tanggal tertentu.

    Mutasi rekening sering kali digunakan oleh nasabah bank untuk berbagai keperluan. Mulai dari melakukan pengecekan keuangan, memastikan segala transaksi yang dilakukan telah tercatat dengan benar, sampai dengan menjadi bukti laporan keuangan untuk keperluan audit, pelaporan pajak, atau pengajuan kredit di perusahaan pembiayaan.

     

    Baca Juga: Rekening Koran Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Mendapatkannya

     

    2. 6 Fungsi Mutasi Rekening Bank

    Fungsi utama mutasi rekening adalah untuk memberikan informasi terperinci terkait aktivitas keuangan yang ada di rekening bank Anda.

    Adapun fungsi penting lainnya dari mutasi rekening adalah sebagai berikut.

    2.1. Memantau Keuangan (Monitoring)

    Kehadiran mutasi rekening dapat membantu Anda untuk memeriksa transaksi keuangan yang ada pada rekening secara teratur, memungkinkan Anda untuk memastikan uang yang masuk dan keluar telah sesuai dan valid.

    2.2. Bukti Transaksi Keuangan

    Jika ada kesalahan dalam transaksi seperti salah memasukkan nomor rekening, mutasi rekening dapat membantu Anda mengidentifikasi kesalahan tersebut sehingga bisa segera diperbaiki.

    2.3. Mengelola Keuangan 

    Adanya mutasi rekening dapat memudahkan Anda dalam mengelola keuangan. Sebab, dengan mengecek mutasi rekening secara berkala Anda dapat mengetahui segala transaksi keuangan yang terjadi pada periode tertentu.

    Dari adanya perincian data tersebut, Anda bisa melakukan refleksi diri terhadap cara Anda membelanjakan uang dan membuat resolusi keuangan yang lebih baik lagi.

     

    Baca Juga: 8 Resolusi Keuangan Untuk Tahun 2023 yang Lebih Baik!

     

    2.4. Menjaga Keamanan

    Dengan memeriksa mutasi rekening secara berkala, Anda dapat mendeteksi segala bentuk transaksi yang mencurigakan dan berbagai tindakan kriminal lainnya.

    2.5. Syarat Pengajuan Pinjaman

    Mutasi rekening adalah salah satu persyaratan yang perlu Anda lampirkan pada saat ingin mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan non bank maupun bank. Dengan melampirkan bukti mutasi sesuai dengan periode yang telah ditentukan, proses pengajuan pinjaman dapat berjalan dengan lancar.

    2.6. Syarat Pengajuan VISA

    Saat akan membuat VISA, mutasi rekening kerap kali dijadikan salah satu persyaratan wajib yang harus Anda lampirkan. Hal ini dibutuhkan untuk memastikan bahwa Anda memiliki dana yang cukup untuk menjamin kondisi finansial selama Anda berada di negara tujuan.

    3. Cara Cek Mutasi Rekening Bank

    Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk cek mutasi rekening. Hal ini bergantung pada bank dan layanan perbankan yang Anda gunakan. Berikut adalah beberapa cara yang umum dilakukan untuk memeriksa mutasi rekening.

    3.1. Teller Bank

    Cara cek mutasi melalui teller bank cukuplah mudah. Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini.

    • Kunjungi kantor cabang bank terdekat

    • Sampaikan tujuan Anda pada petugas atau satpam yang berjaga

    • Anda akan diminta untuk mengambil nomor antrian CS

    • Tunggu sebentar sampai dengan nomor antrian Anda dipanggil

    • Sampaikan pada CS bahwa Anda ingin mengecek mutasi rekening sesuai dengan periode tanggal yang telah Anda tentukan

    • Pihak CS akan memproses permintaan Anda

    3.2. ATM

    Mutasi rekening dapat Anda cek menggunakan mesin ATM dengan cara sebagai berikut.

    • Masukan kartu ATM Anda pada mesin ATM

    • Masukan pin kartu Anda

    • Pada layar yang ditampilkan pilih menu “Mutasi Rekening” untuk melihat daftar transaksi terbaru

    • Masukan periode tanggal yang ingin ditampilkan

    • Tunggu sebentar sampai data yang Anda minta ditampilkan pada layar mesin ATM

    3.3. M-Banking

    Teknologi perbankan kini sudah semakin canggih berkat hadirnya aplikasi mobile banking yang siap sedia melayani Anda, termasuk diantaranya urusan mutasi rekening. Anda dapat mengecek mutasi di aplikasi m-banking dengan mengikuti panduan berikut ini.

    • Pastikan Anda sudah mengunduh aplikasi mobile banking sesuai bank yang Anda gunakan di Play Store atau App Store

    • Masukan username dan kata sandi

    • Pilih menu “Mutasi Rekening” pada dashboard yang ditampilkan. Menu ini umumnya bisa Anda temui di bagian informasi akun

    • Masukan periode mutasi yang ingin Anda lihat

    • Konfirmasi data yang ada dengan memasukan pin Anda

    • Tunggu sebentar sampai mutasi rekening ditampilkan pada layar

    3.4. Internet Banking

    Cara cek mutasi rekening melalui internet banking tidak berbeda jauh dengan mobile banking. Berikut tahapannya.

    • Kunjungi situs resmi bank yang Anda gunakan

    • Masukan pin dan username Anda

    • Pilih menu “Mutasi Rekening”

    • Masukan periode mutasi yang ingin Anda lihat

    • Tunggu sebentar sampai data yang Anda minta ditampilkan pada layar

    3.5. SMS Banking

    Beberapa bank turut menyediakan layanan SMS banking yang memungkinkan para nasabah untuk memeriksa mutasi rekening melalui pesan singkat. Anda cukup mengirimkan pesan dengan format tertentu ke nomor yang telah ditentukan oleh bank.

    Itulah 5 cara mengecek mutasi rekening dengan mudah dan aman. Pastikan Anda memeriksa mutasi rekening secara berkala untuk memastikan semua transaksi telah tercatat dengan benar dan tidak ada aktivitas yang mencurigakan pada rekening Anda.

    4. Perbedaan Mutasi Rekening dan Rekening Koran

    Rekening koran dan mutasi rekening adalah dua hal yang saling berkaitan dalam aktivitas perbankan. Meskipun begitu, terdapat perbedaan antara keduanya.

    4.1. Periode Mutasi

    Perbedaan yang pertama terletak pada periode mutasi yang ada. Rekening koran adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh bank yang berisi daftar transaksi yang dilakukan pada rekening nasabah dalam periode tertentu, seperti satu bulan atau satu kuartal.

    Sementara itu, mutasi rekening adalah daftar transaksi yang terjadi pada rekening nasabah dan ditampilkan dengan batasan waktu tertentu, umumnya hanya berlangsung selama 30 hari. 

    4.2. Informasi yang ditampilkan

    Rekening koran menampilkan saldo awal dan akhir rekening, kredit, debit, biaya administrasi, dan informasi lainnya yang terkait segala aktivitas keuangan pada rekening tersebut. 

