• judi

    Tips Bijak! 7 Cara Menggunakan Kartu Kredit dengan Baik dan Benar BFI


    Penggunaan kartu kredit yang tidak sewajarnya akan menimbulkan beberapa efek negatif bagi kondisi keuangan kita. Kartu kredit memang menawarkan berbagai program yang menarik dalam berbelanja atau memenuhi kebutuhan sehari-hari kita. Namun, jika Anda tidak memiliki perencanaan keuangan yang matang dan tidak dapat mengontrol perilaku konsumtif, maka penggunaan kartu kredit tersebut akan semakin menambah beban hutang Anda. Maka dari itu, tim BFI Finance kali ini memberikan tujuh tips bagiamana cara menggunakan kartu kredit yang baik dan benar, agar terhindar dari gagal bayar. Dengan pembayaran tagihan kartu kredit yang lancar, maka akan memengaruhi juga secara positif skor kredit yang Anda miliki.

    7 Cara Menggunakan Kartu Kredit Secara Bijak

    1. Memilih Kartu Kredit Sesuai dengan Kebutuhan dan Kemampuan

    Cara menggunakan kartu kredit dengan bijak yang pertama yaitu pilihlah kartu kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Bank menawarkan berbagai pilihan jenis kartu kredit yang dapat Anda gunakan dengan kemampuan dan kebutuhan. Jika Anda merasa kepemilikan kartu kredit lebih diperuntukkan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, maka pilihlah kartu kredit yang banyak bekerja sama dengan merchant penyedia kebutuhan sehari-hari atau supermarket. Jika Anda menggunakan kartu kredit lebih untuk keperluan travelling, maka pilihlah penyedia kartu kredit yang menawarkan program menarik dengan pihak jasa akomodasi dan travelling.

    Setelah Anda menentukan preferensi kegunaan kartu kredit Anda, selanjutnya Anda dapat menentukan limit kredit. Limit kredit pada akhirnya akan ditentukan oleh pihak bank sesuai dengan pendapatan dan pengeluran rutin yang Anda miliki. Penggunaan limit kredit yang sesuai juga dibutuhkan agar penggunaan kartu kredit Anda tidak melebihi dari pendapatan per bulan yang Anda terima. Maka, manfaatkanlah limit kredit secara bijak. Jangan tergoda untuk menaikkan limit kredit jika perencanaan keuangan Anda belum matang.

    2. Perhatikan Biaya yang Muncul dan Fasilitas yang Ditawarkan

    Setelah Anda mereview jenis kebutuhan dalam penggunaan kartu kredit, selanjutnya Anda dapat mempertimbangkan biaya-biaya yang muncul dalam penggunaan kartu kredit. Biaya yang muncul dalam kartu kredit terdiri dari biaya biaya tahunan, biaya keterlambatan pembayaran tagihan, biaya bunga, biaya over limit, dan lain-lain. Pastikan Anda mengetahui besaran presentase setiap biaya yang muncul dalam kartu kredit. Saat ini beberapa penyedia kartu kredit telah menawarkan cicilan bunga 0%, sehingga dapat meringankan cicilan per bulan penggunanya.

    3. Manfaatkan Promo yang Ditawarkan Kartu Kredit

    Berhemat adalah cara menggunakan kartu kredit secara baik dan benar yang ketiga. Berhemat kali ini memiliki artian dapat memanfaatkan promo yang diadakan oleh penyedia kartu kredit. Gunakan promo-promo tersebut agar untuk menekan biaya pengeluaran per bulan Anda. Promo tersebut dapat berupa potongan sekian persen ketika berbelanja di supermarket, makan di restaurant, biaya travel, menginap di hotel, dan dengan merchant lainnya yang sudah bekerja sama dengan penyedia kartu kredit. Atau bisa juga dengan mendapatkan point yang bisa ditukarkan dengan manfaat tertentu.

    4. Membayar Tagihan Kartu Kredit Dengan Tepat Waktu

    Seperti halnya KPR dan kredit kepemilikan mobil, kartu kredit juga memiliki aturan untuk membayar tagihan secara tepat waktu. Jika pengguna terlambat dalam membayar tagihannya, nantinya akan dikenakan biaya denda dan bunga yang membuat tagihan per bulannya semakin besar. Jika pengguna terlambat membayar tagihannya, juga akan memperburuk skor kredit atau SLIK di OJK. Jika calon debitur memiliki riwayat pembayaran yang kurang lancar, akan memengaruhi approval dalam mengajukan pinjaman di Lembaga keuangan lainnya. Maka dari itu, selalu bayar tagihan kartu kredit dengan tepat waktu ya!

