• judi

    Beli atau Sewa Rumah? Ini Perbandingannya Biar Anda Gak Pusing


    Ketika datang ke pertanyaan apakah Anda harus membeli atau menyewa rumah, itu adalah keputusan besar yang memengaruhi aspek finansial dan gaya hidup Anda. Kedua pilihan memiliki pro dan kontra yang perlu dipertimbangkan. Artikel ini akan membahas perbandingan antara membeli rumah dan menyewa rumah sehingga Anda dapat membuat keputusan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda.

     

    1. Beli Rumah

    1.1 Menjadi Hak Milik

    Salah satu keuntungan utama dalam membeli rumah adalah Anda akan memiliki rumah itu sebagai aset milik Anda sendiri. Ini mengartikan bahwa Anda akan memiliki kontrol penuh atas properti tersebut, dan Anda dapat melakukan perubahan atau renovasi sesuai keinginan Anda. Mempunyai rumah sebagai aset milik memberikan rasa kepemilikan yang kuat dan stabilitas. Anda tidak perlu khawatir tentang pemilik properti yang memutuskan untuk menjual rumah atau mengakhiri kontrak sewa Anda. Ini adalah keuntungan besar dibandingkan dengan penyewaan.

     

    1.2 Jangka Waktu Lebih Panjang

    Ketika Anda membeli rumah, Anda biasanya akan mengikat diri dalam jangka waktu yang lebih panjang. Kontrak hipotek biasanya berlangsung bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Hal ini memberi Anda kestabilan tempat tinggal dalam jangka panjang, yang sangat penting jika Anda memiliki keluarga atau rencana jangka panjang di daerah tersebut. Anda tidak perlu khawatir tentang pemindahan secara terus-menerus yang terkait dengan penyewaan. Ini memberi Anda rasa kenyamanan dan stabilitas.

     

    Baca Juga: 8 Cara Menabung di Rumah dengan Mudah dan Efektif

     

    1.3 Investasi

    Rumah sering dianggap sebagai investasi yang cerdas. Nilai properti cenderung meningkat seiring berjalannya waktu, dan Anda dapat memanfaatkan ekuitas rumah Anda untuk berbagai tujuan finansial seperti membiayai pendidikan anak Anda atau memulai bisnis kecil. Selain itu, jika Anda memiliki rumah tambahan, Anda dapat menyewakannya dan mendapatkan pendapatan tambahan secara teratur. Namun, perlu diingat bahwa investasi properti juga bisa memiliki risiko. Nilai properti bisa turun, yang berarti Anda mungkin menghadapi kerugian finansial jika harus menjual rumah dalam keadaan pasar yang tidak menguntungkan.

     

    1.4 Biaya Renovasi Lebih Mahal

    Meskipun memiliki kemampuan untuk merenovasi rumah sesuai keinginan Anda adalah keuntungan besar, biaya renovasi rumah bisa menjadi beban besar dalam anggaran Anda. Anda akan bertanggung jawab atas semua biaya renovasi, dari perbaikan kecil hingga renovasi besar. Oleh karena itu, penting untuk merencanakan anggaran dengan hati-hati jika Anda berencana untuk melakukan perubahan signifikan pada rumah Anda. Ini memastikan bahwa Anda tidak melampaui kemampuan keuangan Anda.

     

    1.5 Biaya Pajak Bayar Sendiri

    Pemilik rumah biasanya harus membayar pajak properti sendiri. Ini bisa menjadi beban keuangan tambahan yang perlu dipertimbangkan dalam anggaran Anda. Biaya pajak properti dapat berbeda-beda tergantung pada lokasi dan nilai properti Anda. Selain itu, undang-undang pajak properti dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga penting untuk selalu mengikuti peraturan terbaru dan memasukkan biaya ini dalam perencanaan keuangan Anda.

     

    1.6 Rawan Memakan Dana Darurat

    Memiliki rumah dapat menjadi investasi yang baik, tetapi juga memiliki potensi untuk memakan dana darurat Anda. Jika terjadi kerusakan tiba-tiba pada rumah, seperti kerusakan atap atau masalah perbaikan yang mahal, Anda bertanggung jawab untuk membiayainya. Oleh karena itu, selalu bijaksana untuk memiliki cadangan dana darurat yang mencukupi untuk mengatasi situasi-situasi tak terduga seperti ini tanpa harus mengganggu keuangan Anda secara signifikan.

     

    Baca Juga: Mau Beli Rumah? Pahami Dulu Kategori dan 7 Tipe Rumah Di Sini!

     

    Dalam kesimpulan, membeli rumah memiliki sejumlah manfaat, termasuk kepemilikan properti, stabilitas jangka panjang, potensi investasi, dan kebebasan untuk melakukan perubahan sesuai keinginan Anda. Namun, juga penting untuk mempertimbangkan biaya terkait seperti pajak properti dan biaya renovasi. Selain itu, memiliki rencana keuangan yang solid adalah kunci untuk mengelola rumah Anda dengan bijak dan menghindari masalah finansial yang mungkin timbul.

     

    2. Sewa Rumah

    2.1 Renovasi Ditanggung Pemilik

    Salah satu keuntungan utama saat Anda memilih menyewa rumah adalah Anda tidak perlu khawatir tentang biaya renovasi. Perbaikan dan perawatan rutin umumnya menjadi tanggung jawab pemilik properti. Ini berarti Anda dapat menikmati fasilitas rumah tanpa beban biaya renovasi yang besar yang seringkali ditemui oleh pemilik rumah.

     

    2.2 Lebih Murah

    Sewa rumah cenderung lebih terjangkau daripada membayar hipotek bulanan, terutama jika Anda tidak memiliki modal besar untuk membeli rumah. Ini memberi Anda fleksibilitas untuk mengalokasikan dana Anda untuk kebutuhan dan investasi lainnya, seperti pendidikan, investasi lain, atau liburan yang layak.

     

    2.3 Mudah Pindah Sesuai Kebutuhan

    Ketika Anda menyewa rumah, Anda memiliki fleksibilitas yang besar untuk pindah sesuai kebutuhan dan perubahan situasi kehidupan Anda. Anda tidak terikat dengan kontrak jangka panjang yang umumnya terkait dengan kepemilikan rumah. Ini bisa sangat bermanfaat jika Anda harus pindah ke kota lain karena pekerjaan baru atau perubahan kehidupan pribadi.

