• judi

    Mari Mengenal Apa Itu Rentenir dan Cara Menghadapinya


    Situasi darurat bisa menimpa siapa saja. Kemunculannya yang secara tiba-tiba tentunya bisa mengganggu arus kas keuangan kita. Alhasil, saat terdesak untuk mencari bantuan dana, kita cenderung mencari cara instan. Salah satunya yaitu memanfaatkan pinjaman rentenir.

    Sayangnya, keberadaan rentenir ini bisa membawa malapetaka bagi siapa saja yang berurusan dengannya. Hal ini dikarenakan besaran bunga yang ada bisa membuat siapa saja terus menerus terlilit hutang.

    Rentenir sendiri merupakan sebuah profesi yang cukup menjamur di banyak daerah khususnya pedesaan. Para rentenir mendapatkan keuntungan dengan cara meminjamkan uang dan memperoleh untung dari bunga yang diberlakukan.

    Beda daerah, beda juga sebutannya. Mereka bisa disebut dengan sebutan lintah darat, tengkulak, toke, ceti, dan masih banyak lagi. Agar Anda tidak kebingungan untuk memahami apa itu rentenir, mari kita simak artikel berikut ini.

    Pengertian Rentenir

    Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata rentenir memiliki pengertian orang yang mencari nafkah dengan membungakan uang. Sedangkan menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rentenir memiliki arti orang yang meminjamkan sejumlah uang kepada masyarakat dan memperoleh keuntungan dari bunga yang berlaku.

    Jika kita simpulkan, rentenir adalah orang yang meminjamkan uang kepada siapa saja dan mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman.

    Rentenir cenderung menyasar masyarakat menengah ke bawah. Misalnya pedagang kecil di desa. Mereka sengaja menargetkan kelompok ini karena kepolosannya, mudah diperdaya, dan adanya desakan ekonomi. Celah inilah yang dimanfaatkan oleh para rentenir untuk meraup untung yang besar.

    Dalam menawarkan jasanya, rentenir bisa menawarkan secara langsung ataupun memanfaatkan teknologi terkini seperti WhatsApp, SMS, maupun sosial media untuk menawarkan jasa pinjamannya.

    Ciri-Ciri Rentenir

    Untuk mempermudah Anda dalam memahami sekaligus mengenali rentenir, mari kita pahami ciri-ciri di bawah ini.

    1. Pencairan Pinjaman Dana Cepat

    Lain halnya dengan bank atau perusahaan pembiayaan, pencairan dana pinjaman pada rentenir bisa sangat cepat dan tanpa perlu melampirkan pelbagai syarat.

    2. Tanpa Jaminan / Tanpa Agunan

    Pinjaman dana pada rentenir bisa dilakukan dengan mudah dan tanpa agunan. Kemudahan ini sekaligus menjadi salah satu sebab mengapa bunga yang ada jauh lebih tinggi ketimbang bank atau perusahaan pembiayaan. Belum lagi mereka juga kerap memberlakukan biaya tambahan yang lain.

    3. Memiliki Bunga yang Besar (Aturan Bunga Dibuat Sesukanya)

    Besaran bunga yang berlaku pada tiap rentenir bisa sangat bervariasi. Hal ini dikarenakan jumlah bunga yang ada ditentukan oleh rentenir itu sendiri.

    Meskipun begitu, rentenir masih banyak diminati oleh orang-orang karena kemudahan dalam melakukan pinjaman dan tanpa agunan.

    4. Umumnya Ditemui di Desa-Desa, Pasar 

    Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, rentenir menjamur di desa-desa dan pasar. Hal ini dikarenakan orang desa cenderung polos dan himpitan ekonomi yang terjadi memaksa mereka untuk melakukan pinjaman.

    5. Menagih Dengan Cara Kasar

    Cara menagih rentenir cenderung semena-mena. Mereka bertindak semaunya terlebih jika hutang yang ada tidak dibayarkan sesuai dengan jatuh tempo yang disepakati.

    Perbedaan Rentenir dan Debt Collector

    Banyak orang sering salah mengartikan antara rentenir dan debt collector. Mereka menganggap jika keduanya sama saja. Padahal, rentenir dan debt collector adalah dua hal yang berbeda.

    Rentenir adalah orang yang menawarkan pinjaman dana secara ilegal (tidak diawasi oleh lembaga hukum maupun mendapat izin resmin). Sedangkan debt collector adalah pihak ketiga yang sengaja diutus oleh lembaga keuangan untuk menagih hutang atau pinjaman ke debitur terkait.

    Bukan hanya itu saja, debt collector memiliki etika penagihan yang harus dipatuhi sesuai dengan regulasi yang berlaku. Beda dengan rentenir yang bisa mengutus pihak ketiga sebagai debt collector dan menagih secara semena-mena dan tidak jarang melibatkan kekerasan.

    Rentenir

    Image Source: Freepik/tirachardz

     

    Sistem Pinjaman yang Dilakukan Rentenir

    Rentenir umumnya menerapkan sistem pinjaman atau produk keuangan berupa Bank Keliling/Bank Harian/Gadai Sewa/Hutang Bayar Bunga Mingguan atau Bulanan.

    Selain itu, rentenir juga memiliki sistem pinjaman yang sangat sederhana yakni menerapkan pinjaman cepat cair tanpa agunan atau jaminan. Tidak seperti bank atau lembaga keuangan yang cenderung menerapkan berbagai prosedur atau persyaratan yang perlu dilengkapi. Inilah mengapa rentenir masih menjadi opsi yang dipilih sampai saat ini meskipun bunga yang diberlakukan sangatlah mencekik.

    Misalnya, Anda melakukan pinjaman sebesesar Rp3 Jt dengan masa jatuh tempo selama 1 bulan. Bunga yang diberikan oleh rentenir tersebut bisa saja sebesar 10% dari total pinjaman Anda atau Rp300 ribu. Apabila Anda mengalami keterlambatan dalam pembayaran, bunga yang ada bisa terus bertambah dan kian membengkak.

    Sistem lainnya yang berlaku dalam rentenir yaitu proses penagihan yang cenderung semena-mena. Mereka bisa menagih secara kasar dan merusak barang-barang yang ada jika Anda belum juga melunasi hutang dalam jangka waktu yang lama.

    Cara Menghadapi Rentenir

    Jika Anda sudah terlanjur meminjam kepada rentenir, Anda tidak perlu khawatir ataupun risau. Beberapa cara di bawah ini bisa Anda ikuti untuk menghadapi rentenir.

    1. Hadapi Dengan Tenang, Sambut Secara Baik

    Kebijakan yang diterapkan rentenir mungkin sangat memberatkan kita, meskipun begitu kita tidak bisa menyalahkan rentenir sepenuhnya. Sebab, sejak awal kita memutuskan untuk meminjam itu berarti kita sudah setuju dengan bunga yang diberikan. Jadi, jika rentenir tersebut kerap menekan Anda untuk melunasi hutang yang ada itu, hal tersebut bisa dikatakan sesuatu yang normal.