    Cara menggunakan kartu kredit dengan bijak

    Menggunakan Kartu Kredit. Source: Unsplash/Mark OFlynn

    5. Membayar Tagihan Kartu Kredit Secara Penuh

    Selain membayar tagihan kartu kredit dengan tepat waktu, cara menggunakan kartu kredit yang benar adalah dengan membayar tagihan secara penuh. Penyedia kartu kredit biasanya memberikan pembayaran minimum sebesar 10% dari total tagihan per bulannya. Namun, hal ini akan memberikan kebiasaan “gali lubang tutup lubang” jika pengguna tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik. Membayar tagihan per bulan secara penuh berarti Anda paham dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang ditimbulkan dari penggunaan kartu kredit.

    6. Hindari Menarik Uang Melalui Kartu Kredit

    Fitur lain yang dapat dimanfaatkan dari kartu kredit yaitu menarik uang seperti halnya penggunaan kartu debit. Namun, penggunaannya memang tidak sepopuler dengan kartu debit. Sejatinya, menarik uang dari kartu kredit adalah sama saja dengan mengambil pinjaman dari bank. Lain halnya, jika pengguna mengambil uang dari kartu debit, karena pengguna mendapatkan uang tersebut dari tabungan yang telah dikumpulkan sejak lama. Fokuskanlah penggunaan kartu kredit untuk sarana memudahkan dalam berbelanja dan menambah asset, bukan menjadi sumber uang cash.

    7. Batasi Kepemilikan Kartu Kredit Maksimal 2 Buah

    Meskipun tidak ada batasan mengenai jumlah maksimal kartu kredit yang dimiliki. Namun, disarankan bagi Anda untuk tidak memiliki dan menggunakan kartu kredit lebih dari 2 buah. Jika Anda tidak dapat mengatur keuangan dengan baik, maka dikhawatirkan akan menambah hutang yang memiliki resiko tidak terbayar. Mengingat juga, biaya-biaya seperti biaya tahunan, biaya bunga juga, dan biaya lainnya akan bertambah seiring dengan jumlah kartu kredit yang dimilikinya. Dengan membatasi kepemilikan kartu kredit secukupnya dan cara menggunakan kartu kredit dengan bijak, tentunya akan mengurangi perilaku konsumtif.

     

    Itulah ketujuh tips mengenai cara menggunakan kartu kredit dengan baik dan benar. Kuncinya adalah terletak pada perencanaan keuangan yang baik dan bagaimana cara Anda mengontrol hasrat untuk berbebelanja. Jika Anda mengelola penggunaan kartu kredit dengan benar, niscaya hidup Anda juga tidak terbebani oleh kapan dan darimana harus membayar hutang dengan tepat waktu.

    Selain mendapatkan pinjaman melalui kartu kredit, Anda juga dapat mendapatkan pinjaman melalui BFI Finance. BFI Finance menyediakan pinjaman untuk keperluan modal usaha, investasi, maupun konsumtif. Anda cukup menjaminkan BPKB Mobil, Motor, atau Sertifikat Rumah, maka Anda akan berkesempatan untuk mendapatkan pinjaman dana dengan bunga yang rendah dan proses approval yang cepat. Anda juga bisa mendapatkan pinjaman mulai dari jutaan hingga ratusan juga rupiah tergantung pada asset yang Anda jaminkan. Yuk, ajukan segera pembiayaan Anda melalui BFI Finance! Informasi dan ketentuan lainnya terkait pengajuan pinjaman melalui BFI Finance dapat diakses pada tautan dibawah ini.

     

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Motor

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

    Informasi Pengajuan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

     

    BFI Finance, Solusi Segala Kebutuhan Finansial Anda!

  • judi

    Jangan Takut! Cara Menghadapi Debt Collector dengan Baik dan Benar


    Bagi banyak orang, kata “debt collector” mungkin terlihat menyeramkan dan memiliki konotasi beragam lainnya. Padahal, tugas seorang debt collector adalah hanya untuk menagih hutang debitur yang sudah terlalu lama menunggak. Penyebab banyak kejadian yang tidak diinginkan yang dialami oleh debitur dengan debt collector adalah kesalahpahaman antara kedua belah pihak dan metode penyelesaian masalah yang kurang tepat. Jika, kedua belah pihak sama-sama kooperatif, maka dipastikan tidak ada kejadian penagihan hutang yang melibatkan kekerasan baik secara verbal bahkan fisik. Karena tentunya, hal tersebut sangat merugikan banyak pihak dan dapat mengganggu keharmonisan dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

    Nah, untuk lebih mendalami apa itu debt collector, serta bagaimana cara menghadapi debt collector dengan tepat, artikel dibawah ini sangat cocok untuk Anda jadian pedoman! Tim BFI Finance memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai tugas, dasar hukum, cara menghadapi debt collector, serta bagaimana cara mengatasi debt collector yang bermasalah. Simak secara menyeluruh ya!

    Apa Itu Debt Collector?

    Debt collector adalah pihak ketiga yang ditunjuk oleh Lembaga Keuangan atau kreditur dengan tujuan untuk menagih hutang debitur yang menunggak dengan kriteria tertentu. Tidak semua jenis hutang akan ditagih oleh debt collector, tetapi biasanya jenis hutang yang ditagih adalah hutang yang sudah terlalu lama dari jatuh temponya tidak terbayar oleh debitur. Setiap Lembaga keuangan memiliki peraturan yang berbeda mengenai kapan penagihan hutang dikelola oleh debt collector.

