• judi

    Budidaya Ikan Cupang : Dari Kegemaran Jadi Penghasilan Tambahan


    Memelihara hewan peliharaan terutama ikan cupang memang memiliki manfaat tersendiri bagi pemiliknya. Mulai dari mengurangi tingkat stres, memberikan sentuhan estetika pada hunian, dan dapat menghilangkan jentik nyamuk, serta mengontrol tekanan darah. Namun ternyata, selain manfaat tersebut, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan jika melakukan budidaya ikan cupang, lho. Yuk, simak informasinya di bawah ini. 

    Ikan Cupang 

    Ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan hias yang sangat populer di Indonesia. Tampilan ikan cupang yang indah, membuat beberapa orang tertarik untuk memeliharanya. Ikan cupang sendiri memiliki habitat di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei, Vietnam, dan Singapura. 

    Ikan cupang dibagi menjadi 2 golongan yaitu cupang hias dan cupang adu. Cupang hias dilihat dari keindahan bentuk, warna, dan gerakannya. Sedangkan, ikan cupang adu dilihat dari keagresifannya dalam mempertahankan teritori. 

    Kelebihan Ikan Cupang 

    Sebenarnya apa saja ya kelebihan ikan cupang? Ikan hias satu ini dikenal dengan bentuk dan ukuran ekor serta siripnya yang cukup besar. Sirip yang rapat dan indah inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk memeliharanya. Selain itu, ikan cupang memiliki kemampuan bertahan hidup yang tinggi dimana ia mampu hidup di air dengan kadar oksigen yang rendah. Hal ini disebabkan karena di dalam tubuhnya terdapat rongga labirin yang mirip dengan paru-paru pada manusia. 

    Kelebihan lainnya dari ikan cupang adalah pemeliharaannya yang mudah. Habitat ikan cupang pada dasarnya adalah di alam bebas yaitu rawa-rawa, sungai, danau, perairan tenang dan hidup secara berkelompok. Ikan cupang liar memakan jentik-jentik nyamuk atau cacing yang berukuran kecil. Dengan diberi jentik nyamuk, ikan cupang sudah dapat bertahan hidup. Selain jentik nyamuk, cupang juga dapat diberi makan ikan salmon, kutu air, udang air asin, cacing darah, lalat buah, kuning telur, maupun pelet. 

    Dari kelebihan di atas, beberapa orang menjadikan ikan cupang sebagai pemasukan sampingan dengan melakukan budidaya ikan cupang. Simak informasi di bawah ini untuk penjelasannya. 

     

    Budidaya ikan cupang

    Budidaya Ikan Cupang. Image Source: Unsplash/Navin Rai

    Cara Budidaya Ikan Cupang 

    Berikut adalah cara melakukan budidaya ikan cupang yang didapat dari beberapa sumber. 

    • Pilih Jenis Ikan Cupang 

    Langkah pertama adalah memilih ikan cupang yang ingin dibudidayakan dengan mencari bibit yang berkualitas. Ikan cupang yang berkualitas biasanya tidak ada cacat bawaan dan tidak rentan dengan penyakit. Untuk membedakan ikan cupang jantan dan betina, Anda dapat melihat dari gerakan, bentuk ekor, warna, dan bentuk tubuh. Ikan cupang betina memiliki gerakan lebih lamban, bentuk ekor yang lebih pendek, warna yang tidak secerah jantan, dan bentuk tubuh yang relatif kecil. Sebelum proses pemijahan, pastikan indukan jantan dan betina sudah sama-sama matang atau siap kawin. 

    Dalam proses pemijahan, pastikan menyiapkan rumah ikan cupang dengan wadah atau akuarium. Semakin besar wadah atau rumah yang disediakan, maka semakin kecil risiko akuarium menjadi kotor. Akuarium yang kotor akan membuat ikan cupang mudah stres, sakit, bahkan mengalami kematian dini. Walaupun kemampuan bertahan hidupnya tinggi, memberikan filter air juga disarankan untuk menyaring kotoran ikan cupang dan sisa makanan. Apabila tidak ada filter, cobalah rutin untuk membersihkannya. Selanjutnya, Anda bisa menyiapkan peralatan tambahan budidaya ikan cupang seperti pemanas 25 watt untuk membuat suhu air menjadi ideal, filter spons, pompa, tanaman, dan lambu LED. 