    Agar suasana yang ada tidak berubah menjadi tegang, cobalah sambut kehadiran mereka saat menagih hutang dengan baik dan sopan. Setelah itu Anda bisa bicara

    2. Menghitung Ulang Nominal Hutang yang Perlu Dibayarkan

    Langkah kedua untuk menghadapi rentenir yaitu dengan cara mengajaknya berdiskusi mengenai nominal hutang yang Anda miliki beserta bunganya. Hal ini dilakukan untuk menghindari besaran tagihan utang yang tidak wajar.

    3. Melakukan Negosiasi Waktu Pelunasan Pinjaman

    Bila Anda dihadapkan pada situasi di mana Anda terkendala melunasi pinjaman sesuai masa jatuh tempo, maka Anda bisa mengajukan cara ini.

    Cara ini juga bisa diajukan bila mana Anda merasa keberatan dengan besaran bunga yang berlaku dan membutuhkan tambahan waktu untuk melunasinya.

    4. Mengajukan Penghapusan Bunga

    Cara ke empat yang bisa Anda lakukan dalam menyikapi pinjaman terhadap rentenir yaitu dengan mengajukan penghapusan bunga.

    Meskipun terdengarnya agak mustahil, jika permintaan ini Anda ajukan secara baik-baik bukan tidak mungkin rentenir tersebut akan memberikan kelonggaran kepada Anda beruapa penghapusan ataupun potongan.

    5. Minta Pendampingan

    Jika Anda merasa kurang bisa melakukan 4 cara sebelumnya, Anda bisa mempertimbangkan untuk meminta bantuan pada orang yang lebih berpengalaman dalam menghadapi rentenir dan hutang-piutang.

    Dengan adanya pendampingan ini, Anda bisa meminimalisir hal yang tidak diinginkan. Sebagai contoh ancaman, penagihan dengan cara kasar, penyitaan barang berharga, dan lainnya.

    Alternatif Pinjaman Mudah dan Aman

    Pinjaman dana ke rentenir sangatlah beresiko. Jika Anda butuh pinjaman dana cepat untuk berbagai keperluan, Anda bisa mengajukan pinjaman ke BFI Finance.

    Caranya cukup mudah. Anda bisa langsung mengakses informasi lengkapnya di laman web berikut ini.

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Motor

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

    Tidak hanya itu, Anda juga berkesempatan mendapatkan cashback hingga Rp 77 Juta Rupiah dengan promo  #PastiMerdeka! Ketentuan selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut ini, ya!

    Sobat BFI, itulah penjelasan mengenai rentenir. Semoga artikel ini bisa membantu Anda dalam memahami apa itu rentenir serta cara menghadapinya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pastikan untuk meminjam di lembaga keuangan yang terpercaya ya. Semoga kita semua terbebas dari jeratan rentenir yang merugikan.

    Temukan informasi menarik lainnya di BFI Blog. Update setiap Senin-Jumat!

  • judi

    Mari Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Lembaga Keuangan Non Bank


    Lembaga keuangan non bank adalah salah satu roda penggerak perekonomian negara Indonesia selain Bank. Kehadirannya banyak membantu khalayak luas untuk mempermudah aktivitas perekonomian.

    Lantaran fungsinya yang sangat krusial dan banyak membantu kita dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada salahnya jika kita mengenal lebih dalam terkait lembaga ini.

    Berikut ini informasi yang perlu Anda ketahui mengenai lembaga keuangan non bank yang sudah Tim BFI Finance rangkum dari berbagai sumber terpercaya. 

    Pengertian Lembaga Keuangan Non Bank

    Lembaga keuangan non bank adalah lembaga yang memiliki perizinan resmi dalam menghimpun dana masyarakat. Dana yang terkumpul kemudian dikelola untuk disalurkan menjadi surat berharga dan ataupun sebagai pendukung aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan investasi.

    Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No 38/MK/IV/1972, lembaga keuangan non bank atau yang lebih sering disebut dengan lembaga keuangan bukan bank (LKBB) adalah lembaga yang pendiriannya ditujukan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Bentuk dorongan yang diberikan oleh LKBB ini dapat berupa menghimpun dana dari masyarakat serta penyaluran dana untuk membiayai berbagai kebutuhan dalam aktivitas perekonomian. LKBB sendiri pertama kali muncul di Indonesia sejak tahun 1972.

    Tidak hanya menghimpun dana dan mengelolanya, lembaga ini juga berkomitmen untuk menjalankan dua prinsip penting. Prinsip pertama yaitu melaporkan segala bentuk transaksi yang mencurigakan untuk menghindari terjadinya pencucian uang, terorisme, dan tindakan kriminalitas lainnya.

    Kedua, selalu berkomitmen untuk mencari tahu latar belakang nasabah sejelas-jelasnya. Misalnya identitas lengkap, riwayat kredit, sampai dengan kebiasaan dalam bertransaksi.

    Jenis-Jenis Lembaga Keuangan Non Bank

    Ada banyak jenis lembaga keuangan non bank seperti perusahaan pembiayaan dan lain sebagainya. Adapun penjelasan lengkapnya sebagai berikut.

    1. Pegadaian

    Pegadaian merupakan salah satu jenis lembaga keuangan non bank yang berfungsi sebagai penyalur kredit pada masyarakat. Pegadaian adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai solusi bagi masyarakat yang membutuhkan pinjaman dengan cara menggadaikan aset ataupun barang yang dimiliki.

    Beberapa jenis produk pegadaian yang paling umum antara lain:

     

    Baca Juga: Apa Itu Gadai: Pengertian, Dasar Hukum, Jenis, dan Ketentuan Lainnya

     

    2. Koperasi Simpan Pinjam

    Lembaga keuangan non bank berikutnya yaitu koperasi simpan pinjam yang memiliki dasar hukum sesuai dengan UU No. 17 Th 2012. Lembaga yang satu ini memiliki tugas yang mirip dengan bank yaitu menghimpun dana dari para anggota koperasi lalu menyalurkannya ke anggota maupun non anggota.

    Perbedaan yang paling kentara antara koperasi simpan pinjam dengan bank yaitu besaran bunga yang diberikan. Koperasi simpan pinjam biasanya mematok besaran bunga yang lebih besar.

    Meskipun demikian, koperasi simpan pinjam dinilai cukup menguntungkan bagi para anggotanya karena di akhir periode akan dilakukan pembagian hasil dari selisih usaha yang didapatkan selama satu tahun setelah dikurangi dengan beban usaha.

    3. Pasar Modal

    Pasar modal adalah lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai tempat jual beli surat berharga dengan jangka waktu lebih dari satu tahun (jangka panjang).

    Pasar modal adalah tempat yang ideal untuk para pencari dana (emiten) untuk mendapatkan penanam modal (investor). Nantinya para penanam modal ini dapat menanamkan modalnya dengan cara membeli saham atau obligasi perusahaan melalui pihak sekuritas. 

    4. Pasar Uang

    Seperti halnya dengan pasar modal, pasar uang juga merupakan tempat yang ideal untuk mencari penanam modal atau investor. Aset yang diperjualbelikan dalam pasar uang meliputi Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

    Perbedaan antara pasar uang dengan pasar modal yaitu jangka waktu surat yang perjual belikan. Pasar uang cenderung menjual surat berharga dalam jangka waktu pendek seperti satu tahun atau kurang dari itu.