    Penagihan hutang sejatinya harus dilakukan dengan etika dan standar perusahaan yang berlaku. Pemilik hutang harus mampu dan memiliki kesadaran untuk membayarkan hutang dengan tepat waktu sesuai dengan perjanjian. Sementara, kreditur dan debt collector sejatinya hanya melaksanakan tugas untuk dapat menagih hutang agar kinerja perusahaan tetap terjaga, terutama pada performa Non-Perfoming Loan (NPL). Namun, terkadang ada saja kejadian penagihan yang tidak mengindahkan tata cara yang semestinya, seperti melibahtkan kekerasan secara fisik maupun verbal. Hal ini yang membuat citra debt collector menjadi buruk.

    Debt collector yang baik adalah Ia yang menagih hutang sesuai dengan kode etik perusahaan dan regulasi di Indonesia. Terdapat beberapa kode etik dan persyaratan yang harus dipatuhi oleh debt collector. Selain itu, yang tidak kalah penting dan utama adalah kerjasama dari sisi debitur untuk dapat kooperatif dalam membayar hutangnya dengan tepat waktu.

    Dasar Hukum Debt Collector

    Hingga saat ini belum ada perundang-undangan di Indonesia yang mengatur secara khusus mengenai tata cara penagihan yang dilakukan oleh debt collector. Namun, kita dapat mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan Surat Edaran Bank Indonesia yang menjelaskan etika dan kewajiban yang harus dipatuhi oleh Lembaga Keuangan atau jasa debt collector dalam melakukan penagihan terhadap debitur yang wanprestasi. Hal tersebut diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/17/DASP Tanggal 7 Juni 2012 tentang Perubahan Pertama dan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 16/25/DKSP Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP tanggal 13 April 2009 perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu.

    Seorang debt collector tidak boleh melakukan paksaan untuk menyita barang-barang milik debitur yang wanprestasi. Penyitaan barang debitur yang wanprestasi hanya boleh dilakukan atas putusan pengadilan. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berbunyi: “Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.”

    Jika dalam melakukan penagihannya, debt collector tetap melakukan dengan cara kekerasan atau ancaman kekerasan, maka Ia dapat dijerat oleh Pasal 365 ayat (1) KUHP yang berbunyi: “Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, terhadap orang dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian, atau dalam hal tertangkap tangan, untuk memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya, atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri.”

    Dasar hukum tersebut berlaku tidak hanya untuk Lembaga Keuangan seperti Bank saja, tetapi berlaku bagi Perusahaan Pembiayaan maupun Leasing.

    Cara menghadapi debt collector dengan baik dan benar

    Cara Menghadapi Debt Collector dengan Baik dan Benar. Image Source: Freepik/frimufilms

    Cara Menghadapi Debt Collector dengan Baik dan Benar

    Jangan panik jika Anda kedatangan debt collector. Selalu berprinsip jika debt collector mendatangi Anda untuk menyelesaikan masalah secara baik dan sesuai prosedur. Berikut 4 tips untuk Anda dalam menghadapi debt collector:

    1. Terima Kedatangannya Dengan Baik

    Langkah pertama dalam menghadapi debt collector adalah dengan menerima kedatangannya dengan baik. Tidak perlu menghindar, karena jika Anda menghindar akan memperburuk kondisi. Maksud dan tujuan debt collector adalah menagih hutang dengan baik, maka perlakukanlah mereka juga dengan hati.

    2. Tanyakan Identitas, Surat Tugas, dan Sertifikasi Debt Collector

    Jika sudah menerima kedatangannya dengan baik, lalu tanyakan identitas, surat tugas, dan sertifikasi resmi debt collector tersebut. Debt collector yang resmi bertugas memiliki surat tugas resmi dari Lembaga Keuangan atau Agency tempat Ia bekerja. Selain itu, seorang debt collector juga wajib memiliki Sertifikasi Profesi Penagihan Pembiayaan (SP3). Tanyakan juga kepada mereka kepemilikan sertifikasi tersebut. Jika mereka tidak mampu menunjukkan surat tugas resmi dan sertifikasinya, maka abaikan saja kedatangannya.

    3. Jelaskan dengan Baik Kondisi Keuangan Anda, Termasuk Kendala yang Dihadapi

    Jelaskan dengan jujur, sopan, dan tenang mengenai kondisi keuangaan Anda saat itu, termasuk kendala yang dihadapi sehingga mengalami keterlambatan bayar. Bersikap kooperatiflah dengan debt collector jika terdapat pertanyaan yang berhubungan dengan kesulitan pembayaran angsuran.