    • Sediakan Tempat Berkembang Biak 

    Jangan lupa juga untuk menyediakan tempat ikan cupang berkembang biak. Saat kawin, ikan cupang suka bersembunyi dan menyukai privasi. Pastikan untuk memberikan ruang yang jauh dari distraksi aktivitas di sekitar tempat kawin cupang. Anda tidak disarankan mengisi air terlalu dalam demi menghindari cupang sulit meraih permukaan untuk bernapas dan makan. Sebelum dikawinkan, letakan ikan cupang betina dalam satu akuarium namun diberikan partisi dengan pejantan terlebih dahulu. Hal ini berguna untuk memancing pejantan membuat sarang gelembung. Setalah pejantan membuat sarang gelembung, satukan ikan cupang jantan dan betina dan biarkan mereka beradaptasi dengan lingkungannya dan biarkan mereka kawin di tempat perkembangbiakan. 

    • Pantau Perkembangan Cupang 

    Setelah kawin, betina akan bertelur dan pejantan akan mengurus telur dengan membuat gelembung yang lebih banyak dan memindahkan telur yang dihasilkan betina ke sarang gelembung baru. Anda bisa memisahkan indukan betina ke wadah lain untuk menghindari betina memakan telur yang sudah dibuahi. Anda bisa memantau perkembangan telur tersebut apakah sudah bisa mentas atau belum (sekitar 3-4 hari). Setelah telur ikan cupang menetas, Anda bisa memindahkannya ke akurium yang lebih besar dan memberikan makan.

    Agar budidaya ikan cupang dapat menghasilkan anakan yang berkualitas dan menghasilkan keuntungan, pastikan Anda memperhatikan perawatannya dengan tidak memberikan dekorasi yang tajam yang dapat membuat sirip ikan cupang menjadi rusak, memastikan suhu dan kualitas air baik, rajin menyaring kotoran atau gunakan filter, dan memberikan makanan sesuai dengan takaran. 

    Itulah sekilas informasi terkait budidaya ikan cupang yang dapat menjadi hobi sekaligus pemasukan tambahan. Ikan cupang dapat dijual dengan harga di kisaran Rp 15 ribu sampai dengan Rp 300 ribu. Cukup menggiurkan bukan? Untuk Anda yang ingin ternak ikan cupang, pastikan untuk memahami semua rangkaiannya ya agar ikan cupang tidak mudah mati dan anakan yang dihasilkan berkualitas. 

    Semoga artikel ini bermanfaat! Untuk Anda yang membutuhkan pinjaman modal usaha, klik link berikut ini.

  • judi

    Cara Memulai Budidaya Ikan Nila dan Estimasi Keuntungannya


    Budidaya ikan nila adalah salah satu usaha yang banyak diminati oleh masyarakat. Hal ini tentunya sejalan dengan fakta jika kebutuhan akan ikan baik untuk dikonsumsi sehari-hari maupun untuk dipelihara cukuplah tinggi.

    Di samping itu, budidaya ikan nila juga relatif mudah untuk dilakukan karena ikan jenis ini adalah ikan yang tahan banting. Ikan nila juga memiliki proses pertumbuhan serta perkembangbiakan yang sangat cepat.

    Sobat BFI, tertarik untuk memulai budidaya ikan nila? Simak beberapa tips berikut yang sudah Tim BFI Finance rangkum khusus untuk Anda.

    Sekilas Mengenai Ikan Nila

    Sebelum kita masuk ke pembahasan mengenai cara budidaya ikan nila yang berpeluang mendatangkan keuntungan, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu terkait ikan yang satu ini.

    Ikan nila adalah ikan yang berasal dari sungai Nil dan danau yang berada di sekitarnya. Seiring dengan berkembangnya zaman, ikan ini akhirnya mulai tersebar ke berbagai negara dan benua, baik iklim tropis dan subtropis.

