• judi

    Finansial Adalah, Jenis, dan Tujuannya


    Finansial, istilah yang sering kita dengar, mencakup aspek penting dalam kehidupan kita. Namun, seberapa dalam pengetahuan kita tentang konsep finansial?

     

    Finansial adalah istilah yang berkaitan dengan manajemen keuangan, termasuk sumber daya keuangan, investasi, dan pengelolaan keuangan secara keseluruhan. Konsep finansial melibatkan segala sesuatu yang terkait dengan uang, baik itu dalam konteks individu, perusahaan, atau pemerintahan.

     

    Finansial mencakup berbagai aspek keuangan, termasuk pendapatan, pengeluaran, investasi, perencanaan pensiun, manajemen risiko, dan lainnya. Pemahaman yang baik tentang finansial memungkinkan seseorang atau entitas untuk mengelola keuangan mereka dengan bijak, merencanakan masa depan, dan mencapai tujuan keuangan yang diinginkan.

     

    Baca Juga: Ajukan Pinjaman Melalui BFI Finance Sekarang!

     

    1. Aspek Penting Finansial

    Finansial mencakup berbagai aspek keuangan yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari dan operasional bisnis. Beberapa aspek tersebut antara lain:

     

    1.1 Pendapatan dan Pengeluaran

    Aspek paling dasar dari finansial adalah pendapatan dan pengeluaran. Pendapatan mencakup sumber-sumber pemasukan, sedangkan pengeluaran melibatkan semua biaya dan belanja. Manajemen yang baik dari kedua aspek ini merupakan langkah awal untuk meraih stabilitas finansial.

     

    1.2 Investasi

    Investasi merujuk pada alokasi dana dalam instrumen keuangan atau aset lainnya dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Pemahaman yang baik tentang berbagai opsi investasi dan strategi diversifikasi menjadi kunci dalam merencanakan pertumbuhan kekayaan.

     

    1.3 Perencanaan Pensiun

    Perencanaan pensiun adalah komponen penting dari konsep finansial. Melalui perencanaan ini, individu atau entitas dapat memastikan bahwa mereka memiliki sumber daya keuangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup saat memasuki masa pensiun.

     

    1.4 Manajemen Risiko

    Manajemen risiko melibatkan identifikasi, penilaian, dan penanganan risiko finansial. Ini mencakup risiko-risiko seperti fluktuasi pasar, risiko kredit, atau risiko mata uang asing. Strategi manajemen risiko dapat melibatkan asuransi, diversifikasi portofolio, dan penggunaan instrumen keuangan lainnya.

     

    2. Aspek Finansial pada Tingkat Individu

    2.1 Pengelolaan Utang

    Pada tingkat individu, finansial juga mencakup pengelolaan utang. Ini melibatkan pemahaman tentang jenis utang, tingkat bunga, dan strategi pembayaran utang untuk menghindari tekanan keuangan yang berlebihan.

     

    2.2 Pendidikan Keuangan

    Pendidikan keuangan merupakan bagian integral dari finansial pada tingkat individu. Ini mencakup pemahaman tentang bagaimana mengelola uang, membuat anggaran, dan membuat keputusan keuangan yang bijak.

     

    3. Aspek Finansial pada Tingkat Bisnis

    3.1 Perencanaan Anggaran

    Pada tingkat bisnis, finansial mencakup perencanaan anggaran yang mencakup semua aspek keuangan perusahaan. Ini termasuk pengeluaran operasional, investasi dalam pertumbuhan, dan alokasi dana untuk riset dan pengembangan.

     

    3.2 Manajemen Modal Kerja

    Manajemen modal kerja adalah aspek finansial yang krusial bagi kelangsungan hidup bisnis. Ini melibatkan manajemen kas, piutang, dan persediaan untuk memastikan likuiditas yang memadai dalam menjalankan operasional harian.

     

    Baca Juga: Begini Cara Jualan Pulsa untuk Pemula: Modal Awal dan Peluang Usaha

     

    4. Aspek Finansial pada Tingkat Pemerintahan

    4.1 Pengelolaan Dana Publik

    Finansial pada tingkat pemerintahan mencakup pengelolaan dana publik. Ini melibatkan penyusunan anggaran, alokasi dana untuk layanan publik, dan pengelolaan utang negara.

     

    4.2 Kebijakan Fiskal dan Moneter

    Pada tingkat pemerintahan, finansial juga mencakup perumusan dan implementasi kebijakan fiskal dan moneter. Ini mencakup pengaturan pajak, pengeluaran publik, dan pengelolaan suku bunga untuk memengaruhi kondisi ekonomi secara keseluruhan.

     

    5. Jenis Finansial

    5.1 Finansial Pribadi

    Finansial pribadi mencakup pengelolaan keuangan individu atau keluarga. Ini melibatkan perencanaan dan pelaksanaan strategi keuangan untuk mencapai tujuan pribadi, seperti membeli rumah, membayar pendidikan, atau merencanakan pensiun. Aspek finansial pribadi melibatkan pembuatan anggaran, pengelolaan utang, dan investasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan individu.

     

    5.2 Finansial Bisnis

    Finansial bisnis berkaitan dengan pengelolaan keuangan perusahaan atau usaha. Ini melibatkan perencanaan keuangan jangka panjang, pengelolaan arus kas, perencanaan anggaran, dan pengambilan keputusan investasi. Tujuan finansial bisnis melibatkan pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, dan pencapaian tujuan strategis.