    5. Perusahaan Modal Ventura

    Dilansir dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan modal ventura dapat diartikan sebagai perusahaan yang mendanai suatu usaha atau perusahaan dengan jangka waktu yang sudah ditentukan.

    Adapun bentuk kegiatannya bisa berupa kesepakatan dalam pembagian hasil, saham, dan lain sebagainya.

    6. Perusahaan Asuransi

    Lembaga keuangan non bank yang memiliki peran sebagai pelindung apabila terjadi hal yang beresiko yaitu perusahaan asuransi. Perusahaan jenis ini memiliki banyak jenisnya, antara lain yaitu asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, asuransi kendaraan, asuransi jiwa, asuransi perjalanan, sampai dengan asuransi properti dan kepemilikan rumah.

    Cara perusahaan ini bekerja yaitu dengan cara menghimpun dana melalui premi yang dibayarkan oleh nasabah secara rutin dan berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Perjanjian yang dibuat antara nasabah dengan perusahaan sesuai dengan polis asuransi.

    7. Perusahaan Sewa Guna (Leasing)

    Lembaga keuangan non bank lainnya yaitu perusahaan sewa guna atau yang lebih akrab disebut leasing maupun multifinance. Perusahaan jenis ini berperan sebagai layanan pembiayaan berbasis kontrak, bisa juga digabungkan dengan pembelian secara kredit. Menyasar individu maupun perusahaan dengan pembiayaan yang disertai agunan.

    8. Perusahaan Anjak Piutang (Factoring Company)

    Lembaga keuangan non bank berikut memiliki peranan dalam pengambilan alih kredit suatu perusahaan yang tengah mengalami kendala serta mengelola penjualan kredit perusahaan yang membutuhkan.

    9. Financial Technology (Fintech)

    Fintech adalah lembaga keuangan non bank berbasis teknologi. Lembaga modern ini menjalankan aktifitas keuangannya melalui penggalangan dana atau crowdfunding, micro financing, pinjaman dana online, peer to peer lending services (P2P).

     

    Baca Juga: Waspadai Pinjol, Ini Ciri-Ciri Modus Penipuan Pinjaman Online

     

    10. Perusahaan Dana Pensiun

    Terakhir yaitu perusahaan dana pensiun. Lembaga keuangan non bank yang satu ini berperan sebagai layanan penjamin hari tua. Cara kerjanya yaitu dengan menghimpun dana yang diperoleh dari pemotongan gaji pegawai setiap bulannya dan selama pegawai tersebut masih dikatakan aktif bekerja.

    Terdapat dua jenis dana pensiun yang ditangani oleh perbankan maupun asuransi, yaitu Dana Pensiun Pemberi Pekerja (DPPK) dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Sedangkan untuk lembaga yang mengelola dana pensiun antara lain BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, Asabri, dan lain sebagainya.

     

    Baca Juga: 11 Ide Usaha Setelah Pensiun dan Tips Agar Tetap Produktif

     

    Fungsi Lembaga Keuangan Non Bank

    Selain menghimpun dana dari masyarakat selayaknya bank konvensional, lembaga keuangan non bank juga memiliki fungsi lainnya yang tidak kalah penting.

    1. Menghimpun Dana Masyarakat

    Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No 38/MK/IV/1972 yang telah disebutkan sebelumnya, lembaga keuangan non bank memiliki fungsi penting yakni menghimpun dana masyarakat.

    Dana yang terkumpul dari nasabah ini nantinya dikeluarkan dalam bentuk surat berharga yang bisa digunakan untuk pembiayaan investasi suatu perusahaan maupun perseorangan.

    2. Memberikan Fasilitas Kredit

    Fungsi kedua adanya lembaga keuangan non bank yakni menyediakan fasilitas kredit yang dapat digunakan untuk pembelian barang. Misalnya kendaraan bermotor atau elektronik.

    Sebelum pengajuan kredit yang ada dapat disetujui, calon peminjam diwajibkan untuk mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku. Seperti melampirkan data diri sampai dengan pengecekan riwayat kredit.

     

    Baca Juga: 5 Manfaat Pinjaman Modal Usaha dan Cara Mudah Mendapat Modal

     

    3. Sebagai Perantara Bagi Perusahaan

    Kehadiran lembaga keuangan non bank banyak membantu perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan modal maupun investor.

    Ini sangat membantu perusahaan dalam negeri untuk mendapatkan suntikan modal dari para investor luar atau dalam negeri. 

    4. Melaksanakan Usaha di Bidang Keuangan

    Adanya lembaga ini juga ikut mengambil peran dalam membantu kesejahteraan masyarakat dan kelangsungan aktivitas di bidang keuangan Indonesia. 

    Misalnya, perusahaan pembiayaan atau multiguna, perusahaan penjamin kredit, sampai dengan penyelenggara jaminan sosial. Meskipun demikian, lembaga-lembaga tersebut tetap membutuhkan persetujuan resmi dari menteri keuangan.

     

    Lembaga Keuangan Non Bank

    Image Source: Pexels/Pavel Danilyuk

    Keuntungan Mengajukan Pinjaman di Perusahaan Non Bank

    Berikut ini sederet keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari mengajukan pinjaman di lembaga keuangan non bank.

    1. Syarat Mudah

    2. Proses Pencairan Pinjaman Diproses dengan Cepat dan Aman

    3. Mudah Mengajukannya, Bisa Dilakukan Online Maupun Offline

    4. Umumnya Dilakukan Pemeriksaan Riwayat Pinjaman Terlebih Dahulu

    5. Kredit yang Diberikan Bisa Tanpa Agunan (KTA)

    Nah, bagi Anda yang membutuhkan pinjaman dana cepat dengan sederet keuntungan untuk modal usaha, biaya pendidikan anak, sampai dengan gaya hidup, Anda bisa mengajukan pinjaman di BFI Finance. Apa saja kelebihan pengajuan pinjaman di BFI Finance? Berikut ini sederet manfaat yang bisa Anda peroleh dengan mengajukan pinjaman di BFI Finance.

    Informasi Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

    Pencairan dana hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 3 tahun.

    Informasi Pinjaman Jaminan BPKB Motor

    Pinjaman dana dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 18 bulan.

    Informasi Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

    Bunga rendah mulai dari 0.9% dengan tenor panjang hingga 48 bulan.

    Informasi selengkapnya terkait pinjaman maupun pertanyaan lebih lanjut dapat Anda akses melalui laman berikut ini.

    Sobat BFI, demikian informasi mengenai lembaga keuangan non bank. Kehadiran lembaga-lembaga ini tentunya sangat memudahkan masyarakat luas dalam membantu kegiatan perekonomian sehari-hari. Sebelum memutuskan untuk memilih lembaga tersebut, pastikan Anda memilih lembaga resmi yang sudah terjamin legalitasnya.

     

    Sampai ketemu lagi di artikel berikutnya hanya di BFI Blog. Artikel terbaru setiap Senin – Jumat!