    Sedangkan mutasi rekening menampilkan transaksi yang terjadi pada sebuah rekening secara singkat, seperti kredit, debit, tanggal transaksi, dan saldo rekening pada tanggal tertentu. Mutasi rekening juga dapat digunakan untuk memeriksa transaksi terbaru dan mengecek saldo rekening saat ini.

    Perbedaan utama antara rekening koran dan mutasi rekening adalah bahwa rekening koran adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh bank untuk memberikan informasi terperinci mengenai aktivitas keuangan pada rekening nasabah, sementara mutasi rekening adalah daftar transaksi yang dapat diperiksa oleh nasabah kapan saja melalui layanan perbankan seperti mobile banking dan sejenisnya.

    5. Contoh Mutasi Rekening

    Bagi Anda yang belum tahu sama sekali bagaimana rupa mutasi rekening, di bawah ini merupakan salah satu contoh dari mutasi rekening yang ada pada bank.

    Mutasi Rekening Adalah

    Image Source: rangkulteman.id

    Sobat BFI, demikian pembahasan lengkap terkait Mutasi Rekening Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Cek. Harapannya, semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

    Pinjam dana lebih mudah dan aman di BFI Finance! Dapatkan pinjaman dana hingga 85% dari aset yang dijaminkan jika persyaratan lengkap.

    Klik tautan di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

    Jaminan BPKB Mobil

    Dapatkan dana pencairan hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 4 tahun.

    Jaminan BPKB Motor

    Dapatkan pinjaman dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 24 bulan.

    Jaminan Sertifikat Rumah

    Bunga rendah mulai dari 0.9% per bulan dan tenor panjang hingga 7 tahun.

  • judi

    AJB Adalah: Pengertian, Fungsi, Cara dan Syarat Pembuatannya


    AJB adalah salah satu dokumen penting yang perlu Anda cek keasliannya saat akan melakukan transaksi jual beli properti (tanah, bangunan, dan lainnya.)

    Bukti transaksi jual beli yang satu ini sama pentingnya seperti Sertifikat IMB, Surat Hak Milik (SHM), Surat PBB, dan dokumen penting kepemilikan lainnya.

    Tanpa adanya AJB Anda akan kesulitan untuk mengurus balik nama surat tanah. Maka dari itu, mari kita pahami lebih lanjut apa yang dimaksud dengan AJB beserta poin penting lainnya di sini.

    1. Apa Itu AJB?

    Akta jual beli atau yang disingkat menjadi AJB adalah bukti sah adanya perpindahan hak atas suatu properti akibat adanya proses jual beli. Di dalamnya terdapat kesepakatan antara dua belah pihak, yakni pihak pembeli dan penjual.

    Meskipun demikian, AJB tidak dapat dikatakan sebagai dokumen resmi kepemilikan properti seperti SHM. Pasalnya, dokumen yang satu ini dikeluarkan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) bukan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

    Namun, secara teknis AJB tidak dapat dibuat secara sembarangan. Anda harus datang langsung ke kantor PPAT dan berdasarkan sepengetahuan kedua belah pihak, yakni penjual dan pembeli.

    Singkatnya, AJB adalah salah satu syarat hukum jual beli properti yang di dalamnya berisikan pernyataan jika tanah atau bangunan yang dijual dialihkan dari penjual ke pembeli.

     

    Baca Juga: Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah, Syarat, dan Cara Menghitungnya

     

    2. Fungsi Surat AJB

    AJB adalah dokumen penting yang memiliki berbagai fungsi krusial. Diantaranya sebagai berikut.

    2.1. Bukti Valid Transaksi Jual Beli

    Akta jual beli adalah bukti valid pemindahan hak kepemilikan properti secara hukum. Hal ini dapat terjadi karena AJB tidak dibuat secara sembarangan.

    2.2. Perlindungan Hukum

    AJB adalah bukti sah jual beli yang bisa Anda jadikan sebagai salah satu barang bukti jika terjadi sengketa atau perselisihan antara penjual dan pembeli.

    2.3. Syarat Mengajukan Pinjaman

    Di beberapa lembaga keuangan seperti bank, AJB seringkali dijadikan sebagai salah satu syarat pinjaman bersamaan dengan sertifikat SHM/SHGB dan dokumen pendukung lainnya sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Meskipun demikian, perlu Anda ketahui di BFI Finance AJB bukanlah salah satu syarat pengajuan pinjaman jaminan sertifikat rumah.

     

    Baca Juga: Syarat Gadai Sertifikat Rumah dan Hal Lain yang Perlu Dipertimbangkan

     

    2.4. Menghitung Besaran Pajak yang Perlu Dibayarkan

    AJB dapat juga dijadikan sebagai penentu besaran pajak yang perlu dibayarkan oleh penjual dan pembeli properti.

    3. Isi Surat AJB

    Dilansir dari brighton.co.id, AJB adalah akta jual beli yang di dalamnya berisikan beberapa komponen penting berikut ini.

    1. Waktu dan tanggal penyerahan

    2. Identitas lengkap pihak penjual dan pembeli

    3. Data lengkap terkait properti yang diperjualbelikan, seperti luas tanah, harga, dan lokasi

    4. Kop surat dari PPAT atau notaris

    5. Beberapa kesepakatan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak

    6. Tanda tangan yang dibubuhi materai oleh kedua belah pihak

    4. Syarat Membuat AJB

    Setelah Anda mengetahui apa itu akta jual beli dan komponen penting yang ada di dalamnya. Persyaratan pembuatan AJB adalah syarat yang wajib dipenuhi masing-masing pihak yang ada dalam transaksi jual beli.

    4.1 Dokumen Persyaratan Pembuatan AJB Untuk Penjual

    Berikut ini dokumen yang perlu Anda lengkapi untuk membuat AJB dari sisi penjual.

    1. Fotokopi e-KTP

    2. Fotokopi e-KTP Pasangan (Bagi yang Sudah Menikah)

    3. Fotokopi KK (Kartu Keluarga)

    4. Fotokopi Surat Nikah (Bagi Pemilik yang Sudah Berkeluarga)

    5. Sertifikat Tanah yang Asli dan Sudah Dibuktikan Keasliannya di BPN

    6. Bukti Pembayaran PBB 5 Tahun Terakhir dan STTS (Surat Tanda Terima Setoran)

    7. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang Asli (Apabila Sudah Ada Bangunan di Atas Tanah)

    8. Surat Roya (Jika Properti Sebelumnya Pernah Dijadikan Jaminan Ke Bank atau Perusahaan Pembiayaan)

    9. Surat Pernyataan Jika Properti/Tanah/ Tidak Sedang Dijadikan Jaminan

    10. Surat Persetujuan dari Pemilik Resmi/Ahli Waris/Pasangan

    4.2 Dokumen Persyaratan Pembuatan AJB Untuk Pembeli

    Berikut ini adalah dokumen persyaratan yang perlu Anda penuhi untuk pembuatan AJB dari sisi pembeli.