     

    5.3 Finansial Publik

    Finansial publik mencakup manajemen keuangan pada tingkat pemerintahan atau sektor publik. Ini termasuk penyusunan anggaran, pengelolaan pajak, alokasi dana publik, dan pembiayaan proyek-proyek infrastruktur. Tujuan finansial publik termasuk pelayanan publik yang efisien, pembangunan ekonomi, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

     

    5.4  Finansial Internasional

    Finansial internasional melibatkan hubungan keuangan antarnegara. Ini mencakup perdagangan internasional, aliran modal lintas batas, dan kebijakan ekonomi yang berdampak pada tingkat global. Organisasi internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia berperan dalam mengelola aspek finansial internasional.

     

    Baca Juga: Memahami Pembiayaan Multiguna Beserta Risikonya (Terbaru)

     

    6. Tujuan Finansial

    6.1 Pengelolaan Pendapatan dan Pengeluaran

    Salah satu tujuan utama finansial adalah pengelolaan pendapatan dan pengeluaran dengan bijak. Ini melibatkan pembuatan anggaran yang memprioritaskan pengeluaran dan menentukan alokasi pendapatan untuk mencapai keseimbangan keuangan yang sehat.

     

    6.2 Investasi untuk Masa Depan

    Tujuan finansial mencakup investasi untuk mencapai tujuan jangka panjang. Ini bisa melibatkan investasi dalam properti, saham, obligasi, atau instrumen keuangan lainnya. Investasi yang cerdas dapat membantu menciptakan kekayaan dan memberikan keamanan finansial di masa depan.

     

    6.3 Manajemen Utang yang Bijak

    Finansial melibatkan manajemen utang yang bijak. Ini mencakup pembayaran utang secara teratur, mengelola bunga, dan menghindari akumulasi utang yang tidak terkendali. Manajemen utang yang baik dapat memberikan stabilitas finansial dan mencegah tekanan keuangan berlebihan.

     

    6.4 Pensiun yang Nyaman

    Merencanakan pensiun yang nyaman adalah salah satu tujuan finansial yang penting. Ini melibatkan investasi dalam rencana pensiun, seperti dana pensiun atau investasi jangka panjang lainnya, untuk memastikan kecukupan dana saat memasuki masa pensiun.

     

    6.5 Perlindungan terhadap Risiko

    Finansial juga mencakup perlindungan terhadap risiko keuangan. Ini bisa melibatkan asuransi untuk melindungi dari kejadian tak terduga, seperti kematian, penyakit serius, atau kehilangan pekerjaan. Perlindungan terhadap risiko membantu menjaga stabilitas finansial dalam situasi sulit.

     

    Finansial mencakup berbagai aspek dalam kehidupan, mulai dari pengelolaan keuangan pribadi hingga manajemen keuangan tingkat bisnis dan pemerintahan. Pemahaman yang baik tentang finansial memungkinkan individu dan entitas untuk membuat keputusan keuangan yang cerdas, merencanakan masa depan, dan mencapai tujuan keuangan yang diinginkan. Dengan mengenal finansial secara menyeluruh, kita dapat membangun pondasi yang kuat untuk keberhasilan keuangan jangka panjang.

     

    BFI Finance adalah perusahaan yang melayani pinjaman multiguna jaminan bpkb motor, bpkb mobil, dan sertifikat rumah atau ruko

  • judi

    Shio dan Zodiak yang Diprediksi Beruntung Secara Finansial Tahun 2024


    Shio dan Zodiak yang Diprediksi Beruntung Secara Finansial Tahun 2024

    Tahun 2024 diharapkan membawa berbagai keberuntungan finansial bagi sebagian besar orang. Dalam kepercayaan astrologi Tionghoa, shio atau lambang binatang yang melambangkan tahun kelahiran, dan zodiak Barat dapat memberikan petunjuk mengenai potensi keberuntungan finansial seseorang.

     

    Baca Juga: Ajukan Pinjaman Melalui BFI Finance Sekarang!

     

    1. Shio yang Diprediksi Beruntung

    Tahun 2024 dipandang sebagai periode yang membawa keberuntungan finansial bagi beberapa shio dalam astrologi Tionghoa. Berdasarkan keyakinan ini, mari kita lihat lebih dalam mengenai shio-shio yang diprediksi akan mengalami keberuntungan finansial pada tahun yang akan datang.

     

    1.1 Shio Kelinci – 1927, 1939, 1951, 1963, 1975, 1987, 1999, 2011, 2023

    Shio Kelinci dianggap sebagai shio yang membawa kecerdasan, keberuntungan, dan harmoni. Orang yang lahir di tahun shio Kelinci diprediksi akan mendapatkan keberuntungan finansial pada tahun 2024. Mereka cenderung memiliki kepekaan terhadap peluang finansial dan memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang cerdas terkait investasi atau bisnis. Tahun ini mungkin menjadi waktu yang baik bagi mereka untuk mengeksplorasi peluang baru dalam dunia bisnis atau untuk mengoptimalkan investasi yang sudah ada.

     

    1.2 Shio Kuda – 1930, 1942, 1954, 1966, 1978, 1990, 2002, 2014

    Tahun 2024 diprediksi akan menjadi tahun yang menguntungkan bagi shio Kuda. Shio ini melambangkan keberanian, keberuntungan, dan kreativitas. Orang yang terpengaruh oleh shio Kuda mungkin menemukan peluang baru untuk meningkatkan pendapatan mereka, terutama dalam hal bisnis atau proyek kreatif. Keberanian mereka dapat menjadi kunci untuk menjelajahi wilayah baru dalam upaya meningkatkan stabilitas finansial.