    4. Lakukan Pembayaran yang Menunggak

    Jika sudah menemukan titik terang dan Anda memiliki kemampuan untuk membayar angsuran, lakukanlah pembayaran tunggakan angsuran dan denda jika ada secepat mungkin. Ikuti pembayaran angsuran sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Jika Anda tetap tidak mampu untuk membayar angsuran, tetap ikuti prosedur yang harus diikuti. Upayakan untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan tanpa kekerasan, karena sesungguhnya kedua belah pihak sama-sama membutuhkan solusi yang tepat.

    Etika Dalam Penagihan oleh Debt Collector

    Beberapa point dibawah ini dapat menjadi acuan untuk melihat bagaimana tugas debt collector dalam menagih hutang debitur secara benar dan sesuai prosedur.

    • Memiliki Sertifikasi Profesi Penagihan Pembiayaan (SP3) yang menjadi syarat resmi dalam kegiatan penagihan dan diatur dalam POJK Nomor 35/POJK.05/2018.
    • Patuh terhadap peraturan-peraturan Perusahaan yang menjadi tempat bekerja Debt Collector.
    • Dalam melaksanakan tugasnya, debt collector selalu berpakaian rapi dan memakai sepatu. Tidak menggunakan jeans, kaos oblonga ataupun jaket.
    • Tidak mengucapkan kata-kata kasar atau tidak senonoh kepada debitur dan keluarga debitur.
    • Menghindari kontak fisik dengan debitur dan keluarga debitur.
    • Tidak menerima segala bentuk uang atau hadiah dari debitur atas kegiatan penagihannya.
    • Tidak melakukan ancaman kepada debitur dan keluarga debitur.
    • Selalu membawa fotokopi Surat Kuasa yang di legalisir oleh kantor external agency, Surat Tugas Resmi dan Identitas Diri profesional collector Agency yang dilengkapi dengan foto diri profesional collector agency.
    • Tidak menggunakan Kuitansi/TandaTerima Resmi yang palsu.
    • Mengutamakan sikap persuasif, professional, dan melakukan negosiasi dengan baik tanpa adanya intimidasi terhadap debitur.
    • Tidak memberikan data debitur baik kepada profesional agency lain ataupun perusahaan external agency lain.
    • Tidak memberikan informasi yang salah kepada debitur mengenai Total Tunggakan dan denda keterlambatan pembayaran debitur.

    Pengaduan Terhadap Debt Collector Bermasalah

    Jika Anda tetap menemui debt collector yang dalam tugasnya tidak memenuhi prosedur yang telah ditetapkan dari Perusahaan tempat mereka bekerja maupun regulasi yang ada di Indonesia, Anda dapat melaporkannya melalui lembaga terkait yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut. Terdapat lima Lembaga yang dapat menjadi tempat pengaduan jika menghadapi Debt Collector yang bermasalah, yaitu:

    1. Bank Indonesia

    Pengaduan atas tindakan debt collector bermasalah yang pertama dapat dilaporkan melalui Bank Indonesia:

    Contact Center BICARA

    1. Gedung Tipikal, Lantai 1 DUPK BI
    2. Gedung B Lantai 1, Komplek Perkantoran BI, Jl. M.H. Thamrin No. 2, Gambir, Jakarta Pusat.

    2. Otoritas Jasa Keuangan

    Selain melalui Bank Indonesia, Anda juga dapat melaporkan tindakan debt collector yang bermasalah pada Otoritas Jasa Keuangan.

    • Surat ditujukan kepada Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen
    • Alamat Pengiriman: Menara Radius Prawiro, Lantai 2 Komplek Perkantoran BI, Jl MH. Thamrin No. 2, Jakarta Pusat
    • Telepon: 157 (Dapat dihubungi pada Hari Kerja Senin-Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB)
    • Email: [email protected]
    • Form Pengaduan Online: Form Pengaduan Online OJK

    3. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)

    Lembaga ketiga yang dapat menjadi tempat pengaduan atas debt collector nakal adalah Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

    • Call Center: 021-7981858 atau 7971378
    • Alamat: Jalan Pancoran Barat VII/1, Durentiga, Jakarta Selatan 12760
    • Jam operasional pelayanan mulai dari Senin – Jumat, pukul 09.00 – 15.00 WIB.
    • Pengaduan Online: Pengaduan Online YLKI

    4. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)

    Anda juga dapat mengadu kepada Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang tersebar di seluruh Indonesia atas tindakan debt collector yang bermasalah. Berikut adalah informasi nomor telepon yang dapat dihubungi dan alamat Kantor Pusat YLKI:

    • Telepon: 021 – 3929840
    • Faksimile: 021 – 31930140
    • Email: [email protected]
    • Alamat: Jl. Diponegoro No. 74, Menteng, Jakarta Pusat 10320.

    5. Kantor Polisi

    Cara terakhir untuk mengadu permasalahan debt collector yang nakal adalah dengan melaporkan ke Kantor Polisi terdekat. Ikuti sesuai prosedur pelaporan yang ada pada Kantor Polisi daerah Anda berada.