    Ikan nila tergolong ke dalam omnivora atau pemakan segala dengan kemampuan adaptasi yang cukup baik dan berkembang biak dengan mudah. 

    Di alam bebas, ikan nila mampu bertahan hidup dengan memakan vegetasi air, plankton, dan hewan air lainnya. Umumnya, ikan ini ideal berada di suhu 25 derajat sampai dengan 30 derajat celcius dan pH air 7-8. Dengan begitu ikan nila dapat berkembang biak secara optimal.

    Karena kemampuan adaptasinya yang sangat baik, ikan nila bisa dibudidayakan di berbagai media. Misalnya akuarium, kolam semen, kolam terpal, dan kolam tanah.

    Fakta menarik lainnya terkait ikan ini yaitu harga pakannya lebih murah ketimbang ikan lele ataupun ikan mas dengan kadar protein yang terkandung di dalam pakannya sebesar 25%.

    Keuntungan Budidaya Ikan Nila

    Saat Anda hendak memulai usaha baru, tentunya Anda pasti bertanya-tanya apa saja keuntungan atau kelebihan yang ada dari ide usaha tersebut? Di bawah ini beberapa keuntungan yang dapat Anda peroleh dari budidaya ikan nila.

    Segudang Manfaat Untuk Kesehatan

    Ikan nila memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk kesehatan. Antara lain memiliki kandungan asam lemak omega 6 esensial, vitamin D, vitamin B12, dan vitamin B6. Kandungan-kandungan tersebut sangat bermanfaat untuk memperkuat metabolisme tubuh, menjaga kesehatan sistem dan fungsi saraf.

    Oleh karenanya, budidaya ikan nila ini sangat cocok untuk Anda geluti. Berikut manfaat lainnya dari mengkonsumsi ikan nila yaitu:

    1. Aman Dikonsumsi Saat Diet

    Ikan nila memiliki kandungan lemak dan kalori yang rendah jika dibandingkan dengan ikan tawar lainnya. Meskipun begitu, kandungan protein yang ada tetaplah tinggi. Oleh karenanya, mengkonsumsi ikan nila saat sedang menjalani program diet sangatlah cocok. Anda akan tetap ternutrisi tanpa khawatir berat badan bertambah.

    2. Bagus Untuk Pertumbuhan Anak

    Mengkonsumsi ikan nila sangat ideal untuk anak-anak. Pasalnya, kandungan protein hewani yang tinggi pada ikan nila mampu membantu tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal. Khususnya untuk perkembangan sel, organ, otot, dan membran pada tumbuh anak.

    3. Mencegah Terjadinya Penuaan Dini

    Ikan nila memiliki kandungan yang baik untuk menjaga elastisitas kulit dan mencegah penuaan dini. Kandungan tersebut bernama selenium. Dengan mengkonsumsi ikan nila secara rutin maka kebutuhan akan vitamin C dan vitamin E dalam tubuh Anda akan terpenuhi.

    Cara Budidaya Ikan Nila Bagi Pemula

    Budidaya ikan nila bisa dicoba oleh siapa saja, tak terkecuali bagi pemula. Nah, agar proses pembudidayaannya dapat berjalan dengan baik, mari kita simak beberapa cara di bawah ini. Pastikan untuk tidak melewatkan satupun tahapan agar hasil panen budidaya ikan nila Anda dapat maksimal, ya!

    Budidaya Ikan Nila

    Image Source: GDM Agri

    1. Siapkan Modal Budidaya Ikan Nila

    Sudah jadi rahasia umum jika modal adalah ujuk tombak dalam membuka usaha. Sebab, adanya modal ini menjadi salah satu elemen paling krusial yang nantinya akan mempermudah Anda dalam mengelola budidaya ikan nila yang Anda geluti.

    Untuk memulai usaha yang satu ini, Anda bisa melihat rincian perhitungan modal serta estimasi keuntungan yang bisa Anda peroleh di bagian bawah artikel ini.

    2. Menyiapkan Kolam Ikan

    Budidaya ikan nila cukuplah mudah apalagi jika kita berbicara mengenai kolam ikan. Sebab, ikan yang satu ini mampu beradaptasi untuk hidup di media apapun.