     

    1.3 Shio Ayam – 1933, 1945, 1957, 1969, 1981, 1993, 2005, 2017, 2029

    Bagi mereka yang lahir di bawah shio Ayam, tahun 2024 dapat menjadi periode yang menguntungkan secara finansial. Shio Ayam melambangkan kerja keras, ketekunan, dan keberanian. Orang yang terkait dengan shio ini mungkin menikmati hasil dari usaha mereka, terutama jika mereka dapat mengelola keuangan dengan bijak dan melakukan investasi yang cerdas. Mereka dapat meraih keberhasilan finansial dengan mengejar tujuan mereka dengan tekun dan penuh dedikasi.

     

    Baca Juga: Gini Cara Baca Sifat Seseorang Berdasarkan Shio, Akurat?

     

    1.4 Shio Anjing – 1934, 1946, 1958, 1970, 1982, 1994, 2006, 2018

    Orang yang lahir di tahun shio Anjing diperkirakan akan mengalami keberuntungan finansial pada tahun 2024. Shio Anjing melambangkan kejujuran, kesetiaan, dan kecerdasan. Mereka mungkin menemukan kesempatan untuk mencapai tujuan keuangan mereka, terutama jika mereka dapat memanfaatkan keterampilan analitis dan kecerdasan finansial mereka. Kejujuran mereka dapat membawa kepercayaan dari mitra bisnis dan membuka pintu untuk peluang kerjasama yang menguntungkan secara finansial.

     

    1.5 Shio Tikus – 1948, 1960, 1972, 1984, 1996, 2008, 2020

    Tahun 2024 juga dapat membawa keberuntungan bagi mereka yang lahir di tahun shio Tikus. Shio Tikus melambangkan kecerdasan, kebijaksanaan, dan ketekunan. Orang yang terpengaruh oleh shio ini mungkin menemukan peluang untuk mencapai kesuksesan finansial, terutama jika mereka dapat mengelola risiko dengan bijak dan memanfaatkan peluang yang muncul. Kemampuan mereka untuk berpikir cepat dan merencanakan langkah-langkah dengan matang dapat menjadi kunci untuk mencapai tujuan keuangan.

     

    2. Zodiak yang Diprediksi Beruntung

    Tidak hanya shio dalam astrologi Tionghoa yang memberikan petunjuk tentang keberuntungan finansial, tetapi zodiak Barat juga memiliki peran penting dalam memprediksi potensi kesuksesan keuangan seseorang. Berikut adalah beberapa zodiak yang diprediksi akan beruntung secara finansial pada tahun 2024:

     

    Baca Juga: Mengenal Zodiak, dan Bagaimana 12 Zodiak Berelasi dengan Pasangannya. Kalau Kamu Termasuk Tipe yang Mana?

     

    2.1 Aquarius (20 Januari – 18 Februari)

    Bagi para Aquarius, tahun 2024 dapat menjadi periode yang penuh keberuntungan, terutama dalam hal finansial. Aquarius dikenal sebagai inovator dan pemikir kreatif. Mereka cenderung memiliki wawasan yang mendalam tentang tren masa depan, terutama dalam bidang ide-ide baru dan teknologi. Pada tahun ini, Aquarius mungkin menemukan peluang-peluang baru yang dapat mengarah pada kesuksesan finansial. Keberanian mereka untuk berpikir di luar kotak dapat membuka pintu bagi investasi yang cerdas dan inovasi dalam karir mereka.

     

    2.2 Taurus (20 April – 20 Mei)

    Taurus, yang dikenal sebagai individu yang tekun dan memiliki ketahanan yang tinggi, juga diprediksi akan mengalami keberuntungan finansial yang signifikan pada tahun 2024. Karakteristik khas Taurus, seperti keuletan dan kegigihan, dapat menjadi aset berharga dalam mencapai tujuan keuangan. Taurus mungkin menemukan kesempatan untuk mengembangkan usaha mereka sendiri atau meningkatkan pendapatan melalui upaya-usaha yang lebih intensif. Keandalan dan ketekunan Taurus dapat membawa mereka pada peningkatan finansial yang konsisten.

     

    2.3 Capricorn (22 Desember – 19 Januari)

    Capricorn, dengan sifat ambisius dan fokus mereka, dapat berharap pada peningkatan finansial yang positif pada tahun 2024. Capricorn dikenal sebagai pemimpin yang tangguh, dan keterampilan manajerial serta kebijaksanaan keuangan mereka dapat membantu mereka meraih kesuksesan dalam hal finansial. Pada tahun ini, Capricorn mungkin menemukan kesempatan untuk meningkatkan stabilitas keuangan mereka melalui strategi investasi yang bijak dan manajemen keuangan yang cermat.

     

    2.4 Leo (23 Juli – 22 Agustus)

    Leo, yang dikenal sebagai pribadi yang penuh semangat dan berani, diprediksi akan mengalami keberuntungan finansial pada tahun 2024. Karakteristik kepemimpinan dan ambisi Leo dapat membawa mereka pada peluang-peluang baru dalam hal karir atau investasi. Keberanian mereka untuk mengambil risiko dapat menghasilkan hasil yang menguntungkan, terutama jika Leo dapat memanfaatkan energi positif mereka untuk menghadapi tantangan keuangan.

     

    2.5 Aries (21 Maret – 19 April)

    Aries, dengan sifat kepemimpinan dan semangat mereka, juga diprediksi akan meraih keberuntungan finansial pada tahun 2024. Kecenderungan Aries untuk mengambil risiko dengan bijak dan menjadi inisiatif dalam mencari peluang dapat membawa mereka pada kesuksesan finansial yang diinginkan. Aries mungkin menemukan diri mereka terlibat dalam proyek-proyek yang menghasilkan keuntungan atau menemukan peluang baru yang dapat memperkuat posisi finansial mereka.