     

    Itulah pemaparan mengenai apa itu debt collector secara komprehensif, termasuk didalamnya bagaimana prosedur kerjanya, etika yang harus dimiliki, serta bagaimana cara melapor jika terdapat debt collector yang bermasalah. Jika Anda ingin terhindar dari kejaran debt collector, maka selalu bayar angsuran dengan tepat waktu ya, Sobat BFI!

    Untuk mendapatkan pinjaman yang terpercaya, Anda selalu dapat mengajukannya melalui BFI Finance! Cukup dengan jaminan BPKB Kendaraan dan Sertifikat Rumah Anda berkesempatan untuk mendapatkan pinjaman dengan suku bunga yang rendah dan pilihan tenor yang beragam!

     

    Klik untuk Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

    Klik untuk Pengajuan Pinjaman Jaminan BPKB Motor

    Klik untuk Pengajuan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

     

    Selalu Ada Jalan Bersama BFI Finance!

     

  • judi

    Efektif, Ini Dia 11 Cara Melunasi Hutang yang Baik dan Benar!


    Memiliki hutang adalah hal yang wajar. Namun, bilamana hutang yang ada dibiarkan begitu saja sehingga membuat bunga yang ada menjadi semakin besar, inilah saat yang tepat untuk mencari cara melunasi hutang.

    Jika Anda termasuk orang yang terlilit hutang dan berencana untuk segera melunasinya, cara berikut ini akan sangat cocok untuk Anda!

    Cara Melunasi Hutang dengan Baik dan Benar

    Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memulai usaha, tidak sedikit orang yang memilih untuk berhutang dan mencucinya secara bertahap agar arus keuangan menjadi lebih lancar. 

    Namun, ada pula sebagian orang yang ketika memiliki hutang, ingin melunasinya secara langsung atau tidak ingin terikat hutang dalam periode waktu yang lama. Jika Anda termasuk salah satunya, berikut ini cara melunasi hutang yang baik dan benar ala BFI Finance. 

    1. Atur Ulang Pos Pengeluaran

    Mengatur ulang pos pengeluaran bisa membantu Anda menyisihkan lebih banyak anggaran dana guna melunasi hutang-hutang yang ada.

    Rutinlah melakukan monitoring dan evaluasi kas keuangan yang masuk dan keluar. Jika ada dana pengeluaran yang dirasa tidak penting dan menimbulkan pemborosan, maka pengeluaran tersebut dapat dipangkas dan dialihkan untuk membayar hutang.

    Pisahkan antara kebutuhan dengan keinginan. Anda juga bisa memulai hidup hemat atau frugal living dari sekarang. Hal ini akan mambawa dampak yang sangat besar terhadap pos pengeluaran Anda.

     

    Baca Juga: Mengenal Frugal Living, Konsep Hidup Hemat yang Bikin Cepat Kaya

     

    2. Rekapitulasi Hutang

    Membuat rincian atau rekapitulasi semua hutang yang dimiliki dapat menjadi cara melunasi hutang berikutnya.

    Rekapitulasi harus disertai dengan sisa hutang, suku bunga, jangka waktu hutang, dan prioritas hutang yang ingin dilunasi. Ini bisa membantu Anda dalam melunasi hutang dengan baik dengan cara mengatur skala prioritas terkait hutang mana dulu yang sebaiknya dilunasi.

     

    Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Dia Cara Perhitungan Pelunasan Kredit Dipercepat

     

    3. Gunakan Tabungan

    Jika Anda memiliki tabungan lebih atau dana darurat, Anda bisa menggunakan uang tabungan yang dimiliki dengan catatan tidak menggunakan uang tabungan secara keseluruhan untuk melunasi hutang. 

    Saat Anda menggunakan seluruh tabungan untuk hutang, maka Anda akan kesulitan mendapatkan dana tambahan dan berpotensi memiliki hutang kembali saat kondisi darurat.

     

    Baca Juga: 12 Cara Menabung dengan Cepat dan Tepat, Dijamin Kaya!

     

    4. Take Over Kredit

    Cara melunasi hutang yang satu ini terbilang cukup praktis namun sangat beresiko besar. Sebab, dengan melakukan take over kredit artinya Anda sepakat jika aset yang dijaminkan dijual untuk melunasi hutang yang masih tersisa.

    5. Menjual Aset yang Dimiliki

    Jika opsi take over kredit dirasa terlalu membebankan Anda atau bahkan belum mampu menutupi nominal hutang yang Anda miliki, cara melunasi hutang lainnya yaitu dengan menjual aset yang Anda miliki.

    Ada banyak aset berharga yang cukup mudah untuk dijual seperti emas, berlian, kendaraan bermotor, tanah, rumah, dan lain sebagainya.

    6. Melunasi Hutang dengan Bunga Paling Besar

    Bunga yang terdapat pada hutang memang cukup memberatkan khususnya bagi pemilik hutang. Pasalnya, besaran bunga yang ada akan berimbas pada arus kas keuangan yang Anda miliki.