  • judi

    Mari Mengenal Kolektibilitas Kredit, Skor Penting Penentu Kredit


    Pinjaman atau kredit adalah hal yang lumrah untuk dilakukan. Terutama pada lembaga keuangan. Sebelum Anda mengajukan pinjaman, pastikan skor kolektibilitas kredit termasuk dalam kategori baik.

    Hal ini bertujuan untuk memastikan calon debitur memiliki kesanggupan membayar angsuran pokok beserta bunganya.

    Tahukah Anda apa itu kolektibilitas kredit sebenarnya? Mari kita cari tahu selengkapnya di artikel berikut ini.

    Definisi Kolektibilitas

    Kolektibilitas kredit adalah rekam jejak (track record) keuangan seseorang. Rekam jejak ini dihitung berdasarkan status kolektibilitas yang terbagi ke dalam 5 tingkatan yakni kolektabilitas 1 sampai dengan 5.

    Ke-lima status kolektibilitas kredit tersebut memiliki artinya masing-masing. Setiap status yang ada akan menjadi penentu apakah pihak debitur layak atau tidak dalam menerima pinjaman. Kolektabilitas kredit berlaku tidak hanya pada bank akan tetapi lembaga keuangan resmi lainnya.

    Adapun definisi kolektibilitas menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu suatu keadaan pembayaran pokok ataupun angsuran pokok dan bunga kredit oleh nasabah (debitur) yang mempengaruhi tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang ditanamkan dalam surat-surat berharga atau penanaman lainnya.

    Mengacu pada ketentuan Bank Indonesia, kolektibilitas kredit dari suatu pinjaman dapat dikelompokkan dalam lima kelompok, yaitu lancar, dalam perhatian khusus (special mention), kurang lancar, diragukan, dan macet (collectibility).

    Regulasi Kolektibilitas Kredit Menurut Bank Indonesia

    Mengacu pada ketetapan Bank Indonesia (BI) No.7/2/PBI/2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum, berikut ini merupakan 3 faktor yang dilihat dari perolehan skor kolektibilitas calon debitur.

    1. Prospek Usaha

    Faktor prospek usaha menjadi tinjauan yang paling utama dalam kolektibilitas kredit. Pada hal ini pihak lembaga keuangan sebagai kreditur akan memastikan 4 poin krusial terkait nasib debitur ke depannya.

    4 itu terdiri dari situasi pasar, potensi perkembangan usaha, posisi debitur pada persaingan saat ini, kemampuan manajemen dalam mengelola usaha serta menjaga lingkungannya, dan poin lainnya yaitu bentuk dukungan dari komunitas atau affiliasi.

    2. Kinerja Debitur

    Selanjutnya yaitu faktor kedua sekaligus pendukung faktor utama yaitu kinerja debitur. Pada faktor ini ada 4 poin utama yang akan dikaji, antara lain keuntungan atau laba yang diperoleh, transparansi aktivitas usaha termasuk di dalamnya struktur organisasi dan pemodalan, arus kas, dan kepekaan terhadap risiko pasar.

    3. Kemampuan Membayar

    Faktor yang terakhir yaitu kemampuan debitur membayar. Seperti yang sudah kita ketahui, kolektibilitas kredit adalah skor penentu layak atau tidaknya seorang debitur memperoleh pinjaman.

    Maka dari itu kemampuan membayar sudah pasti menjadi salah satu yang terpenting. Poin-poin yang dipertimbangkan dalam kemampuan membayar mencakup ketepatan waktu pembayaran, informasi lengkap dan akurat mengenai keuangan debitur, kelengkapan dokumen, kepatuhan terhadap perjanjian kredit, dan yang terakhir yaitu kesesuaian penggunaan data

    Kolektibilitas Kredit

    Image Source: Pexels/Mark Production

    5 Tingkatan Skor Kolektibilitas Kredit

    Setelah kita mengetahui apa itu kolektibilitas dan regulasi yang mengaturnya, selanjutnya kita akan membahas mengenai skor atau tingkatan kolektibilitas kredit.

    Berdasarkan ketetapan Bank Indonesia (BI) No. 7/2/PBI/2005 pada surat edaran BI No. 7/3/DPNP tertanggal 31 Januari 2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum, Peraturan BI No. 14/15/PBI/2012 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum, dan ketetapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan, terdapat 5 tingkatan kualitas skor kredit calon debitur. Penjelasannya sebagai berikut.

    1. Kol-1 (Lancar / Pass)

    Kol-1 atau Kolek 1 yang berarti LANCAR adalah status kolektibilitas kredit paling tinggi. Pada tingkatan ini debitur memiliki track record yang baik, performing loan (PL). Tidak pernah mengalami keterlambatan dalam pembayaran maupun kendala berupa tunggakan pinjaman.

    Debitur yang termasuk ke dalam tingkatan ini cenderung lebih mudah untuk memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan.

    2. Kol-2 (Dalam Perhatian Khusus / Special Mention)

    Kol-2 atau Kolek 2 yang berarti DALAM PERHATIAN KHUSUS atau sering disingkat menjadi DPK adalah status kolektibilitas kredit tingkat 2.

    Pada tingkatan ini debitur memiliki track record pernah mengalami keterlambatan pembayaran pokok dan bunga yang melebihi tanggal jatuh tempo. Yaitu selama 30 – 90 hari.

    Meskipun masih termasuk ke dalam performing loan (PL), umumnya lembaga keuangan menganggap orang dengan skor kolektabilitas ini dianggap buruk.

    Pada kasus kredit bermasalah di tingkat Kol-2, penanganan yang akan dilakukan oleh pihak lembaga keuangan untuk debitur dengan tingkatan ini berupa penagihan biasa atau restrukturisasi berdasarkan kesepakatan antara debitur dan kreditur.

    3. Kol-3 (Kurang Lancar / Substandard)

    Kol-3 atau Kolek 3 yang berarti KURANG LANCAR adalah status kolektibilitas kredit tingkat 3 di mana debitur mengalami keterlambatan pembayaran pokok dan bunga selama 90 – 120 hari setelah masa jatuh tempo berakhir. 

    Pada kasus kredit bermasalah di tingkat Kol-3, lembaga keuangan berkewajiban mengeluarkan surat peringatan (SP) pertama. Dan mulai melakukan perhitungan akrual terhadap tunggakan pokok dan bunga berjalan, tunggakan penalti berjalan, tunggakan administrasi pembukuan, dan tunggakan-tunggakan lainnya melalui penerbitan anjak piutang.

    4. Kol-4 (Diragukan / Doubtful)

    Kol-4 atau Kolek 4 yang berarti DIRAGUKAN adalah status kolektibilitas kredit tingkat 4 yang mengindikasikan adanya keterlambatan pembayaran baik itu angsuran pokok maupun bunganya.

    Keterlambatan pembayaran tersebut berlangsung antara 120 – 180 hari sejak tanggal jatuh tempo berakhir.

    Pada tahap ini, secara manual Kol-4 dapat digeser ke Kol-5 apabila lembaga keuangan telah memperoleh keyakinan bahwa debitur tidak hanya tidak mampu membayar kewajibannya, tetapi juga tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya. Di tahap ini pula, lembaga keuangan berkewajiban mengeluarkan Surat Peringatan-2 dan Surat Peringatan-3 kepada debitur.