     

    Meskipun prediksi astrologi dapat memberikan pandangan tambahan, penting untuk diingat bahwa keberuntungan finansial tidak hanya tergantung pada bintang-bintang atau planet. Keputusan bijak, kerja keras, dan pengelolaan keuangan yang cermat juga memainkan peran besar dalam mencapai tujuan keuangan. Oleh karena itu, sambil mengamati peruntungan zodiak, tetaplah fokus pada tindakan nyata dan kebijakan finansial yang baik untuk mencapai keberhasilan finansial pada tahun 2024.

     

    BFI Finance adalah perusahaan yang melayani pinjaman multiguna jaminan bpkb motor, bpkb mobil, dan sertifikat rumah atau ruko

     

  • judi

    Tips Finansial Freelancer: Siapkan Dana Pensiun


    Setiap orang tentunya berharap untuk menjalani kehidupan di masa tua dengan nyaman dan sejahtera. Termasuk bagi Anda yang saat ini bekerja sebagai freelancer atau pekerja lepas. Simak tips finansial berikut untuk menyiapkan dana pensiun agar sejahtera di hari tua. 

    Apapun profesi Anda, tentunya akan datang masa dimana Anda harus berhenti bekerja karena keadaan. Secara alami, tingkat produktivitas di hari tua pun menurun, sehingga Anda tidak bisa aktif bekerja dan mendapat penghasilan yang maksimal. Berbeda dengan karyawan yang mungkin masih mendapatkan tunjangan pensiun, pekerja lepas tidak mendapatkan hal tersebut. Namun, disaat yang sama, Anda tetap harus memenuhi kebutuhan hidup. 

    Meskipun demikian, bukan berarti seorang pekerja lepas tidak dapat hidup sejahtera di hari tua. Walaupun tidak adanya tunjangan pensiun, Anda masih dapat hidup sejahtera di kemudian hari. Caranya adalah dengan mempersiapkan dan mengelola finansial sebaik mungkin sejak dini. 

    Simak ulasan berikut untuk mempersiapkan dana pensiun bagi para pekerja freelancer!

    Tips finansial

    Estimasi Kebutuhan Dana Pensiun

    Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengestimasi kebutuhan dana pensiun sedari dini. Cara mengetahuinya adalah dengan menentukan usia pensiun Anda, asumsi usia harapan hidup, biaya hidup sehari-hari, serta waktu yang Anda butuhkan untuk menyiapkan kebutuhan dana pensiun. 

    Siapkan Strategi Pengumpulan Dana

    Setelah mengetahui estimasi kebutuhan dana pensiun Anda, selanjutnya adalah menentukan strategi pengumpulan dana. Ada berbagai strategi yang bisa Anda lakukan. Pertama, menyisihkan sebagian pendapatan Anda untuk instrumen investasi jangka panjang. Misalnya, reksa dana, saham, obligasi jangka panjang, properti, dan lain sebagainya. 

    Kedua, mengikuti program Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri. 

    Bagi freelancer, kepesertaan JHT BPJS Ketenagakerjaan meminta Anda menyetorkan iuran sebesar 2% dari penghasilan yang dilaporkan.

    Ketiga, membuka rekening Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) pribadi. Anda bisa menyetorkan dana dan dikelola oleh pengurus DPLK ke instrumen investasi dalam jangka panjang. Saat usia pensiun, Anda bisa mengambil dana tersebut dan dibelikan produk anuitas yang memberikan pendapatan rutin tiap bulannya. 

    Sehatkan Finansial Pribadi

    Yang terakhir, Anda harus memastikan bahwa keadaan finansial pribadi Anda sekarang cukup sehat agar lebih mudah untuk memulai. Anda bisa memulai dari memperhatikan kecukupan dana darurat. Usahakan untuk menyisihkan sebagian pendapatan Anda secara rutin untuk dana darurat. 

    Perhatikan juga beban hutang Anda sekarang. Usahakan untuk menjaga beban cicilan agar tidak lebih dari 30% penghasilan rutin Anda. Serta pastikan untuk berhutang pada perusahaan pembiayaan yang terpercaya, sehingga keadaan finansial Anda tetap terjaga. 

    Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengumpulkan dana pensiun. Apapun kebutuhan finansial Anda, BFI Finance solusinya. Dapatkan pinjaman dalam waktu cepat hanya dengan menjaminkan BPKB kendaraan atau sertifikat rumah Anda, dan pastinya prosesnya aman dengan bunga yang ringan. 

    Yuk, ajukan pinjaman aman terpercaya di BFI Finance!

  • judi

    7 Tips Merdeka Finansial, Siapa Saja Bisa Menerapkannya!


    Sudahkah Anda merdeka secara finansial?

    Merdeka finansial merupakan sebuah istilah yang pertama kali dipopulerkan oleh Robert T. Kiyosaki, seorang pakar finansial asal Amerika Serikat.

    Istilah ini bermaknakan sebuah kondisi di mana seseorang tidak lagi mengkhawatirkan kondisi keuangannya dan terbebas dari jeratan hutang maupun cicilan.

    Bagi banyak orang, kondisi ini tentunya menjadi sebuah impian dan berharap bisa digapai secepatnya. Namun, apakah Anda sudah betul-betul memahami apa itu merdeka finansial yang sebenarnya? Mari kita cari tahu selengkapnya di uraian berikut ini.

    Apa Itu Merdeka Finansial?

    Secara harfiah, kata merdeka memiliki makna kebebasan dan tidak terikat akan suatu hal. Sedangkan kata finansial memiliki arti keuangan. Jika keduanya digabungkan maka dapat kita simpulkan merdeka finansial adalah kebebasan dari tuntutan keuangan.

    Merdeka finansial atau financial independence adalah sebuah situasi di mana seseorang berhasil meraih hidup yang layak, terbebas dari hutang, dan dapat memenuhi segala kebutuhannya tanpa mengkhawatirkan kondisi keuangan.