    Namun, jika Anda memang bertekad untuk segera melunasi hutang-hutang yang Anda miliki, sebaiknya disegerakan untuk melunasi hutang dengan bunga yang paling besar terlebih dahulu. Ini akan membuat beban yang Anda tanggung lebih ringan.

    7. Preloved Barang yang Sudah Tak Terpakai

    Selain menjual aset yang Anda miliki, Anda juga bisa menjual barang-barang yang sudah tidak terpakai sebagai cara melunasi hutang. Istilah yang paling sering dipakai untuk kegiatan ini yaitu preloved.

    Misalnya Anda bisa membuka toko thrift shop khusus barang-barang yang sudah pernah Anda pakai sebelumnya. Sebagai contoh peralatan memasak, pakaia, hiasan atau ornamen rumah, dan masih banyak lagi. Pastikan barang-barang tersebut masih dalam kondisi yang baik dan layak pakai.

    Untuk memudahkan barang-barang tersebut agar cepat laku terjual, Anda bisa menawarkannya secara online seperti mempostingnya di sosial media ataupun marketplace.

     

    Baca Juga: Bisnis Thrift Shop : Sebuah Oportunitas Bisnis dari Pakaian Bekas

     

    Cara Melunasi Hutang

    Image Source: Pexels/bangunstockproductions

    8. Hindari Kebiasaan Buruk Gali Lubang Tutup Lubang

    Banyak orang beranggapan jika hutang bisa dengan mudah kita lunasi jika kita menutupnya dengan meminjam dana lain. Praktik ini dinamakan tutup lubang gali lubang.

    Meskipun terkesannya efektif, nyatanya ini adalah cara melunasi hutang yang salah dan fatal. Alih-alih hutang yang ada cepat selesai, Anda justru berpotensi menambah masalah baru lagi yang pada akhirnya hutang yang Anda miliki tidak pernah benar-benar terlunasi.

     

    Baca Juga: 5 Cara Menghindari Kebiasaan Buruk “Gali Lubang Tutup Lubang”

     

    9. Minta Bantuan Profesional

    Jika Anda merasa kebingungan untuk mengatur strategi yang tepat terkait cara melunasi hutang, meminta bantuan ke profesional bisa menjadi opsi lainnya.

    Yang terpenting, pastikan untuk memilih praktisi atau lembaga yang memiliki legalitas resmi, terpercaya, dan diawasi oleh pemerintah.

    10. Cari Penghasilan Tambahan

    Mencari penghasilan tambahan adalah cara bijak yang bisa Anda coba. Terutama jika Anda rasa penghasilan bulanan maupun aset yang sudah dijual tidaklah cukup untuk melunasi hutang-hutang yang Anda miliki.

    Untuk mendapatkan penghasilan tambahan, Anda bisa menawarkan keahlian di bidang jasa. Misalnya menjadi guru les privat, jasa konsultasi, jasa titip (jastip), ojek online, fotografer, penulis artikel, dan lain sebagainya.

    Tidak hanya itu, Anda juga bisa memulai berbisnis dengan modal minim seperti menjadi reseller, dropshipper, ataupun membuka jastip.

     

    Baca Juga: 10 Peluang Usaha Modal 10 Juta. Tertarik Untuk Mencoba?

     

    11. Memulai Bisnis dengan Modal Tipis

    Tidak hanya menjual jasa dari keahlian yang Anda miliki, Anda juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan cara membuka bisnis sendiri sebagai salah satu cara melunasi hutang.

    Salah satu langkah tepat yang bisa Anda lakukan untuk memulai suatu bisnis yaitu dengan cara mengajukan pinjaman berupa hutang produktif.

    Apa itu hutang produktif? Hutang produktif adalah jenis hutang yang digunakan untuk membeli aset atau barang yang nilainya akan bertambah di masa depan.

    Jadi, saat kredit yang ada telah lunas, Anda bisa merasakan keuntungan dari adanya transaksi tersebut di masa yang akan datang. Misalnya modal usaha, biaya pendidikan, dan kredit kepemilikan rumah (KPR).

    Nah, bagi Anda yang berencana membuka bisnis dan membutuhkan modal tambahan, Anda bisa mengajukan pinjaman modal usaha di BFI Finance. BFI Finance sudah terverifikasi OJK. Dengan mengajukan pinjaman di BFI Finance Anda akan memperoleh berbagai keuntungan. Diantaranya sebagai berikut.

    Jaminan BPKB Mobil

    Pencairan dana hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 3 tahun.

    Jaminan BPKB Motor

    Pinjaman dana dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 18 bulan.

    Jaminan Sertifikat Rumah

    Bunga rendah mulai dari 0.9% dengan tenor panjang hingga 48 bulan.

    Informasi selengkapnya terkait pinjaman maupun pertanyaan lebih lanjut dapat Anda akses melalui laman berikut ini.

    Sobat BFI, demikian informasi terkait beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk melunasi hutang dengan cepat ala BFI Finance. Cara melunasi hutang dengan cepat ini juga harus dilakukan dengan tekad dan niat yang kuat.

