• judi

    Semua debitur tentunya ingin mendapatkan pinjaman online bunga rendah. 


    Semua debitur tentunya ingin mendapatkan pinjaman online bunga rendah. Sebab, banyak dari mereka yang merasa tercekik akan bunga yang diberikan. Banyak yang merasa bunga yang dikenakan tersebut terlalu tinggi dan pada akhirnya membuat Anda kewalahan dalam melunasinya. 

    Hal ini disebabkan karena denda keterlambatan bunga perhari yang diberlakukan oleh perusahaan pinjaman online tersebut. Inilah yang terasa memberatkan Anda dan kemudian pada akhirnya membuat Anda terlilit hutang yang lama-kelamaan menjadi banyak. 

    Untuk itu, sangat disarankan untuk Anda melakukan pinjaman online  kepada lembaga keuangan yang secara resmi telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Kenapa demikian, karena lembaga keuangan ini memberlakukan tingkat suku bunga flat per tahunnya bukan suku bunga per hari.

    Baca juga: Cara Menghitung Bunga Pinjaman dan Angsuran yang Wajib Anda Ketahui!

     

    Agar dapat membantu dalam menemukan pinjaman online bunga rendah, berikut beberapa tips nya. 

    Pinjaman online bunga rendah

    1. Tentukan Jaminan

    Pinjaman online dari lembaga keuangan, memang menuntut Anda harus memberikan jaminan. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena jaminan yang diminta pun tidak menyulitkan Anda.

    Anda bisa memberikan jaminan berupa surat BPKB motor atau mobil Anda, atau jika Anda memiliki sertifikat rumah, Anda juga bisa menjadikannya sebagai jaminan. Semakin kecil nilai jaminan Anda, maka akan semakin besar tingkat suku bunga yang akan diberlakukan. 

    Baca juga: Ajukan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah Bunga 0,6% (Khusus Karyawan)

    2. Tentukan Tenor Pinjaman

    Tenor pinjaman yang Anda pilih akan menentukan tingkat suku bunga yang akan diberlakukan. Semakin lama jangka waktu pinjaman, maka jumlah bunga yang harus Anda bayarkan akan semakin banyak.

    Jika Anda memilih tenor yang lebih panjang, maka cicilan yang harus dikeluarkan perbulan memang lebih kecil. Namun, jika Anda perhitungkan secara keseluruhan, bunga yang Anda bayarkan atas pinjaman Anda tersebut lebih besar ketimbang memilih jangka waktu pinjaman yang lebih singkat. 

    Jika Anda tidak meminjam dana dalam jumlah yang besar, maka Anda tidak perlu membutuhkan tenor yang lama untuk melunasi pinjaman Anda. Tenor 6 bulan sampai 12 bulan, dirasa cukup ideal untuk menjadi pilihan Anda. 

    3. Selektif memilih lembaga keuangan

    Seperti yang sudah digambarkan sebelumnya, bahwa lembaga keuangan terpercaya adalah lembaga keuangan yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Anda dapat melihat legalitasnya, dari website lembaga keuangan tersebut. Disana tertulis “Terdaftar dan Diawasi oleh OJK”. 

    Jika sudah terdapat logo OJK, maka lembaga keuangan tersebut sudah berlegalitas resmi dan sudah dapat dijamin keamanannya. BFI Finance merupakan lembaga keuangan tersebut yang dapat membantu memberikan plafon pinjaman tinggi, tingkat suku bunga yang flat dan kompetitif. 

    Kebutuhan dana mendesak Anda dapat dipenuhi dengan beberapa pilihan produk BFI Finance yang tidak akan menyulitkan Anda. Hanya dengan menggunakan BPKB kendaraan bermotor, atau sertifikat rumah Anda, kebutuhan dana Anda akan terpenuhi. 

    Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan peminjaman dana, baik melalui aplikasi pinjaman online ataupun lembaga keuangan lainnya, ada baiknya Anda mempelajari berapa tingkat suku bunga yang akan diberlakukan. 

     

    Baca juga: Bunga Efektif Adalah: Pengertian, Rumus, dan Perhitungannya

    Jika Anda mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan, biasanya mereka akan memberikan Anda sebuah tabel yang berisikan berapa cicilan yang harus Anda bayarkan sesuai dengan tenor yang akan Anda pilih. Hal ini dapat membantu Anda untuk berpikir dan memprakirakan kondisi keuangan Anda kedepannya. 

    Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam memilih pinjaman online bunga rendah sesuai dengan kemampuan Anda. 

  • judi

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Debitur Meninggal Dunia?