    Meskipun demikian, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan terkait persiapan kolam budidaya ikan nila. Diantaranya yaitu:

    1. Kolam ikan memiliki tingkat pencahayaan yang cukup, yakni di angka 20-30 cm dan tidak menghambat jangkauan sinar matahari

    2. Lokasi kolam ikan harus berada di lokasi yang mudah untuk diawasi setiap saat, serta jauh dari pohon besar ataupun rumput liar yang dapat mengganggu pencahayaan

    3. Dasar kolam ikan terbuat dari jenis tanah liat yang mampu menahan air

    4. Debit air yang ada pada kolam berkisar antara 8-15 per detik

    5. Air kolam yang dipakai harus dipastikan tidak keruh ataupun terkontaminasi bahan kimia

    6. Idealny pH air berada pada angka 6,5 – 8,6 dengan kadar suhu air 25 – 30 derajat celcius

    7. Untuk mempermudah proses pengairan, kemiringan tanah sebaiknya 3 – 5 persen 

    3. Proses Pengolahan Kolam Ikan

    Sebelum Anda mulai melepaskan bibit budidaya ikan nila ke kolam, beberapa tahapan berikut ini wajib Anda perhatikan agar kolam betul-betul dalam keadaan siap.

    1. Pertama, lakukan pengeringan dasar kolam. Hal ini dapat Anda lakukan dengan cara menguras habis isi air yang ada pada kolam lalu menjemurnya selama 3-7 hari atau sampai kolam betul-betul mengering.

    2. Berikutnya, lakukan proses pembajakan tanah yang akan digunakan sebagai kolam ikan sekitar 10 cm dan pastikan tidak ada rumput yang tersisa, sampah, kerikil, ataupun lumpur yang tersisa di dasar kolam

    3. Proses pengapuran kolam, proses ini bertujuan untuk menetralkan pH pada kolam ikan nila. Pastikan dosis yang digunakan untuk pengapuran sesuai dengan kadar keasaman tanah.

    4. Pemupukan dengan pupuk kandang, hal ini bertujuan untuk menyuburkan tanah sekaligus menjadi nutrisi tambahan untuk hewan kecil atau vegetasi yang tersisa di kolam. Sehingga, nantinya bisa menjadi sumber makanan tambahan bagi budidaya ikan nila Anda.

    5. Langkah terakhir yaitu pengairan kolam. Pada tahapan terakhir ini Anda dapat mengairi kolam dengan kedalaman air antara 10 – 20 cm lalu didiamkan selama 3 sampai 5 hari. Baru setelah itu bisa Anda isi dengan air mencapai ketinggian 60-75 cm dan biarkan sinar matahari menyinari kolam tersebut dengan baik.

    4. Memilih Bibit Ikan yang Sesuai

    Umumnya, ada dua cara yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan bibit ikan nila. Cara yang pertama yaitu bibit ikan nila diperoleh langsung dari induknya. Kedua, Anda bisa langsung membeli bibit ikan nila di tempat bibit ikan atau koperasi perikanan.

    Adapun ciri bibit ikan nila yang berkualitas adalah sebagai berikut:

    1. Warna bibit seragam atau sama dengan berat masing-masing bibitnya berkisar 30 gram

    2. Pilih bibit ikan nila berwarna bel;ang dengan panjang ikan berkisar 12 cm

    3. Bibit yang baik dan sehat adalah bibit ikan nila yang lincah dan bebas cacat fisik

    5. Tahap Penyebaran Bibit Ikan

    Tahap penyebaran bibit budidaya ikan nila harus dilakukan dengan benar agar bibit yang ada dapat hidup dengan optimal. Nah, untuk melakukannya Anda bisa mengikuti tahapan-tahapan berikut ini.

    1. Sediakan ember yang berisikan air bersih kurang lebih setengah dari ember tersebut

    2. Masukan bibit ikan nila ke dalam ember yang ada lalu diamkan sekitar 10 menit

    3. Setelah itu, isi ember yang ada dengan tambahan air secara perlahan dan diamkan selama 5 menit. Proses ini sengaja dilakukan agar bibit ikan nila Anda dapat beradaptasi dengan baik dan menghindari stress

    4. Jika sudah, bibit ikan nila yang ada bisa Anda sebar ke kolam yang sudah disiapkan. Lakukan langkah terakhir ini secara hati-hati.

