• judi

    Apakah Mengajukan Pinjaman atau Kredit Berisiko? – BFI Finance


    Risiko terbesar dalam melakukan pinjaman atau kredit adalah risiko kredit macet hingga gagal bayar yang berdampak pada riwayat pinjaman yang buruk. Gagal bayar merupakan kondisi dimana debitur tidak mampu melunasi dan melaksanakan kewajibannya untuk membayar angsuran atau jumlah pinjaman yang telah disesuaikan berdasarkan waktu dan suku bunga yang ditetapkan. Gagal bayar akan berisiko pada catatan kredit yang buruk. Apabila Anda memiliki catatan kredit yang buruk, sangat memungkinkan Anda tidak dapat melakukan pinjaman di lembaga pinjaman lainnya karena kemampuan bayar kredit yang rendah. Pada artikel ini akan dibahas lebih dalam mengenai risiko kredit. 

    1. Pengertian Risiko Kredit 

    Sesuai dengan namanya, risiko adalah akibat yang merugikan dari suatu perbuatan. Risiko kredit adalah suatu kerugian yang berhubungan dengan peluang gagal bayar debitur untuk memenuhi kewajiban membayar angsuran pada saat jatuh tempo. 

    Risiko kredit dapat terjadi karena dua hal yaitu besar pinjaman yang terlalu besar dan juga rendahnya nilai jaminan. Semakin besar jumlah pinjaman, maka semakin besar pula eksposur kredit. Semakin rendah jaminan kredit, maka kualitas eksposur semakin rendah yang menyebabkan risiko semakin tinggi. 

    2. Jenis Risiko Kredit

    Risiko Kredit

    Adapun jenis risiko kredit yang dikelompokan menjadi 3 seperti berikut ini. 

    2.1. Sovereign Credit Risk 

    Sovereign Credit Risk atau risiko kredit pemerintah merupakan risiko yang terjadi apabila suatu negara tidak mampu menyelesaikan kewajibannya membayar hutang pada saat jatuh tempo. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan atau kepentingan suatu negara, pemerintah di negara tersebut melakukan pinjaman kepada negara lain atau bank dunia, namun pada saat jatuh tempo, negara tersebut tidak dapat mengembalikannya. Hal itu yang dikategorikan sebagai Sovereign Credit Risk. 

    2.2. Corporate Credit Risk 

    Yang berikutnya adalah coorporate credit risk. Coorporate credit risk sering terjadi di industri perbankan atau lembaga pembiayaan dimana debitur (perusahaan penerbit surat hutang) gagal melakukan pembayaran kepada pihak kreditur. Selain itu, gagal bayar dari perusahaan yang menerima penyertaan modal dan gagal bayar dari perusahaan yang menerima kredit juga termasuk dalam kategori coorporate credit risk. Dalam mengantisipasi hal tersebut, maka seluruh institusi keuangan wajab memberikan laporan neraca keuangan, besaran rugi dan laba, arus kas, dan pajak.

     

    Baca juga: Limit Kredit Adalah: Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Menaikan Kredit

     

    2.3. Retail Customer Credit Risk 

    Yang terakhir adalah risiko kredit yang sifatnya perorangan dimana individu selaku debitur tidak mampu membayar hutang pada waktu yang telah ditentukan. Ada banyak hal yang membuat individu atau debitur mengalami gagal bayar seperti berikut. 

    Risiko Kredit

    2.3.1. Digunakan untuk Hutang Konsumtif 

    Sebenarnya, melakukan pinjaman tidak ada salahnya selama debitur mampu memenuhi kewajibannya. Akan tetapi, kebanyakan kesalahan melakukan kredit yang mengakibatkan gagal bayar adalah menggunakan dana pinjaman sebagai hutang konsumtif yang tidak memiliki nilai pengembalian dari sumber pinjaman. Berbeda jika hutang dijadikan sebagai modal usaha atau tambahan biaya operasional maupun fasilitas dalam mengembangkan usaha. 

    2.3.2. Arus Keuangan yang Buruk

    Kesalahan berikut adalah arus keuangan yang tidak tercatat dengan baik sehingga arus keuangan menjadi berantakan. Baik saat memiliki hutang ataupun tidak, sebaiknya catat setiap pemasukan dan pengeluaran agar semua dana kebutuhan dan kewajiban dapat dipersiapkan dengan matang. 

    2.3.3. Hidup Boros 

    Hal yang menyebabkan individu atau debitur sering mengalami gagal bayar adalah hidup boros dan tidak mengindahkan prinsip menabung. Hal inilah yang membuat dana atau penghasilan tidak cukup untuk membayar hutang. 

     

    Baca juga: Mengenal Kredit Konsumtif dan Contohnya

    3. Manajemen Risiko Kredit

    Untuk memperkecil atau meminimalisir risiko atau kerugian kredit, maka perlu dilakukan mitigasi risiko kredit seperti di bawah ini. 