    Mengajukan pinjaman dana disaat menghadapi kebutuhan yang mendesak merupakan salah satu alternatif yang sering diambil. Akan tetapi, beberapa kasus pengajuan pinjaman menemui hal yang tidak terduga. Contohnya, debitur meninggal dunia sebelum sempat melunasi cicilan pinjamannya. 

    Otomatis, hal ini menjadi tanggung jawab keluarga debitur yang bersangkutan. Apabila jumlah pinjaman yang diajukan memiliki nominal yang besar, tentunya hal ini akan membingungkan anggota keluarga yang harus menanggung hutang tersebut. 

    Bagi Anda yang tengah mengalami kondisi ini, beberapa langkah berikut bisa Anda jadikan sebagai petunjuk untuk menyelesaikannya.

    1. Dasar Hukum Jika Debitur Meninggal Dunia Sebelum Pelunasan

    Debitur meninggal dunia tentu membawa kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan, terlebih jika ada tanggungan yang belum sempat diselesaikan. Menurut hukum di Indonesia, hutang yang termasuk dalam “warisan” tersebut harus ditanggung oleh ahli waris. Namun, sisa beban utang pinjaman tersebut hanya wajib dilunasi oleh sang ahli waris yang bersedia menerima warisan secara penuh. Untuk lebih jelasnya, simak dasar hukum berikut.

    • Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 833 Ayat 1. Dalam pasal tersebut disebutkan jika ahli waris, dengan sendirinya secara hukum, mendapat hak milik atas semua barang, semua hak, semua barang, dan semua piutang orang yang meninggal. 

    • J. Satrio, S.H. dalam bukunya yang berjudul “Hukum Waris” (Hal 8). Disebutkan bahwa warisan adalah kekayaan yang berupa kompleks aktiva dan pasiva si pewaris yang berpindah ke ahli waris. Singkatnya, ahli waris tetap diwajibkan untuk menyelesaikan utang-piutang yang belum terselesaikan.

    • Pasal 1100 KUHPerdata. Para ahli waris yang telah bersedia menerima warisan, maka mereka harus ikut memikul pembayaran hutang, hibah wasiat, dan beban lainnya, seimbang dengan apa yang diterima masing-masing dari warisan itu.

    2. Cara Melunasi Pinjaman Jika Debitur Meninggal Dunia Sebelum Pelunasan

    Tidak ada yang tahu kapan ajal seseorang tiba. Apabila Anda diamanatkan untuk menjadi ahli waris, maka Anda wajib melunasi hutang yang ditinggalkan, ada beberapa cara melunasi hutang yang bisa dilakukan untuk menghadapi kasus debitur meninggal dunia.

    2.1. Mendatangi Lembaga Keuangan

    Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mendatangi lembaga keuangan yang bersangkutan. Sampaikan kabar duka bahwa debitur meninggal dunia dan konfirmasikan nominal pinjaman yang masih tersisa dengan pihak kreditur. Hal ini bertujuan untuk menentukan apakah pihak keluarga bisa menentukan langkah selanjutnya dengan nilai pinjaman yang telah diketahui. Terutama untuk ahli waris yang bertanggung jawab dengan nominal tersebut. Setelah itu, konfirmasikan juga apakah pinjaman dana dicover oleh dana asuransi kredit. 

    2.2. Jaminan Fidusia

    Jaminan fidusia adalah perjanjian antara debitur dan kreditur yang dibuat oleh notaris. Jaminan ini mengatur hak kepemilikan atas suatu benda. Umumnya jaminan ini ada pada perusahaan pembiayaan sejenis leasing untuk kredit kendaraan ataupun Bank yang menawarkan produk pinjaman KPR. Pada jaminan tersebut biasanya disebutkan bisa atau tidaknya suatu kredit dipindahtangankan kepemilikannya jika debitur meninggal dunia.

    Apabila jaminan fidusia yang ada dibuat tanpa sepengetahuan notaris, maka barang kredit berupa kendaraan bermotor atau rumah tidak bisa ditarik begitu saja oleh kreditur.

    2.3. Memanfaatkan Dana Asuransi Kredit Jika Ada

    Apabila pinjaman telah dicover oleh asuransi, maka dana pinjaman telah lunas secara otomatis. Karena fasilitas ini sendiri memang disediakan oleh lembaga keuangan untuk mengantisipasi jika debitur meninggal dunia dan pinjamannya belum lunas, bekerja sama dengan pihak asuransi. Jika pinjaman telah diasuransikan, Anda bisa mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan untuk mencairkan dana fasilitas asuransi tersebut. Beberapa dokumen yang dibutuhkan antara lain:

    • Surat Keterangan (SK) Meninggal Dunia 

    • SK Ahli Waris dari kelurahan/desa

    • Surat Kuasa Ahli Waris

    • Fotokopi KTP Nasabah

    • Fotokopi KTP Ahli Waris

    • Fotocopy Kartu Keluarga debitur

    • Fotokopi Surat Nikah (bagi yang memiliki pasangan)

    • Berkas klaim dari lembaga keuangan

    Namun, pastikan juga apakah kondisi pinjaman tersebut masuk kedalam kategori lancar atau macet. Hal ini karena klaim dana fasilitas kredit hanya akan diberikan apabila kredit debitur berada dalam kondisi lancar. 