    Selain merdeka dari beban perekonomian, merdeka finansial juga memiliki arti lain di mana orang tersebut bahagia dengan hidupnya yang tercukupi dan bersyukur atas apa yang dia miliki saat ini.

    Merdeka finansial bisa kita raih karena berbagai faktor. Salah satunya yaitu melalui gaya hidup atau kebiasaan kita dalam menggunakan uang. Semakin dini kita mengolah keuangan dengan baik, semakin cepat juga financial independence kita dapatkan.

    Baca Juga: 8 Cara Mencapai Financial Freedom Versi Terbaik dari Diri Sendiri!

    Ciri-Ciri Seseorang Sudah Merdeka Secara Finansial

    Setelah mengetahui apa itu merdeka finansial, Anda mungkin mulai penasaran ciri-ciri apa saja yang dimiliki oleh seseorang yang sudah merdeka secara finansial. Bisa jadi Anda juga salah satunya!  Mari kita lihat cirinya di bawah ini.

    Salah satu financial planner terkenal bernama Prita Ghozie Hapsari mendefinisikan ciri-ciri orang yang sudah merdeka secara finansial sebagai berikut.

    Merdeka Finansial

    Image Source: Freepik

    1. Cashflow Bulanan Sehat, Tidak Ada Masalah Pengeluaran Tiap Bulannya

    Ciri yang pertama ditandai dengan cashflow bulanan yang sehat. Cashflow atau arus kas adalah catatan keuangan yang memuat pemasukan maupun pengeluaran Anda.

    Mereka yang termasuk ke dalam financially independence memiliki cashflow yang sehat di mana pengeluaran tiap bulannya tidak lebih banyak ketimbang pemasukan.

    2. Terbebas dari Hutang Konsumtif

    Ciri yang kedua dari merdeka secara finansial yaitu terbebas dari hutang konsumtif. Hutang konsumtif adalah jenis hutang yang digunakan untuk memenuhi gaya hidup.

    Contohnya berhutang demi bisa memiliki barang branded terbaru agar tidak ketinggalan trend terkini. Seperti tas, hp, mobil, motor, dan masih banyak lagi.

    Mereka yang terbebas dari hutang konsumtif akan berpikir berulang kali sebelum mengajukan pinjaman untuk membeli sesuatu yang mengalami depresiasi harga atau justru lebih memilih menabung sampai akhirnya mampu membeli barang tersebut.

    3. Memiliki Dana Darurat

    Ciri yang ketiga yaitu memiliki dana darurat. Seseorang yang merdeka secara finansial pasti sudah memastikan segala kemungkinan buruk yang akan terjadi. Oleh karenanya mereka akan selalu memastikan untuk menyiapkan dana darurat.

    Dana darurat yang kita miliki, idealnya sebesar 3X lipat dari jumlah kebutuhan kita setiap bulannya. Akan tetapi, semenjak masa pandemi melanda dan lapangan pekerjaan yang kian sulit, ada baiknya Anda menyiapkan dana darurat 6X lipat dari jumlah kebutuhan bulanan Anda.

    Sebagai contoh, kebutuhan bulanan Anda berkisar antara 5jt – 6jt. Dengan begini, Anda dapat menyiapkan dana dengan hitungan sebagai berikut.

    Biaya Bulanan X 6 Bulan = Dana Darurat

    Jadi, dana darurat yang harus Anda siapkan jika kebutuhan tiap bulannya 5jt sebesar 30jt. Cukup banyak bukan? Meski begitu, dana inilah yang nantinya akan menyelamatkan Anda jika hal buruk menimpa. Misalnya kehilangan pekerjaan atau pemutusan kontrak kerja.

    4. Memiliki Tempat Tinggal

    Ciri yang ketiga yaitu memiliki tempat tinggal. Tempat tinggal adalah aset tetap yang termasuk ke dalam pemenuhan kebutan primer yakni kebutuhan akan tempat tinggal.

    Dengan adanya tempat tinggal itu berarti Anda tidak perlu mengeluarkan sejumlah dana untuk membayar sewa tempat tinggal. Hal ini berdampak pada kesehatan cashflow bulanan Anda, sehingga dana yang Anda miliki dapat dialokasikan ke hal lain.

    5. Memiliki Tabungan dan Investasi, Baik Itu Untuk Hidup Maupun Menikmati Hidup

    Ciri yang terakhir dari merdeka finansial adalah memiliki tabungan dan investasi. Tabungan serta investasi yang dimiliki ini nantinya bisa menjadi sumber dana baik itu untuk hidup dalam artian tabungan masa depan, maupun untuk menikmati hidup (pemenuhan kebutuhan akan gaya hidup).

    Tips Merdeka Finansial Ala BFI Finance

    Merdeka finansial dapat Anda raih dengan cepat jika Anda mulai mengelola keuangan dengan baik sejak dini. Apa saja yang perlu Anda lakukan untuk mencapai financially independence? Ini dia tipsnya.

    Merdeka Finansial

    Image Source: Pexels/Olya Kobruseva

    1. Memiliki Asuransi Jiwa dan Kesehatan

    Salah satu hal penting yang harus Anda lakukan untuk mencapai merdeka finansial yaitu menyiapkan proteksi diri.

    Tanpa adanya proteksi yang cukup dari segi kesehatan maupun jiwa, Anda akan kesulitan meraih kemerdekaan secara finansial sebab tanpa adanya asuransi, resiko yang kemungkinan terjadi pada Anda akan berdampak besar terhadap kestabilan keuangan yang ada.

    Dari asuransi, Anda akan lebih ringan untuk menanggung sejumlah dana dari resiko yang terjadi akibat suatu insiden.