    3.1. Grading model 

    Grading model adalah model pemeringkatan yang bertujuan untuk memberikan kredit yang sifatnya sehat. Kredit dapat dikatakan sehat apabila jumlah atau besaran pinjaman tidak melibihi 30% dari pemasukan. Dengan penerapan kebijakan ini, maka risiko kredit seperti gagal bayar bisa dihindari. Tak heran jika sebelum mengajukan pinjaman, debitur atau peminjam akan dimintai informasi seputar data diri dan penghasilan. 

    3.2. Manajemen portofolio kredit 

    Mitigasi selanjutnya dengan manajemen portofolio kredit. Mitigasi ini bisa dilakukan pada kredit korporasi atau perorangan dimana bank akan melakukan diversifikasi (penyebaran kredit yang diberikan berdasarkan jenis usaha, perusahan, ukuran perusahaan, dan lain sebagainya) pada portofolio kredit untuk menekan risiko. 

    3.3. Sekuritisasi 

    Sekuritisasi adalah sebuah teknik menjual sebagian portfolio kredit kepada investor dalam bentuk surat berharga. Hal ini diperlukan untuk mengurangi potensi eksposur kredit yang menyebabkan risiko semakin tinggi. 

    3.4. Agunan 

    Seperti yang telah dijelaskan pada bagian pengertian risiko kredit, semakin rendah nilai jaminan, maka kualitas eksposur kredit semakin rendah yang menyebabkan risiko semakin tinggi. Sebaliknya, dengan adanya jaminan atau agunan, maka risiko dapat ditekan. 

    3.5. Memonitoring arus kas 

    Arus kas perusahaan atau perorang dapat tercermin dari rekening bank masing-masing. Hal ini perlu dipantau untuk membatasi tingkat eksposur yang tinggi agar risikonya tidak terlalu besar. 

     

    Baca juga: Kredit Produktif : Pengertian, Jenis, dan Contohnya 

     

    3.6. Manajemen pemulihan 

    Manajemen risiko kredit yang terakhir adalah pemulihan. Sebagian besar bank atau lembaga keuangan memiliki unit kerja khusus untuk menangani pemulihan kredit macet sebagai salah satu tugas untuk menurunkan risiko kredit. 

    Risiko Kredit

    Demikian informasi mengenai risiko kredit dari BFI Finance. Jika Anda berniat mengajukan pinjaman, pastikan untuk memenuhi kewajiban untuk membayarnya agar terhindar dari risiko gagal bayar yang merugikan di masa depan. Anda juga bisa mengajukan pinjaman dengan jaminan berupa BPKB kendaraan di BFI Finance. Selain jumlah pinjaman besar, mengajukan pinjaman dengan jaminan juga memiliki tenor atau periode pengembalian pinjaman yang cukup panjang, lho. 

    Ada 3 produk pinjaman yang tersedia di BFI Finance. Untuk informasi produk, jumlah maksimal pinjaman, suku bunga, angsuran, dan lainnya, silakan cek di bawah ini. 

    Pinjaman Jaminan BPKB Mobil 

    Pinjaman Jaminan BPKB Motor

    Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

  • judi

    Apakah Pinjaman Dana Solusi Tepat untuk Masalah Keuangan Anda?


    Pinjaman dana merupakan alternatif yang tepat bagi solusi masalah keuangan Anda apabila dimanfaatkan dengan cermat. Sekarang ini, pinjaman dengan jaminan banyak dipilih untuk mendapatkan dana dalam keadaan darurat, contohnya pinjaman dengan jaminan BPKB kendaraan atau dengan jaminan sertifikat rumah. 

    Mendengar kata ‘pinjaman dana’, atau ‘pinjaman online’ memang menimbulkan kesan negatif bagi sebagian orang. Terlebih lagi, beberapa kasus pengajuan pinjaman berakhir dengan intimidasi dari rentenir atau kredit macet dengan bunga pinjaman yang semakin menumpuk.

    Padahal, kasus-kasus tersebut muncul karena beberapa orang mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan yang tidak terpercaya atau yang belum terdaftar OJK. Atau, asal mengajukan pinjaman tanpa mempertimbangkan kemampuan membayar.  Untuk menghindari kejadian tersebut, tentunya Anda harus memahami dahulu seluk-beluk pinjaman dana, agar Anda bisa mengajukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. 

    1. Kebutuhan Apa yang Membutuhkan Pinjaman Dana?

    pinjaman dana

    Pastikan bahwa Anda mengajukan pinjaman ketika Anda benar-benar membutuhkannya. Dana pinjaman umumnya digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan berikut ini:

    1.1 Pendidikan

    Apabila Anda atau anak Anda berniat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tentunya banyak pengeluaran untuk berbagai kebutuhan. Contohnya SPP, biaya penelitian, biaya sertifikasi, magang, hingga skripsi. Pinjaman dana untuk mahasiswa bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut. 