    1. Fotokopi e-KTP

    2. Fotokopi e-KTP Pasangan (Bagi yang Sudah Menikah)

    3. Fotokopi KK (Kartu Keluarga)

    4. Fotokopi Surat Nikah (Bagi Pemilik yang Sudah Berkeluarga)

    5. Fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

    6. Surat Keterangan WNI

    7. Bukti Pembayaran PPh 5% dari Nilai Transaksi (Opsional)

     

    Baca Juga: Tips, Jenis, dan Perhitungan Biaya Renovasi Rumah [Terbaru]

     

    4.3 Biaya Pembuatan AJB

    Biaya pembuatan AJB adalah biaya yang ditentukan berdasarkan kesepakatan nilai jual. Sedangkan untuk besarannya telah diatur dalam Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN No. 33 Tahun 2021 tentang Uang Jasa Pejabat Pembuat Akta Tanah. Dimana pada Pasal 1 disebutkan biaya pembuatan Akta Jual Beli (AJB) tidak boleh melebihi 1% dari nilai transaksi dan biaya yang ada sudah mencakup honor untuk saksi pembuatan akta.

    Selain itu biaya AJB juga disesuaikan dengan nilai transaksi yang ada, lebih jelasnya sebagai berikut.

    • ≥ Rp 500.000.000 (lima ratus juta) = Maksimal 1% X Nilai Transaksi

    • Rp 500.000.000 (lima ratus juta) – Rp 1.000.000.000 (satu milyar) = Maksimal 0,75% X Nilai Transaksi

    • > Rp 1.000.000.000 (satu milyar) – Rp 2.500.000.000 (dua setengah milyar) = Maksimal 0,5% X Nilai Transaksi

    • > Rp 2.500.000.000 = Maksimal 0,25% X Nilai Transaksi

    Contoh Kasus

    Sebagai contoh Anda membeli sebidang tanah dengan harga Rp 2.250.000.000, maka tarif maksimal biaya pembuatan AJB oleh PPAT adalah sebagai berikut.

    Rp 2.250.000.000 X 0,5% = Rp 11.250.000

    Selain biaya pembuatan AJB melalui PPAT, Anda juga perlu mengeluarkan biaya lainnya seperti:

    Oleh karenanya, pastikan Anda mempersiapkan budget yang cukup untuk mengurus biaya pembuatan AJB ya, Sobat BFI!

    5. Perbedaan Surat AJB dengan SHM dan PPJB

    Dalam transaksi jual beli tanah atau properti, umumnya kita akan mengenal istilah-istilah baru selain AJB, misalnya SHM dan PPJB. Nah, kira-kira apa perbedaan antara istilah yang ada? Berikut penjabarannya.

    PPJB atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli adalah akta yang dibuat oleh calon penjual atau pembeli tanpa melibatkan notaris. Secara hukum, PPJB yang sengaja dibuat sebagai perjanjian awal dalam transaksi jual beli tidak bisa dikatakan valid atau menjadi bukti yang sah karena tidak melibatkan pihak tertunjuk seperti notaris atau PPAT.

    Meskipun demikian, PPJB dijadikan salah satu syarat untuk mengurus AJB ke kantor PPT setempat. Setelah AJB selesai, selanjutnya Anda baru bisa mengurus balik nama sertifikat rumah untuk mendapatkan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Anda.

    Selanjutnya mari kita bahas apa itu SHM. SHM adalah singkatan dari Sertifikat Hak Milik atas properti, seperti tanah, bangunan, dan sebagainya. Sertifikat ini merupakan bukti kepemilikan yang sah, diakui secara hukum, dan memegang kedudukan yang paling tinggi. Oleh karenanya SHM dapat dijadikan sebagai jaminan untuk mengajukan pinjaman ke Bank atau Perusahaan Pembiayaan.

     

    Baca Juga: Fasad Rumah: Pengertian, Fungsi, Jenis Material, dan Contohnya

     

    6. Contoh Akta Jual Beli

    AJB Adalah

    Ilustrasi Contoh AJB | Image Source: scribd.com/habibie82

    7. Waspadai AJB Ilegal, Begini Tips Mudah Menghindarinya!

    Properti seperti tanah, bangunan, dan lain sebagainya adalah aset berharga yang bernilai tinggi. Tak ayal, nilainya yang besar ini banyak dimanfaatkan oleh oknum nakal untuk meraup untung dengan cara memalsukan AJB.

    Untuk itu, sudah seyogyanya Anda mengetahui cara membedakan AJB asli dan ilegal agar Anda tidak mudah tertipu oleh orang tidak bertanggung jawab. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

    7.1. Periksa Keaslian Dokumen

    Pastikan AJB yang ada berasal dari notaris atau PPAT terdaftar. Caranya yakni Anda bisa melakukan verifikasi dengan menghubungi langsung ke kantor notaris atau PPAT yang tercatat namanya pada dokumen AJB. 

    7.2. Periksa Tanda Tangan yang Ada

    Kedua, pastikan tanda tangan yang ada pada AJB adalah tanda tangan asli, bukan tanda tangan palsu apalagi rekayasa. Untuk membedakan antara tanda tangan asli dengan yang palsu atau tiruan, Anda bisa membandingkannya dengan dokumen lainnya seperti kartu identitas atau dokumen resmi lainnya.

    7.3. Perhatikan Dokumen Secara Seksama

    Dokumen ilegal umumnya cukup mudha untuk dibandingkan dengan yang asli. Beberapa cirinya yaitu bentuk tanda tangan yang ada berbeda dengan pemilik asli dna umumnya tidak timbul, cap atau stempel yang digunakan cenderung berbeda dengan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang, kadang kala bisa kita dapati retakan, robekan, atau bahkan dokumen tidak simetris. Jika terdapat salah satu hal tersebut, Anda patut mewaspadai AJB tersebut.

    7.4. Lakukan Pembuatan AJB Sesuai dengan Kesepakatan yang Ada

    Terakhir, pastikan prosedur pembuatan AJB sesuai dengan kesepakatan antara dua belah pihak, dimana semua proses yang ada terdapat transparansi dan dilakukan secara bersama-sama. Mulai dari pergi ke kantor PPAT dan penandatangan dokumen. Dan yang tidak kalah pentingnya, pastikan pada saat proses penandatangan dihadiri oleh dua saksi, seperti RT atau RW di mana properti tersebut berada.

    Sobat BFI, itulah penjelasan terkait AJB Adalah: Pengertian, Fungsi, Cara dan Syarat Pembuatannya. Pastikan untuk jeli saat akan melakukan transaksi jual beli, khususnya properti dengan nilai yang cukup tinggi. Jangan sampai terjadi sengketa di kemudian hari yang bisa merugikan Anda dan keluarga.

    Butuh pinjaman dana dalam jumlah besar? Ajukan pinjaman jaminan sertifikat rumah di BFI Finance!