    2. Berinvestasi

    Investasi adalah salah satu kegiatan keuangan yang sama pentingnya dengan menabung di bank konvensional. Bedanya adalah melalui investasi Anda akan memperoleh sejumlah keuntungan.

    Sehingga, uang yang Anda miliki tidak akan terpengaruhi oleh inflasi dan justru memberikan Anda sejumlah keuntungan untuk masa depan. Dengan catatan, return atau keuntungan yang diberikan harus melebihi nilai inflasi yang berlaku di tahun tersebut.

    Investasi memiliki beragam instrumen. Diantaranya yaitu deposito, obligasi, reksadana, logam mulia, saham, dan properti. Pastikan untuk memilih instrumen yang sudah terjamin keamanannya, ya!

     

    Baca Juga: Skema Ponzi Adalah: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya

     

    3. Memiliki Passive Income

    Sebagaimana dengan berinvestasi, passive income menjadi salah satu faktor yang mendukung seseorang meraih kemerdekaan secara finansial. 

    Secara harfiah, passive income yaitu pendapatan pasif yang memiliki makna pendapatan tambahan yang diperoleh tanpa perlu bersusah payah meluangkan banyak waktu untuk memperolehnya.

    Passive income juga banyak diartikan sebagai penghasilan sampingan di luar dari sumber penghasilan utama.

    Dikutip dari Kompas.Com, passive income terbagi ke dalam 3 jenis. Jenis pertama yakni paper assets yang terdiri dari deposito, reksadana, saham. Ketiga jenis ini dapat memberikan return atau keuntungan tanpa bersusah payah melakukan sesuatu.

    Jenis kedua yaitu bisnis. Pada jenis kedua ini Anda hanya menanamkan modal tanpa ikut terjun langsung dalam berbagai aktivitas harian yang ada. Misalnya bisnis supermarket, mini market, maupun laudry.

    Jenis ketiga adalah properti. Maksudnya di sini properti yang Anda miliki disewakan kepada orang lain agar memperoleh keuntungan.

    4. Menyiapkan Dana Pendidikan Untuk Masa Depan Anak

    Merdeka finansial artinya Anda terbebas dari segala tuntutan perekonomian yang mengganggu kondisi finansial Anda. Termasuk diantaranya yaitu dana pendidikan.

    Mengingat setiap tahunnya biaya pendidikan terus mengalami kenaikan yang signifikan, ada baiknya Anda mempersiapkan dana pendidikan anak sejak dini. Supaya nantinya anak bisa mengenyam pendidikan yang layak dan hidup lebih sejahtera.

    Ada beragam cara persiapkan dana pendidikan anak sejak dini. Antara lain yaitu:

    1. Rencanakan setiap jenjangnya

    2. Mencari informasi sekolah

    3. Memperhitungkan dana pendidikan anak

    4. Merencanakan tabungan dana pendidikan anak

    5. Menjadi nasabah asuransi pendidikan anak

    6. Melakukan investasi

    7. Evaluasi keuangan bersama

    5. Memiliki Dana Pensiun

    Tips yang satu ini sangat penting untuk dilakukan agar keuangan di masa tua nanti senantiasa aman. Pastinya kita tidak ingin masa pensiun nanti hidup pas-pasan atau justru tetap bekerja bukan?

    Cara yang bisa Anda lakukan untuk memiliki dana pensiun antara lain dengan menabung di Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), berinvestasi, ataupun mengandalkan aset tetap seperti properti yang disewakan.

    6. Sudah Menyiapkan Dana Darurat

    Tips berikutnya dari merdeka finansial yaitu menyiapkan dana darurat. Dana ini nantinya akan sangat berguna untuk mengcover kebutuhan dalam jumlah besar.

    Cara menyiapkan dana darurat:

    1. Punya kemauan keras untuk punya dana darurat

    2. Sisihkan uang dari sebagian gaji

    3. Konsisten menabung setiap bulannya

    7. Hutang Produktif

    Berhutang tidak selamanya buruk atau berkonotasi negatif. Jika dikelola dengan baik, berhutang justru dapat membuat kita menjadi lebih kaya dan membantu kita merdeka secara finansial.

    Salah satu caranya yaitu melalui hutang produktif. Misalnya, dana pinjaman yang ada digunakan untuk sesuatu yang menghasilkan uang lagi. Seperti modal usaha dan mengembangkan bisnis.

    Mengapa bisa disebut sebagai hutang produktif? Hal ini dikarenakan laba usaha yang diperoleh dari usaha Anda dapat dialokasikan untuk melunasi maupun mencicil pinjaman. Jadi, saat pinjaman telah lunas, Anda akan memiliki sejumlah keuntungan tanpa terbebani adanya hutang.

    Jika Anda membutuhkan pinjaman dana cepat cair, jangan ragu untuk memilih produk BFI Finance sebagai solusi keuangan Anda. Mulai dari modal usaha, dana pendidikan, sampai dengan gaya hidup, semuanya dapat kami bantu.

    Tidak hanya itu, dalam rangka menyambut hari kemerdekaan di bulan Agustus 2022, BFI Finance memiliki promo #PastiMerdeka di mana debitur berkesempatan mendapatkan cashback hingga Rp 77 Juta Rupiah! Ketentuan selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut ini, ya.

    Informasi mengenai pinjaman dan promo menarik lainnya dapat Anda lihat di link berikut ini.

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Motor

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah
     

    Sobat BFI, itulah bahasan kali ini mengenai merdeka finansial. Untuk meraih kemerdekaan secara finansial memanglah tidak instan, diperlukan kesabaran dan upaya. Meskipun begitu, hasilnya nanti akan sangat menguntungkan bagi kita dan generasi berikutnya.