    2.4. Meminta Keringanan

    Apabila pinjaman dana tidak diasuransikan, maka Anda atau anggota keluarga sebagai ahli waris debitur meninggal dunia harus bertanggung jawab untuk melunasi dana sisa pinjaman yang masih ada. Apabila nominal pinjaman dirasa terlalu berat, maka Anda atau anggota keluarga Anda bisa mengajukan permohonan keringanan. Umumnya, bentuk keringanan yang diberikan berupa berkurangnya jumlah angsuran, bunga cicilan, tenor atau masa pelunasan yang diperpanjang. Biasanya, permohonan untuk menghapuskan pinjaman secara total masih belum memungkinkan untuk dilakukan. 

     

    Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Dia Cara Perhitungan Pelunasan Kredit Dipercepat

     

    3. Antisipasi Hutang Tak Terbayarkan Jika Meninggal

    Meninggalkan keluarga tercinta dengan utang yang belum lunas terbayarkan tentu bisa menjadi beban moral tersendiri. Untuk mengantisipasi hal tersebut agar keluarga Anda tidak terbebani, cara berikut ini bisa menjadi tindakan preventif terhadap kasus debitur meninggal dunia.

    Debitur Meninggal Dunia

    Image Source: Freepik/sewupari-studio

    3.1. Mendaftar Asuransi Kredit

    Asuransi kredit sangat berguna untuk mengantisipasi berbagai resiko finansial yang mungkin muncul di tengah jalan. Termasuk Jika debitur meninggal dunia akibat kecelakaan, bencana alam, dan hal lainnya yang telah diatur dalam polis asuransi.

    Adanya asuransi ini tidak hanya menguntungkan pihak debitur, namun juga pihak kreditur karena pelunasan sisa kredit yang ada akan ditanggung oleh pihak asuransi, sehingga mengurangi risiko gagal bayar.

    Terdapat dua asuransi kredit yang ada di Indonesia, yakni produktif dan konsumtif. Asuransi kredit produktif biasanya digunakan untuk hutang produktif seperti pinjaman modal usaha berupa KUR (Kredit Usaha Rakyat). Sedangkan untuk asuransi hutang konsumtif diperuntukan untuk menghindari risiko gagal bayar pada pinjaman sejenis KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dan KKB (Kredit Kendaraan Bermotor).

    3.2. Rencana Pembayaran Utang yang Realistis

    Saat Anda berencana untuk mengambil cicilan, penting untuk Anda pikirkan rencana realistis untuk melunasinya. Misalnya dengan menyisihkan sebagian uang pemasukan setiap bulannya untuk dana darurat jika sewaktu-waktu tidak bisa melunasi cicilan.

    3.3. Hindari Menambah Utang Baru

    Jika hutang yang Anda miliki saat ini termasuk besar, ada baiknya untuk menghindari tambahan utang baru. Sebab, hutang baru hanya akan menambah beban Anda untuk melunasinya dan sangat berisiko terjadi gagal bayar atau bahkan gali lubang tutup lubang.

    Sobat BFI, itulah ulasan terkait debitur meninggal dunia. Semoga adanya artikel ini dapat membantu Anda atau anggota keluarga untuk melunasi pinjaman dana yang ditinggalkan, ya. Jika Anda berencana untuk mengambil kredit, pastikan Anda mempersiapkan dokumen penting seperti surat wasiat yang menunjuk siapa ahli waris atau yang akan menanggung kewajiban untuk melunasi kredit. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari konflik yang mungkin muncul antar para ahli waris.

    Butuh pinjaman dana cepat untuk situasi mendesak atau rencana keuangan Anda kedepannya? BFI Finance siap bantu wujudkan semua keinginan! Cukup dengan mengajukan pinjaman jaminan BPKB Motor, Mobil, atau Sertifikat Rumah, dana yang Anda butuhkan bisa langsung diproses!

     

    BFI Finance adalah perusahaan yang melayani pinjaman multiguna jaminan bpkb motor, bpkb mobil, dan sertifikat rumah atau ruko