    Tidak hanya itu, kasus kredit bermasalah di tingkat Kol-4, lembaga keuangan sudah bisa mengasumsikan jika angsuran pokok dan bunga kredit tidak terbayarkan dan siap mengambil penyelesaian kredit bermasalah melalui pelelangan agunan sesuai pasal 6 Undang-Undang No 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah.

    5. Kol-5 (Macet / Loss)

    Kol-5 atau Kolek 5 yang berarti MACET adalah status kolektibilitas kredit tingkat 5 yang sering disebut dengan nama lain Kredit Macet.

    Pada tingkatan ini debitur berstatus kredit macet atau non-performing loan (NPL) karena tidak mampu melakukan pembayaran angsuran pokok dan bunganya melebihi tanggal jatuh tempo. Yakni 120 – 180 hari.

    Pada kasus kredit bermasalah di tingkat Kol-5, lembaga keuangan berkewajiban menyelesaikan kredit bermasalah dengan cara melelang agunan debitur untuk menutup resiko kredit macet.

    Sebelum dilakukan pelelangan, sudah dilakukan surat pengiriman peringatan sebanyak 3 kali, menerbitkan anjak piutang, dan melaporkan riwayat penanganan dan penyelesaian kredit, mulai dari riwayat penagihan, negosiasi dan restrukturisasi (bila terdapat restrukturisasi).

    Cara Mengecek Kolektibilitas 

    Kolektibilitas kredit dapat dicek melalui OJK (Otoritas Jasa Keuangan) lewat sistem yang bernama ‘Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK)’.

    Untuk dapat melihat SLIK OJK, Anda dapat melihatnya di laman berikut ini Mudah dan Cepat! Cara Cek SLIK OJK Online dan Offline Terbaru.

    Cara Memperbaiki Status Kolektibilitas

    Status kolektibilitas kredit tidak bersifat permanan. Anda dapat memperbaharuinya dengan mengikuti cara berikut.

    1. Tepat waktu membayar angsuran pokok beserta bunganya

    2. Melunasi hutang, tidak menunggak

    3. Apabila sudah melunasi hutang, segera minta surat pelunasan yang menyatakan bebas pinjaman

    4. Gunakan kartu kredit tidak lebih dari limit yang telah ditentukan

    5. Jika Anda termasuk ke dalam daftar hitam (blacklist BI), segera menghubungi bank atau OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan lunasi pinjaman

    Cara Menghitung Kolektibilitas

    Kolektibilitas tidak dapat dihitung secara numerikal. Meskipun begitu, Anda tetap dapat memperkirakan skor kolektibilitas Anda.

    Caranya cukup mudah. Anda hanya perlu mengingat kembali kapan kali terakhir Anda melunasi pinjaman. Jika Anda melunasinya tidak lebih dari tanggal jatuh tempo, maka skor kolektibilitas kredit Anda ada di urutan paling atas yakni Kol-1. Dan itu menandakan pengajuan pinjaman Anda berikutnya bisa diproses dengan mudah.

    Jika Anda masih merasa kebingungan, simak contoh berikut ini.

    Seorang debitur bernama Pak Andre telah mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan. Pinjaman tersebut memiliki waktu maksimal pengembalian selama satu tahun. Jika Pak Andre ingin memiliki skor Kol-1 (Lancar), maka Pak Andre harus melakukan pembayaran pinjaman pokok beserta bunganya paling lambat tanggal 10 setiap bulan.

    Mulanya, Pak Andre rutin membayar sebelum tanggal 10. Sayangnya, di bulan ketiga Pak Andre mengalami keterlambatan pembayaran yang mengakibatkan status debitur yang awalnya Lancar (Kol-1) berubah menjadi Dalam Perhatian Khusus (Kol-2).

    Status kolektibilitas kredit Pak Andre kian turun menjadi Kurang Lancar (Kol-3) setelah 90 hari berlalu dan tidak melakukan pembayaran. Status tersebut kian menurun menjadi Diragukan (Kol-4).

    Pak Andre hendak mengubah status tersebut menjadi Kol-1 (Lancar), oleh karenanya Pak Andre bersikaras untuk mengupayakan pelunasan pinjamannya. Setelah melakukan pelunasan, beberapa bulan kemudia status kolektibilitas Pak Andre berubah kembali seperti sedia kala menjadi Lancar (Kol-1)

    Alternatif Pinjaman Mudah dan Cepat

    Butuh pinjaman dana dengan proses yang cepat, mudah, dan aman? BFI Finance siap membantu Anda!

    Kami hadir menawarkan solusi serta kemudahan untuk berbagai masalah keuangan. Antara lain modal usaha, biaya pendidikan anak, sampai dengan gaya hidup.

    Informasi dan ketentuan lainnya terkait pengajuan pinjaman melalui BFI Finance dapat diakses pada tautan di bawah ini.

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Motor

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

    Sobat BFI, demikian penjelasan terkait kolektibilitas kredit. Pastikan untuk selalu membayar angsuran pinjaman tepat waktu ya!

    Cek artikel menarik lainnya di BFI Blog. Update setiap Senin-Jum’at.

  • judi

    Hindari FOMO, Mari Mengenal Lebih Dekat Penyebab dan Cara Mencegahnya


    Pernahkah Anda merasa takut tertinggal, baik itu mengenai informasi terbaru ataupun tren terkini? Boleh jadi Anda telah mengalami sindrom FOMO.

    FOMO adalah sebuah sindrom yang belakangan marak di mana-mana. Ada beragam penyebab terjadinya FOMO, salah satunya penggunaan gadget dan konsumsi media yang berlebihan.

    Jadi, apa itu FOMO? Mari kita bahas selengkapnya di uraian berikut ini.

    Mengenal Apa Itu Fomo

    Fear of Missing Out atau lebih sering disingkat menjadi FOMO adalah sebuah istilah sekaligus sindrom yang ramai terjadi di masyarakat. Sesuai dengan namanya, FOMO adalah perasaan takut tertinggal dan umumnya ketakutan ini mengacu pada tren yang tengah booming.

    FOMO bisa menyerang siapa saja, lelaki atau perempuan, muda ataupun yang sudah tua.  Istilah ini pertama kali dipopulerkan pada tahun 2013 oleh seorang ilmuan bernama Dr. Andrew K. Przybylski. Dari pemaparan nya dapat disimpulkan jika FOMO adalah sebuah sindrom maupun fenomena di mana seseorang percaya jika segala momen berharga yang terjadi pada tidak boleh dilewatkan. Hal ini tentunya membuat siapa saja yang merasakannya tidak tenang dan terus-menerus merasa gelisah bilamana gagal mengikuti apa yang mereka lihat. 

    Bahaya FOMO

    FOMO adalah fenomena yang cukup berbahaya dan bisa mengganggu berbagai aspek dalam kehidupan kita. Antara lain yaitu mempengaruhi kondisi finansial, mengancam kesehatan jiwa, serta mempengaruhi hubungan sosial seseorang. Penjelasan lengkapnya sebagai berikut. 