    1.2 Keadaan Mendesak

    Pinjaman dana juga dapat membantu Anda menutupi biaya tak terduga. Contohnya, biaya rumah sakit dan perbaikan kendaraan atau rumah. Tentunya, hal-hal tersebut tidak Anda inginkan dan tidak bisa Anda prediksi sebelumnya. Dengan adanya fasilitas pinjaman, terutama pinjaman online, Anda bisa mendapatkan dana secara cepat dalam hitungan jam atau hari untuk menutupi biaya-biaya tak terduga tersebut. 

    1.3 Investasi Karir atau Modal Usaha

    Pinjaman dana juga bisa dimanfaatkan sebagai investasi karir, atau untuk menambah modal usaha. Contohnya, untuk biaya kelas atau pelatihan tambahan, atau modal awal untuk membeli bahan baku atau inventaris usaha. 

    Apabila Anda membutuhkan dana untuk salah satu kebutuhan di atas, berarti pinjaman dana merupakan alternatif yang tepat untuk masalah keuangan Anda. 

    2. Tips dalam Mengajukan Pinjaman 

    2.1 Pahami Produk Pinjaman dan Persyaratan yang Dibutuhkan

    Sebelum Anda mengajukan pinjaman, pastikan bahwa Anda memahami seluk-beluk produk pinjaman yang ditawarkan. Dengan demikian, Anda bisa memilih produk pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pahami tenor, bunga, biaya tambahan, hingga dana yang akan Anda dapatkan melalui produk pinjaman tersebut. 

    Pastikan juga Anda memenuhi persyaratan dan mempersiapkan segala dokumen yang diperlukan, agar pengajuan pinjaman Anda lebih mudah untuk disetujui. 

    2.2 Ajukan Pinjaman Sesuai Kebutuhan

    Berhubungan dengan tips pertama, setelah Anda memahami produk pinjaman yang Anda tuju, baru Anda bisa mengestimasi berapa dana yang diperlukan dan berapa lama Anda harus melunasi pinjaman tersebut. Anda bisa melakukan simulasi pinjaman melalui website resmi lembaga keuangan yang Anda tuju. Pastikan untuk mengajukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda, agar tidak mengalami kredit macet. 

    2.3 Memilih Lembaga Keuangan yang Terpercaya

    Yang terakhir, pastikan bahwa Anda mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan yang terpercaya. Lembaga keuangan yang resmi dan aman haruslah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Dengan begitu, ada regulasi dan sanksi yang jelas apabila terjadi masalah dalam proses transaksi. Anda bisa melakukan cross check mengenai lembaga keuangan yang Anda tuju di situs resmi OJK atau lembaga keuangan itu sendiri. 

  • judi

    Apa Itu Jastip? Apakah Bisa Dijadikan Penghasilan Tambahan?


    Berbicara terkait mendapatkan penghasilan tambahan, salah satu bisnis yang bisa Anda geluti adalah JASTIP. Jastip sendiri sudah dikenal masyarakat dan muncul beberapa tahun belakangan ini. Jadi, sebenarnya apa itu jastip?

    Pengertian Jastip

    Jastip adalah model bisnis dimana Anda sebagai eksekutor bertindak sebagai perantara untuk membeli produk dari penyedia barang kepada konsumen. Pada mulanya bisnis ini hanya menawarkan produk atau barang langka maupun barang yang berasal dari luar negeri saja. Namun, seiring berkembangnya zaman, jastip juga melayani penitipan belanja di dalam dan antar kota. 

    Dalam berbisnis jastip, ada berbagai macam risiko yang mungkin ditemui seperti tertipu oleh pembeli karena transfer palsu, barang rusak dalam proses pengiriman, dan waktu promosi yang tidak begitu banyak. Bisnis jastip sendiri sistemnya adalah pre-order atau PO dimana Anda selaku pebisnis perlu sepakat dengan konsumen bahwa mereka wajib membayar sejumlah uang di awal, lalu barang yang dititipkan akan dikirimkan setelahnya sesuai perjanjian. Untuk menghindari tertipu dengan transferan palsu, Anda bisa mengecek kembali mutasi atau uang masuk agar tidak rugi. 

    Selain itu, dalam berbisnis jastip, Anda wajib memperhatikan kualitas dan keamanan dari pengiriman barang/produk yang dititipkan. Jangan sampai produk yang akan dikirimkan atau saat dikirim mengalami kerusakan. Ketika barang rusak, konsumen akan melakukan komplain bahkan mengurangi rasa kepercayaan terhadap Anda dan bisnis yang digeluti. 