    6. Proses Panen Budidaya Ikan Nila

    Perlu Sobat BFI ketahui bahwasannya ikan nila adalah salah satu jenis ikan yang masa panennya relatif lama, dihitung dari masa penebaran benih ikan hingga panennya.

    Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan ikan nila yang berkualitas, bobot ikan haruslah berkisar antara 300 hingga 500 gram. Dan untuk mencapai bobot tersebut dibutuhkan waktu setidaknya 4 hingga 6 bulan.

    7. Perawatan dan Pemeliharaan Ikan Nila

    Untuk mendapatkan hasil panen budidaya ikan nila yang berkualitas, ada beberapa tahapan pemeliharaan dan perawatan yang perlu Anda lakukan. 

    Pertama, untuk melakukan perawatan Anda disarankan untuk memberikan pakan secara rutin dan juga membersihkan kolam sesering mungkin.

    Dalam pemberian makanan, umumnya dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam sehari. Pakan ikan yang bisa Anda gunakan yaitu pakan ikan dengan kandungan lemak, protein, vitamin, karbohidrat, dan mineral. Dengan kata lain, pastikan Anda menggunakan pelet ikan dengan kualitas tinggi.

    Penggunaan pelet berkualitas ini dilakukan dengan harapan berat budidaya ikan nila yang Anda miliki mampu mencapai 500 gram dalam kurun waktu 3 sampai 6 bulan.

    Di samping itu, pastikan juga ketinggian air yang ada pada kolam berada pada kedalaman 75-100 cm.

    8. Pemasaran dan Promosi Hasil Panen Ikan Nila

    Langkah terakhir dalam budidaya ikan nila yang ditunggu-tunggu yaitu melakukan penjualan hasil panen. Ikan nila yang sudah siap dipanen dapat Anda tawarkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

    1. Jual Ikan Ke Pasar Tradisional, Swalayan, Pengepul Ikan, ataupun Penjual Makanan dengan Bahan Dasar Ikan

    Cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk menjual hasil panen budidaya ikan nila yakni dengan menjualnya ke pihak pengepul atau broker. Nantinya, pengepul ini akan menyalurkan ikan-ikan tersebut ke konsumen yang membutuhkan.

    Hal tersebut bisa Anda terapkan jika Anda tidak ingin bersusah payah mencari pangsa pasar ataupun pembeli.

    Akan tetapi, jika Anda memiliki koneksi atau kenalan yang membutuhkan ikan nila, Anda juga bisa menawarkannya ke mereka. Bahkan jika memungkinkan, Anda bisa melakukan dua cara di atas secara bersamaan sehingga penjualan yang ada akan lebih maksimal.

    2. Jual Ikan Nila Ke Restoran

    Ikan nila adalah salah satu komoditi ikan tawar yang banyak peminatnya. Rasanya yang enak menjadikan ikan satu ini tidak pernah sepi pembeli. 

    Maka dari itu, Anda bisa mencoba untuk menawarkannya hasil budidaya ikan nila ke restoran dengan menerapkan sistem langganan.

    Jadi, setiap minggunya Anda akan mengirimkan sejumlah ikan ke restoran yang berlangganan dan juga mendapatkan hasil penjualan.

    Hasil penjualan yang Anda peroleh ini bisa dimanfaatkan untuk memperlebar usaha Anda. salah satunya yaitu dengan menambah kolam ikan budidaya ikan nila.

    3. Jual Ikan Ke Luar Negeri (Ekspor)

    Jika Anda memiliki modal usaha yang cukup dan relasi yang bagus, Anda bisa mencoba untuk menjual ikan hasil budidaya ikan nila ke luar negeri (diekspor).

    Untuk melakukan tahapan ini, sebaiknya ikan yang ada diolah terlebih dahulu agar mendapatkan nilai jual yang lebih bersaing, selain itu ikan yang ada tidak akan cepat bau ataupun membusuk.