    1. Mempengaruhi Kondisi Finansial

    FOMO bisa mendorong siapa saja untuk melakukan hal-hal di luar nalar hanya demi memuaskan ego dan melepaskan perasaan tertinggal. Hal inilah yang membuat orang dengan sindrom FOMO akan mengalami kesulitan secara finansial. Sebab, mereka akan rela melakukan apa saja hanya untuk mengikuti tren, tanpa terkecuali merogoh kocek yang cukup banya.

    Dari kebiasaan buruk inilah muncul beragam kendala dalam keuangan. Antara lain yaitu sulit menabung, sifat konsumtif, boros, nekat berhutang atau mengandalkan pinjol bahkan yang ilegal sekalipun.

    2. Mengancam Kesehatan Jiwa

    FOMO adalah kecenderungan masyarakat untuk memposting pengalaman positif daripada negatif karena ketakutan akan kehilangan momen tertentu. Adanya perasaan takut ini dapat mengganggu kesehatan jiwa seseorang seperti stress, kecemasan, sulit tidur, kurang percaya diri atau perasaan rendah diri.

    3. Mempengaruhi Hubungan Sosial Seseorang

    Saat FOMO mulai menjangkit seseorang dan orang tersebut belum mampu mewujudkan keinginannya untuk mengikuti apa yang dianggap baik, orang tersebut cenderung mengasingkan diri dari orang lain.

    Di lain sisi, orang-orang dengan sindrom FOMO juga punya kecenderungan untuk meremehkan selera orang yang berbeda dengan pandangan orang banyak. Lebih parahnya lagi, mereka yang memiliki FOMO akan merasakan sulit berkomunikasi secara nyata karena terlalu fokus dengan dunia maya.

    Faktor Penyebab Terjadinya FOMO

    Fear of Missing Out atau FOMO adalah fenomena yang muncul akibat adanya penggunaan sosial media secara berlebihan. Berbagai faktor penyebab lainnya juga ikut andil di dalamnya.

    1. Penggunaan Gadget yang Berlebih

    2. Membandingkan Diri dengan Orang Lain

    3. Kurang Bersyukur atas Apa yang Dimiliki

    4. Mudah Terpengaruh Oleh Lingkungan Sekitar

    Ciri-Ciri Orang yang Terkena Fomo

    Sebagai manusia, tentunya kita tidak ingin merasa tertinggal dan selalu berusaha meng-upgrade diri lebih baik lagi dan lagi. Namun, jika perasaan tidak ingin tertinggal ini justru muncul bukan karena kebutuhan atau demi kebaikan, sebaiknya Anda harus curiga karena bisa jadi itu merupakan pertanda FOMO. Berikut ini merupakan ciri-ciri orang yang terkena FOMO.

    FOMO Adalah

    Image Source: Freepik/monsterstudio

    1. Menghabiskan Banyak Waktu Bermain Gadget

    2. Lebih Mementingkan Sosial Media Daripada Kehidupan Nyata

    3. Haus Akan Gosip Terbaru dan Informasi Mengenai Kehidupan Orang Lain

    4. Rela Merogoh Kocek yang Tidak Sedikit Demi Mengikuti Trend Terkini

    5. Tidak Keberatan Untuk Berkata ‘ya’ Jika Diajak Untuk Mengikuti Sesuatu yang Tengah Ramai/Populer

    6. Selalu Ingin Tahu Berita Terkini

    Jika dibiarkan begitu saja, FOMO dapat memberikan efek negatif yang lebih parah seperti halnya gangguan kejiwaan.

     

    Baca Juga: 7 Cara Mengatur Keuangan Pribadi dengan Cerdas dan Tepat

     

    Fenomena FOMO di Indonesia

    FOMO adalah sebuah istilah yang banyak dipakai anak muda. Meskipun demikian, FOMO bisa menyerang siapa saja. Berikut ini beberapa fenomena FOMO yang pernah terjadi dan beberapa diantaranya masih terus berlangsung sampai saat ini. 

    1. Investasi Saham

    Investasi saham pernah sangat booming di awal pandemi sampai dengan tahun 2022 seperti sekarang. Sayangnya, tren yang ada ini tidak diimbangi dengan pengetahuan yang mumpuni terkait literasi keuangan. Alhasil, banyak orang yang berlomba-lomba menjual aset berharganya demi bisa berinvestasi saham. Banyak juga yang rela meminjam dana ke sana dan kemari demi tren ini. Tak ayal, banyak orang yang terjebak dalam skema ponzi.

    Masalah paling umum yang banyak ditemui selain skema ponzi yakni saham nyangkut di harga tertinggi yang menjadikannya sulit untuk dijual kembali akibat ulah bandar yang “menggoreng” atau menjual saham tersebut saat permintaan sedang melambung tinggi.

    2. Trading

    Banyak orang awam menganggap trading sebagai sesuatu yang keren. Anggapan ini banyak ditemui di mana-mana, menjadikan banyak pihak tidak bertanggung jawab mengiming-imingi hasil trading yang besar lewat teknologi canggih berupa Robot Trading. Robot ini berfungsi sebagai manajemen trading yang menawarkan profit harian atau terus-menerus menang dengan rate yang tinggi. Sayangnya, semua itu hanyalah akal-akalan saja karena justru uang yang Anda dapat tidak dapat dicairkan atau justru terkuat perusahaan robot trading tersebut abal-abal.

    3. Crypto

    Koin crypto pernah sempat menjadi trending yang membuat banyak orang menjadi korban karena FOMO. Saking hitsnya, beberapa selebriti ternama di tanah air sampai-sampai ikut merilis koin crypto milik mereka sendiri dan mengklaim koin yang ada mampu “to the moon”. Seperti kasus-kasus FOMO yang lainnya, tren ini juga kian menyusut dan justru merugikan banyak orang.

     

    Baca Juga: Kenali Apa Itu Monkey Business, Begini Cara Menghindari Jebakannya!

     

    Cara Mencegah FOMO

    Adapun beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya FOMO adalah sebagai berikut ini.

    1. Batasi Konsumsi Media Sosial dan Penggunaan Gadget

    Semakin sering kita bermain sosial media, semakin bisa kemungkinannya kita keracunan atas apa yang kita lihat. Sebab, akan selalu ada kecenderungan dalam diri kita yang mana tidak pernah merasa puas akan apa yang kita miliki. Belum lagi sosial media adalah tempat unjuk kebolehan di mana orang-orang tidak akan memeprlihatkan hal buruk berupa kesedihan atau kesengsaraan yang tengah dihadapi. Sebaliknya, mereka akan menunjukan sesuatu yang menenjukan kebahagiaan dan kesenangan lainnya.

    2. Menghargai Diri Sendiri

    Fear of Missing Out lebih cenderung memiliki banyak efek negatif. Salah satu diantaranya yaitu sifat konsumtif karena kerelaan kita untuk membeli sesuatu hanya karena hal tersebut tengah banyak dibicarakan atau tengah digandrungi orang-orang. Hal tersebut tentunya sangat mengganggu cash flow bulanan Anda.