    Temukan artikel menarik lainnya di BFI Blog!

  • judi

    Pahami Jenis-Jenis Risiko Finansial dan Cara Meminimalisirnya


    Risiko finansial adalah suatu bentuk risiko yang muncul atas suatu kejadian dan membawa dampak yang merugikan bagi kondisi finansial seseorang.

    Dalam hidup ini, tidak ada satupun hal yang luput dari risiko terutama jika kita berbicara mengenai finansial. Ada banyak hal yang bisa terjadi begitu saja dan justru mengancam kestabilan finansial kita.

    Meskipun begitu, adanya risiko finansial ini bukan berarti tidak bisa kita atasi. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir terjadinya risiko finansial. Mari kita pahami mengenai risiko finansial lewat uraian berikut ini.

    Definisi Risiko Finansial

    Risiko finansial adalah suatu kondisi yang timbul akibat adanya perubahan baik itu secara internal maupun eksternal yang dapat merugikan finansial atau keuangan seseorang, suatu kelompok, ataupun perusahaan.

    Kerugian yang disebabkan dari adanya risiko finansial ini bisa sangat beragam. Antara lain kehilang aset, mengalami jumlah kerugian yang besar, arus kas atau cashflow yang terganggu, dan lain-lain. 

    Jenis Risiko Finansial

    Setelah Anda mengetahui risiko finansial adalah bentuk kerugian yang berdampak pada keuangan, selanjutnya mari kita pahami jenis-jenis risiko finansial yang ada. Antara lain sebagai berikut.

    Risiko Finansial Secara Umum

    Secara umum, risiko finansial terbagi menjadi dua yaitu risiko finansial sistematis dan risiko finansial non-sistematis.

    1. Risiko Sistematis

    Merupakan risiko finansial yang tidak bisa diprediksi ataupun dihindari karena beberapa faktor. Misalnya karena adanya pandemi, iklim politik, dan lain sebagainya yang mengakibatkan terjadinya inflasi, peningkatan suku bunga, kenaikan volatilitas pasar.

    2. Risiko Non-sistematis

    Merupakan risiko finansial yang menimpa seseorang, organisasi, grup karena adanya suatu kejadian. Misalnya kerugian, sakit, ataupun kematian.

    Risiko Finansial Secara Personal / Perorangan

    Risiko finansial adalah suatu kejadian yang dapat menimpa siapa saja. Termasuk diri sendiri. Hal ini termasuk dalam kategori risiko finansial secara. Setidaknya ada 4 risiko yang termasuk di dalamnya yaitu risiko pendapatan, risiko pengeluaran, risiko aset atau investasi, dan risiko kredit.

    1. Risiko Pendapatan

    Risiko pendapatan adalah berbagai risiko yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memperoleh penapatan. Contohnya antara lain yaitu cacat fisik yang mengakibatkan sulit bekerja, terkena PHK atau kehilangan pekerjaan, kematian.

    2. Risiko Pengeluaran

    Risiko pengeluaran adalah risiko yang timbul manakala kita menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan akan tetapi pengeluaran yang ada lebih besar daripada pemasukan, pendapatan yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, sedang mengalami kondisi darurat yang mengharuskan untuk mengeluarkan banyak uang. Misalnya kecelakaan, kerusakan kendaraan, renovasi rumah akibat suatu insiden, dan masih banyak lagi.)

    3. Risiko Aset / Investasi

    Risiko aset atau investasi adalah risiko yang muncul karena instrumen investasi atau aset yang dimiliki mengalami beberapa kendala. Antara lain: kehilangan aset investasi, pencurian atau kerusakan pada aset yang Anda miliki, nilai aset mengalami depresiasi atau penyusutan nilai, tabungan kurang memadai untuk melanjutkan investasi, dan lain-lain.

    4. Risiko Kredit / Hutang

    Risiko kredit atau hutang mencakup beberapa poin antara lain ketidakmampuan untuk membayar hutang, denda finansial, terjebak dalam hutang dengan suku bungayang tinggi, dan lain-lain.

    Risiko Finansial Berdasarkan Jangka Waktu

    Jika dilihat ke dalam waktunya, risiko finansial adalah risiko yang bisa dibedakan menjadi dua yakni risiko finansial jangka pendek dan jangka panjang.

    1. Risiko Finansial Jangka Pendek

    Risiko finansial jenis ini muncul di waktu yang tidak terduga dan relatif singkat. Misalnya kendaraan yang tiba-tiba rusak karena mengalami ban bocor sehingga Anda perlu mengeluarkan sejumlah dana untuk menanganinya.

    Contoh lainnya yaitu sakit. Manakala kita sakit secara tiba-tiba dan diharuskan untuk pergi ke dokter, maka akan ada sejumlah dana tidka terduga yang perlu kita siapkan.

    2. Risiko Finansial Jangka Panjang

    Sesuai dengan namanya yakni jangka panjang, risiko finansial yang satu ini mengakibatkan dampak yang cukup serius terhadap keuangan Anda dalam jangka waktu yang lama. Misalnya kematian yang menimpa tulang punggung suatu keluarga, saat hal ini terjadi keluarga yang ditinggalkan akan mengalami kesulitan berupa hilangnya sumber pemasukan utama.

    Risiko Finansial Berdasarkan Dampaknya

    Adapun jenis risiko finansial yang terakhir yaitu risiko finansial berdasarkan dampaknya. Terbagi ke dalam tiga risiko seperti yang dijelaskan di bawah ini.

    1. Risiko Murni dan Risiko Spekulatif

    Risiko murni adalah risiko yang memberikan dampak secara langsung. Misalnya kendaraan Anda mengalami mogok di pagi. Adanya mogok ini berimbas pada keterlambatan Anda untuk sampai di kantor tepat waktu.