    Berbisnis jastip tidak memerlukan modal awal jika Anda melakukannya dengan sistem PO atau pre-order. Anda hanya memerlukan perangkat kamera atau handphone untuk memfoto produk yang ingin ditawarkan. Nah, kekurangan dari bisnis ini adalah waktu yang terlalu sempit atau sedikit untuk mengambil foto, mencatat detail produk, dan memasarkannya. Apabila toko yang dituju sedang mengadakan diskon, maka Anda memiliki waktu yang tidak begitu banyak dan ada potensi barang yang dipromosikan sudah habis terjual. Namun, Anda dapat menyiasatinya dengan mencari produk di toko lain jika ada permintaan dari konsumen. 

    Apa itu jastip

    Apa Itu Jastip? . Image Source: Unsplash/Atoms

    Apa Barang yang Bisa Dijastipkan dan Cara Memulai Jastip?

    Ada banyak barang jastip yang bisa Anda jual, mual dari tas bermerek, produk perawatan kecantikan impor yang jarang dipasarkan di Indonesia, sepatu limited edition atau edisi terbatas, oleh-oleh, camilan, makeup, dan lain sebagainya. Agar bisnis jastip Anda mendatangkan keuntungan, berikut adalah tips untuk memulainya. 

    1. Memiliki Kemampuan Berkomunikasi ke Penyedia Barang 

    Dalam memulai bisnis jastip, hal pertama yang perlu Anda miliki adalah kemampuan berkomunikasi dengan penduduk lokal maupun negara penyedia barang agar dapat membeli barang dengan harga yang cukup murah. Hal ini tentu akan lebih membantu dibandingkan Anda tidak memiliki kemampuan tersebut. Anda bisa menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional atau lebih baik menguasai bahasa lokal (jika berada di dalam negeri atau luar negeri). 

    2. Melakukan Riset Pasar 

    Berikutnya adalah melakukan riset. Anda perlu pastikan produk yang Anda tawarkan untuk dititipkan adalah produk yang memiliki banyak peminat namun tidak semua bisa membelinya karena keterbatasan biaya ongkos. Jika Anda menjastipkan barang yang jarak tempat jualnya dekat dengan target konsumen tinggal, maka Anda berpotensi kehilangan konsumen karena konsumen lebih memilih untuk membelinya sendiri. 

    3. Melakukan Promosi yang Menarik 

    Berbisnis jastip memang tergolong mudah, namun Anda tetap harus memperhatikan hal kecil, salah satunya adalah pengambilan foto produk. Sebaiknya lakukan pengambilan foto dari berbagai sisi dan pengambilan dari jauh dan juga dekat. Foto produk yang menarik tentu akan menambah minat dari konsumen. Sebaliknya, apabila Anda tidak dapat memfoto produk dengan detail, Anda bisa menggunakan foto produk yang berasal dari merek/produsen tersebut. Atau bisa dilakukan dengan mengambil gambar dari situs resmi merek tersebut. Pastikan juga untuk menulis keterangan produk agar konsumen dapat membaca sebelum membelinya. 

    4. Tarif Jastip Tidak Terlalu Mahal

    Anda juga perlu menentukan tarif jastip dengan harga yang masuk akal dan tidak terlalu mahal. Anda bisa mengambil untung yang lumayan besar ketika membeli produk dari luar negeri. Namun, tak jarang juga konsumen sudah melakukan riset harga dari produk tersebut. Oleh karena itu, untuk menghindari konsumen beralih ke jasa titip yang lebih murah, Anda perlu melakukan perhitungan harga dan perbandingan dengan kompetitor. Anda bisa mengecek hal ini di akun media sosial kompetitor. 

    Apabila barang yang dijastipkan adalah produk yang berasal dari luar negeri, jangan lupa untuk memperhitungkan bea masuk 10%, pajak PPN 10%, dan pajak PPH2 %. 

    5. Menjaga Kualitas dan Ekspektasi Konsumen 

    Yang terakhir adalah dengan menjaga kualitas barang dan ekspektasi konsumen. Jangan sampai foto produk yang Anda berikan tidak sesuai dengan bentuk asli produk tersebut atau justru rusak saat dalam pengiriman. Gunakan keamanan dan proteksi lebih saat pengemasan agar barang jastip sampai di tangan konsumen dengan selamat tanpa cacat sedikit pun. 

    Itulah pengertian apa itu jastip, kelebihan dan kekurangan, serta tips memulai jastip agar mendapatkan keuntungan yang bisa Anda coba untuk menghasilkan pendapatan tambahan. Ide bisnis ini cocok untuk Anda yang sering dan gemar bepergian. Selamat mencoba! 

    Selain artikel dengan topik “Apa Itu Jastip? Apakah Bisa Dijadikan Penghasilan Tambahan?”, Anda bisa mendapatkan informasi keuangan, bisnis, dan gaya hidup di artikel berikut ini. Untuk pengajuan pinjaman, klik di sini.