    Dapatkan informasi menarik lainnya hanya di BFI Blog. Artikel baru setiap Senin-Jumat!

  • judi

    Akurat, Begini Rumus Cara Menghitung Laba yang Mudah dan Benar


    Dalam urusan berbisnis, cara menghitung laba adalah hal penting yang wajib diketahui.

    Sebab, tanpa dilakukannya perhitungan ini, akan sulit bagi kita untuk mengetahui apakah suatu bisnis berjalan dengan baik atau justru berpotensi mengalami kerugian yang mungkin saja bisa berdampak terjadinya gulung tikar.

    Selain digunakan untuk menganalisis aktivitas bisnis yang tengah berjalan, laba juga menjadi tujuan utama terciptanya bisnis tersebut.

    Nah, kira-kira bagaimana cara menghitung laba yang mudah dan efektif? Mari kita bahas lebih lanjut di artikel yang satu ini.

    Pengertian Laba Kotor

    Laba atau keuntungan dalam bisnis terbagi menjadi dua. Pertama yakni laba kotor dan yang kedua yaitu laba bersih. Sebelum kita masuk ke cara menghitung laba, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu laba kotor dan laba bersih.

    Laba kotor atau yang disebut dengan gross profit adalah perolehan keuntungan sebelum dikurangi biaya operasional, pajak, upah pegawai, dan lain-lain.

    Laba kotor tidak bisa dikatakan sebagai keuntungan murni. Sebab, di dalamnya masih terdapat biaya produksi, biaya jasa, biaya pemasaran, dan biaya lainnya yang perlu dikurangi sebelum akhirnya dapat dikatakan sebagai laba bersih.

    Pengertian Laba Bersih

    Laba bersih atau net income adalah keuntungan yang didapat perusahaan dan sudah dikurangi biaya pengeluaran lainnya. 

    Adapun biaya pengeluaran tersebut mencakup:

    1. Biaya pengeluaran tersebut mencakup:

    2. Biaya Operasional

    3. Penjualan, Administrasi, Beban Umum

    4. Pajak Penghasilan

    5. Bunga Pinjaman

    6. Biaya Penyusutan, Misalnya Penyusutan Peralatan

    Selain keuntungan yang didapat dari adanya pengurangan biaya pengeluaran, cara menghitung laba bersih juga bisa didapat dari adanya pendapatan tambahan.

    Sebagai contoh, sebuah perusahaan menginvestasikan sebagian dananya untuk investasi jangka pendek. Pendapatan yang didapat dari investasi tersebut termasuk ke dalam laba bersih. Selain hasil investasi, penjualan aset juga bisa dianggap sebagai pendapatan.

    Fungsi Dari Perhitungan Laba

    Laba memiliki fungsi yang cukup krusial, yakni mengindikasikan keuntungan yang diperoleh perusahaan saat akhir periode atau di penghujung hari.

    Tidak hanya itu, adanya cara menghitung laba juga bisa memperlihatkan jika suatu bisnis atau usaha mengalami perkembangan yang baik dari waktu ke waktu atau justru mengalami penurunan. 

    Nah, berangkat dari sini nantinya perusahaan bisa menentukan rencana kedepannya agar kegiatan bisnis yang ada dapat terus berjalan dan menghasilkan keuntungan yang signifikan. 

    Jika diuraikan satu persatu, fungsi dari laba yaitu:

    1. Sebagai Indikator Stabilitas Keuangan

    2. Sebagai Indikator Perolehan Keuntungan Selama Satu Periode

    3. Sebagai Bahan Pertimbangan dan Evaluasi Untuk Mengambil Strategi Bisnis Kedepannya

    4. Sebagai Penentu Suatu Perusahaan Sepadan Dengan Risiko Investasi yang Ada, Indikator Ini Biasanya Dijadikan Pertimbangan Utama Bagi Investor

    5. Sebagai Penentu Layak Atau Tidaknya Suatu Perusahaan Memperoleh Pinjaman Usaha dari Kreditur atau Perusahaan Pembiayaan

    6. Membantu Pemilik Bisnis Untuk Melihat Kelemahan dan Kelebihan dari Usaha yang Berjalan

     

    Baca Juga: Strategi Pemasaran Produk : Alasan dan Hal yang Perlu Dipertimbangkan

     

    Faktor yang Mempengaruhi Laba

    Ada berbagai faktor atau variabel yang mempengaruhi cara menghitung laba baik itu laba kotor maupun laba bersih.

    Faktor yang Mempengaruhi Laba Bersih

    Beberapa faktor yang membawa pengaruh terhadap laba bersih diantaranya yaitu:

    • Kuantitas atau jumlah produk yang diproduksi dan dijual

    • Biaya penyusutan peralatan dan utilitas ruangan yang dipakai untuk memproduksi suatu produk

    • Biaya variabel, yakni sejumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli produk yang nantinya akan dijual

    • Biaya tetap yang terdiri dari upah pegawai, pajak, dan lainnya

    • Biaya sewa, biaya pemasaran, sampai dengan tunjangan pegawai

    Faktor yang Mempengaruhi Laba Kotor

    Cara menghitung laba kotor dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mencakup jumlah produk, harga jual produk, harga pokok penjualan (HPP).