    3. Fokus Pada Diri Sendiri dan Tujuan yang Ingin Diraih

    Berfokus pada diri sendiri serta tujuan yang ingin diraih akan membuat Anda on track pada jalur yang benar. Sebab, Anda akan berpikir dua kali untuk membuangkan waktu pada hal yang bersifat sementara dan dapat mengganggu tujuan utama Anda.

    4. Mengembangkan Hobi dan Menggali Potensi dalam Diri

    Dengan berfokus pada hobi dan terus belajar untuk menaikan value yang ada pada diri sendiri akan membawa pengaruh yang baik terhadap diri kita. Kita tidak akan mudah terdistraksi dengan hal ter-uptodate yang memakan banyak waktu kita dan membuat kita tergiur.

    5. Banyak Bersyukur dan Selalu Berpikir Positif

    FOMO menyebabkan kiat berpikir yang tidak-tidak atau cenderung ke arah negatif. Oleh karenanya belajar lah untuk terus bersyukur atas apa yang kita punya dan berpikir positif. Setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing, oleh karenanya kita tidak mungkin bisa sama persi dengan mereka atau apa yang kita lihat di sosial media.

    6. Ubah Konten atau Topik yang Biasa Dilihat

    Mengubah konten yang biasa kita konsumsi di media dapat membawa pengaruh besar. Sebab, konten-konten inilah sumber utama kita menginginkan sesuatu atau terjebak ke delam tren.

    Itulah informasi seputar FOMO Adalah: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mencegahnya. Semoga kita semua bisa terhindar dari fenomena ini dan lebih bijak lagi dalam menanggapi trend terkini. Meskipun FOMO mampu menyerang siapa aja, sindrom ini masih bisa kita kendalikan selama kita memiliki kontrol penuh terhadap diri sendiri dan paham betul tujuan hidup yang ingin dicapai.

    Butuh pinjaman dana cepat untuk beragam kebutuhan finansial Anda? Ajukan pinjaman di BFI Finance saja! Beragam keperluan dapat kami bantu mulai dari modal usaha, dana pendidikan, investasi, gaya hidup, dan lain sebagainya.

    Informasi lebih lanjut dapat Anda peroleh melalui laman web di bawah ini.

    Informasi Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

    Pencairan dana hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 3 tahun.

    Informasi Pinjaman Jaminan BPKB Motor

    Pinjaman dana dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 18 bulan.

    Informasi Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

    Bunga rendah mulai dari 0.9% dengan tenor panjang hingga 48 bulan.

     

    Jangan lewatkan informasi menarik lainnya hanya di BFI Blog. Update setiap Senin-Jumat. Sampai ketemu lagi di artikel berikutnya!

  • judi

    Mari Mengenal Lebih Dekat Seputar Limit Kredit dalam Pinjaman


    Limit kredit adalah batasan pinjaman yang ditetapkan oleh lembaga pembiayaan untuk membatasi pinjaman dana atau kredit yang bisa diajukan oleh pihak debitur.

    Setiap orang memiliki limit kredit yang berbeda-beda, dimana limit tersebut bisa dinaikan dengan syarat dan ketentuan yang ada.

    Agar Anda tidak keliru memahami apa itu limit kredit, mari kita simak penjelasan berikut ini.

    1. Mengenal Limit Kredit

    Limit kredit adalah batas maksimal dana yang dapat dipinjam oleh seseorang dari lembaga keuangan non bank, bank, atau perusahaan pembiayaan lainnya. Batasan maksimal ini ditentukan berdasarkan berbagai faktor seperti pendapatan, riwayat kredit, serta jumlah aset yang dimiliki oleh individu.

    Tidak hanya itu saja, limit kredit juga dapat dijadikan sebagai tolak ukur besaran risiko yang mungkin diterima oleh lembaga keuangan. Salah satunya yakni resiko terburuk terjadinya kredit macet maupun gagal bayar.

    2. Tujuan Penentuan Limit Kredit

    Limit kredit adalah batasan yang sengaja ditentukan untuk membatasi jumlah pinjaman yang diajukan oleh pihak debitur. Harapannya, dengan adanya limit kredit kerugian yang mungkin muncul antara dua belah pihak dapat diminimalisir. Adapun tujuan lainnya meliputi hal krusial di bawah ini.

    • Mengukur risiko yang mungkin diterima lembaga keuangan, misalnya risiko gagal bayar.

    • Mengontrol tingkat utang seseorang untuk menjaga kestabilan finansial.

    • Menghindari terjadinya penarikan aset atau jaminan akibat ketidaksanggupan melunasi cicilan yang ada.

    • Membantu lembaga keuangan untuk menentukan suku bunga yang akan dikenakan pada pinjaman. Semakin tinggi limit kredit seseorang, maka semakin rendah suku bunga yang dikenakan, karena lembaga keuangan menganggap orang tersebut memiliki risiko yang lebih rendah.

     

    Baca Juga: Kredit Produktif : Pengertian, Jenis, dan Contohnya

     

    3. Jenis Limit Kredit

    Limit kredit adalah ketentuan batasan kredit yang tidak hanya berlaku pada kartu kredit saja, namun juga berlaku untuk produk keuangan lainnya. 

    3.1 KTA

    KTA atau kredit tanpa agunan adalah jenis kredit yang tidak membutuhkan jaminan atau agunan pada saat pengajuannya. 

    Meskipun tidak membutuhkan agunan atau jaminan, limit KTA umumnya ditentukan dari slip gaji ataupun limit kartu kredit bagi yang memilikinya.

    Besaran limit kredit tanpa agunan (KTA), umumnya tidak terlalu besar untuk meminimalisir terjadinya kredit macet ataupun gagal bayar.

    3.2 Kredit Multiguna

    Salah satu pinjaman yang paling banyak digunakan adalah kredit multiguna. Kredit jenis ini mengharuskan calon debitur untuk menjaminkan asetnya sesuai jenis pinjaman yang dipilih.

    Seperti pinjaman jaminan BPKB kendaraan dan sertifikat rumah. Limit kredit yang didapat pun lebih besar dibandingkan dengan KTA (kredit tanpa agunan). Anda bisa mendapatkan hampir 85% dari nilai aset yang diajukan.

    3.3 Kredit Usaha Rakyat

    Kredit usaha rakyat atau yang disingkat menjadi KUR adalah program kredit buatan pemerintah yang bekerjasama dengan bank dalam membantu UMR atau usaha mikro. Setiap bank memiliki kebijakan tersendiri terkait besaran KUR yang bisa dicairkan.

    3.4 Kredit Kepemilikan Rumah

    Kredit kepemilikan rumah atau KPR adalah jenis kredit yang menawarkan kemudahan untuk mendapatkan rumah impian. Limit kredit yang satu ini umumnya ditentukan dari nilai rumah yang dipilih serta penghasilan tetap per bulan.

    3.5 Kartu Kredit

    Jenis limit kredit yang terakhir tentu saja kartu kredit. Setiap bank yang memiliki layanan kartu kredit pasti menerapkan limit kredit yang berbeda-beda sesuai dengan ketentuan dan syarat yang berlaku.

    Beberapa poin penentu limit kartu kredit diantaranya yakni pendapatan bulanan, total utang di bank, status kepemilikan rumah, jumlah kredit yang diminta.