     

    2.4 Tidak Menjadi Hak Milik

    Namun, penting untuk diingat bahwa penyewaan rumah berarti Anda tidak memiliki aset properti. Anda tidak memiliki kendali atas perubahan atau renovasi yang ingin Anda lakukan, dan Anda tidak membangun ekuitas dalam rumah tersebut. Ini mungkin membuat Anda merasa kurang memiliki dan kurang stabil dalam jangka panjang. Dalam jangka panjang, pembayaran sewa dapat tampak seperti pemborosan karena Anda tidak akan memiliki properti yang dapat meningkatkan nilai seiring berjalannya waktu.

     

    2.5 Dapat Diberhentikan Oleh Pemilik

    Ketika Anda menyewa rumah, Anda harus mematuhi peraturan pemilik properti. Pemilik memiliki hak untuk tidak memperpanjang sewa Anda atau mengakhiri kontrak sewa Anda. Ini berarti Anda mungkin harus pindah jika pemilik memutuskan untuk menjual atau menyewakan properti. Meskipun ini memberi Anda fleksibilitas untuk pindah, juga berarti Anda tidak memiliki kepastian jangka panjang dalam tempat tinggal Anda.

     

    2.6 Tidak Dapat Dijadikan Investasi

    Anda tidak dapat memanfaatkan kenaikan nilai properti jika Anda memilih untuk menyewa rumah. Kenaikan nilai properti adalah aset yang hanya dimiliki oleh pemilik properti. Ini berarti Anda tidak dapat merasakan manfaat finansial dari apresiasi nilai rumah tersebut.

     

    3. Hal yang Harus Dipertimbangkan

    3.1 Penghasilan Per Bulan

    Penting untuk mengevaluasi penghasilan bulanan Anda saat mempertimbangkan apakah akan membeli atau menyewa. Pembayaran hipotek biasanya memerlukan komitmen penghasilan yang lebih besar daripada pembayaran sewa.

     

    3.2 Rencana Masa Depan

    Pertimbangkan rencana masa depan Anda. Apakah Anda merencanakan tinggal dalam suatu area untuk jangka waktu yang lama, atau apakah Anda mungkin harus pindah karena pekerjaan atau perubahan kehidupan? Keputusan ini dapat memengaruhi apakah Anda memilih untuk membeli atau menyewa.

     

    Baca Juga: 11 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Mudah dan Tepat

     

    Keputusan untuk membeli atau menyewa rumah adalah keputusan yang penting dalam hidup Anda. Anda perlu mempertimbangkan pro dan kontra dari masing-masing pilihan serta situasi finansial dan kebutuhan Anda. Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, termasuk kestabilan, investasi, dan fleksibilitas. Dalam akhirnya, yang terbaik adalah memilih opsi yang paling sesuai dengan situasi dan tujuan Anda saat ini. Yang terpenting adalah bahwa Anda merasa nyaman dan bahagia dengan keputusan Anda.

     

    BFI Finance adalah perusahaan yang melayani pinjaman multiguna jaminan bpkb motor, bpkb mobil, dan sertifikat rumah atau ruko

  • judi

    Membangun Generasi Tangguh dan Kreatif


    Menanamkan Jiwa Entrepreneurship pada Anak: Membangun Generasi Tangguh dan Kreatif

    Pendidikan anak merupakan salah satu hal terpenting dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka. Selain mengajarkan nilai-nilai moral dan kecerdasan akademik, mendidik anak memiliki jiwa entrepreneur adalah langkah penting untuk membekali mereka dengan keterampilan dan mentalitas yang akan membawa mereka menuju kesuksesan di masa depan. Jiwa entrepreneur tidak hanya berfokus pada memulai bisnis, tetapi juga melibatkan cara berpikir kreatif, inovatif, dan berani menghadapi tantangan. Berikut adalah beberapa cara mendidik anak memiliki jiwa entrepreneur yang dapat diterapkan oleh orangtua dan pendidik:

    1. Cara Mendidik Anak Memiliki Jiwa Entrepreneur

    1.1   Ajarkan Kemandirian dan Kreativitas:

    Dari usia dini, ajarkan anak untuk mandiri dan berpikir kreatif. Biarkan mereka mengatasi beberapa tugas ringan sendiri dan berikan kesempatan untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif mereka. Dukung dan beri apresiasi atas usaha dan ide-ide orisinal mereka, meskipun belum sempurna.

    1.2   Dorong Rasa Ingin Tahu:

     Berikan kesempatan kepada anak untuk mengajukan pertanyaan dan eksplorasi dunia sekitar. Dukung rasa ingin tahu mereka dengan memberikan buku, mainan edukatif, dan permainan yang merangsang kreativitas serta penemuan.

    1.3   Ajarkan Manajemen Waktu dan Prioritas:

    Pembelajaran manajemen waktu dan kemampuan mengatur prioritas adalah aspek penting dalam jiwa entrepreneur. Bantu anak menyusun jadwal harian mereka dan tetapkan waktu untuk kegiatan akademis, bermain, dan eksplorasi kreatif.

     

    Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Manajemen Waktu dan Hal Penting Lainnya

     

    1.4   Latih Kemampuan Resolusi Masalah:

    Anak-anak seringkali dihadapkan pada masalah sehari-hari. Ajarkan mereka cara mengatasi masalah dengan berpikir kritis, mencari solusi alternatif, dan berani mencoba hal baru.

    1.5   Beri Pengalaman Berwirausaha:

    Ajak anak terlibat dalam kegiatan berwirausaha sederhana, seperti menjual makanan ringan atau membuat kerajinan tangan untuk dijual di lingkungan sekitar. Ini akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar tentang uang, bisnis, dan tanggung jawab.

    1.6   Dorong Sikap Pantang Menyerah:

    Jiwa entrepreneur ditandai oleh ketekunan dan ketangguhan. Ajarkan anak untuk tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan dan tantangan. Berikan semangat dan dukungan ketika mereka mengalami kegagalan dan berikan pandangan positif untuk memaknai setiap pengalaman sebagai pelajaran berharga.

    1.7   Latih Keterampilan Komunikasi:

    Keterampilan komunikasi yang baik sangat penting dalam dunia bisnis dan inovasi. Dorong anak untuk berbicara dengan percaya diri, mendengarkan dengan seksama, dan menghargai pendapat orang lain.

    1.8   Ajarkan tentang Nilai Keuangan:

    Penting bagi anak-anak untuk memahami nilai uang dan bagaimana mengelola keuangan mereka. Ajarkan mereka tentang menabung, berinvestasi, dan memberikan sumbangan kepada yang membutuhkan.

    1.9   Berikan Contoh Positif:

    Sebagai orangtua atau pendidik, berikan contoh positif dengan menunjukkan jiwa entrepreneur dalam kehidupan sehari-hari. Ceritakan kisah-kisah inspiratif tentang pengusaha sukses dan bagaimana mereka mencapai kesuksesan melalui kerja keras dan ketekunan.