    4. Jual Secara Online

    Untuk memperluas jangkauan usaha Anda dan menjangkau lebih banyak pembeli, Anda bisa memasarkan hasil budidaya ikan nila secara online.

    Baik itu melayani pembelian secara langsung maupun dengan sistem pre-order. Anda juga bisa ikut berjualan di platform belanja online seperti e-commerce.

     

    Baca Juga: Cara Memulai Usaha Ternak Lele : Dari Modal Usaha Hingga Panen Tiba

     

    Estimasi Perhitungan Modal dan Keuntungannya

    Setelah kita mengetahui langkah apa saja yang harus ditempuh untuk memulai budidaya ikan nila, selanjutnya kita akan membahas mengenai estimasi keuntungan usaha, modal, dan perhitungan lainnya yang dibutuhkan.

    Modal Budidaya Ikan Nila
    Modal Awal
    NoUraianJumlahHarga SatuanTotal Harga
    1.Bibit Ikan Nila Ukuran 7 cm1000Rp750Rp750.000
    2.Pakan Ikan 200 Kg1Rp10.500Rp2.100.000
    3.Kolam Terpar 5 Diameter 7Rp1.450.000Rp10.150.000
    4.Serok Ikan Ukuran Besar1Rp173.000Rp173.000
    5.Ember Ukuran Sedang1Rp100.000Rp100.000
    JumlahRp13.273.000
    Modal Harian
    NoUraianJumlahHarga SatuanTotal Harga
    1.Suplemen, Air, Listrik, dan Kebutuhan Lainnya1Rp700.000Rp700.000
    2.Tenaga Kerja Untuk 3 Bulan3Rp1.500.000Rp4.500.000
    JumlahRp5.200.000
    Total Biaya Modal Awal yang DibutuhkanRp18.473.00

    Perlu diingat, hitungan di atas adalah estimasi atau perkiraan biaya yang perlu dikeluarkan untuk modal awal. Adapun perkiraan keuntungan yang bisa Anda peroleh dari budidaya ikan nila tergantung dari hasil panen yang Anda dapatkan.

    Umumnya, harga ikan nila per kilogram dihargai sebesar Rp40.000 – Rp55.000. Jika kita asumsikan per 3 bulan sekali Anda berhasil memanen ikan nila dengan berat satuan ikannya 500 gram, maka hitungan profit yang bisa Anda dapatkan sebagai berikut.

    500 Ikan X Rp40.000 = Rp20.000.000

    Laba Bersih Panen Budidaya Ikan Nila Selama 3 Bulan = Omzet – Modal = Rp25.000.000 – Rp18.473.000 = Rp6.527.000

    Laba bersih tersebut bisa lebih besar lagi jika berat ikan yang berhasil Anda panen rata-rata memiliki berat 1 Kg.

    Cara Mudah Mendapatkan Modal Usaha

    Bagaimana? Apakah sampai sini Anda semakin tertarik untuk memulai budidaya ikan nila? Jangan khawatir, jika Anda bingung untuk mendapatkan modal, BFI Finance sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terpercaya siap membantu Anda.

    Dengan jaminan BPKB Motor, Mobil, dan Sertifikat Rumah, pengajuan pinjaman modal usaha Anda akan kami proses dengan cepat dan tentunya dengan penawaran suku bunga yang  rendah. 

    Informasi lebih lanjut terkait pinjaman dan penawaran menarik lainnya dapat Anda akses melalui tautan berikut ini.

    Jaminan BPKB Mobil

    Pencairan dana hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 3 tahun.

    Jaminan BPKB Motor

    Pinjaman dana dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 18 bulan.

    Jaminan Sertifikat Rumah

    Bunga rendah mulai dari 0.9% dengan tenor panjang hingga 48 bulan.

    Sobat BFI, itulah informasi mengenai budidaya ikan nila. Semoga artikel ini dapat memudahkan Anda dalam memulai usaha yang satu ini. Tetaplah optimis dan tekun dalam menjalani usaha Anda. Salam bisnis!

     

    Dapatkan informasi menarik lainnya seputar ide bisnis, gaya hidup, pinjaman di BFI Blog. Update setiap Senin-Jumat!