    Solusi tepat untuk wujudkan segala impian Anda. Informasi selengkapnya terkait pinjaman dapat Anda dapatkan melalui tautan di bawah ini.

    Jaminan BPKB Mobil

    Dapatkan dana pencairan hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 4 tahun.

    Jaminan BPKB Motor

    Dapatkan pinjaman dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 24 bulan.

    Jaminan Sertifikat Rumah

    Bunga rendah mulai dari 0.9% per bulan dan tenor panjang hingga 7 tahun.

    Dapatkan informasi menarik lainnya hanya di BFI Finance Blog!

  • judi

    Pengertian, Dasar Hukum, Penyebab, dan Hal Lainnya


    Wanprestasi adalah salah satu istilah hukum yang digunakan untuk menggambarkan kelalaian yang dilakukan oleh salah satu pihak dalam sebuah perjanjian yang melibatkan uang.

    Istilah ini mungkin tidak cukup populer bagi kebanyakan dari kita. Namun, adanya istilah ini penting untuk Anda ketahui, khususnya jika Anda membuat perjanjian yang melibatkan uang dengan pihak lain. Lantas, apa itu yang dimaksud dengan wanprestasi? Simak ulasan lengkapnya di artikel berikut ini.

    1. Apa Itu Wanprestasi

    Wanprestasi adalah tindakan pelanggaran perjanjian antar dua belah pihak. Ketika salah satu pihak tidak mampu melaksanakan kewajibannya sesuai dengan kesepakatan yang ada, maka tindakan tersebut sepenuhnya dapat dikatakan sebagai wanprestasi.

    Dikutip langsung dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang dimaksud dengan wanprestasi adalah sebuah keadaan dimana salah satu pihak (biasanya perjanjian) berprestasi buruk karena kelalaian.

    Sedangkan menurut Pusat Penyuluhan dan Bantuan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Republik Indonesia, wanprestasi terjadi karena tidak terlaksananya prestasi yang diakibatkan adanya kesalahan dari pihak debitur, baik itu sengaja maupun tidak sengaja.

    Dalam ranah pinjaman, wanprestasi dapat terjadi manakala pihak yang meminjam tidak mampu membayar cicilan sesuai dengan kesepakatan waktu yang telah ditentukan sesuai dengan kesepakatan kontrak (kredit macet).

    Wanprestasi memiliki konsekuensi yang cukup serius bagi peminjam, seperti kenaikan bunga pinjaman, pemutusan pinjaman, sampai dengan pengambilan tindakan hukum. Maka dari itu penting untuk debitur memahami persyaratan dan kewajiban yang ada di dalam kontrak. 

    2. Dasar Hukum Wanprestasi

    Wanprestasi adalah sebuah tindakan dimana seseorang ingkar janji terhadap janji yang sudah dibuatnya dengan pihak lain. Dasar hukum wanprestasi diatur dalam KUHP Pasal 1338 yang berbunyi, “seluruh persetujuan yang dibuat sesuai dengan undang-undang yang berlaku, sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Persetujuan tersebut tidak dapat ditarik kembali, selain dengan kesepakatan dari kedua belah pihak atau dikarenakan alasan yang ditentukan oleh undang-undang. Persetujuan ini harus dilaksanakan dengan itikad baik.

    Adapun dasar hukum wanprestasi lainnya turut diatur dalam pasal berikut ini. Pasal ini memuat konsekuensi yang akan ditanggung pihak yang melakukan wanprestasi.

    • Pasal 1243 BW terkait kewajiban mengganti kerugian yang diderita oleh pihak kreditur atau pihak lainnya akibat salah satu pihak.

    • Pasal 1267 BW yang mengatur terkait pemutusan kontrak perjanjian bersamaan dengan pembayaran ganti rugi yang ada.

    • Pasal 1237 Ayat (2) BW penerimaan peralihan resiko sejak wanprestasi terjadi.

    • Pasal 181 Ayat (2) HIR tentang kewajiban menanggung biaya biaya perkara di pengadilan.

    3. Penyebab Terjadinya Wanprestasi

    Ada berbagai faktor yang menjadi sebab mengapa wanprestasi dapat terjadi. Diantaranya sebagai berikut.

    3.1. Keadaan Memaksa (Force Majeure)

    Keadaan memaksa atau force majeure adalah sebuah kondisi dimana kewajiban atau perjanjian yang ada tidak dapat terpenuhi akibat suatu peristiwa yang terjadi di luar kendali atau kehendak. Misalnya bencana alam, terjadi kecelakaan, dan lain sebagainya. Jika hal ini terjadi, pihak yang bersangkutan tidak dapat disalahkan karena hal tersebut terjadi di luar kehendak.

    3.2. Salah Satu Pihak 

    Penyebab terjadinya wanprestasi yang berikutnya adalah kesalahan yang disebabkan oleh salah satu pihak dan dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja, sehingga pihak lain dirugikan atas tindakan tersebut.

    3.3. Dilakukan Secara Sengaja

    Wanprestasi dilakukan secara sengaja artinya pihak yang melakukan kelalaian dengan sengaja melakukan pelanggaran atas ketentuan yang telah disepakati bersama.

    4. Unsur Wanprestasi

    Berikut ini merupakan unsur-unsur wanprestasi yang perlu Anda ketahui. Antara lain sebagai berikut ini.

    4.1. Perjanjian di Atas Materai

    Unsur wanprestasi yang pertama yakni adanya perjanjian di atas materai yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Perjanjian hitam diatas putih tersebut mengindikasikan jika kesepakatan yang ada terdapat kekuatan hukum di dalamnya.

    4.2. Salah Satu Pihak Melakukan Pelanggaran

    Selain adanya perjanjian secara tertulis yang dilengkapi dengan tanda tangan di atas materai, unsur wanprestasi berikutnya yakni adanya pelanggaran perjanjian yang dilakukan oleh salah satu pihak. Hal ini termasuk ke dalam wanprestasi karena salah satu pihak dirugikan atas pelanggaran yang ada.

    4.3. Sudah Dinyatakan Bersalah dan Tetap Melanggar Kesepakatan yang Ada

    Unsur wanprestasi yang terakhir adalah ketidakrelaan terhadap kesalahan yang diperbuat dan sanksi yang diterima. Dalam hal ini, pelaku pelanggaran kembali melakukan kesalahan dan merugikan pihak lain.

    5. Dampak Wanprestasi

    Pada dasarnya, wanprestasi dapat membawa dampak negatif pada kedua belah pihak. Namun, terdapat konsekuensi yang tegas bagi mereka yang melakukan wanprestasi. Beberapa konsekuensi yang ada meliputi beberapa poin berikut ini.

    5.1. Kewajiban Membayar Ganti Rugi

    Sesuai dengan aturan yang tertera pada Pasal 1246 KUH Perdata, debitur atau pihak yang melakukan kelalaian wajib membayar ganti rugi yang mencakup biaya, bunga, dan kerugian lainnya yang terjadi.