    1.10 Dorong Pengembangan Kemampuan Beradaptasi:

    Dunia terus berubah dan berkembang. Ajarkan anak untuk selalu beradaptasi dengan perubahan dan tetap terbuka terhadap peluang baru.

    Mendidik anak dengan jiwa entrepreneur adalah langkah penting dalam membekali mereka dengan keterampilan dan sikap positif untuk menghadapi tantangan di masa depan. Jiwa entrepreneur tidak hanya berfokus pada menciptakan bisnis, tetapi juga melibatkan kemampuan berpikir kreatif, inovatif, dan mandiri. Berikut adalah lima aktivitas yang dapat membantu menumbuhkan jiwa entrepreneur pada anak:

     

    Baca juga: 11 Faktor Keberhasilan Usaha, Calon Entrepreneur Wajib Baca!

     

    2. 5  Aktivitas yang Membantu Menumbuhkan Jiwa Enterprenur

    2.1   Membuat Bisnis Kecil-Kecilan:

    Ajak anak untuk mencoba membuat bisnis kecil-kecilan, seperti menjual makanan ringan atau minuman sehat di acara keluarga atau sekolah. Bantu mereka merencanakan dan mengelola bisnis tersebut, termasuk membuat budget, membeli bahan, menetapkan harga, dan mempromosikan produk. Proses ini akan membantu mereka belajar tentang tanggung jawab, manajemen waktu, serta pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menciptakan produk yang menarik bagi pelanggan.

     

    Baca juga: Tips Usaha Rumahan Sukses Bagi Usaha Pemula

     

    2.2   Bermain Permainan Simulasi Bisnis:

    Ada banyak permainan simulasi bisnis yang dirancang khusus untuk anak-anak, seperti “Lemonade Stand” atau “Monopoly.” Bermain permainan semacam ini akan membantu anak memahami konsep dasar bisnis, seperti pengambilan keputusan, manajemen risiko, serta bagaimana bersaing dengan pemain lain. Selain itu, ini juga akan melatih keterampilan matematika dan pemecahan masalah.

     

    Baca juga: 19 Ide Bisnis Digital Paling Update dan Menguntungkan!

     

    2.3   Mendorong Kreativitas Melalui Seni dan Kerajinan:

    Aktivitas seni dan kerajinan dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk menumbuhkan kreativitas pada anak. Ajak mereka membuat kreasi unik dari bahan-bahan sederhana, seperti kertas, kardus, atau barang bekas lainnya. Dorong mereka untuk berpikir di luar kotak dan menghadirkan sentuhan pribadi pada setiap karya yang mereka buat. Dalam prosesnya, mereka akan mengembangkan kemampuan untuk menciptakan ide-ide baru dan menghadapi tantangan dengan solusi yang kreatif.

    2.4   Mengikuti Kelas Kewirausahaan untuk Anak:

    Beberapa komunitas atau lembaga pendidikan menyelenggarakan kelas kewirausahaan khusus untuk anak-anak. Di sini, anak-anak akan diajarkan tentang konsep bisnis dasar, manajemen, dan pemasaran, sambil juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan ide bisnis mereka sendiri. Kelas semacam ini memungkinkan anak untuk belajar dari pengusaha yang berpengalaman dan bertemu dengan teman sebaya yang memiliki minat yang sama.

    2.5   Berpartisipasi dalam Proyek Sosial atau Lingkungan:

    Mendorong anak untuk terlibat dalam proyek sosial atau lingkungan bisa membantu mereka mengembangkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap orang lain. Ajak mereka berpartisipasi dalam kegiatan amal, seperti mengumpulkan dana untuk yayasan tertentu atau membersihkan lingkungan sekitar. Selain menumbuhkan rasa empati, ini juga dapat membantu mereka mengidentifikasi masalah sosial atau lingkungan yang bisa diatasi melalui inovasi dan solusi kreatif.

    Dengan menghadirkan berbagai aktivitas yang menumbuhkan jiwa entrepreneur pada anak, kita membantu mereka membangun keterampilan dan mentalitas yang akan membawa manfaat besar di masa depan. Ajarkan mereka untuk berani bermimpi, kreatif dalam mencari solusi, dan selalu gigih dalam mencapai tujuan mereka.

  • judi

    Tips Mendapat Pinjaman dari BFI Finance untuk Modal Usaha UMKM


    Ketika Anda memutuskan untuk merintis usaha, selain bisa meraih keuntungan, Anda juga turut serta dalam mengembangkan perekonomian Indonesia dengan menjadi salah satu pelaku UMKM. Tentunya, modal usaha merupakan hal pertama yang harus Anda pertimbangkan. Hal ini karena modal usaha diperlukan untuk mengembangkan dan menjaga kelangsungan usaha Anda. Sekalipun skala usaha Anda tidak terlalu besar, namun tetap diperlukan sejumlah dana yang cukup menguras tabungan Anda. Ada banyak alternatif yang bisa diambil untuk mendapatkan modal usaha. Salah satunya adalah dengan mengajukan pinjaman modal usaha yang terpercaya melalui BFI Finance

    Untuk mengajukan pinjaman modal usaha, pastikan bahwa Anda memahami dan melengkapi segala persyaratan dan dokumen yang diperlukan. Dengan demikian, pengajuan pinjaman Anda akan mudah disetujui. Jika Anda berniat mengajukan pinjaman modal untuk usaha kecil dan menengah Anda, simak beberapa kiat berikut ini agar pengajuan pinjaman Anda disetujui oleh BFI Finance. 

    Mengajukan Pinjaman Sesuai Skala Usaha

    Sebelum mengajukan pinjaman modal usaha, langkah pertama adalah menentukan skala usaha yang akan Anda jalani, apakah skalanya kecil atau besar. Hal ini bertujuan untuk mengestimasi nominal pinjaman yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha Anda. Setelah itu, Anda bisa melakukan simulasi pinjaman yang umumnya ada di webpage lembaga keuangan yang Anda tuju. Dengan melakukan simulasi pinjaman, Anda bisa menentukan jumlah pinjaman serta tenor yang sesuai dengan keadaan dan kemampuan finansial Anda. 

    Menentukan Produk Pinjaman yang Sesuai

    Setelah Anda menentukan skala usaha dan pinjaman yang dibutuhkan, langkah selanjutnya adalah memilih produk pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Anda bisa memilih produk pinjaman dengan jaminan BPKB motor, jaminan BPKB mobil, atau sertifikat rumah. Tentunya, setiap produk pinjaman memiliki perbedaan fitur, keuntungan, tenor, hingga jumlah dana pinjaman yang Anda dapatkan. Pastikan untuk mempelajari hal-hal tersebut agar Anda bisa mengestimasi jumlah dana dan fitur yang Anda butuhkan untuk keperluan usaha Anda. 