     

    Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Dia Cara Perhitungan Pelunasan Kredit Dipercepat

     

    4. Faktor yang Menentukan Limit Kredit

    Limit kredit tidak ditentukan secara sembarangan. Ada beberapa faktor yang menjadi tolak ukur untuk menentukan batasan atau limit kredit. Mulai dari pendapatan, riwayat/skor kredit, status kepemilikan rumah, serta jumlah yang diajukan. Untuk lebih jelasnya, simak uraian berikut ini. 

    4.1 Pendapatan

    Limit kredit adalah batasan seseorang untuk dapat mengajukan pinjaman. Pendapatan adalah salah satu faktor penentunya.

    Pihak bank atau perusahaan pembiayaan akan menanyakan pendapatan bulanan Anda sebagai bukti kesanggupan dalam membayar cicilan yang ada sekaligus penentu batasan limit kredit yang akan diberikan.

    Pada faktor ini, pihak kreditur biasanya akan meminta slip gaji atau rekening koran bank yang Anda gunakan.

    4.2 Riwayat/Skor Kredit

    Banyak dari kita mungkin sudah tidak asing dengan istilah skor kredit. Skor kredit sendiri adalah ukuran kelayakan apakah pengajuan pinjaman seseorang layak diterima atau ditolak. Skor ini dihitung melalui layanan SLIK OJK atau yang dulu dikenal sebagai BI Checking. 

    4.2.1 Cara Cek Skor Kredit

    • Datangi Kantor Perwakilan OJK terdekat di daerah Anda dengan membawa persyaratan dokumen yang dibutuhkan dan mengisi formulir permintaan informasi debitur yang disediakan. Untuk kelengkapan persyaratan bisa Anda cek di tautan berikut ini.

    • Pihak OJK akan memeriksa dan meneliti dokumen persyaratan dan formulir permintaan informasi debitur. Jika telah memenuhi persyaratan, pihak OJK akan melakukan pencetakan hasil informasi debitur.

    • Selanjutnya, OJK akan melakukan konfirmasi dan menyerahkan hasil informasi debitur kepada pemohon beserta tanda terima yang harus ditandatangani oleh pemohon.

    4.3 Status Kepemilikan Rumah

    Kepemilikan properti seperti rumah menjadi salah satu faktor penentu limit kredit Anda. Lembaga keuangan cenderung menyukai calon kreditur yang sudah memiliki rumah sendiri. Hal ini diyakini sebagai jaminan jika kondisi keuangan Anda stabil dan mampu melunasi cicilan yang ada.

    4.4 Jumlah yang Diajukan

    Besaran jumlah kredit yang Anda ajukan menjadi faktor penentu selanjutnya. Pihak bank atau perusahaan pembiayaan akan menganalisa apakah besaran yang diajukan sebanding dengan pemasukan tetap setiap bulannya. Dengan begini, kreditur dapat menentukan batasan kredit sesuai dengan kemampuan bayar calon debitur.

     

    Baca Juga: Mengenal Kredit Konsumtif dan Contohnya

     

    5. Cara Menaikkan Limit Kredit Untuk Pembiayaan Multiguna

    Meskipun tidak mudah namun tidak menutup kemungkinan jika limit kredit yang ada Berbicara mengenai cara menaikan limit kredit, tentunya hal ini erat kaitannya dengan penggunaan, kartu kredit. Nah, bagi Anda yang memiliki kartu kredit atau berencana memilikinya dalam waktu dekat, berikut ini cara menaikan limit pada kartu kredit ala BFI Finance.

    Limit Kredit Adalah

    Image Source: Freepik/KrishnaTedjo

    5.1 Lengkapi Semua Persyaratan yang Diminta

    Persyaratan administrasi adalah langkah awal untuk menaikan limit kredit yang Anda inginkan. Apabila kelengkapan persyaratan yang ada ini tidak Anda penuhi dengan baik ataupun ada yang terlewat, pihak kreditur dapat menolak ajuan Anda.

    5.2 Pastikan Kolektibilitas Kredit Anda Bagus

    Kolektibilitas kredit adalah skor penentu kredit. Adanya skor ini mampu memperlihatkan kemampuan seseorang dalam mengelola keuangan, khususnya dalam kemampuan membayar utang.

    Berdasarkan ketetapan Bank Indonesia (BI) No. 7/2/PBI/2005 pada surat edaran BI No. 7/3/DPNP tertanggal 31 Januari 2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum, Peraturan BI No. 14/15/PBI/2012 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum, dan ketetapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan, terdapat 5 tingkatan kualitas skor kredit calon debitur. Penjelasannya sebagai berikut.

    • Skor Kredit 1: Kolektabilitas Lancar

    • Skor kredit 2: Kolektibilitas Dalam Perhatian Khusus (DPK)

    • Skor kredit 3: Kolektibilitas Kurang Lancar

    • Skor kredit 4: Kolektibilitas Diragukan

    • Skor kredit 5: Kolektibilitas Macet

     

    Baca Juga: Mengenal Kolektibilitas Kredit, Skor Penting Sebelum Ajukan Kredit

     

    5.3 Pastikan Nilai Aset yang Diajukan Tinggi

    Mengajukan pinjaman pada perusahaan pembiayaan maupun lembaga keuangan non bank dengan pilihan produk pembiayaan berjaminan, tentunya pencairan dana yang ada ditentukan dengan nilai aset yang Anda ajukan. Semakin tinggi nilai aset yang ada maka semakin besar perolehan pinjaman akan Anda dapatkan.

    5.3.1 Tips Menaikan Nilai Aset

    • Aset yang diajukan sesuai dengan kriteria yang diberikan oleh pihak kreditur.

    • Usahakan aset tersebut masih dalam kondisi prima. Anda bisa melakukan perawatan atau pembaharuan mesin jika aset yang diajukan berupa kendaraan bermotor.

    5.4 Pendapatan Per Bulan

    Pihak kreditur akan memastikan kondisi finansial Anda stabil sebelum dapat menaikan limit kredit yang ada. Salah satu caraya yakni dengan melihat langsung slip gaji bulanan Anda selama beberapa bulan. Jika sesuai dan tidak ada masalah, besar kemungkinan pengajuan Anda disetujui.

    Nah, bagi Anda yang membutuhkan pinjaman dana cepat dengan sederet keuntungan untuk modal usaha, biaya pendidikan anak, sampai dengan gaya hidup, Anda bisa mengajukan pinjaman di BFI Finance. Apa saja kelebihan pengajuan pinjaman di BFI Finance? Berikut ini sederet manfaat yang bisa Anda peroleh dengan mengajukan pinjaman di BFI Finance.

     

    BFI Finance adalah perusahaan yang melayani pinjaman multiguna jaminan bpkb motorbpkb mobil, dan sertifikat rumah atau ruko

     

    Sobat BFI, demikian informasi mengenai Limit Kredit Adalah: Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Menaikan Kredit. Mengajukan kredit adalah hal yang lumrah dilakukan oleh orang-orang. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk mengajukan kredit, pastikan untuk memilih lembaga keuangan resmi yang sudah terjamin legalitasnya.