    5.2. Pembatalan Perjanjian

    Kedua, terjadinya pembatalan perjanjian antara dua belah pihak, sehingga kewajiban yang ada otomatis akan terhapuskan.

    5.3. Adanya Peralihan Risiko

    Dampak yang ketiga yakni adanya peralihan risiko. Sesuai dengan kebijakan yang diatur pada Pasal 1237 KUH Perdata bahwasannya apabila debitur atau pihak yang ada dalam sebuah perjanjian lalai dalam menjalankan kewajibannya, maka Ia harus menanggung segala kerugian yang ada.

    6. Contoh Wanprestasi

    Agar Anda dapat memahami apa itu wanprestasi secara lebih jelas dan mudah, simak beberapa contoh berikut ini.

    wanprestasi adalah

    Image Source: pexels/Andrea Piacquadio

    6.1. Melaksanakan Kewajiban Namun Tidak Sesuai Kesepakatan

    Jika salah satu pihak melaksanakan kewajibannya namun dalam proses pengerjaannya tidak sesuai dengan kesepakatan antara dua belah pihak. Maka tindakan tersebut dapat dikatakan sebagai salah satu contoh wanprestasi.

    Hal ini dikarenakan pemenuhan kewajiban yang ada tidak sesuai sebagaimana mestinya dan dapat merugikan pihak lain.

    Salah satu contoh wanprestasi adalah pada saat debitur mengembalikan sejumlah dana yang dipinjam dari kreditur namun nominal yang diberikan tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Oleh karenanya pihak kreditur dirugikan karena hal ini.

    6.2. Terlambat Menepati Janji

    Contoh wanprestasi berikutnya adalah keterlambatan dalam menepati janji. Dimana salah satu pihak gagal dalam menepati janjinya atau dengan kata lain tidak sesuai dengan waktu yang ada. 

    Misalnya seorang debitur berjanji akan melunasi pembayaran di awal bulan April, namun nyatanya janji tersebut baru terpenuhi di akhir bulan April yang mana sudah melebihi dari waktu yang telah ditentukan.

    6.3. Berbuat Sesuatu yang Dilarang dalam Perjanjian

    Perjanjian dibuat atas dasar kesepakatan bersama dan di dalamnya disebutkan apa yang dilarang dan diperbolehkan. Seseorang dapat dikatakan melakukan tindakan wanprestasi ketika orang tersebut melanggar perjanjian yang ada, bertindak atau berbuat hal yang dilarang.

    Salah satu contohnya yakni pelanggaran dalam sewa tempat. Dimana dalam perjanjian yang dibuat tempat tersebut tidak boleh digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan kriminalitas. Namun nyatanya, pihak penyewa justru menggunakan tempat tersebut untuk transaksi narkotika.

    6.4. Janji Akan Melakukan Sesuatu Tetapi Tidak Ditepati

    Wanprestasi adalah kelalaian dalam bertindak. Saat salah satu pihak tidak mampu melaksanakan kewajibannya, dalam hal ini menepati janji yang telah Ia buat, maka tindakan tersebut termasuk ke dalam wanprestasi.

    Contoh kasus wanprestasi yang satu ini sangat lumrah terjadi di masyarakat. Ada berbagai faktor yang mengakibatkan hal ini dapat terjadi. Salah satunya yaitu kurangnya rasa tanggung jawab, ketidaksanggupan memenuhi kewajiban atau komitmen yang telah dibuat, tidak mau mengambil risiko, sampai dengan berubah pikiran.

    Sobat BFI, demikian pembahasan terkait Wanprestasi Adalah: Pengertian, Dasar Hukum, Penyebab, dan Contohnya. Semoga dengan adanya artikel ini Anda dapat terbantu untuk memahami apa itu wanprestasi dengan lebih mudah.

    Butuh pinjaman dana cepat untuk berbagai keperluan? Ajukan pinjaman di BFI Finance saja!

    Proses mudah dan cepat, klik tautan di bawah ini untuk informasi selengkapnya.

    Jaminan BPKB Mobil

    Dapatkan dana pencairan hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 4 tahun.

    Jaminan BPKB Motor

    Dapatkan pinjaman dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 24 bulan.

    Jaminan Sertifikat Rumah

    Bunga rendah mulai dari 0.9% per bulan dan tenor panjang hingga 7 tahun.

  • judi

    THR Adalah: Pengertian, Cara Menghitung, dan Tips Memanfaatkannya


    THR adalah salah satu hal yang paling ditunggu menjelang hari raya idul fitri. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/2/HK.04.00/III/2023 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2023 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, THR merupakan hak para pekerja atau buruh yang wajib dibayarkan oleh perusahaan atau pemberi kerja.

    Lalu, apa yang dimaksud dengan THR dan ketentuan apa saja yang sebaiknya kita ketahui? Berikut ulasan selengkapnya mengenai THR, mulai dari pengertian, dasar hukum, mekanisme pemberian THR, cara menghitung THR, sampai dengan tips memanfaatkan THR secara efektif dan bijak.

    1. Pengertian THR

    THR adalah singkatan dari Tunjangan Hari Raya atau pendapatan berupa bonus di luar gaji yang diberikan 1 kali dalam setahun dalm bentuk uang rupiah. Sesuai dengan ketetapan yang ada pada Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2023 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, pemberian tunjangan hari raya (THR) keagamaan bagi pekerja atau buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja atau buruh dan keluarganya dalam menyambut hari raya keagamaan.

    Dengan kata lain, THR tidak hanya dibayarkan bagi mereka yang beragama Islam saja, akan tetapi bagi seluruh pekerja sesuai dengan hari raya keagamaannya masing-masing. Hal ini sesuai dengan yang tercantum pada Permenaker No. 6 Tahun 2016.

    Hari raya keagamaan yang dimaksud di sini adalah Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Natal, Hari Raya Nyepi, Hari Raya Waisak, Hari Raya Imlek, dan Hari Raya lainnya sesuai dengan agam yang dianut oleh pekerja atau buruh.

    2. Dasar Hukum THR

    Kebijakan mengenai pemberian THR telah diatur dalam dasar hukum berikut ini.

    • Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

    • Peraturan Pemerintah No. 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

    • Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/2/HK.04.00/III/2023 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2023 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

    3. Mekanisme Pemberian THR

    Berdasarkan peraturan yang berlaku, mekanisme pemberian THR dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut.

    3.1 Penerima Tunjangan Hari Raya

    THR adalah hak para pekerja atau buruh yang termasuk ke dalam kriteria seperti di bawah ini.

    • Pekerja atau buruh yang memiliki masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus atau lebih.

    • Pekerja atau buruh yang memiliki kontrak kerja dengan pengusaha sesuai dengan perjanjian kerja waktu yang telah ditentukan maupun perjanjian kerja waktu tidak tertentu. Dengan kata lain yang berhak mendapatkan THR adalah pekerja dengan status Karyawan Tetap (PKWTT), Karyawan Kontrak (PKWT), dan Pekerja Harian Lepas (Freelance) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    3.2 Besaran Tunjangan Hari Raya yang Diterima

    Adapun besaran THR keagamaan yang diterima oleh pekerja atau buruh ditetapkan dari masa kerja yang ada.