    Melengkapi Persyaratan dan Dokumen yang Diperlukan

    Yang terakhir, pastikan untuk memenuhi segala persyaratan dan dokumen yang diperlukan untuk mengajukan pinjaman dana. Idealnya, usia peminjam harus berada di antara 21 hingga 65 tahun, dengan penghasilan tetap dan reputasi kredit yang baik. Dokumen yang diperlukan pada umumnya adalah kartu identitas, laporan keuangan, bukti penghasilan, dan NPWP. 

    Baca Juga Simak Kiat-kiat Pengajuan Aplikasi Pinjaman Cepat Cair di BFI Finance!

    Ajukan Pinjaman Usaha Anda Sekarang

    Dengan memahami persyaratan dan produk pinjaman yang dibutuhkan, tentunya kemungkinan pengajuan pinjaman Anda untuk disetujui semakin besar. Nah, jika Anda membutuhkan pinjaman modal usaha, Anda bisa mengajukan pinjaman modal usaha melalui produk BFI Finance. BFI Finance telah terdaftar dan diawasi oleh OJK sehingga terjamin keamanannya dan siap memberikan pelayanan terbaik untuk Anda. 

  • judi

    Butuh Dana Cepat? Pastikan Skor Kredit Anda Aman


    Butuh dana cepat? Sebelum mengajukan pinjaman, pahami dahulu apa itu skor kredit, serta tips untuk meningkatkannya

    Apakah Anda pernah berada di dalam situasi di mana Anda butuh dana cepat? Salah satu alternatif yang bisa diambil dalam situasi tersebut adalah mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan yang terpercaya. Dalam mengajukan pinjaman, tentunya skor kredit memengaruhi keputusan apakah pengajuan pinjaman Anda akan disetujui atau tidak. Pasalnya, calon peminjam akan dikenakan BI Checking atau pengecekan riwayat kredit yang menentukan kelayakan calon debitur. 

    Skor kredit yang buruk tentunya berisiko membuat pengajuan pinjaman Anda sulit untuk disetujui, bahkan ditolak. Tentunya, dalam keadaan butuh dana cepat, Anda tidak mau hal tersebut terjadi, bukan? 

    Berikut ini cara melihat dan memperbaiki skor kredit Anda, agar pengajuan pinjaman Anda bisa disetujui tanpa halangan.

    Apa Itu BI Checking?

    BI Checking atau dikenal juga dengan Informasi Debitur Individual (IDI) merupakan sistem yang berisikan riwayat kredit nasabah yang informasinya dipertukarkan kepada sesama lembaga keuangan, baik bank maupun non-bank. Informasi yang ada termasuk identitas calon peminjam, pemilik dan pengurus, fasilitas dan fitur dana yang diterima, jaminan, penjamin, dan kolektibilitas. 

    Informasi tersebut lalu tersimpan dan diolah dalam Sistem Informasi Debitur (SID). Hasil olahan SID akan diberikan ketika ada yang mengajukan permohonan BI Checking. Dengan informasi tersebut, lembaga keuangan akan mengecek apakah Anda dianggap mampu dan layak dalam mengajukan pinjaman. 

    Dalam proses BI Checking, calon peminjam akan dinilai melalui skor kredit dalam range 1 sampai 5. Jika Anda mendapat skor 3-4-5, maka pengajuan pinjaman Anda akan ditolak oleh lembaga keuangan karena hal itu berarti Anda mengalami kredit tidak lancar, kredit diragukan atau kredit macet, dan telah masuk kedalam black list BI Checking. Anda bisa mengakses website resmi Bank Indonesia dan mengisi formulir untuk mengecek skor kredit Anda. 

    Tips Memperbaiki Skor Kredit Anda

    Apabila Anda telah masuk ke dalam black list BI Checking, jangan khawatir. Anda masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki skor kredit Anda. Berikut ini tipsnya:

    • Membayar Cicilan Sebelum Jatuh Tempo

    Tidak tepat waktu dalam membayar tagihan pinjaman merupakan faktor yang paling memengaruhi skor kredit Anda. Untuk mencegah hal ini terjadi lagi di kemudian hari, segera lunasi pinjaman Anda sebelum mengajukan pinjaman lain. Selain itu, usahakan untuk membayar pinjaman Anda sebelum jatuh tempo ke depannya. Dengan membayar cicilan kredit Anda tepat waktu, secara tidak langsung Anda mencerminkan sifat bertanggung jawab dalam menangani hutang Anda secara efektif. 

    Idealnya, rasio hutang yang aman adalah maksimal 30% dari penghasilan bulanan Anda. Usahakan untuk menjaga rasio hutang Anda tetap dalam zona yang ideal, termasuk bijak dalam menggunakan kartu kredit. Hal ini menunjukkan bahwa Anda mampu membayar hutang yang Anda miliki tanpa berisiko mengalami kredit macet sehingga skor kredit yang Anda miliki pun tinggi.

    • Menyimpan Bukti Transaksi

    Jika Anda memiliki bukti kredit yang sudah lunas dan telah dibayar tepat waktu, pastikan untuk menyimpan bukti-bukti transaksi tersebut. Dengan menunjukkan dan menyimpan transaksi kredit yang bagus, tentunya hal ini bisa meningkatkan skor kredit Anda. Selain itu, hal ini juga untuk menghindari kesalahan yang mungkin dilakukan oleh lembaga keuangan mengenai tagihan kredit yang terlihat tidak wajar. 

    • Mempertahankan Kebiasaan Kredit Anda

    Skor kredit tidak bisa diperbaiki secara instan. Tentunya, dibutuhkan kebiasaan yang baik dalam mempertahankan skor kredit tersebut. Selalu bayar tagihan Anda tepat waktu, mengajukan kredit sesuai dengan kemampuan membayar Anda, serta bijak dalam menggunakan kartu kredit. Selain itu, Anda juga harus memantau skor kredit Anda setiap beberapa bulan sekali, untuk mengetahui tindakan lain yang dibutuhkan untuk meningkatkan skor kredit Anda.

    Mengajukan pinjaman ketika Anda butuh dana cepat sah-sah saja, asalkan Anda mengajukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan membayar Anda. Semoga tips di atas dapat membantu Anda dalam memperbaiki skor kredit Anda, ya.
     

  • judi

    Apakah Pinjaman Dana Solusi Tepat untuk Masalah Keuangan Anda?