    Semakin banyak produk atau jasa yang terjual, maka akan semakin banyak juga laba yang bisa didapatkan.

    Semakin tinggi harga jual suatu produk dan jasa, maka akan semakin tinggi juga perolehan laba kotornya.

    Apabila besaran HPP setara atau sama dengan harga jual produk, maka laba yang diperoleh akan semakin besar.

     

    Baca Juga: Tips Memulai Usaha Dengan Modal Usaha Kecil

     

    Cara Menghitung Laba Bersih dan Laba Kotor

    Laba bersih dan laba kotor bisa dihitung dengan mudah selama data yang dibutuhkan sudah terkumpul semuanya.

    Agar memudahkan Anda dalam menghitungnya, berikut cara menghitung laba yang perlu Anda ketahui.

    Cara Menghitung Laba

    Image Source: Pexels/Tima Miroshnichenko

    Cara Mudah Menghitung Laba Kotor

    Menghitung laba kotor dapat dilakukan menggunakan rumus laba kotor dimana pendapatan yang diperoleh dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP).

    Laba Kotor = Pendapatan – HPP

    Sebagai catatan, pendapatan merupakan hasil dari penjualan produk. Sedangkan harga pokok penjualan (HPP) adalah biaya produksi barang atau jasa yang dihasilkan.

    Contoh Perhitungan Laba Kotor

    Untuk memudahkan Anda dalam memahami perhitungan cara menghitung laba, simak contoh cerita berikut ini.

     

    Sebuah perusahaan makanan ringan memiliki rincian laba rugi seperti di bawah ini.

    Penjualan Bersih: Rp100 Juta

    Harga Pokok Penjualan: Rp40 Juta

    Biaya Pemasaran: Rp10 Juta

    Biaya Administrasi: Rp10 Juta

    Pajak: Rp5 Juta

    Dari data dan informasi yang ada, maka perhitungan laba kotornya sebagai berikut.

    Laba Kotor = Pendapatan – HPP

    Laba Kotor = Rp100 Juta – Rp 40 Juta = Rp60 Juta

    Cara Mudah Menghitung Laba Bersih

    Cara menghitung laba bersih tidaklah sulit. Anda hanya perlu menghitungnya dengan menggunakan rumus laba bersih. Adapun rumusnya sebagai berikut.

    Laba Bersih = Total Pendapatan – Total Pengeluaran

    Selain itu, Anda juga bisa menggunakan rumus lainnya seperti di bawah ini.

    Laba Bersih = Laba Kotor – Beban Biaya   

     

    Contoh perhitungannya sebagai berikut. 

    Dengan contoh perhitungan laba kotor diatas, laba kotor yang dicetak oleh perusahaan makanan ringan adalah Rp 60 Juta. Sementara itu, terdapat beberapa biaya yang harus dibebankan per tahunnya yaitu Pajak penghasilan (Rp 4.500.000), Biaya operasional perusahaan (Rp 5.500.000), dan pinjaman ke bank dengan total Rp 12.00.000. Sehingga, laba bersih yang didapatkan Perusahaan minuman ringan adalah: 

    Laba bersih= Rp 60.000.000 – (Rp 4.500.000 + Rp 5.500.000 + Rp 12.000.000) = Rp 60.000.000 – Rp 22.000.000 = Rp 38.000.000

    Laba bersih yang didapatkan perusahaan minuman selama tahun 2022 adalah Rp 38.000.000.

    Solusi Alternatif Memperoleh Modal Usaha

    Punya rencana ingin mengembangkan usaha? Atau, Anda tertarik untuk memulai bisnis baru? BFI Finance siap sedia membantu Anda untuk memperoleh modal usaha dengan beragam pilihan pinjaman yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

    Cukup dengan jaminan BPKB Kendaraan dan Sertifikat Rumah, Anda bisa memperoleh keuntungan pinjaman sebagai berikut:

    Jaminan BPKB Mobil

    Pencairan dana hingga 85% dari nilai kendaraan dan tenor hingga 4 tahun.

    Jaminan BPKB Motor

    Pinjaman dana dengan proses cepat dan tenor maksimal hingga 24 bulan.

    Jaminan Sertifikat Rumah

    Bunga rendah mulai dari 0.9% dengan tenor panjang hingga 7 tahun.

    BFI Finance merupakan salah satu perusahaan pembiayaan yang dapat membantu Anda mewujudkan impian dalam memperoleh modal usaha, baik itu skala kecil, menengah, maupun skala besar.

    Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik, oleh karenanya proses peminjaman di BFI Finance cepat, aman, dan mudah. Di samping itu, BFI Finance berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Tunggu apa lagi? Yuk, ajukan pinjaman dana cepat di BFI Finance sekarang juga!

     

    #SelaluAdaJalanBersamaBFI