    • THR berupa 1 (satu) bulan gaji bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja 12 (dua belas) bulan atau lebih.

    • THR diberikan sesuai masa kerja (pro-rata) bagi para pekerja atau buruh yang memiliki masa kerja kurang dari satu tahun atau 12 bulan dengan perhitungan:

    (Masa Kerja/12 Bulan) X Gaji 1 Bulan

    • Bagi pekerja harian lepas (freelance) yang sudah bekerja selama 12 bulan atau lebih, THR diberikan sesuai dengan upah rata-rata yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

    • Sedangkan untuk pekerja harian lepas dengan masa kerja kurang dari 12 bulan, THR yang diberikan dihitung dari rata-rata upah yang diterima setiap bulannya selama masa kerja.

    3.3 Waktu Pemberian Tunjangan Hari Raya

    Berdasarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2023 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, THR keagamaan wajib dibayarkan oleh pihak perusahaan atau pemberi kerja paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum hari raya keagamaan.

     

    Baca Juga: Makin Rajin Nabung, Ini 10 Challenge Menabung yang Seru Untuk Dicoba!

     

    4. Cara Menghitung THR dengan Mudah

    Sebagian dari kita mungkin masih kebingungan bagaimana cara menghitung THR yang benar sesuai dengan perhitungan THR menurut UU Cipta Kerja. Agar Anda tidak merasa risau, simak contoh perhitungan berikut ini.

    Rumus Menghitung THR

    (Masa Kerja/12 Bulan) X Gaji 1 Bulan

    Contoh perhitungan:

    1. Ahmad adalah seorang karyawan di PT Maju Jaya dengan gaji per bulan sebesar Rp 5.000.000. Ia sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 12 bulan atau 1 tahun. Maka, uang THR yang didapatkan Ahmad sebesar 1 (satu) bulan upah.

    2. Mira merupakan karyawan tetap di PT Serba Bisa dengan gaji per bulan Rp 6.500.000. Ia sudah bekerja selama 5 bulan, maka THR yang didapatkan adalah:

    (5 Bulan/12 Bulan) X Rp 6.500.000 = Rp 2.708.333.

    Bagaimana dengan karyawan kontrak? Cara menghitung THR karyawan tetap dan kontrak tidak jauh berbeda, yakni menggunakan rumus yang sama. Sebagai contoh Anda merupakan karyawan kontrak di sebuah perusahaan dengan gaji pokok Rp 7.500.000 dengan masa kerja 7 bulan, maka hitungannya (7 Bulan/12 Bulan) X Rp 7.500.000 = Rp 4.375.000.

    Bagaiamana, cukup mudah bukan untuk menghitung besaran THR yang akan Anda dapatkan jika masa kerja yang ada kurang dari 12 bulan?

    Perlu diingat, THR adalah objek pajak penghasilan, khususnya PPh 21. Jadi, uang THR yang Anda terima nantinya akan dikenai potongan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun secara umum, perusahaan akan memberikan THR yang sudah dipotong pajak terlebih dahulu. Untuk lebih jelasnya terkait mekanisme perhitungan potongan pajak THR bisa Anda lihat pada lampiran PER-16/PJ/2016.

     

    Baca Juga: 23 Peluang Bisnis Paling Menjanjikan di Tahun 2023

     

    5. Sanksi Bagi Perusahaan yang Tidak Memberikan THR

    THR adalah hak karyawan atau buruh yang diberikan sebelum hari raya keagamaan, oleh karenanya pemerintah menetapkan sanksi yang tegas bagi perusahaan yang dengan sengaja memberikan THR secara terlambat maupun tidak memberikan THR sama sekali.

    Sanksi yang akan didapatkan berupa surat teguran, sanksi administrasi, dan yang terparah yakni adanya pembekuan operasional dimana perusahaan yang bersangkutan tak lagi dapat menjalankan aktivitas bisnisnya seperti sedia kala.

    6. Tips Memanfaatkan THR Secara Efektif dan Bijak

    Menjelang hari raya keagamaan tentunya kita memiliki sederet kebutuhan yang perlu dipenuhi. Tak ayal, keberadaan uang THR bisa sangat meringankan beban yang ada. Namun, jangan sampai uang THR yang Anda miliki habis begitu saja akibat gaya hidup hedonisme, ya!

    Pastikan Anda menerapkan tips memanfaatkan THR ala BFI Finance berikut ini!

    6.1. Tentukan Skala Prioritas

    Bedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Pastikan Anda mampu memahami mana yang termasuk ke dalam kebutuhan dan keinginan. Jangan sampai terbalik, ya!

    Lalu, pastikan sebagian uang yang ada sudah Anda sisihkan untuk membayar zakat, infak, dan sedekah.

    6.2. Belanjakan Uang THR Sesuai Urutan Prioritas

    Pastikan Anda membelanjakan uang yang ada sesuai dengan urutan skala prioritas yang sudah dibuat. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan promo dan diskon yang ada menjelang lebaran untuk menghemat budget yang Anda miliki.

    6.3. Sisihkan 10-20% Untuk Tabungan dan Investasi

    Terakhir, jangan lupa untuk menyisihkan sebagian uang THR yang Anda miliki untuk menabung dan berinvestasi. Ada banyak cara yang bisa Anda pilih, mulai dari menabung di rekening khusus tabungan, reksadana, obligasi, emas, dan sejenisnya.

    Untuk keperluan tabungan dan investasi Anda dapat menyisihkan sekitar 10-20% dari uang THR yang Anda miliki.

    Bagaimana? Mudah bukan untuk mengatur uang THR? Untuk lebih jelasnya, simak video yang satu ini! 

    Sobat BFI, itulah pembahasan terkait THR Adalah: Pengertian, Cara Menghitung, dan Tips Memanfaatkannya. Pastikan Anda memahami peraturan pemberian THR dengan seksama. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian.

    Butuh dana tambahan untuk hari raya? Ajukan pembiayaan di BFI Finance saja! Prosesnya cepat dan mudah, dapatkan pencairan dana hingga 85% dari nilai aset yang dijaminkan jika persyaratan lengkap.

    Klik tautan di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.

    Jaminan BPKB Mobil

    Dapatkan dana pencairan hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 4 tahun.

    Jaminan BPKB Motor

    Dapatkan pinjaman dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 24 bulan.

    Jaminan Sertifikat Rumah

    Bunga rendah mulai dari 0.9% per bulan dan tenor panjang hingga 7 tahun.

     

    Temukan informasi menarik dan bermanfaat lainnya hanya di BFI Blog!