    Pinjaman dana merupakan alternatif yang tepat bagi solusi masalah keuangan Anda apabila dimanfaatkan dengan cermat. Sekarang ini, pinjaman dengan jaminan banyak dipilih untuk mendapatkan dana dalam keadaan darurat, contohnya pinjaman dengan jaminan BPKB kendaraan atau dengan jaminan sertifikat rumah. 

    Mendengar kata ‘pinjaman dana’, atau ‘pinjaman online’ memang menimbulkan kesan negatif bagi sebagian orang. Terlebih lagi, beberapa kasus pengajuan pinjaman berakhir dengan intimidasi dari rentenir atau kredit macet dengan bunga pinjaman yang semakin menumpuk.

    Padahal, kasus-kasus tersebut muncul karena beberapa orang mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan yang tidak terpercaya atau yang belum terdaftar OJK. Atau, asal mengajukan pinjaman tanpa mempertimbangkan kemampuan membayar.  Untuk menghindari kejadian tersebut, tentunya Anda harus memahami dahulu seluk-beluk pinjaman dana, agar Anda bisa mengajukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. 

    1. Kebutuhan Apa yang Membutuhkan Pinjaman Dana?

    pinjaman dana

    Pastikan bahwa Anda mengajukan pinjaman ketika Anda benar-benar membutuhkannya. Dana pinjaman umumnya digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan berikut ini:

    1.1 Pendidikan

    Apabila Anda atau anak Anda berniat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tentunya banyak pengeluaran untuk berbagai kebutuhan. Contohnya SPP, biaya penelitian, biaya sertifikasi, magang, hingga skripsi. Pinjaman dana untuk mahasiswa bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut. 

    1.2 Keadaan Mendesak

    Pinjaman dana juga dapat membantu Anda menutupi biaya tak terduga. Contohnya, biaya rumah sakit dan perbaikan kendaraan atau rumah. Tentunya, hal-hal tersebut tidak Anda inginkan dan tidak bisa Anda prediksi sebelumnya. Dengan adanya fasilitas pinjaman, terutama pinjaman online, Anda bisa mendapatkan dana secara cepat dalam hitungan jam atau hari untuk menutupi biaya-biaya tak terduga tersebut. 

    1.3 Investasi Karir atau Modal Usaha

    Pinjaman dana juga bisa dimanfaatkan sebagai investasi karir, atau untuk menambah modal usaha. Contohnya, untuk biaya kelas atau pelatihan tambahan, atau modal awal untuk membeli bahan baku atau inventaris usaha. 

    Apabila Anda membutuhkan dana untuk salah satu kebutuhan di atas, berarti pinjaman dana merupakan alternatif yang tepat untuk masalah keuangan Anda. 

    2. Tips dalam Mengajukan Pinjaman 

    2.1 Pahami Produk Pinjaman dan Persyaratan yang Dibutuhkan

    Sebelum Anda mengajukan pinjaman, pastikan bahwa Anda memahami seluk-beluk produk pinjaman yang ditawarkan. Dengan demikian, Anda bisa memilih produk pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pahami tenor, bunga, biaya tambahan, hingga dana yang akan Anda dapatkan melalui produk pinjaman tersebut. 

    Pastikan juga Anda memenuhi persyaratan dan mempersiapkan segala dokumen yang diperlukan, agar pengajuan pinjaman Anda lebih mudah untuk disetujui. 

    2.2 Ajukan Pinjaman Sesuai Kebutuhan

    Berhubungan dengan tips pertama, setelah Anda memahami produk pinjaman yang Anda tuju, baru Anda bisa mengestimasi berapa dana yang diperlukan dan berapa lama Anda harus melunasi pinjaman tersebut. Anda bisa melakukan simulasi pinjaman melalui website resmi lembaga keuangan yang Anda tuju. Pastikan untuk mengajukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda, agar tidak mengalami kredit macet. 

    2.3 Memilih Lembaga Keuangan yang Terpercaya

    Yang terakhir, pastikan bahwa Anda mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan yang terpercaya. Lembaga keuangan yang resmi dan aman haruslah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Dengan begitu, ada regulasi dan sanksi yang jelas apabila terjadi masalah dalam proses transaksi. Anda bisa melakukan cross check mengenai lembaga keuangan yang Anda tuju di situs resmi OJK atau lembaga keuangan itu sendiri. 

  • judi

    Mengetahui Serba-serbi Pinjaman Jaminan BPKB Mobil


    Sebelum mengajukan pinjaman jaminan BPKB mobil, simak dahulu serba-serbi produk pinjaman berikut untuk mendapat pinjaman yang aman dan terpercaya. 

    Mengajukan pinjaman dengan jaminan merupakan alternatif yang banyak diambil orang ketika membutuhkan dana tunai cepat cair. Salah satu produk pinjaman yang umum dipilih adalah pinjaman dengan jaminan BPKB mobil. Cukup dengan menjaminkan surat berharga kendaraan roda empat Anda, Anda sudah bisa mendapatkan dana yang Anda butuhkan hanya dalam hitungan hari, bahkan jam. Terlebih lagi, banyak lembaga keuangan atau fintech yang menawarkan jasa pinjaman online, yang tentunya semakin memudahkan Anda mengajukan pinjaman dengan proses yang cepat dan praktis.

    Nah, sebelum Anda mengajukan pinjaman jaminan BPKB mobil, ada baiknya Anda pahami produk pinjaman tersebut. Dengan memahami produk pinjaman yang Anda tuju, Anda bisa mengestimasi biaya yang Anda dapatkan, juga memahami persyaratan dan tips dalam mengajukan pinjaman dengan jaminan surat kendaraan roda empat Anda. 

    1. Jenis Mobil dan Dana Pinjaman yang Didapatkan

    Setiap lembaga keuangan menetapkan kriteria yang berbeda-beda mengenai mobil yang bisa dijaminkan. Mulai dari tahun, kondisi, hingga merek kendaraan. Namun, umumnya maksimal umur kendaraan adalah 10 hingga 12 tahun untuk bisa dijaminkan. Merk kendaraan yang diterima pun umumnya mobil produksi Jepang dan Eropa. Kondisi kendaraan yang Anda jaminkan pun harus prima, agar nilai jualnya tetap tinggi.

    Dana pencairan yang diterima pun juga bervariasi. Umumnya, plafon tertinggi yang dicairkan oleh bank mencapai Rp100 juta. Tentunya, dana yang Anda dapatkan bergantung jenis dan kondisi kendaraan Anda. Contohnya, di BFI Finance, Anda bisa mendapatkan dana hingga 85% dari nilai kendaraan yang Anda jaminkan, apabila jenisnya sedan dengan usia 5 hingga 10 tahun. 