    Risiko spekulatif adalah risiko yang muncul karena perolehan keuntungan yang sedikit sehingga berpotensi menimbulkan kerugian. Misalnya ikut berinvestasi karena sedang trend atau banyak orang yang melakukannya.

    2. Risiko Khusus atau Risiko Fundamental

    Risiko khusus adalah risiko yang dampaknya hanya bisa dirasakan oleh individu atau orang lain yang berkaitan dengan individu tersebut. Misalnya kebakaran rumah di suatu komplek. 

    3. Risiko Statis dan Risiko Dinamis

    Risiko statis adalah risiko yang terjadi akibat adanya kehilangan aset atau harta benda karena suatu insiden. Contohnya yakni kebakaran. Meskipun demikian, risiko ini tidak akan berdampak pada finansial seseorang.

    Lain halnya dengan risiko dinamis, di mana terjadi perubahan keadaan ekonomi nasional yang membawa dampak pada finansial seseorang. Misalnya inflasi, nilai mata uang, fluktuasi nilai saham.

    Tips Manajemen Finansial yang Baik

    Risiko finansial adalah sesuatu yang tidak bisa kita prediksi. Demi menghindari berbagai risiko finansial yang mungkin terjadi, Anda bisa menerapkan beberapa tips di bawah ini.

    Risiko Finansial Adalah

    Image Source: Pexels/RODNAE Productions

    Manajemen Risiko Pendapatan

    1. Memiliki Sumber Pendapatan Lain

    Memiliki sumber pendapatan lain adalah salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk meminimalkan risiko. Contohnya yaitu memiliki pekerjaan sampingan, freelance, membuka usaha, dan lainnya.

    Dengan begitu, jika ada hal-hal yang tidak terduga menimpa Anda, Anda tidak perlu risau sebab keuangan Anda akan tetap aman.

    2. Rencana Finansial

    Rencana finansial adalah kunci diperolehnya keamanan finansial. Buatlah perencanaan yang matang terkait kondisi keuangan Anda dan hal apa saja yang hendak dicapai. Sehingga, setiap Anda memperoleh pendapatan bulanan atau keuntungan dari investasi, Anda bisa menggunakannya secara bijak.

    3. Asuransi

    Kehadiran asuransi bisa sangat membantu siapa saja untuk menyelamatkan kondisi finansial mereka. Misalnya asuransi jiwa yang dapat menjamin suatu keluarga bisa tetap hidup dengan baik saat ditinggal oleh tulang punggung keluarga.

    Asuransi lainnya yang tidak kalah bermanfaat yaitu asuransi kesehatan. Seperti yang kita tahu, biaya berobat cukup mahal. Oleh karenanya, supaya keuangan atau finansial Anda tetap aman, ada baiknya Anda memiliki asuransi kesehatan.

    Manajemen Risiko Pengeluaran

    1. Membuat Anggaran Dana / Budgeting

    Dengan adanya anggaran dana, Anda tidak akan tergoda untuk mengeluarkan sejumlah uang di luar perencanaan finansial Anda. Sehingga, Anda akan lebih mudah memangkas pengeluaran yang tidak perlu.

    2. Menyiapkan Dana Darurat

    Pengeluaran tidak terduga bisa saja menghampiri Anda kapanpun dan dimanapun. Maka dari itu, agar arus kas keungan Anda tetap aman, pastikan untuk menyiapkan dana darurat.

    Manajemen Risiko Aset dan Investasi

    1. Mempelajari Aset / Investasi yang Akan Kita Pilih

    Sebelum menambah aset atau mulai berinvestasi, ada baiknya Anda membekalidiri sendiri dengan pengetahuan yang cukup terkait aset atau instrumen investasi yang akan dipilih. Hal ini dilakukan guna menghindari risiko finansial yang bisa merugikan Anda dikemudian hari.

    2. Cek Tujuan Finansial Anda Secara Rutin

    Buatlah financial plan yang bisa Anda track atau lihat progressnya dari waktu ke waktu sehingga Anda bisa semakin dekat dengan tujuan finansial yang ingin dicapai.

    Manajemen Risiko Utang dan Kredit

    1. Pelajari Tentang Kredit dan Hutang

    Dengan membekali diri sendiri dengan informasi yang cukup mengenai kredit dan hutang, Anda akan lebih bijak untuk memilih kredit yang sesuai dengan tujuan finansial Anda. 

    2. Hindari Berhutang

    Jika dirasa sulit untuk melunasi cicilan yang Anda atau bahkan mengganggu arus kas Anda, sebaiknya tidak perlu berhutang. Terlebih, jika hutang tersebut digunakan untuk kebutuhan konsumtif.

    BFI Finance Solusi Masalah Keuangan Anda!

    Butuh pinjaman dana cepat untuk beragam keperluan? Pinjam ke BFI Finance saja! Mulai dari modal usaha, biaya pendidikan, gaya hidup, dan lainnya bisa kami bantu.

    Klik laman web di bawah ini untuk informasi lebih lanjut!

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Motor

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

    Tidak hanya itu, Anda juga berkesempatan mendapatkan cashback hingga Rp 77 Juta Rupiah dengan promo  #PastiMerdeka!

    Ketentuan selengkapnya dapat diakses melalui tautan berikut ini, ya!

    Sobat BFI, itulah penjelasan terkait Risiko Finansial Adalah: Definisi, Jenis, dan Tips Manajemen yang Baik. Semoga artikel ini bisa membantu Anda dalam memahami risiko finansial.

    Temukan artikel bermanfaat lainnya di BFI Blog. Update setiap Senin-Jumat!