  • judi

    Konsumtif Adalah: Pengertian, Faktor Penyebab, Tips Menghindarinya


    Konsumtif adalah salah satu perilaku manusia yang cukup membahayakan jika dibiarkan begitu saja. Terlebih, di jaman yang serba cepat dan praktis seperti sekarang dimana hampir semua orang dapat dengan mudah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

    Kebutuhan merupakan salah satu hal yang tidak terelakan bagi manusia. Sebab, setiap manusia pasti memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi untuk dapat bertahan hidup. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk dapat bertahan hidup yakni dengan membeli barang dan jasa yang dibutuhkan. Misalnya makanan, pakaian, dan tempat tinggal.

    Namun, terkadang seseorang dapat terjebak dalam perilaku konsumtif dimana mereka menghabiskan uang yang ada hanya untuk memenuhi keinginannya. Padahal, barang tersebut tidak terlalu penting ataupun dibutuhkan.

    Sobat BFI, mari kita kenali lebih dekat apa itu perilaku konsumtif melalui tulisan yang satu ini.

    Apa Itu Konsumtif?

    Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), konsumtif merupakan kata sifat yang memiliki arti mengonsumsi, hanya memakai, dan tidak menghasilkan sendiri.

    Secara garis besar, perilaku konsumtif adalah perilaku atau gaya hidup seseorang yang suka menghabiskan uangnya tanpa pikir panjang. Jika dibiarkan begitu saja perilaku konsumtif dapat menjadi masalah serius. Seperti timbulnya masalah finansial, stres, sampai dengan mengancam keseimbangan sumber daya alam.

    Contoh Perilaku Konsumtif

    Perilaku konsumtif adalah kecenderungan untuk terus membeli barang dan jasa secara berulang-ulang meskipun tindakan tersebut cukup membahayakan kondisi finansial. Agar Anda dapat memahami apa itu perilaku konsumtif, simak beberapa contoh berikut ini.

    1. FOMO (Selalu Ikut Tren)

    Contoh perilaku konsumtif yang pertama adalah FOMO atau suatu tindakan untuk selalu mengikuti tren terkini. Orang yang FOMO akan senantiasa melakukan apa saja demi bisa mengikuti tren yang ada, tak terkecuali untuk merogoh kocek yang cukup lumayan untuk benda atau jasa yang menjadi bahan perbincangan banyak orang saat ini.

     

    Baca Juga: FOMO Adalah: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mencegahnya

     

    2. Rasa Gengsi yang Tinggi

    Contoh perilaku konsumtif berikutnya yakni adanya rasa gengsi yang tinggi demi meningkatkan status sosial, dianggap baik, keinginan untuk diterima dan diakui suatu kelompok atau lingkungan, serta memenuhi ekspektasi sosial.

    Perilaku konsumtif akibat rasa gengsi dapat terlihat dari kebiasaan membeli gadget atau elektronik terbaru, kendaraan dengan merek tertentu, dan membeli barang atau jasa terbaru meskipun tidak terlalu penting.

    3. Gaya Hidup Mewah (Hedonisme)

    Hedonisme atau gaya hidup bermewah-mewahan merupakan contoh perilaku konsumtif berikutnya. Seseorang dengan gaya hidup hedonisme memiliki kecenderungan untuk mencari kepuasan secara instan dengan membeli berbagai barang atau jasa yang mereka inginkan tanpa pikir panjang. Alhasil, gaya hidup yang mereka anut ini membawa malapetaka untuk diri sendiri, khususnya masalah finansial yang tidak berkesudahan.

     

    Baca Juga: Gaya Hidup Hedonisme: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

     

    4. Impulsive Buying

    Serupa dengan hedonisme, impulsive buying adalah tindakan membeli barang dan jasa secara tiba-tiba akibat adanya dorongan emosional, seperti keinginan untuk memiliki, takut kehabisan, takut ketinggalan jaman, sampai dengan adanya dorongan dari lingkungan orang tersebut berada.

    Contoh impulsive buying yang saat ini cukup marak terjadi yaitu menghambur-hamburkan uang untuk membeli barang online secara terus menerus tanpa dipikir terlebih dahulu.

     

    Baca Juga: Sudah Gajian? Simak Dulu Tips Mengontrol Belanja Impulsif Berikut Ini!

     

    Faktor Penyebab Perilaku Konsumtif

    Perilaku konsumtif dapat terjadi dikarenakan oleh dua faktor. Pertama, yakni adanya dorongan dari dalam diri atau faktor internal. Kedua, adanya pengaruh dari luar yang membuat seseorang berperilaku konsumtif atau yang dapat disebut sebagai faktor eksternal.

    Infografis Perilaku Konsumtif

    Infografis Perilaku Konsumtif | Image Source: Digital Aset BFI Finance

    Faktor Internal

    Faktor internal atau dari dalam diri sendiri menjadi pemicu seseorang memiliki perilaku konsumtif.

    1. Motivasi

    Adanya dorongan dalam diri untuk mewujudkan keinginannya.

    2. Kepribadian

    Pola perilaku atau karakter seseorang.

    3. Harga Diri

    Orang dengan harga diri rendah cenderung lebih mudah dipengaruhi ketimbang mereka yang memiliki harga diri tinggi.

    4. Proses Belajar

    Pengalaman hidup seseorang menentukan apa yang akan ia beli.

    5. Gaya Hidup

    Cara seseorang memanfaatkan waktu dan uang yang dimilikinya.

    Faktor Eksternal

    Selain faktor internal, perilaku konsumtif adalah gaya hidup yang dapat terjadi akibat pengaruh dari luar. Beberapa diantaranya yakni dipengaruhi oleh kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi, dan keluarga.

    1. Kebudayaan

    Perkembangan zaman dan pergeseran budaya di masyarakat dapat memicu perilaku konsumtif.

    2. Kelas Sosial

    Golongan atas, menengah, bawah. Penggolongan berdasarkan kekayaan, kekuasaan, kehormatan, ilmu pengetahuan.

    3. Kelompok Referensi

    Lingkup pergaulan yang mempengaruhi sikap, pendapat, norma, dan perilaku belanja seseorang.

    4. Keluarga

    Gaya hidup yang dianut suatu keluarga dapat mempengaruhi perilaku anggota keluarga yang ada.

    Dampak Negatif Perilaku Konsumtif

    Sebagaimana yang sudah Anda ketahui, perilaku konsumtif adalah kecenderungan seseorang untuk menghabiskan uangnya hanya untuk memenuhi hasrat dan keinginan semata, tanpa mau mempertimbangkan apakah barang dan jasa yang dibeli adalah sebuah kebutuhan.

    Tak ayal, perilaku seperti memiliki kecenderungan negatif yang dapat berdampak pada seseorang. Dampak negatif yang menghantui mereka dengan gaya hidup ini diantaranya adalah:

    Konsumtif Adalah

    Image Source: Freepik/

    1. Masalah Finansial

    Orang dengan perilaku konsumtif cenderung berpikir secara rasional. Mereka sering menghabiskan uangnya untuk membeli barang dan jasa tanpa berpikir dua kali atau setidaknya didasari dengan tujuan yang jelas.