    2. Tips Mengajukan Pinjaman Dengan Jaminan BPKB Mobil

    2.1 Mengajukan Pinjaman Sesuai dengan Kebutuhan

    Sebelum Anda mengajukan pinjaman, pastikan bahwa Anda benar-benar meminjam untuk kebutuhan yang memerlukan dana besar. Misalnya, kebutuhan darurat atau untuk modal usaha. Anda juga bisa melakukan simulasi pinjaman yang tertera di website resmi lembaga keuangan yang Anda tuju. Hal ini agar Anda bisa mengestimasi biaya yang Anda butuhkan, berikut dengan bunga dan tenornya. Jangan lupa untuk membandingkan produk pinjaman antar beberapa lembaga keuangan yang berbeda dan memilih yang bunganya paling kecil. 

    Yang terpenting, jangan sampai Anda meminjam hanya untuk kebutuhan yang konsumtif. Hal ini berisiko membuat Anda terlilit hutang dan kehilangan kendaraan yang Anda jaminkan.

    2.2 Memahami Denda dan Membayar Tepat Waktu

    Ketika Anda memilih produk pinjaman, pahami dahulu sanksi dan denda yang mengikuti apabila Anda terlambat membayar. Untuk menghindari denda yang membuat pengeluaran Anda semakin besar, sebisa mungkin bayarlah tepat waktu sebelum jatuh tempo. Berhubungan dengan poin pertama, apabila Anda telah melakukan simulasi pinjaman, pastikan bahwa Anda telah menyisihkan dana untuk membayar cicilan pinjaman tiap bulannya agar bisa membayar tepat waktu tanpa halangan. 

    2.3 Memilih Lembaga Keuangan yang Terpercaya

    Yang terpenting, pastikan bahwa Anda mengajukan pinjaman dengan jaminan BPKB mobil kepada lembaga keuangan yang terpercaya. Terlebih lagi, aset yang Anda jaminkan bernilai cukup besar. Sehingga penting untuk memilih lembaga keuangan yang aman dan terpercaya. Pastikan bahwa lembaga keuangan yang Anda tuju telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Sehingga, apabila terjadi hal yang tidak diinginkan dalam proses transaksi, ada sanksi dan regulasi yang ditetapkan kepada lembaga keuangan tersebut, dan mereka bisa bertanggung jawab. 
     

  • judi

    Tips Cerdas dalam Mengajukan Pinjaman Jaminan BPKB Motor


    Butuh pinjaman jaminan BPKB motor? Simak dahulu ulasan berikut ini agar Anda lebih bijak dalam mengajukan pinjaman. 

    Ketika Anda menghadapi kebutuhan mendesak yang membutuhkan dana cepat cair, mengajukan pinjaman menjadi alternatif solusi yang bisa diambil. Pinjaman jaminan BPKB motor menjadi alternatif yang sering dipilih sebagai solusi keuangan dan kebutuhan yang semakin meningkat. 

    Terlebih lagi, sekarang banyak lembaga keuangan atau fintech yang menawarkan kemudahan dengan jasa pinjaman online. Sehingga para calon peminjam bisa mendapatkan dana yang dibutuhkan dalam hitungan hari, bahkan jam.

    Nah, sebelum Anda mengajukan pinjaman dengan jaminan BPKB motor, pahami dahulu tips berikut ini agar Anda bisa lebih cermat dalam mengajukan pinjaman. 

    1. Alasan Mengapa BPKB Motor Sering Dijadikan Jaminan Pinjaman

    1.1 Banyaknya Jumlah Jasa Pinjaman

    Dengan meningkatnya permintaan pinjaman dengan jaminan, penyedia jasa pinjaman pun semakin banyak. Contohnya, Anda pernah mendapat iklan pinjaman melalui sms atau pop-up ads di internet, bukan? Dengan iming-iming kemudahan dan bunga rendah, banyak orang yang tidak ragu untuk menjaminkan kendaraan mereka kepada lembaga keuangan tersebut untuk solusi masalah keuangan mereka yang mendesak.

    Walaupun mungkin Anda tergiur dengan kemudahan dan fitur yang ditawarkan, sebaiknya selalu crosscheck keamanan lembaga keuangan yang Anda tuju untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

    1.2 Proses yang Cepat

    Salah satu alasan mengapa BPKB motor sering dijadikan pilihan adalah karena prosedur dan prosesnya yang lebih cepat dibandingkan produk pinjaman lainnya. Hanya dalam hitungan hari, bahkan jam, dana sudah bisa langsung dicairkan. Cocok bagi mereka yang membutuhkan sejumlah dana dalam waktu singkat. 

    1.3 Jumlah Pinjaman yang Didapat

    Banyaknya jumlah pemilik motor di Indonesia membuat orang-orang mudah mengajukan pinjaman dengan aset berharga yang mereka miliki. Walaupun nilai asetnya tidak sebesar jaminan BPKB mobil atau sertifikat rumah, nilai pinjaman yang didapat juga lumayan besar. Umumnya, dana pinjaman yang didapat bisa bernilai 60 hingga 70% nilai kendaraan tersebut.

    2. Tips Pengajuan Pinjaman dengan Jaminan BPKB Motor

    2.1 Mengajukan Pinjaman Hanya untuk Kebutuhan Mendesak

    Apabila Anda memutuskan untuk mengajukan pinjaman, Anda harus ingat bahwa Anda bertanggung jawab untuk mengangsur pinjaman tersebut sampai lunas. Untuk menghindari risiko kredit macet, pastikan bahwa Anda telah menyisihkan sejumlah dana untuk membayar cicilan per bulannya. Oleh karena itu, pastikan juga Anda mengajukan pinjaman hanya untuk kebutuhan yang benar-benar krusial atau untuk sesuatu yang produktif. 

    2.2 Tepat Waktu Dalam Membayar

    Seperti yang telah disebutkan dalam poin pertama, jika Anda mengajukan pinjaman, maka Anda juga harus bertanggung jawab untuk melunasi pinjaman tersebut. Usahakan untuk selalu membayar tepat waktu. Dengan begitu, Anda bisa menghindari denda sehingga pengeluaran Anda tidak semakin besar. Selain itu, skor kredit Anda pun tetap terjaga dan Anda terhindar dari masuk blacklist BI checking. 

    2.3 Memilih Lembaga Keuangan yang Terpercaya

    Yang terakhir, pastikan bahwa Anda mengecek kredibilitas lembaga keuangan yang Anda tuju. Lembaga keuangan yang terpercaya harus terdaftar dan diawasi oleh OJK. Sehingga, apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ketika proses transaksi berlangsung, ada sanksi dan hukum yang berlaku. 