    Tak heran, tindakan mereka yang kurang bijak ini menjadi penyebab utama masalah keuangan seseorang. Ini dikarenakan mereka tidak dapat memprioritaskan kebutuhan utama mereka dan membiarkan keinginan dalam diri mereka selalu terpenuhi tanpa pikir panjang.

    Alhasil, sebagian dana yang bisa dialokasikan untuk dana darurat atau tabungan lenyap begitu saja. Orang dengan perilaku konsumtif juga kerap kali nekat untuk berhutang dan akrab dengan praktik gali lubang tutup lubang.

     

    Baca Juga: 8 Resolusi Keuangan Untuk Tahun 2023 yang Lebih Baik!

     

    2. Memicu Rasa Stres dan Cemas

    Perilaku konsumtif adalah perilaku yang dapat memicu seseorang mudah mengalami stres dan cemas. Hal ini terjadi sebagai bentuk konsekuensi dari tindakan mereka yang kurang bijak dalam membelanjakan uangnya dan berdampak pada kesulitan finansial.

    Ketika seseorang mengalami kesulitan secara finansial, mereka akan lebih mudah untuk merasa stres dan cemas akibat ketidakmampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, terutama kebutuhan primer.

    Rasa stres dan cemas yang ada dapat diperparah bilamana terdapat tekanan sosial atau budaya yang menuntut seseorang untuk memiliki barang tertentu agar dapat dianggap sukses dan diterima dengan baik di suatu lingkungan.

     

    Baca Juga: Jaga Kesehatan Mental, Mari Mengenal Lebih Dekat Toxic Positivity

     

    3. Pemborosan Sumber Daya

    Penggunan berlebihan terhadap sumber daya seperti air, bahan bakar, dan lain sebagainya dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan kesejahteraan manusia.

    Seseorang dengan perilaku konsumtif seringkali sumber daya seperti uang, bahan bakar, energi, dna lainnya untuk keinginan semata, bukan untuk memenuhi kebutuhan utama mereka. Jika dilakukan secara signifikan, tentu, bukan tidak mungkin akan membawa dampak kerusakan pada lingkungan serta perputaran ekonomi yang ada.

    Tips Menghindari Perilaku Konsumtif

    Perilaku konsumtif adalah gaya hidup yang sebetulnya dapat kita hindari melalui beberapa tips di bawah ini.
     

    1. Kenali Mana Kebutuhan dan Keinginan

    Seringkali kita terjebak dalam situasi dimana tanpa sadar kita mengeluarkan uang untuk sesuatu yang ternyata tidak kita butuhkan atau istilah lainnya lapar mata. Fenomena ini dapat terjadi saat Anda tidak mampu memisahkan antara kebutuhan dengan keinginan.

    Kebutuhan adalah hal mendasar yang harus dipenuhi oleh seseorang demi keberlangsungan hidupnya, seperti makanan, pakaian, kesehatan, dan tempat tinggal. Sedangkan keinginan adalah sesuatu yang diinginkan oleh seseorang, namun tidak selalu diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Keinginan umumnya bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh kepribadian, minat, sampai dengan kebiasaan.

    Tips Membedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan:

    • Beri waktu sejenak untuk berpikir dan bertanya pada diri sendiri apakah butuh atau sekedar ingin.

    • Kelompokan keinginan dalam kategori tertentu. Hal ini dilakukan untuk mempermudah Anda dalam mengambil keputusan yang bijak. Misalnya keinginan yang berkaitan dengan hobi, karir, keluarga, keuangan, dan lain sebagainya.

    2. Lakukan Budgeting (Buat Anggaran Pengeluaran dan Pemasukan yang Jelas)

    Tips yang kedua untuk mencegah terjadinya perilaku konsumtif adalah dengan melakukan budgeting. Budgeting dilakukan untuk memastikan anggaran pengeluaran dan pemasukan Anda tertata dengan baik, sehingga Anda tidak perlu untuk membeli sesuatu yang tidak perlu.  

    Tips Melakukan Budgeting Secara Efektif:

    Sebelum Anda melakukan budgeting, penting untuk mengetahui gambaran jelas terkait tujuan yang akan Anda capai baik itu dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Ini berguna untuk membantu Anda dalam menentukan skala prioritas.

    Buat daftar terperinci terkait sumber pendapatan Anda, mulai dari gaji, bonus, passive income, dan lain sebagainya. Hitung juga semua daftar pengeluaran Anda, mulai dari kebutuhan bulanan, cicilan, dana rekreasi, dan lain-lain.

    Kelompokkan pengeluaran yang Anda miliki ke menjadi kebutuhan dan keinginan. Dengan adanya daftar ini, Anda bisa dengan mudah memutuskan mana yang sebaiknya segera dipenuhi dengan yang tidak.

    Setelah Anda berhasil menghitung total pendapatan dan pengeluaran, selanjutnya tentukanlah batas anggaran dari setiap kategori yang ada. Dengan begitu, keuangan Anda akan lebih tertata.

    3. Jangan Terlalu Sering Mengikuti Tren

    Mengikuti tren dan perkembangan terkini boleh dikatakan sebagai makanan sehari-hari. Namun, untuk menghindari munculnya perilaku konsumtif dalam diri kita, ada baiknya untuk tidak terlalu sering mengikuti tren yang ada.

    Tren erat kaitannya dengan produk dan jasa yang baru. Hal ini dapat menjadi pemicu seseorang menginginkan barang tersebut, sehingga terjadi pemborosan secara finansial yang berdampak pada diri sendiri.

    4. Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain

    Setiap manusia pada dasarnya memiliki keunikan dan latar belakang yang sangat beragam. Fakta ini seharusnya bisa menyadarkan kita bilamana membandingkan diri dengan orang lain merupakan suatu tindakan yang tidak sehat dna menimbulkan tekanan finansial pada diri kita.

    Mulai sekarang, cobalah untuk berefleksi pada diri sendiri. Kenali siapa diri kita sebenarnya agar kita mampu memfokuskan pada nilai-nilai yang lebih penting, seperti kebahagian, kesehatan, dan hubungan baik dengan keluarga dan orang terdekat.

    5. Belanja Sesuai Kemampuan

    Tips terakhir untuk dapat menghindari perilaku konsumtif adalah dengan berbelanja sesuai dengan kemampuan kita saat ini. Belanjakanlah uang yang Anda miliki secara bijak dan efektif. Pastikan untuk menyisihkan sebagian uang yang ada untuk menabung, berinvestasi, dan beramal.

    Sobat BFI, demikian pembahasan terkait Konsumtif Adalah: Pengertian, Faktor Penyebab, Tips Menghindarinya. Harapannya, melalui tulisan ini Anda bisa memahami apa itu perilaku konsumtif dan dampaknya terhadap diri sendiri, orang lain, serta lingkungan. Semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang selalu bertumbuh ke arah positif.

    BFI Finance adalah perusahaan yang melayani pinjaman multiguna jaminan bpkb motor, bpkb mobil, dan sertifikat rumah atau ruko