    Mengajukan pinjaman dengan jaminan BPKB motor sah-sah saja apabila Anda mampu bertanggung jawab dalam mengelola dana pinjaman dan membayarnya. Semoga artikel di atas dapat membantu Anda lebih bijak dalam mengajukan pinjaman, ya. 

  • judi

    Memahami Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah untuk Dana Cepat


    Butuh dana cepat? Simak ulasan berikut ini untuk memahami produk pinjaman jaminan sertifikat rumah, serta tips mengenai pengajuan pinjaman. 

    Ketika Anda membutuhkan sejumlah dana dalam jumlah besar dan waktu yang singkat, mengajukan pinjaman dengan jaminan bisa menjadi solusinya. Produk pinjaman sendiri jenisnya bermacam-macam. Namun, bagi mereka yang membutuhkan dana dalam jumlah besar, pinjaman jaminan sertifikat rumah umum dipilih karena nilai aset yang dijaminkan lebih besar dibanding produk pinjaman lainnya, sehingga jumlah dana yang didapat pun semakin besar. 

    Namun, sebelum Anda mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah Anda, tentunya Anda harus memahami produk pinjaman dengan baik, sehingga bisa lebih cermat dalam mengajukan pinjaman.

    1. Yang Harus Dipahami Ketika Mengajukan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

    1.1 Lokasi dan Jenis Rumah

    Walaupun sertifikat rumah bernilai tinggi, namun tidak semua rumah bisa dijadikan jaminan. Lembaga keuangan mungkin saja menolak pengajuan pinjaman Anda apabila hunian Anda tidak sesuai dengan persyaratan. Contoh lokasi dan kondisi rumah yang akan ditolak adalah rumah yang berada di kawasan banjir, kawasan gang sempit, tusuk sate, dekat dengan SUTET atau bangunan yang terlalu tua. Sedangkan jenis hunian yang tidak bisa dijaminkan adalah rukan, apartemen, atau rumah petakan. 

    1.2 Persyaratan

    Tentunya, lembaga keuangan tidak memperbolehkan semua orang untuk mengajukan pinjaman. Sehingga, ada persyaratan yang berlaku untuk mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah. Umumnya, syaratnya adalah usia peminjam harus berada di antara 21 tahun hingga 65 tahun, memiliki penghasilan tetap dan mengajukan dokumen seperti tanda pengenal identitas, NPWP, sertifikat, dan lain sebagainya. Pastikan untuk mempelajari syarat-syarat yang dibutuhkan sebelum Anda mengajukan pinjaman. 

    1.3 Skor atau Riwayat Kredit

    Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan bahwa skor kredit Anda cukup baik agar pengajuan pinjaman Anda memiliki kemungkinan besar untuk disetujui. Anda bisa mengecek skor kredit Anda melalui website resmi Bank Indonesia. Usahakan untuk selalu membayar cicilan Anda tepat waktu untuk mempertahankan skor kredit yang baik

    2. Tips dalam Mengajukan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah

    2.1 Menentukan Pinjaman Sesuai dengan Kebutuhan

    Pastikan bahwa kondisi keuangan Anda dalam keadaan sehat sebelum Anda mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah. Karena, Anda harus memiliki sejumlah dana untuk membayar angsuran pinjaman per bulannya. Semakin besar jumlah pinjaman Anda, tentu jumlah angsuran yang dibayar juga semakin besar. Umumnya, Anda akan mendapatkan dana yang besarnya sejumlah 70-80% dari nilai jaminan hunian Anda.

    2.2 Mempersiapkan Dokumen yang Diperlukan

    Dalam proses pengajuan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah, ada banyak dokumen yang dibutuhkan agar pengajuan pinjaman Anda disetujui. Mulai dari bukti identitas, fotokopi slip gaji, NPWP, hingga dokumen hunian Anda seperti sertifikat rumah, IMB, dan lain sebagainya. 
    Agar pinjaman Anda semakin mudah dan cepat untuk disetujui, pastikan bahwa Anda mengurus dokumen yang diperlukan sejak jauh-jauh hari. Apabila dokumen Anda sudah lengkap, tentunya Anda semakin mudah mendapatkan dana yang Anda perlukan dalam waktu singkat.

    2.3 Cermat dalam Memilih Lembaga Keuangan

    Yang terakhir, pilihlah lembaga keuangan yang menawarkan layanan yang cocok dengan kebutuhan dan kondisi finansial Anda. Tentunya, setiap lembaga keuangan menawarkan program dan fitur produk yang berbeda-beda. Contohnya, bunga dan tenor yang ditawarkan. Sesuaikanlah dengan kondisi finansial Anda agar Anda terhindar dari risiko kredit macet.

    Selain itu, pastikan juga bahwa Anda menjaminkan aset berharga Anda kepada lembaga keuangan yang terpercaya. Anda bisa mengecek kredibilitas lembaga keuangan yang Anda tuju melalui website resmi OJK. 

    Semoga artikel di atas dapat membantu Anda untuk lebih memahami produk pinjaman jaminan sertifikat rumah, ya. 

  • judi

    Memahami Pembiayaan Multiguna Beserta Risikonya (Terbaru)


    Pembiayaan multiguna atau sering juga disebut pinjaman dengan jaminan merupakan alternatif yang umum diambil ketika seseorang membutuhkan dana cepat dalam jumlah yang banyak dan keadaan mendesak. Aset yang bisa dijaminkan pun beragam, mulai dari BPKB kendaraan hingga sertifikat rumah. Sekarang ini, banyak perusahaan fintech yang menawarkan kemudahan pembiayaan multiguna, baik secara konvensional maupun secara online. 

    Terlepas dari kemudahannya, Anda juga harus memahami produk pinjaman ini dengan baik sebelum Anda mengajukan pembiayaan. Berikut ini kelebihan dan risiko pembiayaannya, serta hal-hal yang harus Anda pertimbangkan apabila Anda telah yakin untuk menjaminkan aset berharga Anda. 

    1. Kelebihan Pembiayaan Multiguna

    1.1 Plafon Pinjaman yang Tinggi

    Salah satu alasan mengapa kredit multiguna menjadi alternatif pilihan adalah karena plafon atau limit pinjamannya yang tinggi. Dengan adanya jaminan aset berharga, lembaga keuangan mengurangi risiko kerugian apabila nasabahnya gagal membayar pinjaman. Umumnya, jumlah limit pinjaman yang ditawarkan bisa berada di antara Rp2 juta hingga Rp2 miliar.

    1.2 Tenor yang Panjang

    Karena Anda harus menjaminkan aset berharga Anda, lembaga keuangan yang menawarkan layanan ini umumnya menawarkan tenor atau batas waktu pembayaran yang panjang. Sehingga, Anda terhindar dari risiko kredit macet. Umumnya, tenor yang diberikan berkisar maksimal 5 hingga 10 tahun. 

    1.3 Jumlah Dana yang Didapatkan Lebih Besar

    Tentunya, karena nilai aset yang dijaminkan besar, Anda bisa mendapatkan jumlah dana pinjaman yang lebih besar dibandingkan dengan KTA. Sehingga, dana yang ada bisa digunakan untuk berbagai keperluan Anda. Contohnya, untuk mengembangkan bisnis atau investasi pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 

    2. Risiko Pembiayaan Multiguna

    2.1 Risiko Kehilangan Aset Berharga

    Tentunya, apabila Anda tidak melunasi pinjaman dan gagal membayar, aset berharga Anda bisa disita. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu bertanggung jawab dengan pinjaman Anda dan mempertimbangkan dengan matang sebelum menjaminkan aset Anda. 

    2.2 Proses Pengajuan Lebih Lama Dibanding KTA

    Karena aset yang dijaminkan bernilai besar, maka proses pengajuan pembiayaan juga tidak bisa secepat KTA. Karena, lembaga keuangan harus memeriksa dengan teliti apakah aset yang Anda ajukan sesuai dengan kriteria dan persyaratan yang berlaku. Disarankan sebisa mungkin untuk mengajukan pinjaman dengan jaminan dari jauh hari, agar tidak mepet dengan kebutuhan Anda.

    3. Yang Harus Anda Pertimbangkan Ketika Mengajukan Pembiayaan Multiguna

    pembiayaan konsumen

    3.1 Memahami Persyaratan yang Berlaku

    Pastikan bahwa Anda memahami fitur dan persyaratan produk pinjaman yang Anda pilih. Pahami bunga, tenor, hingga denda yang harus dibayar apabila Anda telat dalam membayar cicilan pinjaman. Dengan begitu, Anda mengetahui risiko dan fasilitas yang Anda terima sehingga tidak kaget apabila menghadapi hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi Anda. 

    3.2 Mengajukan Pinjaman Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan

    Sebelum Anda mengajukan pinjaman dengan jaminan, sebaiknya lakukan simulasi pinjaman yang ada di website resmi fintech yang Anda tuju. Dengan demikian, Anda bisa mengestimasi jumlah dana yang harus dipinjam dan waktu untuk melunasinya. Pastikan bahwa Anda mampu untuk mengembalikan pinjaman, serta menyisihkan dana untuk pengeluaran lainnya. Sebisa mungkin, gunakan dana pinjaman untuk sesuatu yang produktif. Contohnya modal usaha yang keuntungannya bisa Anda pakai untuk membayar cicilan. 

    3.3 Memilih Lembaga Keuangan Terpercaya

    Yang terakhir, pastikan bahwa Anda memilih lembaga keuangan yang terpercaya untuk menjaminkan aset Anda. Pastikan untuk mengecek apakah lembaga keuangan yang Anda tuju telah terdaftar di OJK, sehingga terjamin kredibilitasnya.

    Apabila Anda berniat mengajukan pembiayaan multiguna, jangan ragu untuk mengajukan pinjaman kepada BFI Finance yang siap memberikan layanan terbaik untuk Anda. 

    BFI Finance adalah perusahaan yang melayani pinjaman multiguna jaminan bpkb motor, bpkb mobil, dan sertifikat rumah atau ruko

  • judi

    Persyaratan Pembiayaan Alat Berat di Sektor Multifinance


    Pandemi covid yang masih mewabah sejak Maret 2020 mempengaruhi beberapa sektor perekonomian di Indonesia. Salah satunya adalah sektor perusahaan pembiayaan konsumen atau multifinance pembiayaan alat berat. Hingga Mei 2020, tercatat bahwa pembiayaan alat berat menurun sekitar 12,3% menurut statistik OJK. 

    Beberapa multifinance menuturkan bahwa tren penurunan permintaan alat berat merupakan salah satu tantangan yang tengah dihadapi oleh mereka. Yannuar Alin selaku Direktur Utama PT Buana Finance Tbk. menuturkan bahwa pengajuan pembiayaan alat berat menurun. Selain itu, perusahaan multifinance juga mengutamakan pengajuan relaksasi kredit kepada nasabah mereka. 

    Direktur Mandiri Tunas Finance, Harjanto Tjitoharjo juga menyatakan pendapat serupa. Selain itu, perusahaan pembiayaan multiguna juga lebih selektif dalam memberikan pembiayaan dalam bentuk apapun setelah adanya pandemi. Termasuk pembiayaan alat berat. Hal ini untuk mengurangi resiko kredit macet yang meningkat selama pandemi. 

    1. Apa Saja Persyaratan Pembiayaan Alat Berat?

    pembiayaan adalah

    Umumnya, pembiayaan alat berat sendiri diajukan oleh pelaku usaha yang menjalankan usaha namun berkaitan dengan investasi alat berat. BFI Finance merupakan salah satu multifinance yang menyediakan fasilitas pembiayaan tersebut. Dapat juga melalui bentuk pembiayaan modal kerja dalam mekanisme sale dan leaseback.

    Sudjono selaku Direktur Keuangan dan Corporate Secretary BFI Finance juga menjelaskan bahwa adanya penurunan penyaluran pembiayaan alat berat. Akan tetapi, secara aset produktif, terjadi peningkatan sebesar 3%. Ia optimis bahwa pembiayaan alat berat di BFI Finance akan semakin membaik. Untuk total penyaluran kredit sendiri, total kredit yang telah disalurkan mengalami kenaikan sebesar 20,7%. 

    BFI Finance sendiri menerima beberapa pembiayaan tipe barang modal. Contohnya alat berat untuk berbagai sektor industri, truck, mesin cetak, mesin industri, serta alat-alat kesehatan. Untuk mengajukan pembiayaan, debitur dapat mengajukan formulir aplikasi pinjaman, fotokopi data diri, rekening koran, slip gaji, dan lain sebagainya yang selengkapnya bisa dilihat melalui website resmi BFI Finance. 

    Para perusahaan multifinance optimis bahwa pembiayaan alat berat akan membaik seiring perkembangan waktu. Ada beberapa strategi yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan untuk mencapai target di tahun 2020. 

    Dikutip dari Keuangan Kontan, beberapa strategi yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan para partner, meningkatkan kinerja SDM, serta pengurangan efisiensi Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). 

    Diharapkan bahwa dalam masa adaptasi kebiasaan baru, permintaan dan kinerja pembiayaan alat berat akan meningkat seperti sedia kala.